Bab 4. Di mana Julia

Buk Tami memasukkan semua kentang yang sudah di panen agar nanti bisa dibawa mobil dan di jual di pasar, memang seperti ini cara kerja orang yang ada di desa karena mereka semua menanam sayuran berbagai macam jenis dan akan di jual sebagian di pasar lalu sebagian akan di bawa di kota.

Bila tidak punya mobil pun tidak masalah karena nanti mobil juragan akan datang untuk mengambil di setiap kebun milik warga yang telah berlangganan pada dia, jadi memang semua warga tinggal memasukkan ke dalam karung dan nanti tinggal di angkut oleh mobil yang sudah biasa datang kemari untuk mengambil semua sayuran milik warga.

Tak ketinggalan juga Bu Tami yang memang di sini hidupnya sebagai petani dan banyak menanam apa saja untuk menghasilkan uang, bila milik sendiri sudah selesai maka dia juga tidak segan untuk mengambil upah milik orang lain agar mendapat tambahan dan bisa untuk di pakai belanja kebutuhan hidup sehari hari.

Namun yang namanya mulut orang apalagi ini desa yang bisa di bilang sudah cukup besar sehingga banyak yang melihat lalu mereka tidak segan untuk bergunjing juga, mau di kota atau pun di desa maka semua mulut orang akan sama saja bila tidak punya pegangan agama yang kuat dalam hidup ini.

Bila melihat sedikit saja yang berbeda maka dapat dipastikan mereka akan terus sibuk mengatai hingga kemudian yang di katai sampai kena mental dan kemudian mengambil jalan pintas, sudah banyak orang yang seperti itu namun untung nya Bu Tami bukan orang yang memiliki agama rendah sehingga tetap bertahan dilanda kemiskinan dan juga beberapa gunjingan dari orang.

"Dapat berapa karung panen mu kali ini, Mbak?" tegur adik Bu Tami yang bernama Desi.

"Lumayan lah, sekitar dua belas karung." jawab Bu Tami senang.

"Anak sudah merantau dan tiap bulan kirim uang tapi masih sibuk saja di kebun kau ini, Tam!" ujar Bu Fitri.

Bu Tami menarik nafas panjang karena mulai sibuk orang yang akan bergunjing di depan diri nya, padahal tadi sudah anteng dan tenang tapi masih saja ada yang datang dan sekarang benar bahwa mereka pasti akan sibuk bertanya Lea di kota bagaimana kabar dan juga pekerjaan yang sedang dia geluti.

"Aku tidak mengandalkan anak untuk hidup, selagi bisa mencari ya berusaha lah." jawab Bu Tami.

"Alah gaya mu itu, kan biasa nya juga Lea kirim uang." sinis Bu Fitri.

"Lah terus urusan nya sama kamu itu apa?" Desi langsung menyahut ucapan wanita ini.

"Ih apa sih wong aku cuma ngomong begitu saja sudah membuat kamu sensi." Bu Fitri memutar bola mata nya malas.

"Sudah lah tidak usah di perpanjang lagi." Bu Tami tidak mau kalau mereka malah ribut.

Bu Fitri akan semakin menjadi saja bila dia bicara dan di lawan, lebih baik di diamkan saja seolah tidak mendengar apa yang dia katakan itu. karena nanti hanya akan buang tenaga saja, lebih baik membuang tenaga pada pekerjaan yang sungguh nyata.

"Paling anak di kota jadi gundik saja malah banyak omong." sinis Bu Fitri.

"Berarti anak mu juga jadi gundik lah di kota." sahut Desi yang masih menyala.

"Jangan sembarangan ya kalau bicara, Julia jelas sudah menikah dan dia punya suami." bentak Bu Fitri tak terima.

"Tapi sampai sekarang dia hilang kabar sama sekali tidak pernah pulang, jangan jangan malah dia di bunuh lalu mati." sengit Desi.

