Angin malam kembali berembus setelah keheningan panjang yang seolah menelan dunia. Lampu kamar Rubiana memantulkan cahaya lembut ke wajah Elias, menajamkan garis rahangnya yang tegas sekaligus menyingkap kesedihan samar di balik ketenangannya.
Rubiana menatap Elias, mata itu gemetar, seolah kalimat 'Aku ingin kita bercerai' masih berputar di telinganya, menolak pergi.
"Elias?.A-apa ... maksudmu?" Rubiana berusaha tegar, tapi getar suaranya memecah kesunyian seperti kaca jatuh ke lantai.
Elias menunduk sesaat, kedua tangannya terlipat di depan tubuhnya. "Aku tahu kedengarannya kejam, terutama setelah semua yang baru saja kita lalui. Tapi percayalah, Ruby ... ini bukan tentang menyingkirkanmu. Ini tentang memberimu sesuatu yang belum pernah kau punya seumur hidupmu. Kebebasanmu."
Rubiana terdiam. Kata 'kebebasan' itu menggema di hatinya seperti denting lonceng yang asing.
"Sejak awal, hidupmu ditentukan oleh orang lain. Orang tuamu, saudari kembarmu, bahkan aku. Tak seorang pun memberimu pilihan. Aku ingin memperbaikinya, mulai sekarang. Aku ingin kau bisa memilih apa pun yang kau mau, bahkan jika yang kau pilih bukan aku," kata Elias.
Seketika Rubiana memalingkan wajahnya. Dadanya terasa sesak, seperti udara malam tiba-tiba lenyap dari sekitar mereka. "Tapi kenapa sekarang?" tanyanya.
"Karena aku tidak ingin kau hidup di bawah bayangan kebohongan lagi. Pernikahan kita berdiri di atas nama Vivian, bukan Rubiana. Semua dokumen, semua catatan hukum, mereka semua mencatat bahwa yang menikah denganku adalah Vivian Adams. Itu kesalahan besar, dan jika aku tidak mengakhirinya sekarang, itu bisa digunakan untuk menjatuhkan kita berdua di masa depan," jawab Elias.
Rubiana menatapnya dengan mata membulat, tak percaya. "Menjatuhkan kita?"
Elias mengangguk. "Ya. Aku memiliki musuh sebagau pengusaha, Ruby. Banyak. Orang-orang yang akan menggunakan apa pun untuk menghancurkan namaku, termasuk skandal pernikahan palsu ini. Jika mereka tahu bahwa aku menikahi orang yang bukan ident…
PENGANTIN PENGGANTI TERNYATA HACKER
BAB 13. ALASAN
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
Pawon Ana
keputusan yang bijaksana Elias, biarka Rubi memulihkan mental dan traumanya dulu. Rubi butuh bernafas dan merasa berharga untuk dirinya sendiri.
eh nanti Rubi hamil pas udah cerai🤭
2025-10-09
1
Mineaa
Ya Ampuuunnn thorrrrrrr......
boleh ga si nambah lagi.....
berasa kurang nich baca nya....
( edisi maruk)....😂
2025-10-09
1
Jelita S
akhirnya lega bukan karena gk sayang tpi biar lebih baik kedepannya
2025-10-09
1