Kerja Sama Yang Baik

"Gio.." Caca duduk di sebelah Gio yang sedang sibuk dengan ponselnya.

"Ada apa? " Gio meletakkan benda pipih itu di atas meja.

"Hm, Nanti malam kamu ada waktu gak?

"Kenapa?

"Nanti kan malam minggu.. Kita pergi bareng yuk? Kita jalan-jalan.. Kita pergi cari makanan enak.. Gak udah khawatir, Aku yang traktir.." Gio terdiam dulu sejenak. Perasaannya sungguh bingung sekarang.

Disisi lain, Gio sudah punya janji dengan Davina. Menolak permintaan Caca pun Gio merasa tidak tega.

"Gio.. Kok kamu malah diem aja sih.. Ayo!" Caca bergelayut manja di lengan pemuda itu.

"Apa aku ijin dulu aja sama Davina ya.. Tapi kalau ijin dia pasti marah lagi.. " Batin Gio tak ingin keduanya merasa kecewa.

"Okey deh.. Nanti malam kita keluar ya. Tapi aku juga punya janji sama Davina. Gapapa kan kalau kita barengan.. Aku gak enak kalo batalin.." Caca tersenyum manis.

"Gapapa kok.. Tapi apa Davina mau bareng aku? Kamu tahu sendiri kan dia itu gak suka sama aku.." Ucap Caca dengan wajah yang cemberut. Sebelah tangan Gio terangkat mengusap rambut Caca dengan penuh perhatian.

"Kamu tenang aja.. Davina pasti mau kok.. Lagian ada aku kan?"

"Iya.. Ada kamu.. Davina gak mungkin berani nyakitin kalau ada kamu.." Caca kembali bersikap manja pada Gio. Gio tersenyum, Caca adalah teman masa kecilnya, Tentu saja dia merasa tidak enak kalau mengabaikannya.

"Ya udah kalau gitu aku mau pulang dulu ya.. Ini kan udah sore, Aku mau siap-siap.." Caca hendak beranjak dan pergi namun Gio menahan pergelangan tangan gadis itu.

"Kenapa?

"Kamu pulang sama siapa?

"Aku naik ojek aja kali ya.. Biar cepet.. " Gio menggelengkan kepalanya.

"Kenapa?

"Kamu tunggu aja disini.. Biar aku siap-siap dulu. Nanti sekalian aja aku anterin sama nunggu kamu buat bersiap.." Caca tersenyum lebar. Dengan semangat gadis itu mengangguk. Gio bangkit dan pergi ke kamarnya untuk segera bersiap.

Caca bersandar dengan bebas disana. Di rumah itu hanya tinggal Gio dan Caca saja karena Kedua orang tua Gio sedang pergi berdua.

"Davina, Kita lihat nanti.. Siapa yang akan di utamakan oleh Gio setelah ini. Aku yakin kalau kau akan kalah.. Aku akan buat kau lebih sakit hati lagi.." Memang itulah rencana Caca, Gadis itu tahu kalau Gio punya janji dengan Davina. Maka dari itu, Caca mengatur rencana dengan mengajak Gio pergi nanti malam. Caca akan buat Davina tersisihkan oleh perhatian Gio. Dengan begitu Davina akan marah lalu Caca akan jual kesedihan..

"Gio pasti akan lebih berpihak padaku.. Siapa Davina bisa melawanku. Secara dari wajah dan harta masih lebih kaya aku.." Ucap Caca dengan percaya dirinya.

...****************...

Caca mematut dirinya di depan cermin. Sebuah dress dengan motif bunga-bunga di lapisi blazer sudah gadis itu siap kenakan.

"Sekarang tinggal pakai lipstik.." Caca menambahkan lipstik dengan warna yang natural secara tipis-tipis.

"Udah cantik kan? Gio pasti lebih terpesona ke aku malam ini.." Caca tersenyum manis, Setelah selesai memoles wajahnya sekarang gadis itu pun siap.

