Bab 2 ~ CTDKI

"Ada pernikahan tapi tidak memberitahuku,"

Marvin melangkahkan kakinya mendekat ke arah Ayahnya yang tengah duduk diatas ranjang dengan punggung bersandar pada headboard, lalu dia ikut duduk di tepian ranjang menghadap kearah Ayahnya. Selama dua belas tahun ini dia memang jarang berkomunikasi dengan sang Ayah, sejak dia memutuskan untuk menetap di Australia bersama dengan ibunya.

"Bagaimana kamu akan tahu jika kamu sendiri sangat sulit dihubungi," jawab Tuan Arthur. "Lagipula pernikahan adikmu terjadi secara mendadak, mama Maria yang sudah mengatur semuanya. Juga tidak ada pesta besar-besaran karena adikmu menolak untuk merayakannya."

"Dimana bocah itu memungutnya? Sama sekali bukan seperti kriterianya,"

Usianya dengan Haikal hanya selisih tiga tahun, dan Marvin sangat paham betul jika Haikal bukan tipe orang yang menyukai wanita penurut seperti Liora. Apalagi penampilan Liora yang terlihat begitu sederhana dan sangat jauh dari kata mewah, sama sekali bukan seperti tipe wanita yang selalu diincar oleh adiknya semasa sekolah dulu.

"Jangan bicara seperti itu. Liora anak yang baik, dan Ayah sudah mengenalnya cukup lama. Dia adalah salah satu anak yang dititipkan di panti asuhan tempat Ayah menjadi donatur disana." jelas Tuan Arthur. "Baik-baiklah kamu dengan adik iparmu itu."

"Sekarang ceritakan, bagaimana kabar ibumu?" tanya Tuan Arthur kemudian. "Terakhir Ayah melihatnya dua tahun yang lalu, saat Ayah mengunjungi kalian di Australia bersama dengan Audrey."

"Ibu sangat baik. Bahkan sangat baik setelah tinggal jauh dari Ayah." jawab Marvin dengan nada sedikit menyindir.

Keputusan Tuan Arthur untuk menikahi cinta pertamanya jelas mendapatkan pertentangan dari Nyonya Eliza dan keluarga besar mereka pada saat itu. Nyonya Eliza memutuskan untuk pergi ke Australia guna mengobati kekecewaan hatinya, tapi Tuan Arthur melarangnya membawa serta Marvin yang saat itu baru berusia dua setengah tahun. Hingga setiap satu tahun sekali Nyonya Eliza pulang untuk melihat keadaan putranya sebelum akhirnya Marvin sendiri yang memutuskan untuk ikut bersamanya.

"Ayah istirahatlah, aku akan ke kamarku."

Marvin meninggalkan kamar Ayahnya, masuk ke dalam kamar miliknya yang ada dilantai bawah. Tidak banyak yang berubah, kamar itu masih sama seperti saat terakhir kali dia tinggalkan. Hanya ada beberapa hiasan yang ditambahkan, mungkin Ayahnya yang menambahkannya.

Liora mengetuk pintu kamar Marvin yang masih terbuka lebar dengan membawa koper milik kakak iparnya itu.

"Kak Marvin, aku kesini untuk mengantarkan koper Kakak." Liora menarik koper itu hingga ke sisi ranjang.

"Tolong siapkan air hangat untukku mandi, aku ingin berendam untuk merilekskan tubuhku setelah perjalanan jauh yang cukup melelahkan," perintah Marvin.

"Ah, tapi..." Liora sedikit terkejut dengan permintaan Marvin, dia menggigit bibir bawahnya. "Aku..."

"Kamu disuruh oleh wanita itu untuk melayaniku kan? Kalau begitu sekarang lakukan apa yang aku perintahkan," Marvin melepaskan jaketnya dan melemparkannya ke arah sofa, kemudian dia menjatuhkan tubuhnya duduk disana dengan kedua tangan direntangkan pada punggung sofa dan kaki yang saling bertumpu.