"Desi!" Bu Tami membentak adik nya yang bicara sembarangan seperti itu.

"Dia duluan." Desi merengut kesal karena memang tadi Bu Fitri yang memulai.

Bu Fitri yang di katai begitu menjadi berang dan sangat marah luar biasa, namun ucapan Desi juga sudah menjadi kecemasan bagi diri nya, tanpa berkata kata lagi maka dia pun segera pergi. dengan hati yang tidak bisa tenang, sebab dia juga sangat takut Julia akan celaka.

"Berapa kali harus Mbak bilang kalau tidak usah meladeni dia!" Bu Tami sangat marah.

"Lagian dia itu yang tidak mau tenang, mulut nya sibuk mengatai orang tapi kalau di katai balik langsung marah." kesal Desi.

"Des, kamu masih gadis dan tolong jangan terlalu judes karena Mbak takut kamu tidak laku kawin." cemas Bu Tami.

"Alah kalau sudah jodoh ya pasti nanti akan datang." Desi memang sangat mudah emosi.

Apa lagi dia memang sangat tidak bisa bila melihat apa yang di katakan oleh orang orang tentang keluarga, jadi kalau ada yang mengatai dia akan sibuk membela dan memberikan ucapan yang tak kalah kasar.

...****************...

"Kamu tuh coba segera hubungi Kakak mu." Fitri marah kepada Rena.

"Aku sudah berusaha menghubungi tapi memang tidak bisa." jawab Rena.

"Pokok nya kamu besok berangkat ke kota dan segera cari tahu di mana selama ini Julia tinggal!" Fitri tidak bisa lagi menahan rasa takut di dalam hati.

Rena menarik nafas berat karena dia memang tidak akan bisa menemukan di mana keberadaan Julia saat ini, bahkan dulu ketika akan mendatangi rumah sang kakak, Rena pun tidak mendapat izin dengan alasan karena mereka belum bisa mempunyai rumah bagus dan keluarga dari suami tidak bisa menerima kehadiran mereka dari kampung.

"Sekarang saja Ibu baru sibuk ingin mencari Kakak, padahal sejak kemarin santai saja asal kan ada uang yang masuk!" Rena mengungkap kan rasa kesal nya.

"Tutup mulut mu itu, Rena!" Fitri membentak marah.

"Padahal aku ngomong yang sebenarnya, coba dari dulu Ibu memberikan aku izin untuk pergi." Rena berjalan pergi.

Fitri menahan emosi di dalam hati bersama dengan rasa cemas yang semakin besar saja, kalau untuk menantu dia masih tetap berhubungan dan mengatakan kalau Julia tetap baik baik saja tidak ada yang sakit. hanya saja Julia tidak punya waktu, karena dia sedang sibuk mengurus perusahaan yang sudah di bangun bersama sama.

"Kenapa ya kok Kak Julia tidak bisa mau di hubungi?" Rena cemas juga.

"Padahal sudah ku hubungi berulang kali, tapi masih saja tidak di angkat." cemas Rena.

Rena menarik nafas berat antara bingung dan juga takut karena memang Julia sampai saat ini tidak ada kabar sedikit pun, mau mendatangi ke kota tapi tidak tahu alamat nya ada di mana dan ke mana mau mencari keberadaan Julia. malah yang ada nanti justru Rena akan nyasar ke mana-mana, jadi memang lebih baik untuk mencari info dulu dengan tepat baru kemudian mendatangi rumah Julia yang ada di kota.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen nya.

