Asi Babysitter Penggoda

Asi Babysitter Penggoda

1. Mansion Maheswara

...0o0__0o0...

...Mansion Maheswara pagi itu terlihat sangat sepi, aura dingin dan dominan menyelimuti ruangan itu....

...“Siapa namamu ?” tanya Arya datar, tatapan matanya tajam menusuk....

...“Naya Larasati, Tuan. Biasa di panggil Naya,” jawabnya gugup, kedua tangannya saling meremas di pangkuan....

...“Kau tahu tugas mu di sini apa ?” suara Arya terdengar dalam, penuh tekanan....

...“Tahu, Tuan. Menjaga... dan menyusui bayi,” sahut Naya lirih....

...Arya meletakkan selembar surat kontrak di atas meja. “Baca. Kalau tidak keberatan, tandatangani.”...

...Naya menelan ludah. Ia membaca cepat baris demi baris dengan wajah tegang....

...“Astaga, peraturan-nya banyak banget,” batinnya meringis....

...“Waktu mu satu menit. Jika lewat dan belum kau tanda tangani, aku anggap kau menolak,” ucap Arya tanpa ekspresi....

...Mata Naya membulat kaget. Tanpa pikir panjang, ia meraih bolpoin dan menandatangani kontrak itu....

...Arya menyeringai tipis. Ia menarik cepat kertas itu dari tangan Naya....

...“Ingat. Kau tidak boleh keluar dari mansion ini tanpa izin dariku.”...

...“Baik, Tuan.”...

...“Sekarang, putraku tanggung jawab mu. Jika terjadi sesuatu padanya…” Arya mendekat, tatapannya menusuk. “Kepala mu taruhan-nya.”...

...“A-Astaga…Serem sekali,” gumam Naya dalam hati. Ia mengangguk kaku....

...“Kau harus pastikan ASI untuk putraku tercukupi. Paham ?”...

...“Paham, Tuan.”...

...“Dan jangan coba-coba macam-macam di mansion ini kalau kau masih mau hidup.”...

...Glek..!...

...Naya menelan ludah, wajahnya pucat....

...“Jawab! Aku tidak mempekerjakan orang bisu!” Kata Arya datar, dingin....

...“Ba… baik, Tuan. Saya paham,” sahutnya terbata....

...Arya berdiri, berbalik menuju Lift untuk naik ke lantai atas....

...“Apa yang kau tunggu ?” katanya datar. “Ikuti saya.”...

...Naya tersentak. Ia segera bangkit dan mengikuti dari belakang, langkahnya kecil dan gugup....

...0o0__0o0...

...Ceklek!...

...Arya membuka pintu kamar yang di dominasi warna abu-abu dan hitam....

...Di sana, sebuah box bayi tampak di dekat jendela besar....

...Bayi laki-laki mungil itu tertidur pulas—hingga suara langkah Arya terdengar....

...Seketika tangisan keras pecah di udara....

...“Karan Alvaro Maheswara,” gumam Ardan lirih, suaranya sedikit melunak. “Putraku.”...

...Naya terpaku. Suara tangisan bayi itu menggema di dadanya, membuat naluri keibuan-nya bangkit....

...Tangisan Karan semakin keras, menggema di kamar luas itu....

...Naya refleks melangkah maju, tapi sempat berhenti saat menyadari tatapan Arya yang tajam masih mengawasi-nya dari sisi ranjang....

...“Boleh saya… menggendong-nya, Tuan ?” tanya Naya pelan, suara-nya bergetar....

...Arya hanya diam beberapa detik. Sorot matanya menilai, tajam tapi menyimpan sesuatu yang sulit dibaca. Akhirnya ia mengangguk kecil. ...

...“Lakukan.” Balasnya singkat....

...Dengan hati-hati, Naya mendekati box bayi itu. Tangan-nya sedikit gemetar saat menyentuh selimut lembut yang membungkus tubuh kecil Karan....

...Bayi itu masih menangis, wajahnya memerah....

...“Ssst... tenang ya, Nak…” bisik Naya lembut, mengangkat-nya ke pelukan. “Kamu pasti lapar, ya ?”...

...Tangis itu perlahan mereda, berganti dengan suara rengekan kecil....

