Chapter 05

Empat belas tahun berlalu dengan cepat, dan kini Wei Lin Hua telah tumbuh menjadi seorang gadis remaja berusia lima belas tahun. Ia hanya terpaut enam tahun dari kedua kakak laki-lakinya. "Hah, aku merasa sedikit beruntung hidup di zaman ini," gumam Wei Lin Hua, mengagumi penampilannya sendiri. "Anak usia lima belas tahun di sini memiliki proporsi tubuh yang benar-benar seperti remaja tangguh." Ia mengamati tubuhnya yang mulai beranjak dewasa, sembari membantu sang Ayah mencari bijih besi di area pertambangan.

Dunia semakin menua saat ia berada di abad ke-21, dan perkembangan fisik manusia tampaknya semakin menyusut. Sungguh kontras dengan abad yang ia masuki saat ini, perbedaan yang sangat mencolok.

"Apa kau lelah?" tanya Wei Liu Han, suaranya lembut penuh perhatian, saat melihat Wei Lin Hua yang tampak mulai bosan dengan pekerjaan mereka.

Ayah mereka tidak lagi mencari bijih besi, karena pria itu kini telah beralih profesi menjadi seorang pengrajin pedang yang handal, memenuhi kebutuhan para prajurit yang berperang. Dan kini, mereka bertiga lah yang menggantikan sang Ayah untuk mencari bijih besi, sumber utama bahan baku pembuatan pedang.

"Aku hanya bosan," jawab Wei Lin Hua jujur, menghela napas pelan.

"Ayo, kita pulang saja. Hari sudah mulai sore," ajak Wei Liu Yuan, menawarkan solusi yang disambut baik oleh adiknya.

Wei Lin Hua mengangguk setuju, segera bangkit dari duduknya dan mengangkat keranjang yang penuh berisi bijih besi. Beban di pundaknya terasa cukup berat, namun ia tetap berusaha tersenyum. 'Meskipun harus bekerja keras seperti ini, ternyata kedua kakakku masih tetap terlihat sangat tampan,' gumam Wei Lin Hua dalam hati, mengagumi ketampanan kedua kakaknya.

Mendengar pujian tulus sang adik di dalam hatinya, Wei Liu Han dan Wei Liu Yuan tersenyum senang. Hati mereka menghangat mendengar pengakuan adiknya. "Aku akan memasak makanan yang sangat enak untukmu malam ini," ujar Wei Liu Yuan, berjanji untuk memanjakan adiknya dengan hidangan lezat.

"Bukankah kesepakatan kita adalah lima tahil perak untuk seratus pedang?" Suara berat Wei Nan, Ayah mereka, terdengar jelas dari balik dinding, penuh ketidakpuasan saat ia bernegosiasi dengan seseorang.

Langkah Wei Lin Hua dan kedua kakaknya sontak terhenti. Dengan gerakan hati-hati, mereka mengintip dari celah pintu, mencoba mengidentifikasi sosok yang sedang bernegosiasi dengan Ayah mereka.

Pria itu menjawab dengan nada dingin dan meremehkan, "Tuan pejabat daerah hanya menyanggupi dua tahil, dan itu sudah menjadi ketetapan dari pejabat istana. Jika kau merasa keberatan, silakan datang sendiri ke istana dan ajukan protesmu langsung pada tuan pejabat istana."

Dengan berat hati, Wei Nan akhirnya menyerahkan lima ratus pedang yang telah ia buat dengan susah payah, menerima bayaran sepuluh tahil perak yang jauh di bawah kesepakatan awal. Meskipun terasa sangat tidak adil, ia tak bisa membantah, terutama jika menyangkut kebutuhan prajurit di medan perang yang sangat membutuhkan senjata.

Melihat Ayahnya lagi-lagi ditipu mentah-mentah oleh orang-orang berjabatan di daerah mereka, Wei Lin Hua mengepalkan tangannya erat-erat hingga buku-buku jarinya memutih. Sebuah bara kemarahan menyala di dadanya. 'Kalian memang benar-benar menguji kesabaranku,' gumamnya tajam dalam hati.

Kedua kakaknya, yang secara ajaib dapat mendengar gejolak hati Wei Lin Hua, saling pandang dengan tatapan ngeri. Mereka tak berani mengeluarkan sepatah kata pun, terintimidasi oleh aura gelap dan mencekam yang tiba-tiba menyelimuti adik perempuan mereka.

"Bawa ini kembali," ucap Wei Lin Hua dingin, menyerahkan keranjang bijih besi yang berat kepada kedua kakaknya tanpa menoleh. "Aku akan pergi sebentar." Tanpa menunggu jawaban, ia melangkah cepat menuju gudang besi milik Ayahnya.

"Berhati-hatilah, Hua'er," seru kedua kakaknya serempak, nada cemas tersirat jelas dalam suara mereka.

Wei Lin Hua dengan sigap meraih belati yang dibuatnya secara khusus. Tidak ada seorang pun yang mampu meniru atau bahkan memiliki senjata serupa di dunia ini, karena hanya dia seorang yang berasal dari abad ke-21, menggunakan pengetahuannya untuk menciptakan senjata yang biasa ia gunakan di dunia asalnya.

Belati itu bukan hanya sekadar senjata tajam biasa, melainkan sebuah karya seni yang istimewa. Pada gagangnya terpasang batu kristal pelindung yang berkilauan, berfungsi untuk melindunginya dari serangan sihir para bangsawan yang memiliki kekuatan magis. Selain belati, Wei Lin Hua juga telah membuat sebuah kalung dengan bandul batu kristal pelindung untuk dirinya sendiri, serta tiga gelang serupa untuk kedua kakaknya dan juga Ayahnya.

