4. Rejeki Nomplok

...0o0__0o0...

...Naya terus menatap ke depan — lebih tepatnya ke arah Firan, asisten pribadi Arya yang tak kalah tampan dari sang bos....

...“Dia tidak kalah tampan dari bosnya,” batinnya....

...Firan, yang menyetir di kursi depan, sebenarnya tahu sejak tadi si babysitter itu memperhatikan-nya. Tapi ia pura-pura tak peduli. Meski begitu, ada sedikit rasa tak nyaman... atau mungkin, justru tergoda....

...Bagaimanapun, wanita secantik dan seseksi Naya bukan pemandangan yang mudah di abaikan....

...Sementara itu, Arya yang duduk di samping Naya, menyadari arah pandangan pengasuh anaknya. Namun pria itu memilih diam....

...Selama Naya tetap menjalankan tugasnya dengan baik, Arya tak mau ambil pusing....

...Tiba-tiba tangis Karan pecah. Bayi itu baru bangun dari tidurnya dan langsung rewel minta susu....

...“Tuan, tolong ambilkan dotnya Baby Karan di dalam tas,” pinta Naya hati-hati, sambil mencoba menenangkan Karan di pangkuan-nya....

...Arya segera menoleh ke belakang, meraih tas besar berwarna krem itu dan mengobrak-abrik isinya....

...“Mana sih ? Dot Karan nggak ada di sini,” ucapnya datar tapi terdengar mulai kesal....

...Naya mengerutkan kening, panik. Ia yakin betul tadi sudah memasukkan botol ASI ke dalam tas....

...“Coba bawa kemari tasnya, Tuan. Biar saya yang cari,” katanya lembut....

...Arya menatapnya tajam....

...“Kamu mau bikin anak saya nangis terus ? Cepat susui Karan bukan-nya kamu punya sumber-nya ?” katanya dingin dan sarkastik....

...Naya menahan napas, menatap tajam balik....

...“Tuan, suara Anda yang keras justru bikin Karan tambah nangis,” tegurnya sebal....

...Akhirnya, tanpa banyak bicara lagi, Naya membuka kancing Dressnya dan mengeluarkan satu payudara-nya, langsung menyusui bayi itu....

...“Lagian saya nggak budek, nggak perlu teriak-teriak begitu,” gumam-nya kesal....

...Beberapa detik kemudian, tangis Karan mereda. Bayi itu tampak tenang, menyusu dengan lahap di pelukan Naya....

...Arya menatap pemandangan itu, antara jengkel dan tidak percaya. “Berani kamu melawan saya ?” suaranya dingin. “Gaji mu saya potong.”...

...Naya langsung tersentak, lalu mendongak menatap Arya dengan mata membulat....

...“Tidak bisa gitu, Tuan. Saya kerja dengan benar. Kalau Anda tetap potong gaji saya, saya mogok kerja!” balasnya nekat mengancam....

...Arya mendelik, rahang-nya mengeras. Tapi ancaman itu membuat-nya tak berkutik. Ia tahu, tanpa Naya, Karan akan kesulitan....

...“Baiklah. Kali ini saya maafkan,” katanya datar, tapi jelas menahan kesal. “Tapi jangan coba-coba melawan lagi.”...

...Naya pura-pura tidak mendengar. Ia fokus pada Karan yang sudah anteng kembali di pelukan-nya....

...Sementara di depan, Firan hampir tak bisa menahan tawa. Dari cermin spion, ia melihat ekspresi bosnya yang biasanya dingin dan tak terbantahkan, kini kalah telak oleh seorang babysitter muda....

...“Daebak,” batinnya geli. “Baru kali ini Bos Arya di buat nggak berkutik sama perempuan.”...

...Setelah beberapa menit, Bayi kecil itu kini terlihat tenang di pelukan Naya, matanya setengah terpejam, masih menyusu dengan lahap....

...“Pelan-pelan, Karan…” bisik Naya lembut sambil membelai rambut halus di kepala bayi itu. “Nggak usah buru-buru, susunya nggak bakal kabur, kok.”...

