Davina Yang Sinis + Visual

Davina langsung di sambut baik oleh kedua sahabatnya yaitu Vania dan Valia. Gadis kembar yang selalu ada untuk Davina. Mereka bertiga telah bersahabat sejak masih duduk di bangku SMP.

Hanya Vania dan Valia lah yang tahu siapa Davina sebenarnya. Dan ada pula beberapa mahasiswa/Siswi yang cukup mengenali siapa Davina. Jangan lupa, Davina dulu nya adalah model cilik.

Akan tetapi Davina berpesan agar mereka diam dan tidak mengatakan siapa dia sebenarnya pada siapapun. Alhasil, Mereka diam karena mereka juga takut kalau berani membongkar identitas Davina akan di keluarkan dari kampus ini.

"Eh, Kamu apain tadi si cicak itu.." Tanya Valia pada Davina tentang Caca yang sering kali di sebut cicak oleh Valia.

"Gak ada.. Aku cuma buat dia mabok doang.." Jawab Davina enteng.

"Emang dia ngapain kamu lagi?

"Ya habisnya aku kesel sih.. Semalem itu Gio udah janji sama aku. Dia mau jemput aku buat berangkat bareng kuliah. Dan pas tadi pagi, Dia datang bareng sama cewek mura-han itu.. Dia bilang katanya si Caca gak ada yang anterin itulah inilah bla bla bla.. Dan yang paling bikin aku jengkel ya.. Lagi lagi si Gio. nyuruh aku duduk di belakang. Aku suruh ngalah lagi sama itu cewek.. Jelas emosi akunya! Ya udah aku putusin aku ajalah yang nyetir.. Aku bikin dia mabok. Gak tahu aja kali aku jago balap malah main macem-macem.." Vania dan Valia justru tertawa mendengar itu.

Davina memang gadis yang baik tapi kalau kebaikannya di khianati, Sorry..

"Heran aku sama pacar kamu itu... Dulu dia tuh kayak sayang banget ya sama kamu. Cuma gara-gara ada si Caca itu sekarang Gio kayak yang lebih nge utamain itu cewek gak sih?" Kata Vania, Dia sama tak sukanya dengan Caca. Gadis itu selalu cari perhatian bahkan terkadang menjual kesedihan.

" Bukan kayak lagi tapi emang gitulah kenyataannya kan? Apa apa Caca.. Ini itu Caca. Eneg aku lama-lama.." Obrolan mereka berhenti saat Gio datang dengan memapah Caca. Wajah gadis itu pucat mungkin karena muntah tadi.

Davina tak peduli, Dia duduk di kursinya seraya memainkan ponselnya.

"Kamu duduk dulu.." Ucap Gio membantu Caca agar duduk dengan nyaman.

"Terimakasih ya Gio.. Kamu baik banget sama aku.. Maaf ya, Udah ngerepotin kamu.." Ucap Caca dengan lemas. Entah memang lemas atau hanya pura-pura tidak tahu. Vania memutar bola matanya malas. Begitupun dengan Valia yang mual dan hampir muntah.

"Kamu gak perlu minta maaf.. Ini juga udah jadi kewajiban aku sebagai sahabat kamu buat jagain kamu.." Balas Gio tersenyum.

"Hooeek.. Uhuk uhuk hampir mau muntah gue!

"Hadeuuh... Muak gue.." Davina melirik kedua sahabatnya itu. Sejak Gio lebih mengutamakan Caca di banding dirinya, Rasa cinta dan sayang Davina terhadap pemuda itu hilang secara perlahan.

Niat Davina yang ingin mengajak Gio bertemu dengan Daddy dan Mommy nya telah sirna. Usaha Davina untuk meraih hati ibu Gio pun juga hilang.

Karena meski hubungan keduanya berjalan selama hampir dua tahun. Davina belum pernah mengajak Gio untuk bertemu dengan kedua orang tuanya. Bukan belum pernah, Lebih tepatnya Gio yang selalu menolak.