"Gio sekarang aku udah siap.." Gio yang duduk di ruang tamu di temani Ibu Caca pun ikut bangkit.

"Yaudah yuk.. Tante, Gio pamit bawa Caca dulu ya.." Gio meraih tangan Eva ibu dari Caca.

"Yaudah kalian hati hati perginya. Jangan malam-malam ya.." Eva tersenyum melihat putrinya bahagia bersama dengan pria yang di kagumi.

"Mereka sangat cocok sekali.. Aku ingin mereka segera bertunangan.." Ucap Eva kemudian berlalu pergi.

Sementara di dalam mobil yang di tumpangi Gio dan Caca. Seperti biasa gadis itu duduk di kursi bagian depan.

"Gio.. Pasti setelah ini Davina bakalan usir aku. Dia kan gak suka kalau aku duduk di depan.." Caca berucap dengan nada sedih seolah olah Davina memang jahat.

"Kamu tenang saja.. Aku akan bilang ke dia setelah ini kalau dia harus ngalah sama kamu.." Caca menunduk pura-pura murung.

"Tapi gimana kalau nanti dia..

"Udah kamu tenang aja. Ada aku kok.." Caca tersenyum sinis, Dia merasa menang kali ini.

...****************...

Tok

Tok

Tok

"Itu pasti mereka..." Dengan pakaian dress yang cukup mewah, Davina siap membuka pintu.

"Tumben kalian.." Davina tidak melanjutkan ucapannya. Dikira si kembar yang datang, Dan ternyata Gio lah yang datang. Davina menghela nafas panjang, Lagi dan lagi Gio ingkar janji dengan mengajak Caca.

"Kamu lupa sama janji kamu tadi?" Davina langsung memberondong Gio dengan pertanyaan. Pria itu hanya menggelengkan kepalanya..

"Maafin aku ya.. Aku gak lupa, Tapi juga gak tega sama Caca. Dia tadi ngajak pergi juga, Aku gak bisa nolak. Jadi dari pada aku buat kamu sama Caca kecewa alangkah lebih baik kalau kita pergi bareng aja.." Davina mengangguk anggukan kepalanya. Anggap saja dia mengerti dengan keadaan Gio sekarang.

Davina dan Caca saling tatap. Entah kenapa Caca merasa insecure dengan penampilan Davina saat ini. Davina sangat terlihat cantik, Dress yang di pakai pun sangat terbilang mewah.

"Ha..Hay.." Sapa Caca..

"Hay.." Balas Davina dengan cuek.

"Davina, Kamu tenang aja ya.. Karena kita pergi bareng. Biar aku yang traktir.." Ucap Caca sok akrab. Davina mengangguk dengan tersenyum.

"Okey..

"Yaudah, Sekarang kita pergi yuk.. Biar gak kemaleman.." Davina berjalan lebih dulu mendahului Gio dan Caca. Gio hanya diam karena dia yakin kalau Davina kecewa atau mungkin marah padanya.

Baru saja sampai depan. Sebuah mobil mewah terhenti, Itu adalah mobil Vania dan Valia.

Gadis kembar itupun turun dari kendaraan roda empat tersebut. Mereka saling pandang sebelum akhirnya mulai bertanya.

"Yah.. Kirain Gio lupa sama janjinya.. Yaudah kita kesini deh.." Kata Vania.

"Iya.. Biasanya kalo janji suka ingkar sih.. " Sahut Valia dengan nada yang menyindir. Gio hanya diam dengan senyum tipisnya.

"Enggak kok.. Aku gak ingkar janji.. " Vania dan Valia hanya ber oh ria saja.

"Berarti Davina gak jadi dong pergi bareng kita.. Tahu gitu kita gak kesini ya, Van.."

"Iya Val..

"Kata siapa kita gak jadi keluar bareng.. " Ucap Davina cepat. Gadis itu mengedipkan matanya seolah memberi kode.

