Bab 5 ~ CTDKI

"Sudah selesai."

Liora menurunkan tangannya setelah dia selesai memasangkan dasi itu dileher Marvin, lalu dia kembali duduk di samping suaminya. Bi Sari datang dengan membawakan jas Marvin, setelah memakainya Marvin menyusul duduk bersama dengan yang lainnya.

"Liora, hari ini kami akan pergi ke kantor untuk acara penyambutan bergabungnya Marvin. Kalau kamu mau kamu bisa ikut bersama dengan kami," ucap Tuan Arthur disela-sela sarapan pagi mereka.

Liora menggeleng pelan, tersenyum. "Tidak, Yah. Hari ini aku boleh ijin pergi keluar sebentar? Aku ingin pulang ke panti untuk bertemu dengan Bu Randu dan adik-adik panti yang lain."

Tuan Arthur mengangguk, sama sekali tidak keberatan. "Ya, tentu saja boleh. Biar nanti supir yang mengantar kamu."

"Terimakasih, Yah."

Sejak menikah dengan Haikal, Liora hanya pernah sekali mengunjungi panti asuhan. Kesibukannya mengurus ayah mertuanya membuatnya tidak bisa pergi keluar rumah terlalu lama. Belum lagi jika mama mertuanya memberikan tambahan tugas untuknya seperti menyuruhnya untuk berbelanja bahan makanan ke supermarket dan membantu membersihkan pekerjaan rumah.

Semua pekerjaan itu memang bisa dikerjakan oleh para pelayan, Nyonya Maria sengaja melakukan itu supaya Liora tidak terlalu sering mengunjungi panti asuhan saja. Dia hanya tidak mau identitas Liora yang berasal dari panti asuhan diketahui oleh publik.

‎Setelah semua orang pergi meninggalkan rumah, Liora bersiap untuk pergi ke panti. Dengan diantarkan seorang supir keluarga, Liora datang mengunjungi panti asuhan tempatnya dibesarkan dulu.

Dihalaman panti asuhan seorang wanita sudah menunggu setelah Liora menelponnya tadi. Wajahnya yang berkerut halus oleh garis-garis waktu menunjukkan betapa banyak pengalaman dan kasih sayang yang telah dia curahkan untuk membesarkan Liora sejak bayi. ‎‎Wanita itu memeluk tubuh Liora setelah Liora turun dari mobil dan menghampirinya.

‎‎"Ya ampun, Ibu kangen banget sama kamu. Lama kamu tidak berkunjung kemari, bagaimana keadaan kamu?" tanya Bu Randu, mereka saling mengurai pelukannya.

‎‎"Kabarku baik, Bu. Maaf aku baru sempat mengunjungi Ibu lagi disini,"

‎‎"Tidak apa-apa, sekarang kamu sudah menikah dan menjadi seorang istri. Prioritas utama kamu adalah suami kamu."

‎‎Liora tersenyum, "Aku kangen kamarku, Bu."

‎‎"Kamar kamu masih sama, tidak ada yang berubah dan tidak Ibu ijinkan siapapun mengisinya," Bu Randu mengusap lembut rambut Liora dengan mata berkaca-kaca.

‎‎Dua puluh tiga tahun yang lalu seorang wanita datang dan menitipkan Liora saat dia masih berusia dua tahun. Akibat kebakaran gudang yang menewaskan kedua orang tuanya membuat seorang tetangga terpaksa harus menitipkan Liora disana.

‎‎Bu Randu duduk di samping Liora, menatap foto yang ada di tangan Liora lalu tersenyum lembut, "Tidak terasa sudah dua puluh tiga tahun berlalu dan minggu depan usia kamu genap dua puluh lima tahun. Ibu masih ingat, waktu itu usia kamu baru dua tahun saat seorang wanita membawa kamu kesini dan menitipkan kamu di panti asuhan ini."

‎‎Mata Liora berkaca-kaca saat kenangan pahit itu kembali menghantuinya. Bu Randu memang  telah menceritakan kisah hidupnya sejak dia berusia tujuh belas tahun. Liora masih ingat dengan jelas bagaimana Bu Randu menjelaskan bahwa kedua orang tuanya meninggal dalam kebakaran gudang, saat Liora masih sangat kecil.

