Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Cinta Terlarang Dengan Kakak Ipar

Bab 1 ~ CTDKI

‎"Hari ini kakakku akan datang, kamu siapkan kamar untuknya."

‎‎Perintah itu datang dari Haikal kepada Liora Esha Maharani, wanita yang sudah dinikahinya selama enam bulan ini.

‎‎"Ada begitu banyak pelayan dirumah ini, apa harus aku juga yang mengurus keperluan kakakmu?" tanya Liora dengan nada ketus. "Aku sudah keluar dari pekerjaanku semenjak kita menikah dan membantu mengurus ayahmu yang lumpuh. Sementara mamamu, dia malah asyik-asyikan berkumpul dengan teman-teman sosialitanya diluar sana."

‎‎"Jaga bicaramu, Liora." selesai mengancingkan kemejanya, Haikal membalikkan badan dan menatap wajah istrinya. "Kita sudah ada kesepakatan untuk ini, keluarga Leonardo akan tetap menjadi donatur di panti asuhan tempatmu dibesarkan, tapi kamu harus mengikuti semua kemauanku."

‎‎"Kalau begitu bisakah kita pindah dari rumah ini dan tinggal di rumah sendiri? Supaya kita bisa memiliki waktu berdua," keluh Liora. Sejak menikah Haikal sama sekali belum pernah menyentuhnya. Meskipun mereka menikah karena perjanjian, tapi mereka tetap suami-istri yang sah.

‎‎Haikal mengambil alih jas yang ada di tangan Liora dan memakainya, "Mamaku tidak akan setuju, dia yang meminta kita untuk tetap tinggal disini."

‎‎"Ya, biar dia bisa memperlakukanku seperti seorang pelayan." sindir Liora.

‎‎"Aku tidak ingin berdebat, sebaiknya kita turun untuk sarapan." Haikal berjalan keluar dari kamar dengan diikuti oleh Liora dibelakangnya.

‎‎Dimeja makan, Tuan dan Nyonya Leonardo sudah menunggu keduanya, begitupun dengan si bungsu Audrey yang sudah siap dengan seragam SMA-nya.

‎‎Keluarga Leonardo memiliki tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan. Namun Liora belum pernah sekalipun melihat wajah kakak dari suaminya, fotonya pun tidak terpajang di rumah mewah itu. Liora hanya tahu jika kakak iparnya itu satu ayah tapi beda ibu dengan Haikal dan Audrey, dan sudah sejak lulus SMA kakak iparnya tinggal di Australia. Semua informasi itu Liora dapatkan dari salah seorang pelayan yang bekerja disana.

Keluarga Leonardo adalah keluarga terpandang dan cukup berpengaruh, selama beberapa tahun ini Tuan Arthur Leonardo telah menjadi donatur tetap di pantai asuhan tempat Liora dibesarkan. Namun sudah satu tahun ini Tuan Arthur mengalami kelumpuhan, dan Nyonya Maria berniat untuk menghentikan donasinya pada panti asuhan. Demi tetap mendapatkan donatur Liora terpaksa menyetujui permintaan Nyonya Maria yang memintanya untuk menikah dengan Haikal. Meskipun pernikahan mereka hanya demi keuntungan, tapi Liora tetap belajar untuk mencintai Haikal dan selalu berusaha menjadi istri yang baik bagi suaminya.

‎"Ma, aku berangkat ke sekolah dulu," pamit Audrey. Gadis itu beranjak bangun dan mencium pipi Ayah dan Mamanya.

Mereka sudah memiliki kesepakatan, jika panggilan Ibu hanya ditujukan untuk ibu kandung Marvin yaitu Nyonya Eliza, sementara Nyonya Maria dipanggil dengan sebutan Mama.

"Liora, Haikal sudah memberitahumu bukan kalau hari ini Marvin akan datang?" tanya Nyonya Maria yang baru selesai menelan makanannya.

"Hem," jawab Liora singkat.

"Hari ini Mama ada urusan diluar dan mungkin akan pulang malam, jadi kamu saja yang menyambut kedatangan Marvin." ujar Nyonya Maria. Hubungannya dengan Marvin memang tidak begitu dekat, jadi dia malas untuk ikut menyambut. Lebih baik dia menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan teman-temannya diluar.

