5. Pawang Karan

...0o0__0o0...

...Kini mobil itu perlahan memasuki kediaman orang tua Arya....

...Mansion utama keluarga Maheswara berdiri megah, menjulang dengan arsitektur klasik modern yang nyaris menyerupai istana kerajaan....

...Pilar-pilarnya tinggi, taman depannya luas dengan air mancur menjulang di tengah jalan masuk....

...Mata Naya berkeliling liar, mulutnya setengah terbuka, matanya membulat penuh takjub. “Gila... ini bukan rumah, tapi istana kayak di film-film,” gumam-nya pelan, hampir tak percaya....

...Ceklek..!...

...Pintu mobil di buka oleh salah satu bodyguard....

...Arya turun lebih dulu, gerakan-nya tenang dan penuh wibawa. Ia membungkuk sedikit, mengambil Karan yang sudah terbangun dan mulai berceloteh kecil di dalam mobil....

...“Turun,” katanya datar tanpa menoleh. “Atau kamu mau saya kunci di dalam mobil ?”...

...Nada datarnya saja sudah cukup membuat Naya buru-buru keluar. Ia melangkah di belakang Arya, menatap punggung lebar pria itu yang terlihat kokoh... dan entah kenapa, menggoda di saat bersamaan....

...Apalagi dengan bayi tampan di gendongan-nya, perpaduan yang sempurna antara duda hot dan sosok ayah ideal....

...“Ingat tugas mu,” suara Arya kembali terdengar, menusuk dingin. Tatapan-nya menangkap mata Naya yang sempat jelalatan ke sekeliling....

...Para bodyguard di sekitar hanya menunduk hormat, tapi sesekali melirik Naya diam-diam — tidak bisa menutupi kekaguman pada babysitter cantik itu....

...Naya langsung menegakkan tubuh, mengangguk cepat. “Siap, Tuan.” Jawabnya cepat....

...Tatapan gadis itu sempat beradu dengan Firan. Naya tersenyum manis — terlalu manis — hingga kesannya agak menggoda....

...Firan hanya menyeringai kecil. “Murahan, tapi untungnya cantik,” batinnya sinis....

...Begitu mereka mencapai pintu utama, deretan Maid sudah berbaris rapi menyambut. Semua menunduk dalam hormat....

...“Selamat datang, Tuan Arya,” ucap mereka serentak....

...Arya hanya mengangguk singkat. “Di mana Mama dan Papa ?” tanyanya dingin....

...“Di ruang keluarga, Tuan. Mereka sudah menunggu Anda dan Tuan Muda Karan,” jawab kepala Maid sopan....

...Arya hanya berdehem ringan sebelum melangkah masuk....

...Sementara Naya, yang masih terpana dengan kemewahan di sekelilingnya, hanya bisa berbisik pelan,...

...“Orang kaya mah bebas...”...

...Firan menoleh tajam, memberi peringatan cepat. “Jaga sikap mu selama di sini.”...

...Naya langsung diam, mengangguk cepat. Dalam hati ia bergumam,...

...“Hemm... kayaknya di rumah orang kaya tuh, semua harus kayak di film–film, tertata dan penuh aturan.”...

...Begitu memasuki ruang keluarga, aroma wangi bunga segar bercampur dengan harum teh melati menyeruak lembut di udara....

...Ruangan itu luas — terlalu luas....

...Dindingnya di penuhi lukisan klasik dan rak furniture tinggi yang tertata sempurna....

...Di tengahnya, sepasang suami-istri duduk anggun di sofa berlapis beludru, tampak seperti keluarga bangsawan sungguhan....

...Arya melangkah lebih dulu, wajahnya berubah tenang namun tegas. “Selamat siang, Ma, Pa,” sapanya sopan....

...Giorgio Maheswara, lelaki paruh baya dengan aura otoritatif, menatap putranya sekilas sebelum senyum tipis muncul di bibirnya....

...“Akhirnya kamu datang juga, Arya.” Matanya lalu beralih ke cucu kecil di pelukan Arya. “Karan, akhirnya kakek bisa ketemu kamu ?”...