‎‎Liora menatap foto lama yang sering dia pandangi ketika merasa sedih atau sendirian. Foto itu adalah satu-satunya hal yang mengingatkannya pada keluarga yang tak pernah dia kenal.

‎‎Dengan lembut Bu Randu mengusap kepala Liora. "Liora, kamu bahagia kan dengan pernikahan kamu?"

‎‎Liora terdiam, Bu Randu memang tidak tahu menahu tentang perjanjian yang dia buat bersama dengan Nyonya Maria. Selama ini Bu Randu sudah banyak berkorban untuknya, wanita itu bahkan sudah menganggapnya seperti anak kandungnya sendiri. Liora hanya ingin membalas kebaikannya dengan menerima tawaran dari Nyonya Maria pada saat itu, meskipun kenyataannya pernikahannya dengan Haikal belum membawanya pada kebahagiaan.

‎‎Liora memeluk tubuh Bu Randu dari samping, menyenderkan kepalanya di bahu wanita itu. "Tentu saja, Bu. Tentu saja aku sangat bahagia. Suamiku dan keluarganya sangat menyayangiku, mereka memperlakukanku dengan sangat baik."

‎📍

📍

Menjelang sore Liora pamit pulang. Setidaknya suasana hatinya sudah sedikit lebih baik setelah bertemu dengan Bu Randu dan bermain sebentar dengan anak-anak panti.

Suasana rumah sore itu masih sangat sepi, Liora turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

"Itu baju siapa, Bi?" tanya Liora saat berpapasan dengan Bi Sari yang sedang membawa setumpuk pakaian yang sudah disetrika.

"Oh, ini bajunya Den Marvin, ini Bibi mau anterin ke kamarnya," jawab Bi Sari.

"Sini biar saya saja, Bi. Bibi siapin makanan buat makan malam saja," Liora meletakkan tasnya di atas sofa lalu mengambil alih pakaian itu dari tangan Bi Sari.

Liora membawa pakaian-pakaian itu ke kamar Marvin. Beruntung kakak iparnya itu belum pulang, makanya Liora berani masuk ke kamarnya. Liora hanya tidak ingin kejadian seperti semalam sampai terulang lagi.

Selesai memasukkan pakaian-pakaian itu ke dalam lemari, Liora bersiap untuk pergi. Namun langkahnya tertahan saat mendengar suara erangan dari dalam kamar mandi.

"Ahhh... Liora...!"

Cairan kental keluar. Marvin merasa lebih plong setelah menuntaskan hasratnya dengan bermain solo. Liora merasa terkejut saat mendengar namanya samar-samar disebutkan, tubuhnya mendadak kaku dan sulit untuk digerakkan.

Pintu kamar mandi dibuka dengan Marvin yang keluar hanya dengan mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya. Tatapan keduanya bertemu dan sama-sama kaget.

"Ah, maaf Kak... Aku... Aku kemari hanya untuk mengantarkan baju-bajumu." Liora bersiap untuk pergi, namun suara keras Marvin menahan langkahnya.

"Tunggu!" Marvin lebih dulu berjalan ke arah pintu, menutup pintunya dan menguncinya dari dalam.

"Kak, apa yang kamu lakukan?!" pekik Liora. "Aku ingin keluar!"

Marvin tak menghiraukan ucapan Liora, dia menarik tangan Liora dan menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang. Kemudian Marvin mengungkung tubuh Liora.

"Kamu sengaja datang untuk menyerahkan diri apa bagaimana?" tanya Marvin dengan satu alis terangkat.

"Sungguh, aku tidak tahu kalau Kak Marvin sudah pulang. Aku kesini hanya untuk mengantarkan pakaian." Liora kembali menjelaskan tujuannya masuk ke dalam kamar kakak iparnya.

"Mobilku mogok dijalan, jadi aku pulang naik taksi. Ayah dan yang lainnya akan makan malam diluar, jadi kita memiliki banyak waktu berdua, adik ipar." tangan Marvin menyentuh pinggang Liora dan bergerak perlahan turun ke bawah.

"Kak, apa yang kamu lakukan!" Liora menahan tangan Marvin saat tangan kakak iparnya itu menyentuh kulit pahanya.