...Senyum kecil muncul di bibirnya — senyum yang jarang terlihat, kecuali saat bersama Naya. Setelah beberapa tegukan terakhir, Karan melepaskan mulutnya sendiri, lalu menguap kecil....

...Naya tertawa kecil, lalu menegakkan tubuh si kecil di dadanya dan menepuk-nepuk punggung mungil itu perlahan....

...“Burp dulu, ganteng… kalau nggak nanti perutnya kembung.”...

...Tak lama kemudian, bunyi sendawa kecil terdengar, membuat Naya spontan terkekeh. “Pintar banget, Karan. Nih, Sus Naya kasih nilai seratus.”...

...Arya yang duduk di sampingnya melirik sekilas, diam ekspresinya sulit di tebak....

...Tapi Naya tak memperhatikan. Ia sibuk menggoda bayi itu, mengubah suaranya jadi seperti boneka lucu....

...“Karan tahu nggak ? Kamu itu bayi paling ganteng seantero kota. Kalau nanti besar, pasti jadi rebutan banyak gadis, deh.”...

...Naya mencubit pelan pipi gembul Karan, lalu mengelus hidungnya dengan ujung hidungnya sendiri. “Coba… mana senyum ganteng-nya ? Sus Naya mau lihat…”...

...Bayi itu menatap wajah Naya sebentar, lalu tiba-tiba tertawa tawa khas bayi yang renyah dan jujur, membuat suasana di dalam mobil seketika hangat....

...“Ya ampun, ketawa-nya ganteng banget, sayang masih ompong!” seru Naya bahagia, ikut tertawa bersama si kecil. “Karan, kamu tuh lucunya kebangetan, tahu nggak!”...

...Tawa Naya menular ke Firan yang nyengir dari depan, melirik lewat spion....

...Bahkan sudut bibir Arya sempat terangkat tipis — meski buru-buru ia palingkan wajahnya ke jendela, menyembunyikan senyum yang nyaris muncul....

...Karan masih tertawa, memukul-mukul pelan dada Naya seolah ingin terus di ajak bicara....

...“Iya, iya… nanti Sus Naya nyanyi ya. Tapi janji, jangan nakal lagi kalau enggak Daddy kamu ngamuk,” katanya lembut, menatap bayi itu dengan kasih yang tulus....

...Suasana di dalam mobil berubah total, dari tegang menjadi hangat....

...Hanya ada tawa lembut bayi, senyum samar yang tak di akui, dan perasaan aneh di dada Arya yang mulai tak bisa di jelaskan....

...Karan sudah kembali terlelap di pelukan Naya. Wajah kecil itu tenang, dadanya naik turun perlahan. Naya tersenyum puas, lalu menatap bayi itu dengan penuh kasih....

...Tapi karena terlalu fokus menidurkan Karan, Naya lupa satu hal, merapikan bajunya kembali setelah menyusui. Hingga payudaranya tetap menyembul keluar. Dan menjadi tontonan dua pria yang ada di sana...

...Glek..!...

...Kedua pria itu menelan ludahnya kasar, tergoda oleh penampakan jelas payudara Naya yang terekspos jelas, besar dan menggiurkan mata yang memandang-nya....

...Naya sibuk menepuk-nepuk pantat bayi kecil itu, tak sadar bahwa posisi bajunya berantakan. Dan kancing yang tetap terbuka lebar....

...Firan yang menyetir cepat-cepat mengalihkan pandangan ke depan, pura-pura tidak melihat....

...Namun Arya, yang duduk di sebelah Naya, memperhatikan dalam diam penuh minat....

...“Naya.” Suara Arya dalam dan datar....

...Gadis itu menoleh polos. “Ya, Tuan ?”...

...Arya menatapnya tajam, tapi tidak bicara langsung. Hanya mencondongkan badan sedikit sambil menunjuk dengan dagu ke arah bajunya....

...“Rapi… kan dulu bajumu.” Ucapnya singkat tapi tegas....

...Naya menatap dirinya sendiri, dan baru menyadari kelalaian-nya. Wajahnya langsung memerah....