...Nada suaranya yang dalam langsung melunak. Ia bangkit, menepuk lembut kepala cucunya. “Cucu kakek yang ganteng. Gimana kabarmu boy ?”...

...Namun Karan malah mengeliat, menghindar seakan tidak mau di sentuh. Bibirnya sudah mencebik hendak mengeluarkan suara tangisan....

...Melihat itu, Giorgio langsung mundur dan duduk kembali. Laki-laki paruh baya itu hanya bisa mendesah panjang, ternyata cucunya masih sama seperti sebelum-nya. Tidak mau di sentuh dan di dekati....

...Sementara itu, Maria Moren Maheswara, wanita elegan dengan gaun sutra pastel dan kalung mutiara berlapis, hanya mengamati dari atas ke bawah....

...Tatapan-nya beralih cepat ke arah Naya yang berdiri di samping Arya — dengan pakaian seragam khas suster dan wajah sedikit gugup. Namun nampak sangat cantik dan seksi....

...“Arya, dia siapa ?” tanyanya datar, nada halus tapi tajam....

...Arya menoleh sedikit. “Naya. Babysitter Karan.”...

...Tatapan Maria langsung berubah dingin. Ia memindai Naya seolah menilai barang di etalase butik. Dari ujung rambut hingga sepatu....

...“Oh… babysitter.”...

...Wanita paru baya itu tersenyum, tapi senyum itu tidak sampai ke mata. “Berani juga Arya membawa orang luar ke rumah ini tanpa memberi tahu lebih dulu.”...

...Naya menelan ludah, lalu buru-buru menunduk. “Maaf, Nyonya. Saya hanya… menjalankan tugas.”...

...“Hm.” Maria menyilangkan kaki. “Tugas tetap tugas, tapi di rumah Maheswara, kami menjunjung tinggi etika dan batasan. Jangan lupa di mana posisi kamu, ya ?”...

...Suasana mendadak kaku....

...Bahkan Karan yang tadi berceloteh pun mendadak diam, seolah ikut merasakan hawa tegang di udara....

...Arya menatap ibunya sekilas, nada suaranya tegas. “Mama, Naya bekerja dengan baik. Dia yang mengurus Karan selama aku sibuk..” Ia menjeda ucapan'nya sejenak, "Karan tidak bisa jauh darinya."...

...Nyonya Maheswara menatap balik putranya — lama, penuh makna — lalu tersenyum samar....

...“Baiklah, kalau begitu. Tapi ingat, Arya… orang yang bekerja dengan keluarga Maheswara, harus tahu tempatnya.” Tekan-nya tegas. "Jangan terlalu di manja biar tidak ngelunjak di kemudian hari."...

...Naya merasakan wajahnya memanas, campuran antara sebal dan tak nyaman....

...Tapi di sisi lain, gadis itu menangkap lirikan kagum dari beberapa maid di sudut ruangan — seolah mereka tahu betapa sulitnya berada di hadapan sang Nyonya Besar....

...Untuk menenangkan suasana, Giorgio berdehem pelan. Tatapan matanya menelusuri tubuh gadis itu, menatap penuh minat ke arah Naya....

...“Sudahlah, Ma. Gadis itu hanya bekerja. Tidak usah di gertak. Nanti kalau kabur...kasihan Arya, yang kuwalahan ngurus perusahaan dan juga Karan.”...

...Laki-laki paruh baya itu lalu tersenyum ke arah Naya. “Kamu berasal dari mana, Naya ?”...

...Naya yang masih gugup menjawab cepat, “Dari… Bekasi, Pak.”...

...Ruangan langsung hening sejenak....

...Arya menutup mulutnya menahan tawa kecil, sementara Firan di belakang hampir tersedak menahan ekspresi....

...Giorgio justru tertawa ringan....

...“Haha, Bekasi ya. Jauh juga datang ke sini. Berarti kamu perempuan yang tangguh.”...