Marvin menyeringai tipis saat melihat wajah panik Liora. Dibalik penampilan sederhana adik iparnya, Liora memiliki wajah cantik dan tubuh ideal idaman semua pria. Khususnya pria brengsek seperti dirinya. Seperti sekarang ini, dia telah berani menganggu ketenangan adik iparnya itu.

"Apa Haikal belum pernah menyentuhmu?" tanya Marvin dengan suara pelan dan tatapan lembutnya. "Dia bahkan percaya dengan mudah jika gigitan dilehermu ini adalah bekas gigitan binatang."

"Itu bukan urusanmu!" kesal Liora, memalingkan wajahnya kesamping untuk menghindari tatapan Marvin. Pertanyaan itu seperti mengoyak hatinya, karena pada kenyataannya suaminya belum pernah menyentuhnya sama sekali di usia pernikahan mereka yang sudah menginjak bulan keenam.

Tangan Marvin kembali bergerak saat pegangan tangan Liora ditangannya mulai mengendur, bergerak menyingkap dress yang dipakai Liora dan mengusap lembut perutnya.

"Ah, Kak jangan!" Liora menahan lengan Marvin saat tangan Marvin semakin turun ke bagian intimnya.

📍

📍

📍

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Iryani levana khrisna Khrisna

Iryani levana khrisna Khrisna

Thor kamu nulis cerita ini panas dingin nggak🤔🤣

2026-02-19

0

Manusia Bumi

Manusia Bumi

aaaaaa terbayang-bayang leee😭😭

2025-12-26

0

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

tendang brgo. kuota di lecehkan ko cuman jgn" mau aja bego lebih baik. terhormat kalau pun SMP di ceraikan😭

2026-05-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ CTDKI
2 Bab 2 ~ CTDKI
3 Bab 3 ~ CTDKI
4 Bab 4 ~ CTDKI
5 Bab 5 ~ CTDKI
6 Bab 6 ~ CTDKI
7 Bab 7 ~ CTDKI
8 Bab 8 ~ CTDKI
9 Bab 9 ~ CTDKI
10 Bab 10 ~ CTDKI
11 Bab 11 ~ CTDKI
12 Bab 12 ~ CTDKI
13 Bab 13 ~ CTDKI
14 Bab 14 ~ CTDKI
15 Bab 15 ~ CTDKI
16 Bab 16 ~ CTDKI
17 Bab 17 ~ CTDKI
18 Bab 18 ~ CTDKI
19 Bab 19 ~ CTDKI
20 Bab 20 ~ CTDKI
21 Bab 21 ~ CTDKI
22 Bab 22 ~ CTDKI
23 Bab 23 ~ CTDKI
24 Bab 24 ~ CTDKI
25 Bab 25 ~ CTDKI
26 Bab 26 ~ CTDKI
27 Bab 27 ~ CTDKI
28 Bab 28 ~ CTDKI
29 Bab 29 ~ CTDKI
30 Bab 30 ~ CTDKI
31 Bab 31 ~ CTDKI
32 Bab 32 ~ CTDKI
33 Bab 33 ~ CTDKI
34 Bab 34 ~ CTDKI
35 Bab 35 ~ CTDKI
36 Bab 36 ~ CTDKI
37 Bab 37 ~ CTDKI
38 Bab 38 ~ CTDKI
39 Bab 39 ~ CTDKI
40 Bab 40 ~ CTDKI
41 Bab 41 ~ CTDKI
42 Bab 42 ~ CTDKI
43 Bab 43 ~ CTDKI
44 Bab 44 ~ CTDKI
45 Bab 45 ~ CTDKI
46 Bab 46 ~ CTDKI
47 Bab 47 ~ CTDKI
48 Bab 48 ~ CTDKI
49 Bab 49 ~ CTDKI
50 Bab 50 ~ CTDKI
51 Bab 51 ~ CTDKI
52 Bab 52 ~ CTDKI
53 Bab 53 ~ CTDKI
54 Bab 54 ~ CTDKI
55 Bab 55 ~ CTDKI
56 Bab 56 : CTDKI
57 Bab 57 ~ CTDKI
58 Bab 58 ~ CTDKI
59 Bab 59 ~ CTDKI
60 Bab 60 ~ CTDKI
61 Bab 61 ~ CTDKI
62 Bab 62 ~ CTDKI
63 Bab 63 ~ CTDKI
64 Bab 64 ~ CTDKI
65 Bab 65 ~ CTDKI
66 Bab 66 ~ CTDKI
67 Bab 67 ~ CTDKI
68 Bab 68 ~ CTDKI
69 Bab 69 ~ CTDKI
70 Bab 70 ~ CTDKI
71 Bab 71 ~ CTDKI
72 Bab 72 ~ CTDKI
73 Bab 73 ~ CTDKI
74 Bab 74 ~ CTDKI
75 Bab 75 ~ CTDKI
76 Bab 76 ~ CTDKI
77 Bab 77 ~ CTDKI
78 Bab 78 ~ CTDKI
79 Bab 79 ~ CTDKI
80 Bab 80 ~ CTDKI
81 Bab 81 ~ CTDKI (END)
82 Karya Baru
83 Karya baru
Episodes