Terpopuler

Comments

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒

ini knpa pd ke kota mlh rusak or apes...mlh julia yg anak nya tkng julid yg is dead sprti ucapan desi itu asal ceplos tp memungkinkan

2025-10-23

1

Nengsih Irawati

Nengsih Irawati

Aduh Bu Fitri,,,mulutnya pedes amat kalo ngatain orang,,,, padahal anak sendiri juga g tau dikota ngapain aja,,,g tau kan apa yg terjadi sama anak sendiri

2025-10-23

0

Dewi

Dewi

Walh jgan" julia yg jdi hntu korban si dian skrng mlah lea yg sm dian smoga aja tuh setan bntu lea bukan bunuh lea nnti nya

2025-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Awal mula
2 Bab 2. Rumah baru
3 Bab 3. Halusinasi Lea
4 Bab 4. Di mana Julia
5 Bab 5. Pembangkitan arwah
6 Bab 6. Memotong jari
7 Bab 7. Mayat dalam rumah
8 Bab 8. Sedikit kisah balik
9 Bab 9. Mencela Julia
10 Bab 10. Hubungan Dean dan Julia
11 Bab 11. rumah tangga Julia
12 Bab 12. kecemasan ibu
13 Bab 13. Bercinta dengan mayat
14 Bab 14. tawaran ritual
15 Bab 15. Pergi dari rumah
16 Bab 16. Kecelakaan
17 Bab 17. Siksaan dari Julia
18 Bab 18. Lumpuh total
19 Bab 19. Arwah Julia kembali
20 Bab 20. Makian Lea
21 Bab 21. Maharani dan Arya
22 Bab 22. Otong itu apa
23 Bab 23. Menggatal
24 Bab 24. Dukun Mbak Pur
25 Bab 25. Sakitnya Dean
26 Bab 26. Santet turki
27 Bab 27. Kerumah dukun
28 Bab 28. Apem berulat
29 Bab 29. perut keluar nanah
30 Bab 30. Pengakuan Dean
31 Bab 31. Di tampar
32 Bab 32. Kedatangan Fitri
33 Bab 33. Di lihat Sadewa
34 Bab 34. Pengakuan Dean pada teman
35 Bab 35. Di banting
36 Bab 36. Goblok nya Julia
37 Bab 37. Geram pada Julia
38 Bab 38. Mencari penawar pelet
39 Bab 39. Otong berulat
40 Bab 40. Mandi air mendidih
41 Bab 41. Santet apa?
42 Bab 42. Main kursi roda
43 Bab 43. Protes nya Aksara
44 Bab 44. Ingin mengubur Julia
45 Bab 45. Kemarahan Alisa
46 Bab 46. Mayat Julia hilang
47 Bab 47. Bertemu arwah Julia
48 Bab 48. Mendatangi Sadewa
49 Bab 49. Kenzo mengakui
50 Bab 50. Tidak ada taubat
51 Bab 51. Mendatangi rumah sakit
52 Bab 52. Siksaan dari iblis hitam
53 Bab 53. Saiyara menang
54 Bab 54. Permintaan Maaf
55 Bab 55. Alisa setuju
56 Bab 56. Menguburkan Julia
57 Bab 57. perut meledak
58 Bab 58. Tangis Alisa
59 Bab 59. Meminta maaf
60 Bab 60. Semua warga tau
61 Bab 61. Terbongkar semua
62 Bab 62. Banyak yang membela
63 Bab 63. Purnama bimbang
64 Bab 64. Di banting 2x
65 Bab 65. amukan Maharani
66 Bab 66. Keluhan Tami
67 Bab 67. Siksaan Lea lagi
68 Bab 68. Debat dengan warga
69 Bab 69. Hukuman lagi
70 Bab 70. Menggoda Anita
71 Bab 71. Niat bunuh diri
72 Bab 72. Kematian Lea
73 Bab 73. Mencari arwah Lea
74 Bab 74. Bau busuk mayat
75 Bab 75. Daging yang jatuh
76 Bab 76. perut meledak
77 Bab 77. Hukuman mereka bertiga
78 Bab 78. Alisa datang
79 Bab 79. Tudingan Mita
80 Bab 80. Mulut bernanah
81 Bab 81. Di bawa lembah kematian
82 Bab 82. Hukuman Mita
83 Bab 83. Nilam jadi kompor
84 Bab 84. Siksaan biang gosip
85 Bab 85. Selesai
Episodes