...Naya tersenyum manis, "Haha, saya tidak tahu apakah itu tangguh atau tidak, Pak. Tapi saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk pekerjaan saya."...

...Jawaban Naya lirih, tapi ada senyum malu-malu yang muncul di bibirnya....

...Sementara itu, Maria hanya menghela napas pelan, menatap Naya dengan sorot mata sinis....

...“Perempuan itu tidak pantas terlalu lama di sekitar keluargaku,” pikirnya dingin. “Entah kenapa, aku punya firasat buruk. Terlalu cantik… dan terlalu menggoda untuk ukuran seorang babysitter.”...

...Pandangan Maria beralih ke arah putranya. “Arya, bawa ke sini cucuku. Mama ingin menggendong-nya,” ucapnya lembut, namun tegas....

...Arya sempat ragu. Ia tahu Karan tak mudah akrab dengan siapa pun. Tapi melihat binar lembut di mata sang Mama, ia tak kuasa menolak....

...Perlahan, Arya melangkah mendekat dan menyerahkan Karan ke pangkuan sang ibu....

...Baru lima detik berlalu, tangisan Karan langsung pecah. Bayi itu menjerit keras, tangan-nya meronta seolah ingin kembali pada Naya....

...Maria mencoba menenangkan sang cucu....

...“Karan ganteng, jangan nangis ya… nanti nenek belikan pesawat, hm ?” ujarnya sambil mengelus lembut punggung Karan....

...Namun tangis itu justru semakin keras. Wajah mungil Karan memerah, napasnya tersengal-sengal....

...Naya yang berdiri di sisi sofa menatap tak tega. Perlahan ia melangkah maju dan menggenggam tangan kecil Karan dengan lembut....

...“Baby Karan…” bisiknya lembut, menatap mata bayi itu penuh kasih. “Kalau kamu nggak berhenti nangis, nanti nggak dapat jatah susu… dan nggak bisa dengar lagu nina bobok dari Sus Naya.”...

...Ucapan itu seperti mantra....

...Tangisan Karan mereda seketika. Bayi itu terdiam dalam gendongan Maria, hanya saja tangan-nya tetap meng-genggam erat jari Naya — seolah tak ingin lepas....

...Hening....

...Semua mata kini tertuju pada Naya — antara kagum, heran, dan… iri....

...Gadis muda itu baru saja menenangkan bayi pewaris keluarga Maheswara hanya dengan satu kalimat lembut....

...0o0__0o0...

Terpopuler

Comments

nilim

nilim

buset orang kaya klau anaknya nangis beli pesawat la gua nangis di ombel' beli permen