Menjadi rakyat jelata tanpa akar sihir tentu saja sangat berbahaya di dunia ini, apalagi Ayahnya bekerja membuat senjata untuk para pejabat tinggi dan bangsawan yang haus kekuasaan. Perlindungan adalah sebuah keharusan.

Dengan gerakan anggun, Wei Lin Hua mengganti pakaiannya dengan hanfu hitam yang dihiasi bordir merah kesukaannya. Tak lupa, ia mengenakan weimao untuk menyembunyikan identitasnya, agar tak dikenali oleh siapa pun. Saat hendak melangkah keluar dari gudang milik Ayahnya, Kakaknya, Wei Liu Yuan, menghampirinya dengan raut wajah khawatir.

"Kau akan pergi sekarang?" tanya Wei Liu Yuan, suaranya lirih namun penuh perhatian.

Wei Lin Hua mengangguk mantap, sorot matanya memancarkan tekad yang membara. "Ya, aku akan mengambil kembali hak kita yang telah dirampas," jawab wanita itu tegas.

"Berhati-hatilah, pasukan pangeran kedua sedang berpatroli di sekitar desa," ucap Wei Liu Yuan, mengingatkan adiknya akan bahaya yang mengintai.

Wei Lin Hua mengangguk lagi, lalu melangkah pergi meninggalkan Wei Liu Yuan. Ia bertekad untuk merebut kembali hak keluarganya yang telah dirampas oleh mereka yang serakah dan berkuasa.

Selama bertahun-tahun, keluarga Wei merasakan keberkahan yang luar biasa setelah kelahiran Wei Lin Hua. Keluarga mereka yang dulunya terjerat kemiskinan, kini perlahan bangkit dari keterpurukan. Dan Wei Lin Hua, ia menjelma kembali menjadi dirinya yang sejati, seperti saat ia berada di dunia asalnya.

Di tengah keheningan malam yang pekat, Wei Lin Hua menyelinap dalam bayangan, mengikuti jejak orang-orang yang baru saja menyelesaikan transaksi curang dengan Ayahnya. Langkahnya seringan bulu, tak menghasilkan suara, dan bayangannya pun seolah tak terlihat meskipun rembulan bersinar penuh di langit. Dengan kecepatan dan kelincahan luar biasa, ia bergerak dari satu bayangan pohon ke bayangan lainnya, menjaga diri agar tak sedikit pun menimbulkan kecurigaan.

"Hahahah... Kita akan berpesta pora malam ini, menikmati anggur dan para wanita!" Tawa serak dan pongah terdengar dari salah satu prajurit dari kediaman pejabat daerah, yang pedang buatan Ayah Wei Lin Hua tersampir di pinggangnya.

"Namun, Tuan, sudah banyak pengawal lain yang bernasib nahas setelah menipu Tuan Wei," sahut seorang di antara mereka, yang raut wajahnya tampak gelisah dan khawatir akan nasib mereka sendiri.

"Cih, pembunuh itu tak lebih dari bandit rendahan," jawab prajurit itu dengan nada pongah, melambaikan tangan meremehkan. "Mereka saja yang sial karena bertemu dengan para bandit itu."

Terpopuler

Comments

y@y@

y@y@

⭐👍🏻👍🏿👍🏻⭐

2025-12-01

0

Diah Susanti

Diah Susanti

kalau cuma terpaut 3 thn, kenapa mereka bisa menjaga adiknya dan berburu, sedangkan waktu itu lin hua masih umur 1thn, apakah anak umur 4 thn sudah bisa berburu dan menjual hasilnya ke kota🧐🧐🧐🧐

2025-10-06

1

Gedang Raja

Gedang Raja

bagus 👍

2025-09-24

2

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129.
130 Chapter 130.
131 Chapter 131.
132 Chapter 132.
133 Chapter 133.
134 Chapter 134.
135 Chapter 135.
136 Chapter 136.
137 Chapter 137.
138 Chapter 138.
139 Chapter 139.
140 Chapter 140.
141 Chapter 141.
142 Chapter 142.
143 Chapter 143.
144 Chapter 144.
145 Chapter 145.
146 Chapter 146
147 Chapter 147.
148 Chapter 148.
149 Chapter 149.
150 Chapter 150.
151 Chapter 151.
152 Chapter 152.
153 Chapter 153.
154 Chapter 154.
155 Chapter 155.
156 Chapter 156.
157 Chapter 157.
158 Chapter 158.
159 Chapter 159.
160 Chapter 160.
161 Chapter 161.
162 Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184.
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 Chapter 187
188 Chapter 188
189 Chapter 189
190 Chapter 190
191 Chapter 191
192 Chapter 192
193 Chapter 193
194 Chapter 194
195 Chapter 195
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129.
130
Chapter 130.
131
Chapter 131.
132
Chapter 132.
133
Chapter 133.
134
Chapter 134.
135
Chapter 135.
136
Chapter 136.
137
Chapter 137.
138
Chapter 138.
139
Chapter 139.
140
Chapter 140.
141
Chapter 141.
142
Chapter 142.
143
Chapter 143.
144
Chapter 144.
145
Chapter 145.
146
Chapter 146
147
Chapter 147.
148
Chapter 148.
149
Chapter 149.
150
Chapter 150.
151
Chapter 151.
152
Chapter 152.
153
Chapter 153.
154
Chapter 154.
155
Chapter 155.
156
Chapter 156.
157
Chapter 157.
158
Chapter 158.
159
Chapter 159.
160
Chapter 160.
161
Chapter 161.
162
Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184.
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
Chapter 187
188
Chapter 188
189
Chapter 189
190
Chapter 190
191
Chapter 191
192
Chapter 192
193
Chapter 193
194
Chapter 194
195
Chapter 195

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!