Updated 85 Episodes

1
Bab 1. Awal mula
2
Bab 2. Rumah baru
3
Bab 3. Halusinasi Lea
4
Bab 4. Di mana Julia
5
Bab 5. Pembangkitan arwah
6
Bab 6. Memotong jari
7
Bab 7. Mayat dalam rumah
8
Bab 8. Sedikit kisah balik
9
Bab 9. Mencela Julia
10
Bab 10. Hubungan Dean dan Julia
11
Bab 11. rumah tangga Julia
12
Bab 12. kecemasan ibu
13
Bab 13. Bercinta dengan mayat
14
Bab 14. tawaran ritual
15
Bab 15. Pergi dari rumah
16
Bab 16. Kecelakaan
17
Bab 17. Siksaan dari Julia
18
Bab 18. Lumpuh total
19
Bab 19. Arwah Julia kembali
20
Bab 20. Makian Lea
21
Bab 21. Maharani dan Arya
22
Bab 22. Otong itu apa
23
Bab 23. Menggatal
24
Bab 24. Dukun Mbak Pur
25
Bab 25. Sakitnya Dean
26
Bab 26. Santet turki
27
Bab 27. Kerumah dukun
28
Bab 28. Apem berulat
29
Bab 29. perut keluar nanah
30
Bab 30. Pengakuan Dean
31
Bab 31. Di tampar
32
Bab 32. Kedatangan Fitri
33
Bab 33. Di lihat Sadewa
34
Bab 34. Pengakuan Dean pada teman
35
Bab 35. Di banting
36
Bab 36. Goblok nya Julia
37
Bab 37. Geram pada Julia
38
Bab 38. Mencari penawar pelet
39
Bab 39. Otong berulat
40
Bab 40. Mandi air mendidih
41
Bab 41. Santet apa?
42
Bab 42. Main kursi roda
43
Bab 43. Protes nya Aksara
44
Bab 44. Ingin mengubur Julia
45
Bab 45. Kemarahan Alisa
46
Bab 46. Mayat Julia hilang
47
Bab 47. Bertemu arwah Julia
48
Bab 48. Mendatangi Sadewa
49
Bab 49. Kenzo mengakui
50
Bab 50. Tidak ada taubat
51
Bab 51. Mendatangi rumah sakit
52
Bab 52. Siksaan dari iblis hitam
53
Bab 53. Saiyara menang
54
Bab 54. Permintaan Maaf
55
Bab 55. Alisa setuju
56
Bab 56. Menguburkan Julia
57
Bab 57. perut meledak
58
Bab 58. Tangis Alisa
59
Bab 59. Meminta maaf
60
Bab 60. Semua warga tau
61
Bab 61. Terbongkar semua
62
Bab 62. Banyak yang membela
63
Bab 63. Purnama bimbang
64
Bab 64. Di banting 2x
65
Bab 65. amukan Maharani
66
Bab 66. Keluhan Tami
67
Bab 67. Siksaan Lea lagi
68
Bab 68. Debat dengan warga
69
Bab 69. Hukuman lagi
70
Bab 70. Menggoda Anita
71
Bab 71. Niat bunuh diri
72
Bab 72. Kematian Lea
73
Bab 73. Mencari arwah Lea
74
Bab 74. Bau busuk mayat
75
Bab 75. Daging yang jatuh
76
Bab 76. perut meledak
77
Bab 77. Hukuman mereka bertiga
78
Bab 78. Alisa datang
79
Bab 79. Tudingan Mita
80
Bab 80. Mulut bernanah
81
Bab 81. Di bawa lembah kematian
82
Bab 82. Hukuman Mita
83
Bab 83. Nilam jadi kompor
84
Bab 84. Siksaan biang gosip
85
Bab 85. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!