2026-07-03

1

Selindia Morenas

Selindia Morenas

Pawang tuan muda beraksi 😍😍😍😍

2026-04-12

0

Capingsakti

Capingsakti

wsh keren

2026-07-05

1

lihat semua
Episodes
1 1. Mansion Maheswara
2 2. Godaan Babysitter
3 3. Asupan Pagi Hari
4 4. Rejeki Nomplok
5 5. Pawang Karan
6 6. Aksi Heroik Baby Karan
7 7. Batas yang mulai kabur
8 8. Tawaran Arya
9 9. Terbayang Asi Sus Naya
10 10. Menagih Jatah
11 11. Olahraga pagi
12 12. Olahraga season 2
13 13. Mengambil Asupan setelah olahraga
14 14. Dua kali nabrak Aset berharga Duda
15 15. Tebus kesalahan pakai ciuman
16 16. Buka Bajumu
17 17. Hot Kitchen
18 18. Gairah naik level ++
19 19. Permintaan dalam permainan
20 20. Pertarungan dominasi dan berakhir ++
21 21. Pagi penuh ++
22 22. Nikmat Sajian Yang Tertunda
23 23. Memanjakan Aset Arya. +++
24 24. Buka Lebar Pahamu +++
25 25. Dominasi Arya. 21++
26 26. Bayi Dugong Vs Bayi pintar
27 27. Melebeli harga 1 Triliun
28 28. Ruang kerja Panas 21++
29 29. Nyempil di tengah padatnya kerjaan
30 30. Sesuatu yang menegangkan
31 31. Bermain dengan Asisten Arya
32 32. Tegang di tengah gairah yang menggantung
33 33. Tempat berlabuh ternyaman
34 34. Drama sebelum pergi ke luar negeri
35 35. Arya versi mini
36 36. negosiasi dengan CEO mini
37 37. kedatangan Giorgio
38 38. Kedatangan Maria
39 39. Kepergian Naya
40 40. Kendali penuh di tangan Arya
41 41. Kembalinya Naya dan Frustasinya Arya
42 42. Arya geram. Karan senang. Naya selamat.
43 43. Serangan Dadakan 21++
44 44. Drama sebelum berangkat ke luar negeri
45 45. Mulai cemburu
46 46. hot dalam pesawat
47 47. Pecah perawan
48 48. Paris
49 49. Makan malam
50 50. Momen Berharga di Paris
51 51. Hot Balkon 21+
52 52. Hyper VS Penggoda
53 53. Pesta
54 54. Jebakan
55 55. Kelicikan Firan 21+
56 57. Hak Milik sudah di paten
57 57. Arya dan segala kendali-nya
58 58. Membersihkan jejak
59 59. Lanjutkan pembersihan 21+++
60 60. Arya tetaplah kang mesum
61 61. Bukti Jejak yang tertinggal
62 62. Jebakan untuk Firan
63 63. Daddy Macus menyukaimu
64 64. Perasaan yang terbalaskan 21+
65 65. Hot Meja Makan 21+
66 66. Adegan hot berlanjut 21+
67 67. Pagi yang hangat setelah adegan panas
68 68. memanjangkan kesayangan
69 69. Insiden
70 70. Arya mode Gercep
71 71. Pasutri satu ini memang beda. 21+
72 72. Penuh tanda tanya
73 73. Kedatangan sosok masa lalu
74 74. Masih penuh tanda tanya ??
75 75. Saingan di malam pertama
76 76. Positif
77 77. Intrik Alana 21++
78 78. Pelayanan Alana 21++
79 79. Hasil pemeriksaan
80 80. Arya senang, Zidan Senep
81 81. Badai di depan Mata
82 82. Kebodohan Arya
83 83. Istri sah Vz Pelakor
84 84. Savegnya istri sah
85 85. Karan mode licik
86 86. Alana Berulah
87 87. Flashback 3 tahun lalu
88 88. Alana kembali berulah
89 89. Fakta baru tentang Karan
90 90. Semakin menegangkan
91 91. Naya nekat
92 92. Tanpa judul
93 93. Keputusan Berat
94 94. Semakin memburuk
95 95. Salah siapa ? Takdir atau manusia ?
96 96. Perjuangan
97 97. Bertaruh Nyawa
98 98. Garis lurus
99 99. Arya ngamok
100 100. Di Prank Malaikat Izrail
101 101. Keajaiban
102 102. Rahasia antara Alana dan Giorgio
103 103. Penghianat
104 104. Harga Sebuah Pengkhianatan
105 105. Momentum
106 106. Kembali ke Mansion
107 107. Dua Langkah Lebih Maju
108 108. Pemburu yang sebenarnya
109 109. Fakta Terbongkar
110 110. Semakin Menegangkan
111 BAB 111 : Kebenaran Terungkap
112 BAB 112 : KEBENARAN KE DUA