...Naya duduk di kursi dekat jendela, membenahi posisi kain penutup dadanya. Gerakan-nya lembut tapi ragu-ragu. Menyadari tatapan majikan-nya yang masih terpaku padanya....

...Arya tidak berkata apa pun. Hanya berdiri di sana, kedua tangan-nya bersedekap, rahang-nya mengeras....

...Ada sesuatu di matanya—bukan lagi sekadar dingin, tapi lebih... rumit....

...“Bayi akan cepat tenang kalau di susui,” ujar Naya hati-hati, berusaha mencairkan suasana....

...Arya tidak langsung menjawab. Pandangan-nya turun ke arah Putra-nya yang kini tenang dalam pelukan perempuan muda itu....

...Ada keheningan yang aneh—campuran antara lega dan sesuatu yang tak ingin di akui....

...“Lakukan tugas mu dengan baik,” katanya akhirnya, nada suaranya lebih pelan dari sebelum-nya. “Kalau Karan tenang di tangan mu... jangan lepaskan sampai tertidur.”...

...Naya menunduk. “Baik, Tuan.”...

...Arya berbalik, melangkah menuju pintu. Tapi sebelum keluar, ia sempat berhenti sejenak—menatap punggung Naya yang mengayun pelan, menidurkan putranya....

...Ada sesuatu di dada Arya yang terasa sesak, tapi ia tak tahu kenapa. “Kau punya aura yang lembut,” ucapnya tiba-tiba, datar namun tulus. “Jaga itu.”...

...Naya terkejut, menatap punggung Arya yang perlahan menghilang di balik pintu....

...“Tuan Arya…” gumam-nya pelan, tak tahu harus takut atau justru kagum....

...Naya menatap bayi di gendongan-nya yang kini tertidur pulas....

...“Ayahmu... menyeramkan sekali, Nak,” bisiknya sambil tersenyum tipis. “Tapi entah kenapa… aku tidak merasa ingin lari.”...

...0o0__0o0...

...Arya berdiri di depan monitor ruang kerja pribadinya. Salah satu layar menampilkan rekaman dari kamera di kamar putra pertamanya....

...Mata tajamnya melihat Naya duduk di kursi dekat jendela, menggendong Karan dengan penuh kasih....

...Wajah perempuan itu tampak tenang, penuh kelembutan yang sudah lama tidak Arya lihat di rumah ini....

...Tangan-nya terhenti di meja. Tatapan-nya tak bisa lepas. Setiap gerak Naya terlihat alami, lembut, dan penuh kasih....

...Karan kecilnya tampak nyaman di pelukan Babysitter baru itu. Sementara dirinya hanya bisa berdiri diam, menatap dari balik layar rekaman Cctv....

...Ada sesuatu yang menekan dadanya....

..."Kenapa aku... memperhatikan sejauh ini ?" pikirnya geram pada diri sendiri. "Dia hanya seorang pengasuh. Hanya itu."...

...Tapi matanya tak juga berpaling. Ada daya yang aneh—hangat, menenangkan, sekaligus membingungkan....

...Naya tampak berbeda dari perempuan lain yang pernah ia temui: polos, sederhana, tapi punya aura yang membuat suasana kamar itu terasa hidup....

...Tangan-nya mengepal di sisi meja. ...

...“Bodoh,” gumamnya pelan, memalingkan pandangan. “Kau terlalu lama sendirian, Arya.”...

...Namun sebelum mematikan layar, ia sempat melihat Naya membelai lembut kepala putranya, bibirnya membentuk senyum kecil yang tulus....

...Senyum itu, anehnya membuat dada Arya terasa hangat, meski ia menolak mengakuinya....

...0o0__0o0...

...Naya duduk di kursi dekat jendela, sinar sore menembus tirai tipis dan menyelimuti wajahnya dengan cahaya keemasan....

...Di pelukan-nya, bayi kecil itu tampak nyaman—napasnya kecil, matanya besar, bening, menatap wajah Naya dengan polos....

...“Hei, Baby Boy...” bisik Naya sambil tersenyum. “Nama mu Karan, ya ? Karan Alvaro Maheswara. Nama yang keren banget untuk bayi sekecil kamu.”...

...Karan menggerakkan bibir mungil-nya, seperti berusaha menjawab....

...Naya terkekeh kecil, menatap-nya dengan tatapan penuh sayang bercampur gemas....

