Dendam Putri Pengganti

Dendam Putri Pengganti

Chapter 01

Asa memaksakan matanya yang terasa berat untuk terbuka. Perlahan ia mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang mulai masuk menusuk di sela-sela matanya.

Setelah pandangannya sedikit jernih, Asa malah merasakan sakit menyerang kepalanya, pusing seperti ditusuk ribuan jarum di sana. Belum lagi tenggorokannya yang entah mengapa terasa kering seperti tidak diberi cairan bertahun-tahun.

Asa meringis tidak suka ketika mencium bau obat-obatan yang sangat pekat dari tempatnya. Ah, dia benar-benar benci sekali dengan aroma ini, membuat mual saja.

Ia mendesah lemas dan kemudian bergumam seolah baru menyadari sesuatu. Ini di mana? Asa mengedarkan pandangannya menatap sekeliling. Keningnya mengerut samar, ini bukan kamarnya, tetapi rumah sakit. Apa yang sebenarnya terjadi?

Asa berusaha mengingat apa yang menyebabkan dirinya menjadi seperti ini. Kenapa ia bisa sampai berada di rumah sakit dengan keadaan tubuh seperti habis dihajar orang sekampung, terasa sangat sakit dan ngilu.

Kecelakaan

Samar-samar ingatan ketika mobilnya ditabrak tiba-tiba memasuki kepalanya. Saat itu seharusnya ia pergi menuju rumah Kinar untuk mendiskusikan tentang novel yang dibuat oleh sahabatnya itu. Namun, di perjalanan tiba-tiba ada sebuah mobil yang sepertinya kehilangan kendali sehingga menabrak mobilnya.

Asa meringis, jantungnya tiba-tiba berdebar kencang mengingat kejadian mengerikan yang menimpanya itu. Ia menghela napas panjang, sejujurnya masih tidak percaya bahwa dirinya masih bisa selamat setelah mengalami kecelakaan maut itu.

Sebelum memejamkan mata saat itu, ia merasa jiwanya seperti tertarik hingga terasa sangat menyakitkan. Tapi sekarang, Asa merasa sangat lega dan bersyukur ternyata Tuhan masih memberikannya kesempatan.

"Non Zia! Ya Tuhan... Non sudah bangun?" Asa tersentak mendengar teriakan itu.

Ia mengedip beberapa kali mencoba menegaskan haluannya yang tiba-tiba datang lalu berteriak heboh seperti itu.

"Sebentar, Non. Saya panggilkan dokter dulu." Wanita itu berlari tergesa keluar dan tidak lama setelah itu muncul lagi dengan seorang dokter dan perawat yang berjalan di belakangnya.

Dokter dan perawat itu memeriksa Asa dengan teliti mengenai keadaannya. Setelah itu, dokter langsung memberi beberapa pertanyaan untuknya.

"Zia, apa yang kamu rasakan?"

Asa mengerjap. Zia? Siapa Zia yang dokter ini maksud?

"A-air," pintanya.

Ia benar-benar sangat haus. Perawat dengan sigap langsung memberikannya air dan membantu Asa untuk minum dengan perlahan.

"Bagaimana? Ada yang kamu rasakan lagi atau bagian mana yang masih terasa sakit?" tanya dokter tersebut.

"K-kepala... pusing..." jawabnya terbata.

"Itu wajar, kepala kamu mengalami benturan yang cukup kuat akibat terjatuh dari tangga sehingga menyebabkan sakit berlebih di kepala kamu. Tapi tenang saja, kalau kamu rutin minum obat dan istirahat dengan baik, seiring berjalannya waktu sakitnya pasti akan berangsur pulih," jelas dokter itu sambil menyuntikkan sesuatu di infusannya.

Asa tidak menganggap jelas penjelasan dokter, tapi ada beberapa kata yang membuatnya terkejut adalah jatuh dari tangga? Kenapa bisa jadi seperti itu, ia jelas-jelas tertabrak mobil bukan jatuh dari tangga.

"J-jatuh dari tangga?"

"Iya, kamu tidak ingat?" tanya dokter bingung. "Zia, kamu ingat siapa kamu?" Dokter menatapnya intens.

Zia? Asa termangu, lagi-lagi nama itu yang mereka ucapkan. Ekspresi gadis itu bertambah rumit, ada sedikit ketakutan muncul di matanya. Seingatnya ia tidak pernah mempunyai kenalan bernama Zia, apalagi nama samaran seperti itu tapi saat mendengar nama tersebut entah mengapa Asa merasa tidak asing.

Zia, Zia, Zi... Mata Asa membelalak setelah berhasil mengingat nama itu, mulutnya menganga dengan ekspresi tidak percaya. Asa menatap sekeliling dengan pandangan ngeri. Tidak mungkin!

"Zia," dokter kembali memanggilnya dengan nama itu membuat Asa semakin dilanda ketakutan. "Ada apa, kamu baik-baik saja?"

Asa menggigit bibirnya mencoba menahan teriakan yang ingin ia keluarkan. Sumpah! Saat ini Asa benar-benar merasa panik dan takut dengan dugaan yang ada di otaknya.