"Aku juga mungkin akan pulang larut karena banyak sekali pekerjaan dikantor. Nanti malam kamu langsung tidur saja, tidak perlu menungguku pulang." timpal Haikal. "Dan tolong kamu perlakukan kak Marvin dengan baik, ini adalah pertama kalinya dia pulang setelah dua belas tahun tinggal di Australia."

"Ya sudah, aku berangkat dulu," Haikal berdiri, bersiap untuk pergi. "Ma, Yah, aku pamit ke kantor dulu."

"Ya, hati-hati, Sayang." sahut Nyonya Maria.

Liora mengantarkan suaminya sampai ke teras rumah. Ciuman di kening Haikal sematkan sebelum masuk ke dalam mobil. Keharmonisan seperti ini hanya ditunjukkan didepan keluarga saja, tapi kehangatan diatas ranjang tak pernah ada. Mereka seperti orang asing ketika sudah didalam kamar.

"Liora, Mama juga mau langsung pergi." Nyonya Maria menyusul keluar setelah mobil putranya melaju pergi. "Kamu jangan lupa urus Ayah mertua kamu, jangan sampai dia telat minum obat. Jika nanti Marvin bertanya, bilang saja Mama ada pekerjaan penting diluar."

"Ya, baiklah." jawab Liora, tak ingin membantah ataupun memperdebatkan permintaan ibu mertuanya.

Kini Liora hanya bersama ayah mertuanya dan beberapa orang pelayan yang bekerja di rumah itu. Setelah mengantarkan ayah mertuanya kedalam kamar serta membantunya meminumkan obat, Liora kembali ke meja makan untuk membantu membersihkan piring-piring kotor.

"Nanti kalau Den Marvin tinggal disini jangan kaget ya, Non." ucap salah seorang pelayan yang bernama Bi Sari, wanita itu sudah bekerja dengan keluarga Leonardo selama tiga puluh tahun.

"Kenapa memangnya, Bi? Apa dia menggigit?" tanya Liora dengan nada bercanda.

"Gigit sih nggak, Non. Cuma nggak akur saja dengan Nyonya Maria. Dulu mereka sering debat dan membuat rumah seperti kapal pecah." beritahu Bi Sari. "Makanya Non jangan heran kalau fotonya Den Marvin tidak dipajang di rumah ini, foto itu diturun-turunkan satu tahun yang lalu setelah Tuan mengalami sakit keras dan lumpuh. Sejak Tuan besar sakit, Nyonya Maria jadi merasa lebih bebas dan leluasa melakukan apapun dirumah ini."

Liora hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Selesai dengan pekerjaan didapur, Liora meminta ikut ketika Bi Sari ijin ingin membersihkan kamar milik Marvin yang sudah biarkan kosong selama bertahun-tahun.

Bi Sari mengeluarkan seprei berwarna abu-abu dari dalam lemari, "Kamar ini tetap bersih karena rajin dibersihkan. Non duduk saja di sofa, Bibi mau ganti seprei-nya dulu."

"Biar saya saja yang pasang, Bi. Bibi kerjakan yang lain saja." Liora mengambil alih seprei itu dari tangan Bi Sari, lalu memasangnya di ranjang king size milik Marvin.

📍

📍

Di Bandara, seorang pria tampan dan gagah berjalan sembari menarik kopernya yang berukuran besar. Outfit casual dan kacamata hitam yang membingkai matanya membuat penampilan pria berusia tiga puluh tahun itu terlihat menawan.

"Selamat datang, Tuan muda," sapa seorang bodyguard berpakaian serba hitam, mengambil alih koper yang dibawa pria itu dan memasukkannya ke dalam bagasi mobil.

"Hem," jawabnya singkat. "Apa tidak ada yang ikut kesini untuk menyambut kepulanganku?" tanyanya kemudian.

Bodyguard itu membuka pintu mobil, "Semua orang sedang sibuk, Tuan. Jadi mereka hanya mengutus saya untuk menjemput Anda. Silahkan,"

Pria itu tak bertanya lagi dan masuk ke dalam mobil. Wajah bodyguard itu nampak sedikit tegang, aura dingin tuan mudanya membuatnya seperti kehilangan napas. Tanpa banyak bicara lagi, bodyguard itu melajukan mobilnya memecah jalanan kota yang ramai dan lancar siang itu.

Sementara itu dikediaman keluarga Leonardo, para pelayan sudah bersiap dan berbaris rapi di depan pintu rumah untuk menyambut kedatangan tuan muda pertama yang sebentar lagi akan sampai.

