Bab 3. Halusinasi Lea

Malam hari Lea terbangun dan ingin buang air kecil sehingga dia turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membuang air yang terasa sesak di dalam perut, ini adalah malam pertama untuk dia tinggal di rumah ini dan kata Dean mereka akan tinggal di sini setelah menikah nanti dan hidup bahagia bersama.

Sebagai seorang wanita dan merasa memang begitu di cintai oleh sang kekasih maka tentu Lea menjadi sangat bahagia dan dia juga ingin pamer pada orang tua serta orang yang ada di kampung, bahwa dirinya telah memiliki seorang kekasih yang kaya raya dan juga bisa mencintai dia sepenuh hati.

Orang kampung memang banyak yang mengatakan bahwa Lea adalah gadis yang tidak benar dan suka berfoya-foya walau pun orang tua terdiri dari kalangan bawah, tapi yang namanya mulut orang kampung memang kadang tidak bisa di turuti karena mereka suka sekali mencela siapa saja yang menurutnya tidak bagus sikap serta perilaku nya.

"Dean ke mana ya kok tidak kelihatan dia?" Lea bergumam sembari menuju.

Dean memang sama sekali tidak terlihat sehingga Lea merasa mungkin saja kekasihnya sedang keluar untuk melihat tetangga yang ada di sebelah rumah walau jaraknya lumayan jauh, tapi rasanya tidak mungkin juga karena sekarang sudah malam sehingga tidak ada orang yang keluar dari rumah.

Namun Lea memilih untuk tidak mencari saja karena dia punya urusan sendiri yang sudah sangat mendesak dan ingin segera di keluarkan, namun ketika baru saja berjongkok untuk membuang apa yang sedang mendesak ini malah mendadak saja mati lampu sehingga kamar mandi terasa begitu gelap dan juga suram.

"Ah kenapa kok pakai mati lampu segala lah!" Lea cepat membasuh diri agar bisa keluar dari dalam kamar mandi.

Air yang menyiram tubuh justru terasa begitu hangat seolah tidak seperti biasa, tapi Lia tidak peduli juga karena dia tidak bisa melihat apa ini airnya sedang bermasalah atau tidak akibat kamar mandi terasa begitu gelap setelah tadi mati lampu.

Tak, Tak, Tak.

"Dean! Kamu dari mana malam begini?" Lea agak berteriak karena mengira itu adalah kekasihnya.

Hening, sama sekali tidak ada jawaban dari suara orang yang sedang berjalan tadi. Lea pun segera memakai celana dan keluar dari dalam kamar mandi untuk melihat apakah itu memang Dean atau orang lain, tapi rumah ini hanya mereka berdua yang menunggu sehingga tidak mungkin ada orang lain di rumah tersebut.

"Tadi seperti ada suara orang sedang berjalan, tapi kenapa sekarang sudah tidak ada lagi siapa pun di sini." Lea menatap kanan kiri untuk memastikan.

Wuuusssh.

Gadis ini cepat menoleh karena dari sebelah ada hembusan angin dan membuat tubuh terasa begitu dingin, saat dia menoleh sudah tidak ada apa-apa di sana tapi hati Lea mendadak tidak tenang karena dia merasa seperti ada orang lain di rumah ini yang tidak terlihat wujud nya.

"Dean kamu di mana? Dean!" Lea terus berteriak untuk mencari pemuda tersebut.

"Hiks, Hiks."

"Siapa di sana?" Lea kembali berteriak karena mendengar suara orang yang sedang menangis.

Langkah kaki Lea semakin mendekat untuk memastikan siapa yang sedang menangis di ruangan sebelah, tunggu dia sangat penasaran karena matanya mulai melihat seperti ada orang yang sedang berdiri di dekat pintu itu, siapa orang tersebut dan kenapa dia bisa masuk rumah ini karena setahu Lea hanya mereka berdua yang tinggal di sini.

Ceklek.