Davina hanya ingin melihat saja apakah Gio adalah pria yang tepat atau bukan. Melihat sikap Gio yang baik selama ini Davina ingin berkata jujur. Untuk masalah Ibu Gio, Davina mikir belakangan.

Sampai di detik inipun Ibu Gio merasa tak suka dengan adanya Davina. Entah apa alasannya, Davina juga tidak tahu..

"Davina kita harus bicara.." Davina meletakkan benda pipihnya di atas meja.

"Bicara apa? Penting kah?" Gio menghela nafas panjang. " Kalo cuma kamu mau bicara sama aku bahas dia.. " Davina menunjuk Caca yang diam. "Mending gak usah deh.. Aku gak tertarik.." Gio meraup wajahnya kasar. Sikap Davina berubah sejak adanya Caca. Padahal awal-awal mereka bertemu keduanya tampak baik-baik saja.

Memang! Awal Davina dan Caca bertemu di bandara. Saat itu, Gio mengajak Davina untuk menjemput temannya. Davina kira, Teman yang di maksud Gio adalah laki-laki. Tapi ternyata perempuan.

Semua berjalan dengan sangat baik, Tapi lama lama Caca seolah ingin menguasai Gio. Bersikap manja dengan Gio, Serta cari perhatian pada Gio. Gio pun juga begitu, Sejak adanya Caca pria itu jadi semakin lebih perhatian pada Caca ketimbang Davina yang katanya adalah kekasihnya.

Gio seakan akan tak punya waktu dengan Davina. Pemuda itu juga sering ingkar janji. Sayangnya Davina bukan gadis yang gampang menangis karena seorang pria. Di tindas ya, Tindas balik.

"Please Vin.. Aku gak suka sikap kamu yang kayak gini.."

BRAAAK!

Davina menggerakkan meja. Dia menatap tajam Gio.

"Aku juga gak suka sama sikap kamu yang lebih mementingkan sahabat kamu itu. Apa apa dia? Ini itu dia? Emang kamu pikir aku gak punya perasaan!!?

"Davina.. Aku cuma mau kamu minta maaf sama Caca. Gara-gara kamu bawa mobilnya kenceng dan ugal-ugalan dia jadi mabok.." Davina melipat kedua lengannya di dada. Davina maju satu langkah..

"Kenapa harus aku yang minta maaf? Bukannya duduk di depan itu kemauan dia ya? Dan kamu jangan salahin aku dong! Kamu salahin diri kamu sendiri. Kamu udah janji sama aku kalo kita akan berangkat bareng berdua. Dan lagi, Kamu ingkar janji demi dia!!!" Davina kembali menunjuk Caca.

"Dia duduk di depan, Dan kamu minta aku buat ngalah lagi.. Yang pacar kamu itu aku, Bukan si cicak ini! Harusnya kamu jadi cowo yang tegas dong.. Masa bela pacarnya aja gak bisa. Harusnya yang suruh ngalah itu dia bukan aku.. Giliran dia mabok nyalahin aku.. Sinting kamu ya, Jadi cowok!! ." Davina mengeluarkan unek-uneknya dan tak membiarkan Gio menyela pembicaraannya sama sekali.

"Iya ih.. Masa jadi cowok gal tegas. Dimana mana kalo pacar itu yang lebih di utamakan bukan orang lain.. Pakek dalil sahabat.. Sahabat apaan.." Ucap Vania yang jelas membela Davina.

"Gak ada istilah yang namanya sahabat antara lelaki dan perempuan. Bahaya itu emang.. Dan banyak kok buktinya.. Suami istri jadi rusak gara-gara Sahabat.." Valia ikut menimpali. Dia melirik tajam Caca yang sejak tadi menunduk.

"Aku cuma mau kamu minta maaf sama Caca udah itu aja Vin...Kenapa kamu malah ngelantur kemana-mana sih.." Davina maju satu langkah lagi.