Liora juga berdiri disana bersama dengan mereka, sementara Tuan Arthur sedang tidur di dalam kamar hingga Liora tidak berani untuk membangunkannya. Biar dia saja yang akan menyambut kedatangan kakak iparnya.

Tak berselang lama mobil berwarna hitam itu melaju memasuki halaman megah keluarga Leonardo. Marvin turun dari mobil setelah bodyguard membukakan pintu mobil untuknya.

Jantung Liora berdetak tak karuan saat Marvin melangkah mendekat ke arah mereka, lalu berhenti tidak jauh didepannya yang kini sedang ikut berdiri berbaris bersama dengan para pelayan yang lain.

"Selamat datang, Tuan muda." sambut semua pelayan bersamaan.

Marvin hanya mengangguk, lalu melepaskan kacamata hitamnya dan menatap satu persatu wajah para pelayan yang berdiri didepannya.

"Dia, siapa dia?" tanya Marvin dengan tatapan tertuju pada Liora. Dia satu-satunya wanita yang tidak berpakaian seragam pelayan.

"Tuan muda, perkenalkan. Dia ini Nona Liora, istrinya tuan muda Haikal. Adik ipar, Anda." ucap Bi Sari.

"Adik ipar?" Marvin tersenyum tipis saat menatap wajah cantik Liora yang hanya dipoles dengan makeup tipis, sebuah senyuman yang nyaris tak terlihat. "Menarik."

📍

📍

📍

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Rahma Ita

Rahma Ita

seru nih kayaknya

2026-05-31

1

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

seperti nya sakit PP nya Marvin ngk wajar pasti di racun in sm ny Maria, biasa yg madu yg berperan😡