Updated 83 Episodes

1
Bab 1 ~ CTDKI
2
Bab 2 ~ CTDKI
3
Bab 3 ~ CTDKI
4
Bab 4 ~ CTDKI
5
Bab 5 ~ CTDKI
6
Bab 6 ~ CTDKI
7
Bab 7 ~ CTDKI
8
Bab 8 ~ CTDKI
9
Bab 9 ~ CTDKI
10
Bab 10 ~ CTDKI
11
Bab 11 ~ CTDKI
12
Bab 12 ~ CTDKI
13
Bab 13 ~ CTDKI
14
Bab 14 ~ CTDKI
15
Bab 15 ~ CTDKI
16
Bab 16 ~ CTDKI
17
Bab 17 ~ CTDKI
18
Bab 18 ~ CTDKI
19
Bab 19 ~ CTDKI
20
Bab 20 ~ CTDKI
21
Bab 21 ~ CTDKI
22
Bab 22 ~ CTDKI
23
Bab 23 ~ CTDKI
24
Bab 24 ~ CTDKI
25
Bab 25 ~ CTDKI
26
Bab 26 ~ CTDKI
27
Bab 27 ~ CTDKI
28
Bab 28 ~ CTDKI
29
Bab 29 ~ CTDKI
30
Bab 30 ~ CTDKI
31
Bab 31 ~ CTDKI
32
Bab 32 ~ CTDKI
33
Bab 33 ~ CTDKI
34
Bab 34 ~ CTDKI
35
Bab 35 ~ CTDKI
36
Bab 36 ~ CTDKI
37
Bab 37 ~ CTDKI
38
Bab 38 ~ CTDKI
39
Bab 39 ~ CTDKI
40
Bab 40 ~ CTDKI
41
Bab 41 ~ CTDKI
42
Bab 42 ~ CTDKI
43
Bab 43 ~ CTDKI
44
Bab 44 ~ CTDKI
45
Bab 45 ~ CTDKI
46
Bab 46 ~ CTDKI
47
Bab 47 ~ CTDKI
48
Bab 48 ~ CTDKI
49
Bab 49 ~ CTDKI
50
Bab 50 ~ CTDKI
51
Bab 51 ~ CTDKI
52
Bab 52 ~ CTDKI
53
Bab 53 ~ CTDKI
54
Bab 54 ~ CTDKI
55
Bab 55 ~ CTDKI
56
Bab 56 : CTDKI
57
Bab 57 ~ CTDKI
58
Bab 58 ~ CTDKI
59
Bab 59 ~ CTDKI
60
Bab 60 ~ CTDKI
61
Bab 61 ~ CTDKI
62
Bab 62 ~ CTDKI
63
Bab 63 ~ CTDKI
64
Bab 64 ~ CTDKI
65
Bab 65 ~ CTDKI
66
Bab 66 ~ CTDKI
67
Bab 67 ~ CTDKI
68
Bab 68 ~ CTDKI
69
Bab 69 ~ CTDKI
70
Bab 70 ~ CTDKI
71
Bab 71 ~ CTDKI
72
Bab 72 ~ CTDKI
73
Bab 73 ~ CTDKI
74
Bab 74 ~ CTDKI
75
Bab 75 ~ CTDKI
76
Bab 76 ~ CTDKI
77
Bab 77 ~ CTDKI
78
Bab 78 ~ CTDKI
79
Bab 79 ~ CTDKI
80
Bab 80 ~ CTDKI
81
Bab 81 ~ CTDKI (END)
82
Karya Baru
83
Karya baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!