"Minta maaf? Aku ke dia? Sampai kapanpun aku gak bakalan minta maaf.. Yang salah disini bukan aku tapi kamu!" Davina mendorong pelan dada Gio dengan jari telunjuknya membuat pemuda itu mundur satu langkah.

"Gio...

Suara itu terdengar manja sekali.

"Tuh, Sahabat baikmu memanggil.. Kayaknya dia butuh perhatian lebih deh.." Gio menatap Davina lalu beralih menatap Caca. Tanpa mengatakan apapun lagi, Gio keluar dari ruang kelas tersebut dan meninggalkan Caca yang berdecak kesal.

TBC

👇 Davina Anggraini Abraham 👇

👇 Langit Samudra Arishandi 👇

👇 Areza Giovano 👇

👇 Caca Margareta 👇

👇 Andita Sari 👇

Visual hanya imajinasi Othor ya.. Kalau kalian kurang cocok atau kurang sreg bisa bayangin sendiri2 versi kalian ❤️🍁

Terpopuler

Comments

say't

say't

y terang di no 1 kan si cicak tu sm gio cz gio da dptkn apa yg davina "kasih" ke gio 🤣 gio ketagihan..le dong hae 🤭

2026-02-24

0

Ani

Ani

Visual Davina sama Langit kok mirip ya apalagi bagian bibirnya. Kirain tadi visual Davin kembaran si Vina.

