3

Diujung koridor dekat kantin sekolah, terdengar suara teriakan bersamaan dengan suara tawa menggelegar yang diyakini dari seorang perempuan. Di susul dengan suara rintihan serta permohonan maaf berasal dari suara perempuan juga.

Tiga orang perempuan itu tengah tertawa bersama sambil menatap sinis ke arah korban yang merupakan seorang perempuan yang terisak pilu dengan seluruh permukaan rambutnya telah di penuhi dengan tepung dan telur busuk, membuat siapa saja yang melihatnya akan langsung menutup hidung sekaligus iba.

Masih dengan tawanya yang terdengar sadis, Shela maju ke depan menghampiri korbannya. Dengan hentakan yang keras, tangannya menarik rambut korbannya, membuat gadis malang itu meringis dengan air mata yang terus mengalir.

Shela menatap gadis malang itu dengan pandangan meremehkan. Tangan satunya lagi terjulur mencengkram dagu gadis gue, wajah gadis yang masih menjadi korbannya itu masih mulus, seperti prinsipnya meski ia suka membully dia tidak akan terlalu menyakiti fisik korbannya. Shela mendekatkan bibir merahnya ke telinga gadis itu.

"Biar gue perjelas lagi," ucap Shela penuh penekanan." Lo, bukan siapa-siapa Marvin. Dan lo gak usah sok cari perhatian dia. Kalau sekali lagi gue liat lo deketin Marvin, gue dan temen-temen gue akan ngelakuin hal yang lebih parah dari ini. Ngerti lo?!" Shela menghempaskan kepala gadis itu dengan keras membuat kepala gadis itu terhantuk ke dinding sehingga menyebabkan gadis itu pingsan. Hal itu jelas membuat Shela terkejut, ia tidak berniat membuat gadis itu pingsan.

Shela menatap gadis itu,lalu menyuruh temannya itu untuk membawa gadis itu ke gudang dan membaringkan gadis itu diatas matras yang sudah agak rusak.

"Kita tinggalin aja di sini, semoga nanti ada yang nemuin dia," ujar Shela pada kedua temannya.

Kedua gadis di belakang Shela mengangguk,lalu ketiganya pergi meninggalkan tempat itu.

Shela lalu melangkah menuju parkiran dimana mobilnya terparkir, sebelum masuk dia melemparkan sisa tepung ke temoat sampah di dekatnya.

" Gue balik duluan," ujarnya pad skedua gadis itu. Shela sebenarnya tidak punya teman dan dua orang itu hanyalah suruhannya saja. Ia tahu kedua gadis itu mau berteman dengannya hanya karena harta dan juga takut dibully, makanya mereka akan menurut setiap kali dia perintahkan. Shela tidak peduli, karena yang dia mau bukanlah perhatian dari orang lain atau teman, dia hanya butuh perhatian keluarganya.

____

Di dalam sebuah ruangan, seorang laki-laki sibuk dengan setumpuk kertas-kertas yang berserakan. Dengan dahi berkerut dan mata yang fokus pada lembaran kertas itu, Narendra masih menggerakkan pulpennya untuk menulis sesuatu.

Dua hari Dion menjabat sebagai ketua OSIS, tapi tugasnya sudah menumpuk saja. Waktu istirahatnya tersita banyak akibat tugas-tugas itu. Bukan hanya tugas dari OSIS,tugasnya di kelas pun sudah menumpuk. Untungnya tugas di kelas selalu diberikan tenggat waktu yang cukup lama sehingga dia bisa menyelesaikannya dengan tenang tanpa perlu terburu-buru.

"Yon, masih lama kah? Sini gue bantuin deh," tawar Faris yang entah sejak kapan sudah berada di hadapannya.

Dion mendongak lantas menggeleng." Gak usah, bentar lagi gue juga selesai."

Faris hanya bisa mendengus dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi seraya melipat tangan di depan dada. Ia memperhatikan temannya yang sedang fokus ke tumpukan kertas dan laptop di hadapannya. Faris sudah mengenal Naren dari mereka SMP, dama seperti Elang temannya yang lain. Dia sudah hafal bagaimana Dion, laki-laki selalu menyelesaikan masalahnya sendiri, lebih tepatnya memaksakan diri untuk menyelesaikan masalah sendiri. Padahal dia bisa saja meminta bantuan kepadanya atau pada Elang.