...“Kamu tahu nggak, aku deg-degan banget pas pertama kali ketemu Daddy mu tadi. Tatapan-nya... duh, kayak mau nembus tulang sampai gemetar.”...

...“Tapi kamu...” Naya menyentuh pipi Karan lembut. “Kamu malah bikin hati aku adem dan tenang.”...

...Bayi itu menguap kecil, lalu meng-genggam jari Naya dengan tangan mungil-nya....

...Naya tersenyum semakin lebar, hatinya hangat....

...“Aduh, kuat banget genggaman-nya, Baby Boy. Kamu pasti calon pria tangguh kayak Daddy mu, ya ?”...

...“Tapi janji, jangan sekeras hatinya, ya ?” candanya pelan, di sertai tawa kecil....

...Karan mendecak pelan, suaranya seperti gumaman lucu....

...Naya mengelus ubun-ubunnya perlahan, ayunan-nya lembut, irama napasnya menyatu dengan napas bayi itu....

...“Mulai hari ini, Sus Naya yang bakal jaga kamu, Sayang. Aku nggak tahu apa aku bisa jadi yang terbaik, tapi aku janji... aku bakal sayang sama kamu kayak anakku sendiri.”...

...Suara angin di luar jendela terdengar lembut, membuat suasana kamar terasa damai....

...Karan perlahan memejamkan mata, tertidur pulas dalam pelukan hangat itu....

...Naya menatap wajah mungilnya lama-lama, lalu berbisik pelan....

...“Tidurlah, Karan. Dunia di luar sini terlalu keras, tapi semoga kamu tumbuh jadi seseorang yang penuh kasih.”...

...“Aku di sini, Baby. Aku nggak akan ke mana-mana.”...

...Naya masih duduk di kursi itu, memandangi wajah kecil yang kini tertidur damai di pelukannya....

...Suara napas bayi itu berirama lembut, seperti meluruhkan seluruh ketegangan dalam dirinya....

...Untuk pertama kalinya sejak tiba di mansion itu, Naya merasa tenang. Ia menatap keluar jendela—langit senja mulai memudar, meninggalkan cahaya jingga terakhir yang menembus tirai....

...Senyumnya tipis, tapi tulus. “Mungkin tempat ini nggak seburuk yang aku kira,” bisiknya pelan....

...Tanpa Naya sadari, dari balik pintu yang sedikit terbuka, sepasang mata tajam memperhatikan dalam diam....

...Arya berdiri di sana—tanpa ekspresi, tapi pandangan-nya tidak bisa lepas dari sosok pengasuh muda yang kini memeluk putranya dengan begitu lembut....

...Laki-laki itu menarik napas panjang, lalu menutup pintu perlahan, tanpa suara....

...“Naya Larasati…” gumamnya rendah. “Jangan buat aku menyesal memperkerjakan mu.”...

...Langkah kakinya menjauh, bergema pelan di koridor panjang mansion itu....

...Sementara di dalam kamar, Naya bersandar pelan di sandaran kursi, masih memeluk bayi kecil itu, tak tahu bahwa kehadiran-nya sudah mulai mengusik hati seseorang yang telah lama membeku....

...0o0__0o0...

Terpopuler

Comments

Siti Fatimah

Siti Fatimah

Bagus ceritanya kak,, awalnya aja sebagus ini apa lagi lanjutannya pasti lebih bagus dan seru juga🥰