...“Ya Tuhan…” gumam-nya panik, namun ia kesulitan membetulkan posisi bajunya sambil menunduk malu. “Maaf, saya nggak sadar, Tuan…”...

...Arya hanya menghela napas panjang, lalu mengambil alih Karan yang tertidur pulas sambil mencuri tatapan pada dada Naya dari dekat....

...CKit..!...

...Tiba-tiba Firan mengerem mobilnya mendadak. Hingga membuat tubuh Arya terdorong ke depan dan wajahnya menempel pada dada pengasuh itu....

...Glek..!...

...Arya menelan ludahnya kasar, merasakan begitu kenyal dada Naya. Sedangkan Naya memeluk erat Karan dalam dekapan tubuh besar sang Duda....

...Hening....

...Naya dan Arya saling tatap dalam diam, dan di sertai degup jantung yang tiba-tiba maraton....

...Hingga akhirnya suara panik Firan memecah keheningan, "Maaf Bos, Tadi tiba-tiba ada kucing lewat."...

...Arya menegangkan kembali tubuh'nya, lalu mengangkat Putranya. Ia melirik sekilas ke arah Asisten-nya. ...

...Firan yang paham langsung menjalankan mobilnya yang sempat terhenti....

...Sedangkan Naya membenahi pakaian-nya, dengan jantung berdetak kencang dan wajah memanas....

...“Lain kali hati-hati. Kamu sedang di mobil, bukan di kamar.” Ucap Arya dingin tapi jelas terdengar menahan sesuatu entah jengkel atau gairah....

...“Baik, Tuan. Saya benar-benar minta maaf.” Suara Naya pelan, hampir seperti bisikan....

...Firan di depan menggigit bibir, menahan tawa....

...Suasana mobil seketika berubah canggung, antara ingin tertawa dan ingin menghilang....

...Naya menunduk sepanjang perjalanan, pipinya masih panas, sementara Arya menatap lurus ke depan dengan rahang mengeras, mendekap erat tubuh sang putra sebagai pertahanan yang semakin goyah....

...Namun, di balik ekspresi datarnya, pria itu justru merasa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya....

..."Sial dadanya sangat empuk dan kenyal." Batin Arya ngiler. "Susunya baunya sangat harum, pantes Karan betah sama Babysitter-nya....

...0o0__0o0...