Sebenarnya Dion tidak bermaksud untuk membuat Faris merasa tertolak. Ia hanya tidak ingin merepotkan temannya itu. Malah Dion merasa senang bisa memiliki sahabat seperti Faris dan Elang yang senantiasa membantu dirinya.

" Eh curut, gue cariin lo kemana-mana, taunya di sini."

Suara seseorang membuat Dion dan Faris menoleh. Ia mendapati Elang yang tengah berjalan menghampiri mereka dengan sepiring batagor yang baru saja di beli di kantin.

" Lo di cariin pak Bagas. Katanya ada hal penting yang mau diomongin," ujar Elang memberi tahu amanah yang diberikan pak Bagas pada Faris.

"Mau ngomong apa?"

Elang mengedikkan bahunya." Mana gue tau, lo kan sekretaris OSIS, jadi mungkin pak Bagas perlu bantuan lo," jawab Elang dengan mulut yang penuh dengan batagor.

Gadis berdecak. Elah, mau ngapain si?! Mentang-mentang gue sekretaris OSIS, gue Mulu yang di suruh perasan." Faris mendengus kesal seraya mengacak rambutnya. Pasalnya tadi Faris udah beberapa kali naik turun tangga ke lantai satu dan tiga hanya untuk mengantar buku-buku kelas siswa lain yang baru diperiksa oleh pak Bagas. Padahal di OSIS yang jadi sekretaris bukan hanya dirinya, ada juga Rosa. Tapi kenapa Pak Bagas selalu menyuruhnya.

"Kenapa si marah-marah mulu? Lagi PMS lo?" tanya Elang merasa geram dengan Faris yang marah-marah.

"Gak liat gue lagi kesel ini. Sini jadi gue Langsung, biar Lo tau kenapa gue marah-marah mulu."

"Ogah, lagian suruh siapa lo jadi OSIS."

Lalu setelahnya hening beberapa saat. Dion masih sibuk dengan setumpuk kertas dan juga laptop, Elang sibuk memakan batagornya dan Faris sibuk memainkan ponselnya.

"Gila!!!"

Teriakan Faris itu membuat Dion dan Elang tersentak kaget. Bahkan Elang langsung tersedak karena saking terkejutnya.

"Sialan lo, Ris! Untung gue cuma kesedak bumbu kacangnya doang, coba kalau batagornya gimana? Bisa mati gue," protes Elang sambil menatap garang ke arah Faris.

" Lebay banget- aw!!" Faris meringis ketika sebuah benda keras mengenai dahinya, dia lalu menatap sang pelaku yang melempar benda itu, yang tak lain adalah Elang.

"Apa? Mau  gue lempar lagi?!" tantang Elang.

"Ck! Lo pada ngapain si?" lerai Dion sambil menatap Faris dan Elang bergantian. " Lo juga kenapa teriak-teriak? Udah tau ini ruang OSIS."

Dion merapihkan lembaran kertas di depannya,dia lakukan menghampiri Faris untuk melihat penyebab laki-laki itu teriak tadi.

"Nih,Yon liat! Seksi banget ya? Cantik pula."

Dion menggelengkan kepalanya,ia kira ada apa. Ia menatap bosan ke arah ponsel Faris yang menunjukkan foto seorang gadis dengan pakaian cukup minim di sosial media.

"Bener-bener nih cewek," ucap Faris sambil terus memandang foto di layar ponselnya.

"Siapa sih? Shela ya?" Elang yang mulai penasaran mendekat.

"Kepo!" Faris sambil menjauhkan ponselnya.

"Elah, pelit amat si lo,"cibir elang." Liat!"

Pada akhirnya Faris dan Elang kembali ribut, hanya karena sebuah foto perempuan berpakaian seksi di ponsel.

Dion yang jengah dengan tingkah kedua temannya memilih bangkit dan berjalan menuju pintu keluar. Ia berniat mengambil proposal yang tertinggal di kelasnya.

"Mau kemana, Yon?"

"Kelas," jawab Dion yang kemudian keluar dan menutup kembali pintu ruangan itu.

Dio  berjalan santai di koridor. Sesekali dia tersenyum dan membalas sapaan murid-murid yang mengenalnya. Saat akan belok menuju tangga, Indra pendengarannya menangkap suara di ujung koridor dekat gudang sekolah. Dion menghentikan langkahnya dan menoleh ke asal suara itu. Ujung koridor itu begitu sepi, bahkan belokan di koridor tempat Dion berpijak sekarang tidak ada satupun siswa atau siswa yang berlalu lalang.