"Kenapa pintu ini tidak bisa di buka?" Lea kaget karena ternyata pintu tersebut di kunci.

"Hiks, Hiks." suara menangis tetap terdengar dari dalam.

"Kamu siapa?" Lea menempelkan telinga pada daun pintu.

Karena penasaran dengan orang yang ada di dalam kamar ini, maka Lea pun nekat mengintip dari jendela yang terlihat begitu gelap karena ruangan dalam pasti tidak di nyalakan lampunya. perlahan walau agak gemetar tapi tetap saja dia mendekat dan menempelkan kedua mata, agar bisa melihat bagian dalam.

"PERGI!"

"Aaaaaaghk!" Lea berteriak keras karena dari dalam malah muncul seraut wajah yang begitu mengerikan.

"Sayang, kamu kenapa?!" Dean muncul dan dia sangat kaget melihat Lea yang sedang ketakutan.

"Di...di dalam ada hantu yang barusan muncul!" Lea menunjuk pada jendela kamar.

"Kamu pasti mimpi buruk lagi sehingga berjalan sampai ke sini." Dean segera menggendong sang kekasih agar tidak semakin ketakutan.

"Dean, dengarkan aku dulu karena ini bukan mimpi." Lea bersikeras karena dia memang merasa ini semua bukan lah mimpi.

"Sayang, tolong jangan semakin larut dengan halusinasi yang sekarang tambah parah di dalam diri kamu." Dean mengajak Lea duduk di sofa.

Lea sendiri kebingungan karena dia sama sekali masih tidak tahu apakah tadi memang hanya halusinasi atau memang itu adalah penglihatan yang telah dia miliki sejak lama, lebih tepatnya dua bulan yang lalu dan dia mulai merasakan gejala gangguan dari makhluk halus yang tidak pernah dia rasakan sebelum nya.

Lalu sekarang pindah ke rumah ini pun masih saja merasakan gejala gangguan dari makhluk halus, obat pemberian dari dokter pun sudah habis beberapa botol namun tetap saja Lea merasa ada yang mengganggu dan mereka kadang muncul dengan berbagai macam wajah yang mengerikan.

"Aku harus bagaimana lagi untuk mengobati rasa takut kamu ini, bahkan sekarang kita juga sudah pindah rumah." Dean memegang tangan kekasih nya.

"Tapi rasanya tadi bukan halusinasi karena terasa begitu nyata di depan mata." Lea merasa bahwa tadi memang sangat nyata.

"Masalah nya itu sekarang adalah soal keyakinan kamu, padahal sudah minum obat tapi kamu bukannya berangsur sembuh tapi justru semakin percaya bahwa itu semua adalah hal yang nyata." keluh Dean.

Lea tertunduk karena dia juga masih ragu dengan apa yang sudah dia lihat tadi, apakah memang benar hanya halusinasi dan selama ini banyak tekanan pekerjaan yang dia rasakan sehingga membuat pikiran menjadi semakin tidak karuan dan muncul beberapa imajinasi liar yang membuat Lea seolah menciptakan monster tersendiri.

"Aku sengaja membeli rumah di sini agar kamu bisa sedikit tenang dan rileks." Dean berkata dengan penuh kasih sayang.

"Maafkan aku, aku janji tidak akan semakin larut dalam halusinasi ini." Lea juga merasa tidak enak karena Dean sudah berusaha sebisa mungkin untuk membuat dia senang.

"Tidak apa apa, nanti akan membaik." Dean mengusap kepala Lea.

Rasa bersyukur sangat besar di dalam hati Lea bisa mendapatkan pria sebaik ini, walau sudah berbagai macam halangan yang mereka hadapi untuk meneruskan hubungan yang sebelumnya bisa di katakan begitu terlarang.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya.

