Bab 3 ~ CTDKI

Malam ini meja makan hanya diisi oleh empat orang karena Nyonya Maria belum pulang. Begitupun dengan Haikal yang mengatakan akan pulang terlambat. Sebenarnya bukan hanya malam ini saja, malam sebelum-sebelumnya juga Haikal selalu pulang sampai larut. Pekerjaan yang menumpuk selalu menjadi alasan setiap kali Liora bertanya.

"Yah, tau nggak, tadi siang kak Liora jatuh ke kolam renang," suara Audrey memecah keheningan ditengah-tengah acara makan malam mereka berempat.

"Uhukkk... Uhukkk..." Liora yang sedang menelan makanan langsung terbatuk. Dia meraih gelas berisikan air putih didepannya, meletakkannya kembali setelah meminum airnya sedikit.

"Benar itu, Liora?" tanya Tuan Arthur menatap ke arah menantunya. Disampingnya, Marvin berusaha menahan senyumnya.

"A- itu... Aku tidak sengaja terpeleset dan jatuh, Yah." jawab Liora, menundukkan wajahnya kembali sambil mengaduk makanannya.

"Lain kali kamu harus lebih berhati-hati. Tadi siapa yang membantumu keluar dari kolam renang? Bukankah kamu tidak bisa berenang," tanya Tuan Arthur lagi.

Tentang Liora yang tidak bisa berenang bukan menjadi rahasia lagi. Sebelumnya Liora juga pernah jatuh ke kolam renang saat baru pertama kali datang sebagai menantu dirumah itu. Beruntung saat itu ada Haikal yang ikut menjatuhkan diri ke air untuk menolongnya.

Liora mengangkat wajahnya, tatapannya bertemu dengan mata Marvin yang juga sedang menatapnya. Pria itu tersenyum menggoda sambil memainkan sendoknya dibibir.

"Ah, tadi... Tadi aku ditolong oleh para pelayan dirumah, Yah," kilah Liora yang terpaksa harus berbohong. Tidak mungkin dia menceritakan yang sebenarnya jika dia basah karena Marvin, bukan karena jatuh ke kolam renang.

Selesai makan malam Liora kembali ke kamarnya, sementara Tuan Arthur meminta Marvin datang ke ruangan pribadinya karena ada yang ingin dibicarakan dengan putranya itu. Seperti biasa, meskipun Haikal memintanya untuk tidak menunggunya pulang, tapi Liora tetap menunggu kedatangan suaminya.

Sembari menunggu suaminya pulang, Liora duduk-duduk di atas ranjangnya sambil menyalakan televisi. Tontonan yang sedang berputar di layar tak benar-benar menjadi fokus utamanya, pikirannya menerawang jauh ke kejadian tadi siang saat dia berada di dalam kamar mandi milik Marvin.

"Dia tinggal lama diluar negeri, mungkin hal seperti itu sudah umum baginya. Tapi bagaimanapun juga aku ini adik iparnya, harusnya dia tidak berbuat seperti tadi padaku," Liora menghela napas panjang, kembali menyenderkan punggungnya pada headboard dengan pikiran yang terus berkecamuk.

Jarum jam terus berputar, Liora sampai tertidur saking lelahnya menunggu. Namun dia kembali membuka matanya lebar-lebar saat mendengar pintu kamar dibuka oleh seseorang. Haikal masuk dengan wajah yang terlihat sangat lelah, rambut dan pakainya terlihat sedikit berantakan. Dasi yang tidak terpasang dengan benar, dan dua kancing kemeja atasnya yang sudah terbuka.

"Kamu sudah pulang, Mas." Liora turun dari ranjang, mengambil alih tas kerja suaminya dan meletakkannya di atas meja.

"Kenapa belum tidur? Aku sudah menyuruhmu untuk tidak perlu menungguku." Haikal membuka jasnya yang langsung diambil alih oleh Liora.

"Aku sudah tidur tadi sebentar," jawab Liora, tiba-tiba tubuhnya membeku saat matanya menangkap noda lipstik di kerah kemeja suaminya.

"Ini noda lipstik siapa, Mas?" Liora memberanikan diri untuk bertanya sembari menunjuk noda lipstik yang ada di kemeja suaminya dengan jari telunjuknya.

"Dan jas kamu," Liora mengarahkan jas yang sedang dipegangnya ke hidungnya. "Jas kamu juga bau parfum wanita."