Liora menghela napas pelan, menatap Marvin sejenak sebelum akhirnya memalingkan muka dan masuk kedalam kamar mandi dengan pintu kamar mandi yang dibiarkan terbuka lebar. Liora memutar keran dan mulai mengisi bathtub dengan air dingin terlebih dahulu, kemudian mengaturnya ke air hangat.

Suara pintu kamar mandi yang ditutup membuat Liora menoleh setelah beberapa saat dia berdiri disana, Marvin sudah berdiri dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan boxer saja. Jantung Liora berdetak kencang, dia segera memalingkan wajahnya kesamping untuk menghindari pemandangan didepannya.

"Airnya baru terisi setengah. A-aku akan keluar sekarang," Liora berkata dengan gugup, baru beberapa langkah dia berjalan Marvin sudah menarik tubuhnya hingga ke bawah shower.

Air shower yang tiba-tiba menyala membuat tubuh keduanya basah, Marvin menahan kembali lengan Liora saat wanita itu hendak melangkah pergi dan menghimpit tubuhnya ke tembok.

"Kak Marvin, apa yang kamu lakukan?!" Liora menahan dada Marvin dengan kedua tangannya.

"Temani aku mandi adik ipar. Anggap saja ini sebagai sambutan untukku karena dirumah ini tidak ada yang menyambut kepulanganku," ujar Marvin. Kedua tangannya memegangi pergelangan tangan Liora dan menahannya diatas kepala wanita itu.

Liora merasa sangat kesal, apalagi tubuhnya mulai basah kuyup sampai kedalam-dalamnya. "Lepaskan, Kak! Jangan kurang aj---"

"Kak Marvin... Kak...?"

Suara Audrey yang memanggil dari dalam kamar Marvin membuat wajah Liora kaget dan panik. Audrey baru pulang sekolah dan ingin menemui kakaknya setelah mendengar dari salah seorang pelayan jika kakaknya sudah tiba di rumah dan sedang beristirahat dikamar.

"Jangan bersuara Liora, atau Audrey akan tahu kamu sedang disini bersamaku," Marvin menyunggingkan senyum nakal, menatap puas dengan ekspresi pasrah Liora.

"Kakak sedang mandi, Audrey. Nanti Kakak akan menemuimu setelah selesai," teriak Marvin dari dalam kamar mandi dengan tetap menghimpit tubuh Liora.

"Ya sudah, aku juga mau ganti pakaian dulu. Nanti kita makan bareng ya, Kak."

Audrey meninggalkan kamar Marvin dan naik ke kamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya. Sementara Liora dan Marvin masih berdiri dibawah guyuran air shower. Liora merasa sedikit lega saat suara Audrey sudah tidak terdengar lagi.

Suasana sedikit mereda, namun keintiman tetap terlihat. Liora menarik paksa tangannya dari genggaman Marvin, mendorong kuat dada Marvin hingga tubuh pria itu terdorong sedikit kebelakang. Buru-buru Liora melangkah pergi, namun langkahnya kembali tertahan oleh suara berat Marvin.

"Kamu tidak akan bisa keluar dalam keadaan basah seperti itu, Liora." Marvin melangkah mendekat, berdiri di belakang Liora dengan seringai tipis diwajahnya. "Ganti bajumu dengan bajuku, atau orang-orang dirumah ini akan berpikir macam-macam jika kamu keluar dari kamarku dengan pakaian basah seperti ini."

Liora menoleh kesamping dengan gerakan cepat, dadanya naik turun menahan gejolak amarah yang kian membuncah. Marvin, pria itu seperti tidak bersalah sama sekali karena telah membuatnya basah kuyup seperti ini.

"Tidak perlu, terimakasih!"

Liora membuka pintu kamar mandi dan keluar dari dalam kamar Marvin. Sesampainya di lantai atas dia berpapasan dengan Audrey yang sudah berganti pakaian dan hendak turun ke lantai bawah.

"Kak Lio, kenapa Kakak basah kuyup begini?" tanya Audrey khawatir.