Terpopuler

Comments

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

ini kan judul'y dendam julia ya mak??? apa Julia yang sama itu yang ngejar" Udin dulu🤣🤣🤣

2025-10-23

3

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

mungkin g karna u dekat dengan Dean jadi dapat gangguan ghaib, apa lagi lagi kan hubungan kalian yang bisa di bilang begitu terlarang,

waaah makin penasaran Q Mak semangat 💪💪💪

2025-10-23

3

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

untung d laki nya si cewe nyerahin diri cuma2 ehm mndg2 djual aja apem e mlh sekali main dpt byrn😅 drpd modus dpacari biar grtsan..udh tau rasane bosan yg ada kl msh vrgin kn pnsran

2025-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Awal mula
2 Bab 2. Rumah baru
3 Bab 3. Halusinasi Lea
4 Bab 4. Di mana Julia
5 Bab 5. Pembangkitan arwah
6 Bab 6. Memotong jari
7 Bab 7. Mayat dalam rumah
8 Bab 8. Sedikit kisah balik
9 Bab 9. Mencela Julia
10 Bab 10. Hubungan Dean dan Julia
11 Bab 11. rumah tangga Julia
12 Bab 12. kecemasan ibu
13 Bab 13. Bercinta dengan mayat
14 Bab 14. tawaran ritual
15 Bab 15. Pergi dari rumah
16 Bab 16. Kecelakaan
17 Bab 17. Siksaan dari Julia
18 Bab 18. Lumpuh total
19 Bab 19. Arwah Julia kembali
20 Bab 20. Makian Lea
21 Bab 21. Maharani dan Arya
22 Bab 22. Otong itu apa
23 Bab 23. Menggatal
24 Bab 24. Dukun Mbak Pur
25 Bab 25. Sakitnya Dean
26 Bab 26. Santet turki
27 Bab 27. Kerumah dukun
28 Bab 28. Apem berulat
29 Bab 29. perut keluar nanah
30 Bab 30. Pengakuan Dean
31 Bab 31. Di tampar
32 Bab 32. Kedatangan Fitri
33 Bab 33. Di lihat Sadewa
34 Bab 34. Pengakuan Dean pada teman
35 Bab 35. Di banting
36 Bab 36. Goblok nya Julia
37 Bab 37. Geram pada Julia
38 Bab 38. Mencari penawar pelet
39 Bab 39. Otong berulat
40 Bab 40. Mandi air mendidih
41 Bab 41. Santet apa?
42 Bab 42. Main kursi roda
43 Bab 43. Protes nya Aksara
44 Bab 44. Ingin mengubur Julia
45 Bab 45. Kemarahan Alisa
46 Bab 46. Mayat Julia hilang
47 Bab 47. Bertemu arwah Julia
48 Bab 48. Mendatangi Sadewa
49 Bab 49. Kenzo mengakui
50 Bab 50. Tidak ada taubat
51 Bab 51. Mendatangi rumah sakit
52 Bab 52. Siksaan dari iblis hitam
53 Bab 53. Saiyara menang
54 Bab 54. Permintaan Maaf
55 Bab 55. Alisa setuju
56 Bab 56. Menguburkan Julia
57 Bab 57. perut meledak
58 Bab 58. Tangis Alisa
59 Bab 59. Meminta maaf
60 Bab 60. Semua warga tau
61 Bab 61. Terbongkar semua
62 Bab 62. Banyak yang membela
63 Bab 63. Purnama bimbang
64 Bab 64. Di banting 2x
65 Bab 65. amukan Maharani
66 Bab 66. Keluhan Tami
67 Bab 67. Siksaan Lea lagi
68 Bab 68. Debat dengan warga
69 Bab 69. Hukuman lagi
70 Bab 70. Menggoda Anita
71 Bab 71. Niat bunuh diri
72 Bab 72. Kematian Lea
73 Bab 73. Mencari arwah Lea
74 Bab 74. Bau busuk mayat