"Zia," panggil dokter berhasil menyentak Asa dari lamunan.

"Iya?" Secara tidak sadar Asa menjawab. "Aku... I'm fine..." jawabnya gugup.

Sial! Rasanya dia ingin berteriak dan mengatakan sekencang-kencangnya bahwa ia tidak baik-baik saja dan dia bukan Zia. Tapi dia takut apa yang ada di kepalanya memang benar-benar terjadi, dan jika ia mengatakannya maka ia akan si kira gila.

Dokter menatapnya kemudian menghela napas pelan. "Ya udah, sebaiknya kamu kembali istirahat."

Asa kembali menghela napas kasar lalu mengalihkan matanya pada wanita paruh baya yang juga tengah menatapnya dengan pandangan segan, seperti ingin mendekat tapi takut.

Asa menggigit bibirnya yang terasa kering kemudian menghela napas lagi sebelum berkata dengan suara pelan.

"Mbok Leni," sumpah demi apa pun, Asa berharap ia keliru menyebut nama wanita itu.

Ia berharap wanita itu akan menatapnya dengan wajah kebingungan karena ia salah menyebutkan nama. Namun...

"Iya, Non?"

What the fuck!

Asa memejamkan mata dengan bibir menipis, napasnya naik turun. Bagaimana bisa? Ini sangat tidak masuk akal dan sulit dipercaya. Apakah ia benar-benar masuk ke novel karya sahabatnya atau saat ini Asa hanya sedang bermimpi di dalam kematian.

Mbok Leni mengernyit bingung, ia mendekat dengan raut wajah cemas. Wanita paruh baya itu sedikit ragu ingin menanyakan keadaannya, takut Zia akan marah.

Asa melirik Mbok Leni yang terlihat kaku, menghembuskan napas berat, mengontrol dirinya agar tidak terlihat semakin panik. Jika sekarang Asa benar-benar berada di kehidupan novel yang berjudul It’s always you who gets hurt, ia sangat maklum melihat wajah antisipasi pelayan itu terhadapnya.

Di dalam cerita, Zia adalah tokoh antagonis berengsek tidak punya otak yang setiap langkahnya mengundang kebencian bagi orang lain. Jadi, tidak heran beberapa kali Asa menangkap sorot ketakutan dari wanita paruh baya itu karena karakter Zia memang sejahat itu.

Asa sangat penasaran bagaimana dengan wajahnya saat ini. Ia butuh cermin. "Em, Mbok Leni, bisa tolong ambilkan aku cermin?" pinta Asa dengan suara yang masih serak.

Namun, ia baru menyadari ternyata suaranya masih sama persis dengan suara aslinya.

Untuk sesaat Mbok Leni terdiam sedikit linglung, sejak kapan majikannya yang arogan dan minus attitude ini memerintah orang lain dengan menyelipkan kata "tolong"? Ini sedikit aneh dan mengejutkan.

Tidak ingin terlalu memikirkannya, Mbok Leni langsung mengambil sebuah cermin berbentuk kotak di atas meja dengan terburu-buru lalu memberikannya kepada gadis itu.

"Thanks."

Sekali lagi wanita paruh baya itu terperangah mendengar satu kata yang biasa saja jika diucapkan orang lain, tapi sangat luar biasa jika diucapkan oleh Zia, anak majikannya.

Asa menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat Mbok Leni berdiri dengan mata melotot seperti itu. Apa yang salah darinya? Tadi pelayan itu menatapnya dengan ketakutan, sekarang malah melototinya seperti orang yang tidak kenal takut.

Asa berdeham pelan. "Mbok Leni bisa tinggalin aku sendiri, gak? Soalnya aku mau istirahat tanpa gangguan," pintanya.

Mbok Leni tersadar. "Tapi Non..." ia ragu untuk mengiyakan. Takut nanti Zia butuh bantuan, tapi tidak ada siapa-siapa di ruangan ini.

Asa tahu apa yang ada di pikiran wanita paruh baya itu. "No problem, kalau aku butuh sesuatu nanti tinggal pencet tombol ini," Asa menunjuk tombol nurse call yang disediakan rumah sakit jika pasien membutuhkan sesuatu. "Jadi, Mbok Leni gak usah khawatir."

Mendengar itu, Mbok Leni akhirnya mengangguk dan pamit keluar. Setelah memastikan Mbok Leni benar-benar pergi, Asa langsung mendesah lega, dia kemudian segera mengangkat cermin yang sedari tadi dipegangnya dan seketika Asa tercengang melihat wajah yang ada di dalam cermin itu.

Apakah ia benar-benar masuk ke dalam dunia novel?

Terpopuler

Comments

Lina Hibanika

Lina Hibanika

hadir thor dan mulai menyimak

2025-10-17

0

this that PINK VENOM

this that PINK VENOM

...

2026-07-09

0

Kevandra

Kevandra

2026-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 8
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Bab 29
30 Bab 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 8
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Bab 29
30
Bab 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!