Haikal nampak acuh tak acuh, tangannya sibuk membuka kancing kemejanya. "Aku kerja dan berinteraksi dengan banyak orang diluar, Liora. Jadi wajar kalau pakaianku bercampur dengan parfum orang lain."

"Lalu noda lipstik itu?" tanya Liora dengan tatapan mengintimidasi. "Ini bukan pertama kalinya aku melihat ada noda seperti itu di pakaian kamu. Dan selama ini aku memilih diam, aku berusaha untuk tetap berfikir positif tentang kamu. Tapi sekarang tolong berikan jawaban yang lebih masuk akal padaku, Mas!"

"Masuk akal bagaimana, Liora?!" bentak Haikal. "Kamu menuduh aku berselingkuh, begitu?!"

"Aku tidak bilang seperti itu. Atau jangan-jangan kamu memang punya wanita lain diluar sana makanya kamu sering pulang terlambat!" Liora mencoba mengontrol emosinya. "Sudah enam bulan sejak kita menikah, tapi kamu sama sekali belum pernah menyentuhku. Apa kamu sudah sering tidur dengan wanita hingga kamu tidak pernah menginginkanku?!"

Plakkkk...

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Liora hingga kepalanya tertoleh kesamping, sudut bibirnya bahkan sampai mengeluarkan sedikit darah. Untuk pertama kalinya Liora mendapatkan perlakuan kasar seperti ini dari suaminya, air matanya bergulir dengan begitu saja. Liora memegangi pipinya yang terasa sakit dengan tangan bergetar.

"Jangan membuatku bertindak terlalu jauh, Liora." tekan Haikal. "Kamu harusnya ingat tujuan kita menikah untuk apa, supaya panti asuhan itu mendapatkan donatur tetap. Jadi keberadaanmu disini sama sekali tidak penting bagiku!" Haikal berbalik, masuk ke dalam kamar mandi dan menutup pintunya dengan keras.

Ucapan itu begitu menusuk dihati Liora, seperti anak panah yang dilepaskan dengan begitu mudah hingga menembus tepat ke sasaran. Dia pikir ketulusan akan berbalas ketulusan, namun nyatanya dia tetap diperlakukan semena-mena dan tidak pernah dipandang sebagai seorang wanita apalagi sebagai seorang istri oleh suaminya.

Setelah tangisnya mereda, Liora keluar dari kamar untuk menenangkan pikiran selagi suaminya masih ada didalam kamar mandi. Liora pergi ke dapur, mengambil gelas kosong dari rak dan mengisinya dengan air putih, kemudian meneguknya sampai habis.

Jam segini semua orang pasti sudah tidur, hingga Liora tidak perlu takut akan ada yang melihat pipinya yang masih sedikit memerah akibat tamparan keras suaminya. Langkahnya menuju ke kamar terasa berat, dia harus kembali ke kamar sebelum suaminya selesai mandi.

Ketika kakinya baru menapaki satu anak tangga, sebuah tangan kekar menariknya secara tiba-tiba. Membawanya masuk kedalam sebuah ruangan yang cukup Liora kenali.

"Kak Marvin, apa yang Kakak lakukan? Menyingkir, aku ingin keluar!"

Marvin tak menjawab, matanya sibuk menatap pipi Liora yang sedikit memerah dengan sedikit darah diujung bibirnya.

"Apa dia menamparmu?" tanya Marvin, tangannya ingin menyentuh wajah Liora namun segera ditepis oleh wanita itu.

"Bukan urusanmu, Kak. Sekarang tolong buka pintunya, suamiku sudah menunggu dikamar," pinta Liora dengan nada memohon, saat ini dia sedang tidak ingin berdebat.

Marvin tak menghiraukan permohonan Liora, dia menarik tangan wanita itu kearah ranjangnya dan menjatuhkan tubuhnya disana. Dalam hitungan detik Marvin sudah mengungkung tubuh Liora dibawahnya, membuat wajah Liora mulai terlihat panik sekaligus kesal.

Liora menahan dada Marvin dengan kedua tangannya. "Kak Marvin, apa-apaan! Cepat turun, aku ingin keluar dari sini." pinta Liora memohon.

Lagi-lagi Marvin tak menjawab, tangannya mulai bergerak untuk menyentuh wajah Liora meskipun wanita itu berusaha menolak sentuhannya dengan memalingkan wajahnya kesamping.