75 Bab 75. Daging yang jatuh
76 Bab 76. perut meledak
77 Bab 77. Hukuman mereka bertiga
78 Bab 78. Alisa datang
79 Bab 79. Tudingan Mita
80 Bab 80. Mulut bernanah
81 Bab 81. Di bawa lembah kematian
82 Bab 82. Hukuman Mita
83 Bab 83. Nilam jadi kompor
84 Bab 84. Siksaan biang gosip
85 Bab 85. Selesai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1. Awal mula
2
Bab 2. Rumah baru
3
Bab 3. Halusinasi Lea
4
Bab 4. Di mana Julia
5
Bab 5. Pembangkitan arwah
6
Bab 6. Memotong jari
7
Bab 7. Mayat dalam rumah
8
Bab 8. Sedikit kisah balik
9
Bab 9. Mencela Julia
10
Bab 10. Hubungan Dean dan Julia
11
Bab 11. rumah tangga Julia
12
Bab 12. kecemasan ibu
13
Bab 13. Bercinta dengan mayat
14
Bab 14. tawaran ritual
15
Bab 15. Pergi dari rumah
16
Bab 16. Kecelakaan
17
Bab 17. Siksaan dari Julia
18
Bab 18. Lumpuh total
19
Bab 19. Arwah Julia kembali
20
Bab 20. Makian Lea
21
Bab 21. Maharani dan Arya
22
Bab 22. Otong itu apa
23
Bab 23. Menggatal
24
Bab 24. Dukun Mbak Pur
25
Bab 25. Sakitnya Dean
26
Bab 26. Santet turki
27
Bab 27. Kerumah dukun
28
Bab 28. Apem berulat
29
Bab 29. perut keluar nanah
30
Bab 30. Pengakuan Dean
31
Bab 31. Di tampar
32
Bab 32. Kedatangan Fitri
33
Bab 33. Di lihat Sadewa
34
Bab 34. Pengakuan Dean pada teman
35
Bab 35. Di banting
36
Bab 36. Goblok nya Julia
37
Bab 37. Geram pada Julia
38
Bab 38. Mencari penawar pelet
39
Bab 39. Otong berulat
40
Bab 40. Mandi air mendidih
41
Bab 41. Santet apa?
42
Bab 42. Main kursi roda
43
Bab 43. Protes nya Aksara
44
Bab 44. Ingin mengubur Julia
45
Bab 45. Kemarahan Alisa
46
Bab 46. Mayat Julia hilang
47
Bab 47. Bertemu arwah Julia
48
Bab 48. Mendatangi Sadewa
49
Bab 49. Kenzo mengakui
50
Bab 50. Tidak ada taubat
51
Bab 51. Mendatangi rumah sakit
52
Bab 52. Siksaan dari iblis hitam
53
Bab 53. Saiyara menang
54
Bab 54. Permintaan Maaf
55
Bab 55. Alisa setuju
56
Bab 56. Menguburkan Julia
57
Bab 57. perut meledak
58
Bab 58. Tangis Alisa
59
Bab 59. Meminta maaf
60
Bab 60. Semua warga tau
61
Bab 61. Terbongkar semua
62
Bab 62. Banyak yang membela
63
Bab 63. Purnama bimbang
64
Bab 64. Di banting 2x
65
Bab 65. amukan Maharani
66
Bab 66. Keluhan Tami
67
Bab 67. Siksaan Lea lagi
68
Bab 68. Debat dengan warga
69
Bab 69. Hukuman lagi
70
Bab 70. Menggoda Anita
71
Bab 71. Niat bunuh diri
72
Bab 72. Kematian Lea
73
Bab 73. Mencari arwah Lea
74
Bab 74. Bau busuk mayat
75
Bab 75. Daging yang jatuh
76
Bab 76. perut meledak
77
Bab 77. Hukuman mereka bertiga
78
Bab 78. Alisa datang
79
Bab 79. Tudingan Mita
80
Bab 80. Mulut bernanah
81
Bab 81. Di bawa lembah kematian
82
Bab 82. Hukuman Mita
83
Bab 83. Nilam jadi kompor
84
Bab 84. Siksaan biang gosip
85
Bab 85. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!