bener itu,,harusnya emang Bu Fitri kasih pelajaran dulu biar insaf,,biar mulutnya bisa ada rem nya..klau untuk Bu Tami klau bisa gak usah pindah lah,lagian Lea udah kek gitu,,wargapun boleh lah geram dg kelakuan Lea tp tak seharusnya juga mengusir mereka,ini warga jgn sok lah kek mereka orang paling suci saja..setiap orang pasti ada buruknya..
2025-11-08
5
YuniSetyowati 1999
Sek sebentar.Tit.Bijim.Sekarang kalau tiap ada warga yg sedang khilaf dan berbuat salah seperti Lea terus langsung main usir,apa kabar dengan tempat lain? sedangkan yg namanya manusia itu tempat salah dan dosa.Apa orang2 itu bisa menjamin kalau setelah Lea dan Bu Tami diusir dr situ,maka tidak akan ada lagi penduduk yang akan melakukan kesalahan seperti itu?tidak ada yg bisa menjamin hal itu.Jadi maksudku, beri keadilan dengan menghukum orang yang bersalah.Kan ada hukum negara & hukum adat.Jadi jangan main usir saja dong.Aku menaruh iba pd Bu Fitri,tp Bu Fitri juga tidak bisa menghasut masyarakat untuk membenci & mengusir Bu Tami sekeluarga.Wong Bu Fitri sendiri tidak mau merenungi segala yg terjadi dan mengolah fikir dan rasa dia sendiri tapi maunya menyalahkan orang yang sudah bersalah pd dia dan keluarganya tok.Seharusnya dia bisa berfikir kalau yg terjadi pd Julia anaknya adalah karma dr perbuatannya masa lalu.Ingat!!!! didunia ini ada hukum tak tertulis tp nyata terjadi."Hukum tabur tuai"
2025-11-08
5
YuniSetyowati 1999
Kalau pikiranmu masih berpatokan seperti itu maha yg ada kau akan bingung,resah dan gelisah tanpa bisa mengambil keputusan nduk.Jangan jadikan "perasaan ibu dr anak yang menjadi korban" sebagai alasan untuk berbuat semau hatinya.Percuma dong didunia ada hukum kalau seperti itu.Bisa2 orang2 yg tidak mendapatkan keadilan akan berbuat "semau gue" dengan alasan sakit hati dan dendam.
Comments
FiaNasa
bener itu,,harusnya emang Bu Fitri kasih pelajaran dulu biar insaf,,biar mulutnya bisa ada rem nya..klau untuk Bu Tami klau bisa gak usah pindah lah,lagian Lea udah kek gitu,,wargapun boleh lah geram dg kelakuan Lea tp tak seharusnya juga mengusir mereka,ini warga jgn sok lah kek mereka orang paling suci saja..setiap orang pasti ada buruknya..
2025-11-08
5
YuniSetyowati 1999
Sek sebentar.Tit.Bijim.Sekarang kalau tiap ada warga yg sedang khilaf dan berbuat salah seperti Lea terus langsung main usir,apa kabar dengan tempat lain? sedangkan yg namanya manusia itu tempat salah dan dosa.Apa orang2 itu bisa menjamin kalau setelah Lea dan Bu Tami diusir dr situ,maka tidak akan ada lagi penduduk yang akan melakukan kesalahan seperti itu?tidak ada yg bisa menjamin hal itu.Jadi maksudku, beri keadilan dengan menghukum orang yang bersalah.Kan ada hukum negara & hukum adat.Jadi jangan main usir saja dong.Aku menaruh iba pd Bu Fitri,tp Bu Fitri juga tidak bisa menghasut masyarakat untuk membenci & mengusir Bu Tami sekeluarga.Wong Bu Fitri sendiri tidak mau merenungi segala yg terjadi dan mengolah fikir dan rasa dia sendiri tapi maunya menyalahkan orang yang sudah bersalah pd dia dan keluarganya tok.Seharusnya dia bisa berfikir kalau yg terjadi pd Julia anaknya adalah karma dr perbuatannya masa lalu.Ingat!!!! didunia ini ada hukum tak tertulis tp nyata terjadi."Hukum tabur tuai"
2025-11-08
5
YuniSetyowati 1999
Kalau pikiranmu masih berpatokan seperti itu maha yg ada kau akan bingung,resah dan gelisah tanpa bisa mengambil keputusan nduk.Jangan jadikan "perasaan ibu dr anak yang menjadi korban" sebagai alasan untuk berbuat semau hatinya.Percuma dong didunia ada hukum kalau seperti itu.Bisa2 orang2 yg tidak mendapatkan keadilan akan berbuat "semau gue" dengan alasan sakit hati dan dendam.
2025-11-08
2