"Liora, kamu dimana, Sayang?"

Suara Haikal diluar kamar membuat keduanya saling menatap. Berbeda dengan Marvin yang nampak tenang dengan senyuman diwajahnya, Liora justru sebaliknya. Wanita itu terlihat sangat panik dengan air mata yang mulai terlihat membasahi kedua bola matanya. Kepalanya menggeleng cepat seolah meminta Marvin untuk tidak mengatakan jika dia ada dikamarnya.

Tok... Tok... Tok...

Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar, semakin menambah ketegangan didalam ruangan. Marvin mengarahkan kembali pandangannya ke wajah Liora yang masih ada dibawahnya.

"Bukan tanda seperti ini yang seharusnya ada di tubuhmu, tapi seperti ini,"

Liora terbelalak saat Marvin mengarahkan wajahnya ke lehernya, mengecupnya lembut kemudian mengisapnya kuat-kuat. Membuat Liora merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.

📍

📍

📍

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Deera__

Deera__

KURANG AJAR nggak ngotak kau Haikal. ketahuan main kekerasan itu untukk alibi menutupi keberanan dri pertanyaan yg diucapkan Liora tdi.
semoga kena adzab dn krma kau Haikal

2026-01-08

0

Deera__

Deera__

nah kan benar tebakanku.. si Haikal itu bukan pria yg bersih.. tukang Celap celup ntahh ma pacarnya, ma istri sirinya atau mau wanita lain ntahh lahh.. jijikk kali lahh

