Pagi itu, sinar mentari merayap lembut melalui tirai kamar keluarga Spencer. Udara membawa aroma roti panggang dan susu hangat dari dapur, sementara suara kecil memecah keheningan pagi dengan tawa renyah.
"Papah, bangun!" seru Liam, bocah berusia tiga tahun yang kini sudah bisa berlari kecil dengan langkah tak sabar. Ia memanjat ke atas tempat tidur besar itu dengan penuh usaha, tubuh mungilnya mengguncang selimut putih yang menutupi Elias.
Elias membuka sebelah matanya perlahan, bibirnya melengkung pada senyum samar.
"Liam ...," suaranya masih serak, "baru jam tujuh pagi, kenapa bocah kecil ini sudah seperti alarm manusia, hm?"
Liam menyembulkan wajah polosnya, pipinya menggembung. "Papah janji hali ini Liam boleh ikut, kan? Liam mau ikut Papah ke kantoh!" katanya dengan lidah cadelnya yang khas.
Ruby, yang sedang merapikan rambutnya di depan cermin, tersenyum mendengar suara anaknya. Ia menoleh dan menatap pemandangan itu dengan lembut, Elias masih berbaring malas di tempat tidur, sementara Liam duduk di dadanya dengan wajah penuh semangat.
"Elias," ucap Ruby pelan sambil tersenyum, "sepertinya Liam tidak akan berhenti sebelum kau menepati janji itu."
Elias akhirnya duduk, menyisir rambut anaknya yang berantakan dengan jemarinya. "Baiklah, baiklah, tapi Lian harus janji ya, di kantor nanti tidak boleh nakal, tidak boleh ganggu Uncle Raven kerja."
"Uncle Raben baik kok!".sahut Liam cepat, senyumnya merekah. "Uncle Raben suka kasih Lian pehmen. Liam mau kasih Uncle Raben gambah lobot!"
Elias tertawa kecil mendengar nada cadel menggemaskan itu, sementara Ruby hanya bisa menggeleng lembut melihat keduanya. Ia lalu menyiapkan pakaian kecil Liam, kemeja putih bergaris biru muda, celana pendek abu-abu, dan sepatu kecil putih. Setiap kali Ruby membantu memakaikan pakaian itu, Liam terus berbicara tanpa jeda, menanyakan banyak hal kecil yang kadang membuat Ruby tak berhenti tersenyum.
"Mah, kenapa awan bisa jalan?"
"Kenapa loti kalo di oven jadi kelas?"
"Kenapa Papah suka…
PENGANTIN PENGGANTI TERNYATA HACKER
EXTRA 3. JENIUS?
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 67 Episodes
Comments
PengGeng EN SifHa
Kebahagian kecil yg selalu menyelimuti juga mendekap si LIAM akan dapat berjalan sesuai tempo juga gebrakan yang mungkin akan sulit di cerna oleh mereka para PENGUASA KORUPTOR juga IRI DENGKI.
CEMUNGUUUUTTTT IAAAAMMMM😍😍😍😍😍😍😍
2025-10-28
1
Ir
bayangin yah, nanyain jadi baby sitter yg di asuh anak modelan Liam sama Cassie, yg satu lari kesana yg satu lari kesini, yg satu nya ingin main itu yg satu ingin main ini ooohhhh menyala pundak lutut kaki lutut kaki 🥴🥴
2025-10-29
1
Miss Typo
Liam kecil yg jenius, pasti gede nanti jodohnya juga jenius 😁
2025-10-28
1