Liora menggeleng pelan, berusaha untuk tersenyum. "Tidak apa-apa, Audrey. Tadi Kakak kepleset dan jatuh ke kolam renang. Kakak ganti baju dulu ya ke kamar," Liora menepuk pelan lengan Audrey dan berlalu pergi dari hadapan gadis itu.

Audrey mengedikkan bahunya dan menatap kepergian kakak iparnya. Setahunya Liora tidak bisa berenang, tapi mengapa Liora bisa keluar dari kolam renang tanpa bantuan dari siapapun. Namun Audrey tidak ingin mempermasalahkan, mungkin saja tadi Liora dibantu oleh pelayan dirumah saat jatuh ke kolam renang.

📍

📍

📍

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

ko Marvin jd buatan ya thour, nasip kalau jadi mantu perempuan, salah aja bawaan nya selalu pengen di leceh in 😖

2026-05-29

0

Marina Tarigan

Marina Tarigan

kok kurang ajar baru ketemu mau melecehkan adik ipar biadap

2026-03-12

1

🎀݊ꪀɑׁׅ݊ꪀɑׁׅ🐰

🎀݊ꪀɑׁׅ݊ꪀɑׁׅ🐰

walau ini salah tpi aku ttp dukung marvin🙏😅

2025-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ CTDKI
2 Bab 2 ~ CTDKI
3 Bab 3 ~ CTDKI
4 Bab 4 ~ CTDKI
5 Bab 5 ~ CTDKI
6 Bab 6 ~ CTDKI
7 Bab 7 ~ CTDKI
8 Bab 8 ~ CTDKI
9 Bab 9 ~ CTDKI
10 Bab 10 ~ CTDKI
11 Bab 11 ~ CTDKI
12 Bab 12 ~ CTDKI
13 Bab 13 ~ CTDKI
14 Bab 14 ~ CTDKI
15 Bab 15 ~ CTDKI
16 Bab 16 ~ CTDKI
17 Bab 17 ~ CTDKI
18 Bab 18 ~ CTDKI
19 Bab 19 ~ CTDKI
20 Bab 20 ~ CTDKI
21 Bab 21 ~ CTDKI
22 Bab 22 ~ CTDKI
23 Bab 23 ~ CTDKI
24 Bab 24 ~ CTDKI
25 Bab 25 ~ CTDKI
26 Bab 26 ~ CTDKI
27 Bab 27 ~ CTDKI
28 Bab 28 ~ CTDKI
29 Bab 29 ~ CTDKI
30 Bab 30 ~ CTDKI
31 Bab 31 ~ CTDKI
32 Bab 32 ~ CTDKI
33 Bab 33 ~ CTDKI
34 Bab 34 ~ CTDKI
35 Bab 35 ~ CTDKI
36 Bab 36 ~ CTDKI
37 Bab 37 ~ CTDKI
38 Bab 38 ~ CTDKI
39 Bab 39 ~ CTDKI
40 Bab 40 ~ CTDKI
41 Bab 41 ~ CTDKI
42 Bab 42 ~ CTDKI
43 Bab 43 ~ CTDKI
44 Bab 44 ~ CTDKI
45 Bab 45 ~ CTDKI
46 Bab 46 ~ CTDKI
47 Bab 47 ~ CTDKI
48 Bab 48 ~ CTDKI
49 Bab 49 ~ CTDKI
50 Bab 50 ~ CTDKI
51 Bab 51 ~ CTDKI
52 Bab 52 ~ CTDKI
53 Bab 53 ~ CTDKI
54 Bab 54 ~ CTDKI
55 Bab 55 ~ CTDKI
56 Bab 56 : CTDKI
57 Bab 57 ~ CTDKI
58 Bab 58 ~ CTDKI
59 Bab 59 ~ CTDKI