Terpopuler

Comments

Sartono Kusumo Masloman

Sartono Kusumo Masloman

9 S , ( saya suka sama situ sebab susu situ sedap sekali ) . 👍👍

2026-05-27

0

Lilik Juhariah

Lilik Juhariah

kejatuhan durian runtuh penyok🤣

2026-04-21

0

Fortu

Fortu

Bahaya ini Tuan Arya dan Firan

2026-04-19

0

lihat semua
Episodes
1 1. Mansion Maheswara
2 2. Godaan Babysitter
3 3. Asupan Pagi Hari
4 4. Rejeki Nomplok
5 5. Pawang Karan
6 6. Aksi Heroik Baby Karan
7 7. Batas yang mulai kabur
8 8. Tawaran Arya
9 9. Terbayang Asi Sus Naya
10 10. Menagih Jatah
11 11. Olahraga pagi
12 12. Olahraga season 2
13 13. Mengambil Asupan setelah olahraga
14 14. Dua kali nabrak Aset berharga Duda
15 15. Tebus kesalahan pakai ciuman
16 16. Buka Bajumu
17 17. Hot Kitchen
18 18. Gairah naik level ++
19 19. Permintaan dalam permainan
20 20. Pertarungan dominasi dan berakhir ++
21 21. Pagi penuh ++
22 22. Nikmat Sajian Yang Tertunda
23 23. Memanjakan Aset Arya. +++
24 24. Buka Lebar Pahamu +++
25 25. Dominasi Arya. 21++
26 26. Bayi Dugong Vs Bayi pintar
27 27. Melebeli harga 1 Triliun
28 28. Ruang kerja Panas 21++
29 29. Nyempil di tengah padatnya kerjaan
30 30. Sesuatu yang menegangkan
31 31. Bermain dengan Asisten Arya
32 32. Tegang di tengah gairah yang menggantung
33 33. Tempat berlabuh ternyaman
34 34. Drama sebelum pergi ke luar negeri
35 35. Arya versi mini
36 36. negosiasi dengan CEO mini
37 37. kedatangan Giorgio
38 38. Kedatangan Maria
39 39. Kepergian Naya
40 40. Kendali penuh di tangan Arya
41 41. Kembalinya Naya dan Frustasinya Arya
42 42. Arya geram. Karan senang. Naya selamat.
43 43. Serangan Dadakan 21++
44 44. Drama sebelum berangkat ke luar negeri
45 45. Mulai cemburu
46 46. hot dalam pesawat
47 47. Pecah perawan
48 48. Paris
49 49. Makan malam
50 50. Momen Berharga di Paris
51 51. Hot Balkon 21+
52 52. Hyper VS Penggoda
53 53. Pesta
54 54. Jebakan
55 55. Kelicikan Firan 21+
56 57. Hak Milik sudah di paten
57 57. Arya dan segala kendali-nya
58 58. Membersihkan jejak
59 59. Lanjutkan pembersihan 21+++
60 60. Arya tetaplah kang mesum
61 61. Bukti Jejak yang tertinggal
62 62. Jebakan untuk Firan
63 63. Daddy Macus menyukaimu
64 64. Perasaan yang terbalaskan 21+
65 65. Hot Meja Makan 21+
66 66. Adegan hot berlanjut 21+
67 67. Pagi yang hangat setelah adegan panas
68 68. memanjangkan kesayangan
69 69. Insiden
70 70. Arya mode Gercep
71 71. Pasutri satu ini memang beda. 21+
72 72. Penuh tanda tanya
73 73. Kedatangan sosok masa lalu
74 74. Masih penuh tanda tanya ??
75 75. Saingan di malam pertama
76 76. Positif
77 77. Intrik Alana 21++
78 78. Pelayanan Alana 21++
79 79. Hasil pemeriksaan
80 80. Arya senang, Zidan Senep
81 81. Badai di depan Mata
82 82. Kebodohan Arya
83 83. Istri sah Vz Pelakor
84 84. Savegnya istri sah
85 85. Karan mode licik
86 86. Alana Berulah
87 87. Flashback 3 tahun lalu
88 88. Alana kembali berulah
89 89. Fakta baru tentang Karan
90 90. Semakin menegangkan
91 91. Naya nekat
92 92. Tanpa judul
93 93. Keputusan Berat
94 94. Semakin memburuk
95 95. Salah siapa ? Takdir atau manusia ?
96 96. Perjuangan
97 97. Bertaruh Nyawa
98 98. Garis lurus
99 99. Arya ngamok
100 100. Di Prank Malaikat Izrail
101 101. Keajaiban
102 102. Rahasia antara Alana dan Giorgio
103 103. Penghianat
104 104. Harga Sebuah Pengkhianatan
105 105. Momentum
106 106. Kembali ke Mansion
107 107. Dua Langkah Lebih Maju
108 108. Pemburu yang sebenarnya
109 109. Fakta Terbongkar