2026-05-30

1

Chensi Memeng

Chensi Memeng

bagus Thor😍😍😍😍😍

2026-08-11

0

Shifiyana erifka putri

Shifiyana erifka putri

keren

2026-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 1. Mansion Maheswara
2 2. Godaan Babysitter
3 3. Asupan Pagi Hari
4 4. Rejeki Nomplok
5 5. Pawang Karan
6 6. Aksi Heroik Baby Karan
7 7. Batas yang mulai kabur
8 8. Tawaran Arya
9 9. Terbayang Asi Sus Naya
10 10. Menagih Jatah
11 11. Olahraga pagi
12 12. Olahraga season 2
13 13. Mengambil Asupan setelah olahraga
14 14. Dua kali nabrak Aset berharga Duda
15 15. Tebus kesalahan pakai ciuman
16 16. Buka Bajumu
17 17. Hot Kitchen
18 18. Gairah naik level ++
19 19. Permintaan dalam permainan
20 20. Pertarungan dominasi dan berakhir ++
21 21. Pagi penuh ++
22 22. Nikmat Sajian Yang Tertunda
23 23. Memanjakan Aset Arya. +++
24 24. Buka Lebar Pahamu +++
25 25. Dominasi Arya. 21++
26 26. Bayi Dugong Vs Bayi pintar
27 27. Melebeli harga 1 Triliun
28 28. Ruang kerja Panas 21++
29 29. Nyempil di tengah padatnya kerjaan
30 30. Sesuatu yang menegangkan
31 31. Bermain dengan Asisten Arya
32 32. Tegang di tengah gairah yang menggantung
33 33. Tempat berlabuh ternyaman
34 34. Drama sebelum pergi ke luar negeri
35 35. Arya versi mini
36 36. negosiasi dengan CEO mini
37 37. kedatangan Giorgio
38 38. Kedatangan Maria
39 39. Kepergian Naya
40 40. Kendali penuh di tangan Arya
41 41. Kembalinya Naya dan Frustasinya Arya
42 42. Arya geram. Karan senang. Naya selamat.
43 43. Serangan Dadakan 21++
44 44. Drama sebelum berangkat ke luar negeri
45 45. Mulai cemburu
46 46. hot dalam pesawat
47 47. Pecah perawan
48 48. Paris
49 49. Makan malam
50 50. Momen Berharga di Paris
51 51. Hot Balkon 21+
52 52. Hyper VS Penggoda
53 53. Pesta
54 54. Jebakan
55 55. Kelicikan Firan 21+
56 57. Hak Milik sudah di paten
57 57. Arya dan segala kendali-nya
58 58. Membersihkan jejak
59 59. Lanjutkan pembersihan 21+++
60 60. Arya tetaplah kang mesum
61 61. Bukti Jejak yang tertinggal
62 62. Jebakan untuk Firan
63 63. Daddy Macus menyukaimu
64 64. Perasaan yang terbalaskan 21+
65 65. Hot Meja Makan 21+
66 66. Adegan hot berlanjut 21+
67 67. Pagi yang hangat setelah adegan panas
68 68. memanjangkan kesayangan
69 69. Insiden
70 70. Arya mode Gercep
71 71. Pasutri satu ini memang beda. 21+
72 72. Penuh tanda tanya
73 73. Kedatangan sosok masa lalu
74 74. Masih penuh tanda tanya ??
75 75. Saingan di malam pertama
76 76. Positif
77 77. Intrik Alana 21++
78 78. Pelayanan Alana 21++
79 79. Hasil pemeriksaan
80 80. Arya senang, Zidan Senep
81 81. Badai di depan Mata
82 82. Kebodohan Arya
83 83. Istri sah Vz Pelakor
84 84. Savegnya istri sah
85 85. Karan mode licik
86 86. Alana Berulah
87 87. Flashback 3 tahun lalu
88 88. Alana kembali berulah
89 89. Fakta baru tentang Karan
90 90. Semakin menegangkan
91 91. Naya nekat
92 92. Tanpa judul
93 93. Keputusan Berat
94 94. Semakin memburuk
95 95. Salah siapa ? Takdir atau manusia ?
96 96. Perjuangan
97 97. Bertaruh Nyawa
98 98. Garis lurus
99 99. Arya ngamok
100 100. Di Prank Malaikat Izrail
101 101. Keajaiban
102 102. Rahasia antara Alana dan Giorgio
103 103. Penghianat
104 104. Harga Sebuah Pengkhianatan
105 105. Momentum
106 106. Kembali ke Mansion
107 107. Dua Langkah Lebih Maju
108 108. Pemburu yang sebenarnya
109 109. Fakta Terbongkar
110 110. Semakin Menegangkan
111 BAB 111 : Kebenaran Terungkap
112 BAB 112 : KEBENARAN KE DUA
113 113. KEBENARAN KE-TIGA
Episodes