113 113. KEBENARAN KE-TIGA
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1. Mansion Maheswara
2
2. Godaan Babysitter
3
3. Asupan Pagi Hari
4
4. Rejeki Nomplok
5
5. Pawang Karan
6
6. Aksi Heroik Baby Karan
7
7. Batas yang mulai kabur
8
8. Tawaran Arya
9
9. Terbayang Asi Sus Naya
10
10. Menagih Jatah
11
11. Olahraga pagi
12
12. Olahraga season 2
13
13. Mengambil Asupan setelah olahraga
14
14. Dua kali nabrak Aset berharga Duda
15
15. Tebus kesalahan pakai ciuman
16
16. Buka Bajumu
17
17. Hot Kitchen
18
18. Gairah naik level ++
19
19. Permintaan dalam permainan
20
20. Pertarungan dominasi dan berakhir ++
21
21. Pagi penuh ++
22
22. Nikmat Sajian Yang Tertunda
23
23. Memanjakan Aset Arya. +++
24
24. Buka Lebar Pahamu +++
25
25. Dominasi Arya. 21++
26
26. Bayi Dugong Vs Bayi pintar
27
27. Melebeli harga 1 Triliun
28
28. Ruang kerja Panas 21++
29
29. Nyempil di tengah padatnya kerjaan
30
30. Sesuatu yang menegangkan
31
31. Bermain dengan Asisten Arya
32
32. Tegang di tengah gairah yang menggantung
33
33. Tempat berlabuh ternyaman
34
34. Drama sebelum pergi ke luar negeri
35
35. Arya versi mini
36
36. negosiasi dengan CEO mini
37
37. kedatangan Giorgio
38
38. Kedatangan Maria
39
39. Kepergian Naya
40
40. Kendali penuh di tangan Arya
41
41. Kembalinya Naya dan Frustasinya Arya
42
42. Arya geram. Karan senang. Naya selamat.
43
43. Serangan Dadakan 21++
44
44. Drama sebelum berangkat ke luar negeri
45
45. Mulai cemburu
46
46. hot dalam pesawat
47
47. Pecah perawan
48
48. Paris
49
49. Makan malam
50
50. Momen Berharga di Paris
51
51. Hot Balkon 21+
52
52. Hyper VS Penggoda
53
53. Pesta
54
54. Jebakan
55
55. Kelicikan Firan 21+
56
57. Hak Milik sudah di paten
57
57. Arya dan segala kendali-nya
58
58. Membersihkan jejak
59
59. Lanjutkan pembersihan 21+++
60
60. Arya tetaplah kang mesum
61
61. Bukti Jejak yang tertinggal
62
62. Jebakan untuk Firan
63
63. Daddy Macus menyukaimu
64
64. Perasaan yang terbalaskan 21+
65
65. Hot Meja Makan 21+
66
66. Adegan hot berlanjut 21+
67
67. Pagi yang hangat setelah adegan panas
68
68. memanjangkan kesayangan
69
69. Insiden
70
70. Arya mode Gercep
71
71. Pasutri satu ini memang beda. 21+
72
72. Penuh tanda tanya
73
73. Kedatangan sosok masa lalu
74
74. Masih penuh tanda tanya ??
75
75. Saingan di malam pertama
76
76. Positif
77
77. Intrik Alana 21++
78
78. Pelayanan Alana 21++
79
79. Hasil pemeriksaan
80
80. Arya senang, Zidan Senep
81
81. Badai di depan Mata
82
82. Kebodohan Arya
83
83. Istri sah Vz Pelakor
84
84. Savegnya istri sah
85
85. Karan mode licik
86
86. Alana Berulah
87
87. Flashback 3 tahun lalu
88
88. Alana kembali berulah
89
89. Fakta baru tentang Karan
90
90. Semakin menegangkan
91
91. Naya nekat
92
92. Tanpa judul
93
93. Keputusan Berat
94
94. Semakin memburuk
95
95. Salah siapa ? Takdir atau manusia ?
96
96. Perjuangan
97
97. Bertaruh Nyawa
98
98. Garis lurus
99
99. Arya ngamok
100
100. Di Prank Malaikat Izrail
101
101. Keajaiban
102
102. Rahasia antara Alana dan Giorgio
103
103. Penghianat
104
104. Harga Sebuah Pengkhianatan
105
105. Momentum
106
106. Kembali ke Mansion
107
107. Dua Langkah Lebih Maju
108
108. Pemburu yang sebenarnya
109
109. Fakta Terbongkar
110
110. Semakin Menegangkan
111
BAB 111 : Kebenaran Terungkap
112
BAB 112 : KEBENARAN KE DUA
113
113. KEBENARAN KE-TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!