Dahi Dion mengernyit saat mendengar suara tawa seseorang disusul dengan suara tangisan yang Dion tebak berasal dari seorang perempuan. Karena penasaran, Dia berjalan mendekati hingga langkahnya terhenti di balik loker. Dari situ Dion dapat mendengar suara yang begitu jelas.

" Masih mau lo deketin Marvin, hah?!"

"Eng-nggak kak, a-aku gak deketin kak Marvin. Aku cuma di suruh guru buat manggil dia ke kantor."

Shela tertawa sinis." Gak usah ngeles lo!" Gue tau maksud Lo itu mau deketin dia kan?!"

Shela jengah mendengar rintihan yang terdengar berlebihan di telinganya, dia hendak menyiram gadis yang terduduk di lantai itu dengan air bekas pelan di tangannya. Ia menghentikan pergerakannya ketika seseorang muncul dan menahan tangannya.

Shela berbalik lalu menatap laki-laki asing di belakangnya. Ia menepis kasar tangan laki-laki itu.

"Siapa lo?! Ini urusan gue, lo orang asing jadi gak berhak ikut campur!"

"Gue berhak ikut campur, gue ketua OSIS, jelas tindakan ko ini melanggar peraturan sekolah."

Shela tersenyum miring, dia mendekatkan diri sehingga jarak diantara keduanya begitu dekat." Terus apa yang akan lo lakuin dengan jabatan Lo itu? Hukum gue?" Shela tertawa kecil.

"Jelas gue akan hukum lo!" Ucap Dion dengan nada sinis, dia menatap Shela dari bawah ke atas.

" Lo udah banyak melanggar peraturan, selain tindakan ko juga penampilan lo jelas tidak sesuai peraturan. Jangankan di hukum, lo udah pasti kena SP atau mungkin bisa di drop out dari sekolah ini.

Shela tekekeh geli, seakan apa yang dikatakan Dion adalah lelucon baginya." Gue udah biasa dihukum, tapi gak ada satupun guru yang berani keluarin gue dari sekolah ini. Sedangkan lo.." ia berdecih lalu menatap remeh Dion."... Lo cuma ketua OSIS yang gak guna, orang kayak lo gak mungkin bisa ngeluarin gue dari sekolah ini "

Dion memperhatikan wajah gadis itu, ia baru menyadari jika gadis ini adalah gadis yang sama dengan foto yang ditunjukkan Faris tadi.

"Oke, gue akan pastiin Lo dihukum seberat-beratnya supaya Lo kapok!"

"Silahkan,gue gak takut," ujar Shela meremehkan. Ia berbalik kembali menghadap ke arah gadis yang kini sudah berdiri. Dia menyuruh gadis itu pergi." Pergi! Jangan pernah deket-deket Marvin lagi, kalau sampai gue liat Lo sama Marvin lagi, gue akan lakuin hal yang lebih gila dari ini!" Ancam Shela.

Shela berbalik, ketika berpapasan dengan Dion dengan sengaja dia menabrak bahu laki-laki itu dengan keras. Lalu pergi begitu saja.

Terpopuler

Comments

Nisa Nisa

Nisa Nisa

Heran jg Shella ini korban keluarga tp dia suka bully perempuan lain, bukannya tahu bagaimana gk enaknya dibully. Tp dari keluarga gk punya rasa kasih sayang ya jadinya dia jg miskin perasaan kasih kesesama. anak bungsu yg gk sempat kenal ibunya harusnya dikasihani disayang eh malah dianggap anak pembawa sial.

2026-01-16

0

lihat semua
Episodes
1 1
2 2
3 3
4 4
5 5
6 6
7 7
8 8
9 9
10 10
11 11
12 12
13 13
14 14
15 15
16 16
17 17
18 18
19 19
20 20
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 31
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 37
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 54
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 61
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 68
69 69
70 70
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 133
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
149 149
150 150
151 151
152 152
153 153
154 154
155 155
156 156 ( ending )
Episodes

Updated 156 Episodes

1
1
2
2
3
3
4
4
5
5
6
6
7
7
8
8
9
9
10
10
11
11
12
12
13
13
14
14
15
15
16
16
17
17
18
18
19
19
20
20
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
31
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
37
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
54
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
61
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
68
69
69
70
70
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
133
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148
149
149
150
150
151
151
152
152
153
153
154
154
155
155
156
156 ( ending )

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!