60 Bab 60 ~ CTDKI
61 Bab 61 ~ CTDKI
62 Bab 62 ~ CTDKI
63 Bab 63 ~ CTDKI
64 Bab 64 ~ CTDKI
65 Bab 65 ~ CTDKI
66 Bab 66 ~ CTDKI
67 Bab 67 ~ CTDKI
68 Bab 68 ~ CTDKI
69 Bab 69 ~ CTDKI
70 Bab 70 ~ CTDKI
71 Bab 71 ~ CTDKI
72 Bab 72 ~ CTDKI
73 Bab 73 ~ CTDKI
74 Bab 74 ~ CTDKI
75 Bab 75 ~ CTDKI
76 Bab 76 ~ CTDKI
77 Bab 77 ~ CTDKI
78 Bab 78 ~ CTDKI
79 Bab 79 ~ CTDKI
80 Bab 80 ~ CTDKI
81 Bab 81 ~ CTDKI (END)
82 Karya Baru
83 Karya baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 ~ CTDKI
2
Bab 2 ~ CTDKI
3
Bab 3 ~ CTDKI
4
Bab 4 ~ CTDKI
5
Bab 5 ~ CTDKI
6
Bab 6 ~ CTDKI
7
Bab 7 ~ CTDKI
8
Bab 8 ~ CTDKI
9
Bab 9 ~ CTDKI
10
Bab 10 ~ CTDKI
11
Bab 11 ~ CTDKI
12
Bab 12 ~ CTDKI
13
Bab 13 ~ CTDKI
14
Bab 14 ~ CTDKI
15
Bab 15 ~ CTDKI
16
Bab 16 ~ CTDKI
17
Bab 17 ~ CTDKI
18
Bab 18 ~ CTDKI
19
Bab 19 ~ CTDKI
20
Bab 20 ~ CTDKI
21
Bab 21 ~ CTDKI
22
Bab 22 ~ CTDKI
23
Bab 23 ~ CTDKI
24
Bab 24 ~ CTDKI
25
Bab 25 ~ CTDKI
26
Bab 26 ~ CTDKI
27
Bab 27 ~ CTDKI
28
Bab 28 ~ CTDKI
29
Bab 29 ~ CTDKI
30
Bab 30 ~ CTDKI
31
Bab 31 ~ CTDKI
32
Bab 32 ~ CTDKI
33
Bab 33 ~ CTDKI
34
Bab 34 ~ CTDKI
35
Bab 35 ~ CTDKI
36
Bab 36 ~ CTDKI
37
Bab 37 ~ CTDKI
38
Bab 38 ~ CTDKI
39
Bab 39 ~ CTDKI
40
Bab 40 ~ CTDKI
41
Bab 41 ~ CTDKI
42
Bab 42 ~ CTDKI
43
Bab 43 ~ CTDKI
44
Bab 44 ~ CTDKI
45
Bab 45 ~ CTDKI
46
Bab 46 ~ CTDKI
47
Bab 47 ~ CTDKI
48
Bab 48 ~ CTDKI
49
Bab 49 ~ CTDKI
50
Bab 50 ~ CTDKI
51
Bab 51 ~ CTDKI
52
Bab 52 ~ CTDKI
53
Bab 53 ~ CTDKI
54
Bab 54 ~ CTDKI
55
Bab 55 ~ CTDKI
56
Bab 56 : CTDKI
57
Bab 57 ~ CTDKI
58
Bab 58 ~ CTDKI
59
Bab 59 ~ CTDKI
60
Bab 60 ~ CTDKI
61
Bab 61 ~ CTDKI
62
Bab 62 ~ CTDKI
63
Bab 63 ~ CTDKI
64
Bab 64 ~ CTDKI
65
Bab 65 ~ CTDKI
66
Bab 66 ~ CTDKI
67
Bab 67 ~ CTDKI
68
Bab 68 ~ CTDKI
69
Bab 69 ~ CTDKI
70
Bab 70 ~ CTDKI
71
Bab 71 ~ CTDKI
72
Bab 72 ~ CTDKI
73
Bab 73 ~ CTDKI
74
Bab 74 ~ CTDKI
75
Bab 75 ~ CTDKI
76
Bab 76 ~ CTDKI
77
Bab 77 ~ CTDKI
78
Bab 78 ~ CTDKI
79
Bab 79 ~ CTDKI
80
Bab 80 ~ CTDKI
81
Bab 81 ~ CTDKI (END)
82
Karya Baru
83
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!