Updated 113 Episodes

1
1. Mansion Maheswara
2
2. Godaan Babysitter
3
3. Asupan Pagi Hari
4
4. Rejeki Nomplok
5
5. Pawang Karan
6
6. Aksi Heroik Baby Karan
7
7. Batas yang mulai kabur
8
8. Tawaran Arya
9
9. Terbayang Asi Sus Naya
10
10. Menagih Jatah
11
11. Olahraga pagi
12
12. Olahraga season 2
13
13. Mengambil Asupan setelah olahraga
14
14. Dua kali nabrak Aset berharga Duda
15
15. Tebus kesalahan pakai ciuman
16
16. Buka Bajumu
17
17. Hot Kitchen
18
18. Gairah naik level ++
19
19. Permintaan dalam permainan
20
20. Pertarungan dominasi dan berakhir ++
21
21. Pagi penuh ++
22
22. Nikmat Sajian Yang Tertunda
23
23. Memanjakan Aset Arya. +++
24
24. Buka Lebar Pahamu +++
25
25. Dominasi Arya. 21++
26
26. Bayi Dugong Vs Bayi pintar
27
27. Melebeli harga 1 Triliun
28
28. Ruang kerja Panas 21++
29
29. Nyempil di tengah padatnya kerjaan
30
30. Sesuatu yang menegangkan
31
31. Bermain dengan Asisten Arya
32
32. Tegang di tengah gairah yang menggantung
33
33. Tempat berlabuh ternyaman
34
34. Drama sebelum pergi ke luar negeri
35
35. Arya versi mini
36
36. negosiasi dengan CEO mini
37
37. kedatangan Giorgio
38
38. Kedatangan Maria
39
39. Kepergian Naya
40
40. Kendali penuh di tangan Arya
41
41. Kembalinya Naya dan Frustasinya Arya
42
42. Arya geram. Karan senang. Naya selamat.
43
43. Serangan Dadakan 21++
44
44. Drama sebelum berangkat ke luar negeri
45
45. Mulai cemburu
46
46. hot dalam pesawat
47
47. Pecah perawan
48
48. Paris
49
49. Makan malam
50
50. Momen Berharga di Paris
51
51. Hot Balkon 21+
52
52. Hyper VS Penggoda
53
53. Pesta
54
54. Jebakan
55
55. Kelicikan Firan 21+
56
57. Hak Milik sudah di paten
57
57. Arya dan segala kendali-nya
58
58. Membersihkan jejak
59
59. Lanjutkan pembersihan 21+++
60
60. Arya tetaplah kang mesum
61
61. Bukti Jejak yang tertinggal
62
62. Jebakan untuk Firan
63
63. Daddy Macus menyukaimu
64
64. Perasaan yang terbalaskan 21+
65
65. Hot Meja Makan 21+
66
66. Adegan hot berlanjut 21+
67
67. Pagi yang hangat setelah adegan panas
68
68. memanjangkan kesayangan
69
69. Insiden
70
70. Arya mode Gercep
71
71. Pasutri satu ini memang beda. 21+
72
72. Penuh tanda tanya
73
73. Kedatangan sosok masa lalu
74
74. Masih penuh tanda tanya ??
75
75. Saingan di malam pertama
76
76. Positif
77
77. Intrik Alana 21++
78
78. Pelayanan Alana 21++
79
79. Hasil pemeriksaan
80
80. Arya senang, Zidan Senep
81
81. Badai di depan Mata
82
82. Kebodohan Arya
83
83. Istri sah Vz Pelakor
84
84. Savegnya istri sah
85
85. Karan mode licik
86
86. Alana Berulah
87
87. Flashback 3 tahun lalu
88
88. Alana kembali berulah
89
89. Fakta baru tentang Karan
90
90. Semakin menegangkan
91
91. Naya nekat
92
92. Tanpa judul
93
93. Keputusan Berat
94
94. Semakin memburuk
95
95. Salah siapa ? Takdir atau manusia ?
96
96. Perjuangan
97
97. Bertaruh Nyawa
98
98. Garis lurus
99
99. Arya ngamok
100
100. Di Prank Malaikat Izrail
101
101. Keajaiban
102
102. Rahasia antara Alana dan Giorgio
103
103. Penghianat
104
104. Harga Sebuah Pengkhianatan
105
105. Momentum
106
106. Kembali ke Mansion
107
107. Dua Langkah Lebih Maju
108
108. Pemburu yang sebenarnya
109
109. Fakta Terbongkar
110
110. Semakin Menegangkan
111
BAB 111 : Kebenaran Terungkap
112
BAB 112 : KEBENARAN KE DUA
113
113. KEBENARAN KE-TIGA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!