2026-01-08

0

Ristieriswanharti

Ristieriswanharti

meskipun ini salah tp aq kok sukaa 😍

2026-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ CTDKI
2 Bab 2 ~ CTDKI
3 Bab 3 ~ CTDKI
4 Bab 4 ~ CTDKI
5 Bab 5 ~ CTDKI
6 Bab 6 ~ CTDKI
7 Bab 7 ~ CTDKI
8 Bab 8 ~ CTDKI
9 Bab 9 ~ CTDKI
10 Bab 10 ~ CTDKI
11 Bab 11 ~ CTDKI
12 Bab 12 ~ CTDKI
13 Bab 13 ~ CTDKI
14 Bab 14 ~ CTDKI
15 Bab 15 ~ CTDKI
16 Bab 16 ~ CTDKI
17 Bab 17 ~ CTDKI
18 Bab 18 ~ CTDKI
19 Bab 19 ~ CTDKI
20 Bab 20 ~ CTDKI
21 Bab 21 ~ CTDKI
22 Bab 22 ~ CTDKI
23 Bab 23 ~ CTDKI
24 Bab 24 ~ CTDKI
25 Bab 25 ~ CTDKI
26 Bab 26 ~ CTDKI
27 Bab 27 ~ CTDKI
28 Bab 28 ~ CTDKI
29 Bab 29 ~ CTDKI
30 Bab 30 ~ CTDKI
31 Bab 31 ~ CTDKI
32 Bab 32 ~ CTDKI
33 Bab 33 ~ CTDKI
34 Bab 34 ~ CTDKI
35 Bab 35 ~ CTDKI
36 Bab 36 ~ CTDKI
37 Bab 37 ~ CTDKI
38 Bab 38 ~ CTDKI
39 Bab 39 ~ CTDKI
40 Bab 40 ~ CTDKI
41 Bab 41 ~ CTDKI
42 Bab 42 ~ CTDKI
43 Bab 43 ~ CTDKI
44 Bab 44 ~ CTDKI
45 Bab 45 ~ CTDKI
46 Bab 46 ~ CTDKI
47 Bab 47 ~ CTDKI
48 Bab 48 ~ CTDKI
49 Bab 49 ~ CTDKI
50 Bab 50 ~ CTDKI
51 Bab 51 ~ CTDKI
52 Bab 52 ~ CTDKI
53 Bab 53 ~ CTDKI
54 Bab 54 ~ CTDKI
55 Bab 55 ~ CTDKI
56 Bab 56 : CTDKI
57 Bab 57 ~ CTDKI
58 Bab 58 ~ CTDKI
59 Bab 59 ~ CTDKI
60 Bab 60 ~ CTDKI
61 Bab 61 ~ CTDKI
62 Bab 62 ~ CTDKI
63 Bab 63 ~ CTDKI
64 Bab 64 ~ CTDKI
65 Bab 65 ~ CTDKI
66 Bab 66 ~ CTDKI
67 Bab 67 ~ CTDKI
68 Bab 68 ~ CTDKI
69 Bab 69 ~ CTDKI
70 Bab 70 ~ CTDKI
71 Bab 71 ~ CTDKI
72 Bab 72 ~ CTDKI
73 Bab 73 ~ CTDKI
74 Bab 74 ~ CTDKI
75 Bab 75 ~ CTDKI
76 Bab 76 ~ CTDKI
77 Bab 77 ~ CTDKI
78 Bab 78 ~ CTDKI
79 Bab 79 ~ CTDKI
80 Bab 80 ~ CTDKI
81 Bab 81 ~ CTDKI (END)
82 Karya Baru
83 Karya baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 ~ CTDKI
2
Bab 2 ~ CTDKI
3
Bab 3 ~ CTDKI
4
Bab 4 ~ CTDKI
5
Bab 5 ~ CTDKI
6
Bab 6 ~ CTDKI
7
Bab 7 ~ CTDKI
8
Bab 8 ~ CTDKI
9
Bab 9 ~ CTDKI
10
Bab 10 ~ CTDKI
11
Bab 11 ~ CTDKI
12
Bab 12 ~ CTDKI
13
Bab 13 ~ CTDKI
14
Bab 14 ~ CTDKI
15
Bab 15 ~ CTDKI
16
Bab 16 ~ CTDKI
17
Bab 17 ~ CTDKI
18
Bab 18 ~ CTDKI
19
Bab 19 ~ CTDKI
20
Bab 20 ~ CTDKI
21
Bab 21 ~ CTDKI
22
Bab 22 ~ CTDKI
23
Bab 23 ~ CTDKI
24
Bab 24 ~ CTDKI
25
Bab 25 ~ CTDKI
26
Bab 26 ~ CTDKI
27
Bab 27 ~ CTDKI
28
Bab 28 ~ CTDKI
29
Bab 29 ~ CTDKI
30
Bab 30 ~ CTDKI
31
Bab 31 ~ CTDKI
32
Bab 32 ~ CTDKI
33
Bab 33 ~ CTDKI
34
Bab 34 ~ CTDKI
35
Bab 35 ~ CTDKI
36
Bab 36 ~ CTDKI
37
Bab 37 ~ CTDKI
38
Bab 38 ~ CTDKI
39
Bab 39 ~ CTDKI
40
Bab 40 ~ CTDKI
41
Bab 41 ~ CTDKI
42
Bab 42 ~ CTDKI
43
Bab 43 ~ CTDKI
44
Bab 44 ~ CTDKI
45
Bab 45 ~ CTDKI
46
Bab 46 ~ CTDKI
47
Bab 47 ~ CTDKI
48
Bab 48 ~ CTDKI
49
Bab 49 ~ CTDKI
50
Bab 50 ~ CTDKI
51
Bab 51 ~ CTDKI
52
Bab 52 ~ CTDKI
53
Bab 53 ~ CTDKI
54
Bab 54 ~ CTDKI
55
Bab 55 ~ CTDKI
56
Bab 56 : CTDKI
57
Bab 57 ~ CTDKI
58
Bab 58 ~ CTDKI
59
Bab 59 ~ CTDKI
60
Bab 60 ~ CTDKI
61
Bab 61 ~ CTDKI
62
Bab 62 ~ CTDKI
63
Bab 63 ~ CTDKI
64
Bab 64 ~ CTDKI
65
Bab 65 ~ CTDKI
66
Bab 66 ~ CTDKI
67
Bab 67 ~ CTDKI
68
Bab 68 ~ CTDKI
69
Bab 69 ~ CTDKI
70
Bab 70 ~ CTDKI
71
Bab 71 ~ CTDKI
72
Bab 72 ~ CTDKI
73
Bab 73 ~ CTDKI
74
Bab 74 ~ CTDKI
75
Bab 75 ~ CTDKI
76
Bab 76 ~ CTDKI
77
Bab 77 ~ CTDKI
78
Bab 78 ~ CTDKI
79
Bab 79 ~ CTDKI
80
Bab 80 ~ CTDKI
81
Bab 81 ~ CTDKI (END)
82
Karya Baru
83
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!