2026-05-29

1

Serli oktavia

Serli oktavia

kayaknya bakal ada cerita cinta ipar adalah maut🤭

2026-04-26

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ CTDKI
2 Bab 2 ~ CTDKI
3 Bab 3 ~ CTDKI
4 Bab 4 ~ CTDKI
5 Bab 5 ~ CTDKI
6 Bab 6 ~ CTDKI
7 Bab 7 ~ CTDKI
8 Bab 8 ~ CTDKI
9 Bab 9 ~ CTDKI
10 Bab 10 ~ CTDKI
11 Bab 11 ~ CTDKI
12 Bab 12 ~ CTDKI
13 Bab 13 ~ CTDKI
14 Bab 14 ~ CTDKI
15 Bab 15 ~ CTDKI
16 Bab 16 ~ CTDKI
17 Bab 17 ~ CTDKI
18 Bab 18 ~ CTDKI
19 Bab 19 ~ CTDKI
20 Bab 20 ~ CTDKI
21 Bab 21 ~ CTDKI
22 Bab 22 ~ CTDKI
23 Bab 23 ~ CTDKI
24 Bab 24 ~ CTDKI
25 Bab 25 ~ CTDKI
26 Bab 26 ~ CTDKI
27 Bab 27 ~ CTDKI
28 Bab 28 ~ CTDKI
29 Bab 29 ~ CTDKI
30 Bab 30 ~ CTDKI
31 Bab 31 ~ CTDKI
32 Bab 32 ~ CTDKI
33 Bab 33 ~ CTDKI
34 Bab 34 ~ CTDKI
35 Bab 35 ~ CTDKI
36 Bab 36 ~ CTDKI
37 Bab 37 ~ CTDKI
38 Bab 38 ~ CTDKI
39 Bab 39 ~ CTDKI
40 Bab 40 ~ CTDKI
41 Bab 41 ~ CTDKI
42 Bab 42 ~ CTDKI
43 Bab 43 ~ CTDKI
44 Bab 44 ~ CTDKI
45 Bab 45 ~ CTDKI
46 Bab 46 ~ CTDKI
47 Bab 47 ~ CTDKI
48 Bab 48 ~ CTDKI
49 Bab 49 ~ CTDKI
50 Bab 50 ~ CTDKI
51 Bab 51 ~ CTDKI
52 Bab 52 ~ CTDKI
53 Bab 53 ~ CTDKI
54 Bab 54 ~ CTDKI
55 Bab 55 ~ CTDKI
56 Bab 56 : CTDKI
57 Bab 57 ~ CTDKI
58 Bab 58 ~ CTDKI
59 Bab 59 ~ CTDKI
60 Bab 60 ~ CTDKI
61 Bab 61 ~ CTDKI
62 Bab 62 ~ CTDKI
63 Bab 63 ~ CTDKI
64 Bab 64 ~ CTDKI
65 Bab 65 ~ CTDKI
66 Bab 66 ~ CTDKI
67 Bab 67 ~ CTDKI
68 Bab 68 ~ CTDKI
69 Bab 69 ~ CTDKI
70 Bab 70 ~ CTDKI
71 Bab 71 ~ CTDKI
72 Bab 72 ~ CTDKI
73 Bab 73 ~ CTDKI
74 Bab 74 ~ CTDKI
75 Bab 75 ~ CTDKI
76 Bab 76 ~ CTDKI
77 Bab 77 ~ CTDKI
78 Bab 78 ~ CTDKI
79 Bab 79 ~ CTDKI
80 Bab 80 ~ CTDKI
81 Bab 81 ~ CTDKI (END)
82 Karya Baru
83 Karya baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 ~ CTDKI
2
Bab 2 ~ CTDKI
3
Bab 3 ~ CTDKI
4
Bab 4 ~ CTDKI
5
Bab 5 ~ CTDKI
6
Bab 6 ~ CTDKI
7
Bab 7 ~ CTDKI
8
Bab 8 ~ CTDKI
9
Bab 9 ~ CTDKI
10
Bab 10 ~ CTDKI
11
Bab 11 ~ CTDKI
12
Bab 12 ~ CTDKI
13
Bab 13 ~ CTDKI
14
Bab 14 ~ CTDKI
15
Bab 15 ~ CTDKI
16
Bab 16 ~ CTDKI
17
Bab 17 ~ CTDKI
18
Bab 18 ~ CTDKI
19
Bab 19 ~ CTDKI
20
Bab 20 ~ CTDKI
21
Bab 21 ~ CTDKI
22
Bab 22 ~ CTDKI
23
Bab 23 ~ CTDKI
24
Bab 24 ~ CTDKI
25
Bab 25 ~ CTDKI
26
Bab 26 ~ CTDKI
27
Bab 27 ~ CTDKI
28
Bab 28 ~ CTDKI
29
Bab 29 ~ CTDKI
30
Bab 30 ~ CTDKI
31
Bab 31 ~ CTDKI
32
Bab 32 ~ CTDKI
33
Bab 33 ~ CTDKI
34
Bab 34 ~ CTDKI
35
Bab 35 ~ CTDKI
36
Bab 36 ~ CTDKI
37
Bab 37 ~ CTDKI
38
Bab 38 ~ CTDKI
39
Bab 39 ~ CTDKI
40
Bab 40 ~ CTDKI
41
Bab 41 ~ CTDKI
42
Bab 42 ~ CTDKI
43
Bab 43 ~ CTDKI
44
Bab 44 ~ CTDKI
45
Bab 45 ~ CTDKI
46
Bab 46 ~ CTDKI
47
Bab 47 ~ CTDKI
48
Bab 48 ~ CTDKI
49
Bab 49 ~ CTDKI
50
Bab 50 ~ CTDKI
51
Bab 51 ~ CTDKI
52
Bab 52 ~ CTDKI
53
Bab 53 ~ CTDKI
54
Bab 54 ~ CTDKI
55
Bab 55 ~ CTDKI
56
Bab 56 : CTDKI
57
Bab 57 ~ CTDKI
58
Bab 58 ~ CTDKI
59
Bab 59 ~ CTDKI
60
Bab 60 ~ CTDKI
61
Bab 61 ~ CTDKI
62
Bab 62 ~ CTDKI
63
Bab 63 ~ CTDKI
64
Bab 64 ~ CTDKI
65
Bab 65 ~ CTDKI
66
Bab 66 ~ CTDKI
67
Bab 67 ~ CTDKI
68
Bab 68 ~ CTDKI
69
Bab 69 ~ CTDKI
70
Bab 70 ~ CTDKI
71
Bab 71 ~ CTDKI
72
Bab 72 ~ CTDKI
73
Bab 73 ~ CTDKI
74
Bab 74 ~ CTDKI
75
Bab 75 ~ CTDKI
76
Bab 76 ~ CTDKI
77
Bab 77 ~ CTDKI
78
Bab 78 ~ CTDKI
79
Bab 79 ~ CTDKI
80
Bab 80 ~ CTDKI
81
Bab 81 ~ CTDKI (END)
82
Karya Baru
83
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!