Chapter 04

Segerombolan siswa laki-laki masuk ke dalam kelas dan di antara mereka ada satu orang yang cukup menonjol. Zia tersenyum tipis, aura pemeran utama memang tidak bisa berbohong.

Arza berjalan paling depan, wajahnya datar tanpa ekspresi, terkesan dingin dan mengagumkan, setiap langkahnya seolah mempunyai daya tarik tersendiri. Arza duduk di belakangnya tanpa sedikit pun melirik Zia, seakan dirinya mendadak jadi mahluk tak kasat mata.

"Hampir dua minggu gak masuk gue pikir lo mati."

Zia yang sedang menunduk memainkan ponselnya perlahan mendongak dan menatap pemuda berpostur tinggi dengan rambut pirang sedikit berantakan yang tadi melontarkan kata-kata mengejek.

Zia tahu siapa cowok ini, ia adalah Brian Anderson, salah satu sahabat Arza, pemuda ini memang sangat-sangat tidak menyukai Zia. Bukan Brian saja, mungkin semua teman Arza tidak ada yang menyukainya.

Bagi mereka Arza seperti ketua geng, jika ketua tidak menyukai sesuatu anak buahnya pun otomatis mengikuti tingkahnya seperti sekarang.

Zia menopang dagu dengan sebelah tangan. "Gue gak tahu lo seperhatian itu sama gue, sampai bisa tau gue dua minggu gak masuk," ucapnya tersenyum tipis.

Brian mendelik. "Dih jangan ngarep!"

Zia mengedikkan bahunya cuek. "Lo pikir cewek secantik gue mau ngarepin cowok kayak lo."

Pandangan mata Zia turun naik memperhatikan Brian dengan pandangan meremehkan. Wajah Brian memerah menahan kesal.

"Omong-omong Brian, biasanya orang jahat matinya susah jadi jangan terlalu berharap gue bakal cepat mati." Zia menyeringai kecil. Sedangkan Maddy tertawa ngakak mengacungkan jempol pada sahabatnya.

Brian terdiam dengan ekspresi kaku ia melirik teman-temannya yang pasti mendengar. Arza seperti biasa duduk cuek tidak peduli sementara Alan dan Bayu malah tertawa kecil. Ia melempar tasnya ke meja seraya melirik sinis Zia yang kembali fokus pada ponselnya.

Ada yang aneh hari ini. Seisi kelas pun merasakannya. Zia yang biasanya akan seperti lem yang menempel pada Arza tiba-tiba menjadi pendiam.

Bahkan selama jam kosong pun ia malah tidur dibanding mengganggu Arza seperti biasanya. Maddy selaku orang yang paling dekat dengan Zia pun merasa ada yang tidak beres, ada apa dengan gadis itu?

Baru saja Maddy ingin bertanya, tapi tidak jadi karena bel istirahat berbunyi. Nanti sajalah ia sudah lapar.

"Kantin yuk," ajak Maddy.

Jam yang ditunggu-tunggu Zia akhirnya datang juga. Istirahat berarti makan! Hal yang sangat ia sukai. Bahkan setelah pindah dunia pun hobi makannya sepertinya tidak berubah sama sekali.

"Ayo!" sahut Zia semangat, gadis itu berjalan duluan ke luar kelas.

Maddy terdiam sesaat menatap bingung ke arah pintu di mana Zia menghilang lalu beralih pada Arza yang sedang berbicara dengan Bayu. Maddy mengangkat bahu, tumben sekali Zia tidak merengek pada Arza untuk ke kantin bareng.

Keanehan kembali terjadi di kantin saat Zia duduk hanya berdua dengan Maddy, padahal biasanya gadis itu akan langsung duduk di tempat kelompok Arza berkumpul walaupun kedatangannya tidak disukai mereka.

Selain itu, Maddy tercengang melihat tumpukan makanan di meja mereka. WTF! Matanya melotot ngeri melihat cara makan Zia yang tidak biasa. Sejak kapan gadis itu makan sebanyak ini, ke mana perginya Zia yang anggun saat sedang makan.

"Lo baik-baik aja kan, Zi?" Tanya Maddy cemas, takut efek samping dari kecelakaan yang dialami Zia membuat otak gadis itu jadi geser.

Dahi Maddy mengerut baru menyadari gaya berpakaian Zia tidak seperti biasanya. Tidak ada baju ketat dan rok super mini lagi.

Zia mengangkat alisnya. "Kenapa? Gue baik-baik aja."

"Lo gak kayak biasanya," ucap Maddy heran.

Zia menghentikan kunyahannya, menatap Maddy rumit. Ia menghela napas pelan. Orang-orang mungkin akan menyadari perbedaannya, tapi mau bagaimana lagi, ia adalah Asa bukan Zia.

Walaupun tubuh ini milik Zia, tapi jiwanya adalah Asa, mereka orang yang berbeda. Sulit untuk menghilangkan kebiasaan hidup sebagai Kana dan mengikuti gaya hidup Zia.

Lagi pula selama seminggu ini Zia sudah berpikir untuk mengubah alur cerita ini agar bisa memperoleh ending cerita yang lebih baik untuknya.

Ia tidak mau mati bunuh diri karena depresi diperkosa oleh para pereman yang di kirimkan oleh lelaki pujaannya. Zia tidak mau menjadi tokoh seperti ending cerita di novel itu.

Mengingat kematiannya tragis saat ditolak mentah-mentah oleh Arza yang sangat kejam. Dan juga kesal terhadap sahabatnya yang sudah membuat novel sampah seperti ini, sebab ialah dalang dari segala kemalangan hidupnya saat ini.

"Dari tadi gue perhatiin, sedikit pun lo gak ngelirik Arza." Maddy kembali bersuara. "Kayak bukan lo banget."

Sejujurnya Zia memang menghindari pemuda itu, sebisa mungkin tidak saling berdekatan. Segala nasib buruk yang Zia alami dalam cerita novel tersebut salah satunya karena obsesinya terhadap Arza. Menjauh dari cowok itu memang solusi terbaik.

Namun, sepertinya tidak semudah yang ia bayangkan, kecurigaan Maddy dan yang lainnya mungkin akan menjadi masalah.

"Gue cuma mulai bosan aja ngejar dia terus, tapi nggak ada hasilnya."

"Maksudnya?" Tanya Maddy kurang paham.

"Entahlah gue capek aja bertahun-tahun ngejar Arza, tapi dianya gak pernah melirik ke arah gue," ucap Zia dengan nada sendu. "Gue gak paham, di antara banyaknya perempuan kenapa harus pilih Gaby? Orang yang paling gue benci, ternyata se-niat itu dia buat nyakitin gue," lanjutnya, sengaja berucap seperti itu agar Maddy mengerti bahwa Zia sudah menyerah untuk mendapatkan Arza.

"Zi..." Maddy menatap sahabatnya prihatin. "Lo beneran harus bisa lupain Arza, dia nggak pantas buat lo."

Zia mengangguk, "Gue juga lagi usaha."

Terpopuler

Comments

alexsander

alexsander

kana ni siapa pulak thor?

2026-04-20

0

Kevandra

Kevandra

👍

2026-06-13

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 8
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 8
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!