2026-01-15

0

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

setuju dengan Davina. gio gak pantas nyuruh Davina minta maaf pada cicak

2025-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Davina Anggraini Abraham
2 Davina Yang Sinis + Visual
3 Jangan Macam-macam
4 Hanya Anak Seorang Supir
5 Kerja Sama Yang Baik
6 Kata Putus
7 Langit Samudra Arishandi
8 Davina Dan Samudra
9 Sugar Daddy?
10 Rencana Licik Caca
11 Sikap Santai Davina
12 Semakin Buruk
13 Bersatu
14 Kedatangan Andita
15 Tamu Spesial
16 Kuasa Davina
17 Orang Berduit Itu Bahaya
18 Bertemu Lagi
19 Membasmi Ular Betina
20 Cari Jodoh
21 Taman Kota
22 Jalan Bersama
23 Ternyata Seorang Model
24 Jauh Di Atasnya
25 Badaaas!
26 Mengganggu Pikiran
27 Harus Segera Menikah Pokoknya
28 Jebakan Mama Andien
29 Rencana Berhasil
30 Perhatian Calon Suami
31 Bukan Menye-menye
32 Keterkejutan Paman Zainal
33 Setara
34 Gadis Pemberani
35 Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36 Mengikuti Davina
37 Masih Jadi Penguntit
38 Senjata Makan Tuan
39 Pewaris Bukan Perintis
40 Gadis Luar Biasa
41 Davin Pulang
42 Rencana Yang Gagal
43 Jantung Yang Tidak Aman
44 Menuju Hari H
45 Akhirnya SAH
46 Melawan Davina Itu Kesalahan
47 Drama Di Malam Pertama
48 Pagi Pertama
49 Kepanasan
50 Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51 Davina Di Lawan
52 Di Serang Ya, Serang Balik
53 Serangan Dari Sam
54 Pertunangan Gio Dan Caca
55 Perdebatan
56 Permintaan Maaf Caca
57 Merasa Muak
58 Nasihat Vania Untul Valia
59 Davina Itu Baik
60 Sekretaris Genit
61 Membasmi Hama
62 Sabar Berakhir Berkah
63 Nasihat Samudra
64 Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65 Kekecewaan Valia
66 Kesedihan Valia
67 Sikap Kasar Gio
68 Bocil Tapi Senior
69 Buaya Di Kadalin
70 Tidak Salah Sasaran
71 Keputusan Caca
72 Istri Itu Lebih Penting
73 Kedatangan Mahasiswa Baru
74 Sikap Cuek Valia
75 Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76 Baru Menyadari
77 Hasutan Andita
78 Video Viral
79 Kebimbangan Valia
80 Kedekatan Caca Dan Aresh
81 Kangen...
82 Di Manja Suami
83 Meyakinkan Valia
84 Usaha Ryan
85 Sepupu Samudra
86 Davina Selalu Menang
87 Si Rubah Licik
88 Aku Pernah Jahat (Caca)
89 Ungkapan Hati Ryan
90 Ajakan Leo
91 Demi Cinta
92 Menyelamatkan Valia
93 Masih Harus Berjuang
94 Kasih Paham
95 Sudah Berpawang
96 Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97 Saling Mencintai
98 Lamaran Di Terima..
99 Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100 Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101 Di Ramaikan
102 Anniversary Pertama
103 Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104 Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105 Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106 Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107 Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Davina Anggraini Abraham
2
Davina Yang Sinis + Visual
3
Jangan Macam-macam
4
Hanya Anak Seorang Supir
5
Kerja Sama Yang Baik
6
Kata Putus
7
Langit Samudra Arishandi
8
Davina Dan Samudra
9
Sugar Daddy?
10
Rencana Licik Caca
11
Sikap Santai Davina
12
Semakin Buruk
13
Bersatu
14
Kedatangan Andita
15
Tamu Spesial
16
Kuasa Davina
17
Orang Berduit Itu Bahaya
18
Bertemu Lagi
19
Membasmi Ular Betina
20
Cari Jodoh
21
Taman Kota
22
Jalan Bersama
23
Ternyata Seorang Model
24
Jauh Di Atasnya
25
Badaaas!
26
Mengganggu Pikiran
27
Harus Segera Menikah Pokoknya
28
Jebakan Mama Andien
29
Rencana Berhasil
30
Perhatian Calon Suami
31
Bukan Menye-menye
32
Keterkejutan Paman Zainal
33
Setara
34
Gadis Pemberani
35
Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36
Mengikuti Davina
37
Masih Jadi Penguntit
38
Senjata Makan Tuan
39
Pewaris Bukan Perintis
40
Gadis Luar Biasa
41
Davin Pulang
42
Rencana Yang Gagal
43
Jantung Yang Tidak Aman
44
Menuju Hari H
45
Akhirnya SAH
46
Melawan Davina Itu Kesalahan
47
Drama Di Malam Pertama
48
Pagi Pertama
49
Kepanasan
50
Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51
Davina Di Lawan
52
Di Serang Ya, Serang Balik
53
Serangan Dari Sam
54
Pertunangan Gio Dan Caca
55
Perdebatan
56
Permintaan Maaf Caca
57
Merasa Muak
58
Nasihat Vania Untul Valia
59
Davina Itu Baik
60
Sekretaris Genit
61
Membasmi Hama
62
Sabar Berakhir Berkah
63
Nasihat Samudra
64
Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65
Kekecewaan Valia
66
Kesedihan Valia
67
Sikap Kasar Gio
68
Bocil Tapi Senior
69
Buaya Di Kadalin
70
Tidak Salah Sasaran
71
Keputusan Caca
72
Istri Itu Lebih Penting
73
Kedatangan Mahasiswa Baru
74
Sikap Cuek Valia
75
Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76
Baru Menyadari
77
Hasutan Andita
78
Video Viral
79
Kebimbangan Valia
80
Kedekatan Caca Dan Aresh
81
Kangen...
82
Di Manja Suami
83
Meyakinkan Valia
84
Usaha Ryan
85
Sepupu Samudra
86
Davina Selalu Menang
87
Si Rubah Licik
88
Aku Pernah Jahat (Caca)
89
Ungkapan Hati Ryan
90
Ajakan Leo
91
Demi Cinta
92
Menyelamatkan Valia
93
Masih Harus Berjuang
94
Kasih Paham
95
Sudah Berpawang
96
Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97
Saling Mencintai
98
Lamaran Di Terima..
99
Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100
Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101
Di Ramaikan
102
Anniversary Pertama
103
Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104
Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105
Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106
Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107
Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!