110 110. Semakin Menegangkan
111 BAB 111 : Kebenaran Terungkap
112 BAB 112 : KEBENARAN KE DUA
113 113. KEBENARAN KE-TIGA
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1. Mansion Maheswara
2
2. Godaan Babysitter
3
3. Asupan Pagi Hari
4
4. Rejeki Nomplok
5
5. Pawang Karan
6
6. Aksi Heroik Baby Karan
7
7. Batas yang mulai kabur
8
8. Tawaran Arya
9
9. Terbayang Asi Sus Naya
10
10. Menagih Jatah
11
11. Olahraga pagi
12
12. Olahraga season 2
13
13. Mengambil Asupan setelah olahraga
14
14. Dua kali nabrak Aset berharga Duda
15
15. Tebus kesalahan pakai ciuman
16
16. Buka Bajumu
17
17. Hot Kitchen
18
18. Gairah naik level ++
19
19. Permintaan dalam permainan
20
20. Pertarungan dominasi dan berakhir ++
21
21. Pagi penuh ++
22
22. Nikmat Sajian Yang Tertunda
23
23. Memanjakan Aset Arya. +++
24
24. Buka Lebar Pahamu +++
25
25. Dominasi Arya. 21++
26
26. Bayi Dugong Vs Bayi pintar
27
27. Melebeli harga 1 Triliun
28
28. Ruang kerja Panas 21++
29
29. Nyempil di tengah padatnya kerjaan
30
30. Sesuatu yang menegangkan
31
31. Bermain dengan Asisten Arya
32
32. Tegang di tengah gairah yang menggantung
33
33. Tempat berlabuh ternyaman
34
34. Drama sebelum pergi ke luar negeri
35
35. Arya versi mini
36
36. negosiasi dengan CEO mini
37
37. kedatangan Giorgio
38
38. Kedatangan Maria
39
39. Kepergian Naya
40
40. Kendali penuh di tangan Arya
41
41. Kembalinya Naya dan Frustasinya Arya
42
42. Arya geram. Karan senang. Naya selamat.
43
43. Serangan Dadakan 21++
44
44. Drama sebelum berangkat ke luar negeri
45
45. Mulai cemburu
46
46. hot dalam pesawat
47
47. Pecah perawan
48
48. Paris
49
49. Makan malam
50
50. Momen Berharga di Paris
51
51. Hot Balkon 21+
52
52. Hyper VS Penggoda
53
53. Pesta
54
54. Jebakan
55
55. Kelicikan Firan 21+
56
57. Hak Milik sudah di paten
57
57. Arya dan segala kendali-nya
58
58. Membersihkan jejak
59
59. Lanjutkan pembersihan 21+++
60
60. Arya tetaplah kang mesum
61
61. Bukti Jejak yang tertinggal
62
62. Jebakan untuk Firan
63
63. Daddy Macus menyukaimu
64
64. Perasaan yang terbalaskan 21+
65
65. Hot Meja Makan 21+
66
66. Adegan hot berlanjut 21+
67
67. Pagi yang hangat setelah adegan panas
68
68. memanjangkan kesayangan
69
69. Insiden
70
70. Arya mode Gercep
71
71. Pasutri satu ini memang beda. 21+
72
72. Penuh tanda tanya
73
73. Kedatangan sosok masa lalu
74
74. Masih penuh tanda tanya ??
75
75. Saingan di malam pertama
76
76. Positif
77
77. Intrik Alana 21++
78
78. Pelayanan Alana 21++
79
79. Hasil pemeriksaan
80
80. Arya senang, Zidan Senep
81
81. Badai di depan Mata
82
82. Kebodohan Arya
83
83. Istri sah Vz Pelakor
84
84. Savegnya istri sah
85
85. Karan mode licik
86
86. Alana Berulah
87
87. Flashback 3 tahun lalu
88
88. Alana kembali berulah
89
89. Fakta baru tentang Karan
90
90. Semakin menegangkan
91
91. Naya nekat
92
92. Tanpa judul
93
93. Keputusan Berat
94
94. Semakin memburuk
95
95. Salah siapa ? Takdir atau manusia ?
96
96. Perjuangan
97
97. Bertaruh Nyawa
98
98. Garis lurus
99
99. Arya ngamok
100
100. Di Prank Malaikat Izrail
101
101. Keajaiban
102
102. Rahasia antara Alana dan Giorgio
103
103. Penghianat
104
104. Harga Sebuah Pengkhianatan
105
105. Momentum
106
106. Kembali ke Mansion
107
107. Dua Langkah Lebih Maju
108
108. Pemburu yang sebenarnya
109
109. Fakta Terbongkar
110
110. Semakin Menegangkan
111
BAB 111 : Kebenaran Terungkap
112
BAB 112 : KEBENARAN KE DUA
113
113. KEBENARAN KE-TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!