"Kita bisa pergi bareng kok..

"Serius Dav..?

"Iya.. " Davina menatap Gio..

"Ohya Gio.. Gimana kalau Vania dan Valia numpang mobil kamu. Sekalian aja kita perginya bareng-bareng.." Davina menggeser Caca yang sejak tadi menempel pada Gio. Gio tidak langsung menjawab, Dia bingung mau jawab apa..

"Eum.. Gimana ya?

"Yaudah kalau kamu gak mau.. Kamu pergi aja bareng Caca.. Biar aku bareng mereka.. Ayo guys kita..

"Iya iya.. Kita pergi bareng aja..

"Gio! Issshh.." Caca berdecak kesal, Rencana nya harus gagal kalau si kembar ikut. Dan Gio dengan gampangnya menyetujuinya.

"Caca gak setuju ya.. Kalo gak setuju kita anterin pulang aja dulu.." Kata Davina, Jika Caca licik maka dia juga harus bisa.

"Enggak enggak.. Kata siapa aku gak setuju. Aku setuju kok.." Dengan wajah masam Caca terpaksa setuju.

"Ohya Guys.. Caca juga bilang tadi kalau katanya dia yang mau traktir. Jadi dompet kita aman malam ini.." Mata Caca terbelalak mendengar ucapan Davina.

"APA!?

"Wah.. Serius? Yaudah kita pergi sekarang aja.. mumpung ada yang traktir yuk...

"Ayuuukk!

"Les't go.. " Davina pun segera masuk ke dalam mobil Gio di susul oleh si kembar. Caca mengepalkan tangannya, Semua tak sesuai dengan rencananya.

TBC

Terpopuler

Comments

Teh Euis Tea

Teh Euis Tea

hahaha rasain km ca bakal kebobolan atmmu, ayo davina minta yg mahal2 mumpung di traktir sm si caca marica hey hey🤣

2025-11-04

2

Nice1808

Nice1808

😃😃😃kapok mau licik buat Davina marah malah harus traktir bnyk orang dgn angkuh mau traktir davina sekalian si kembar😃😃

2025-11-04

2

Sri Rahayu

Sri Rahayu

hahaha....rasain lo Caca mau licik malah di licikin balik Davina... bobol lah dompet mu 🤪🤪🤪....lanjut Thorr 😘😘😘

2025-11-04

2

lihat semua
Episodes
1 Davina Anggraini Abraham
2 Davina Yang Sinis + Visual
3 Jangan Macam-macam
4 Hanya Anak Seorang Supir
5 Kerja Sama Yang Baik
6 Kata Putus
7 Langit Samudra Arishandi
8 Davina Dan Samudra
9 Sugar Daddy?
10 Rencana Licik Caca
11 Sikap Santai Davina
12 Semakin Buruk
13 Bersatu
14 Kedatangan Andita
15 Tamu Spesial
16 Kuasa Davina
17 Orang Berduit Itu Bahaya
18 Bertemu Lagi
19 Membasmi Ular Betina
20 Cari Jodoh
21 Taman Kota
22 Jalan Bersama
23 Ternyata Seorang Model
24 Jauh Di Atasnya
25 Badaaas!
26 Mengganggu Pikiran
27 Harus Segera Menikah Pokoknya
28 Jebakan Mama Andien
29 Rencana Berhasil
30 Perhatian Calon Suami
31 Bukan Menye-menye
32 Keterkejutan Paman Zainal
33 Setara
34 Gadis Pemberani
35 Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36 Mengikuti Davina
37 Masih Jadi Penguntit
38 Senjata Makan Tuan
39 Pewaris Bukan Perintis
40 Gadis Luar Biasa
41 Davin Pulang
42 Rencana Yang Gagal
43 Jantung Yang Tidak Aman
44 Menuju Hari H
45 Akhirnya SAH
46 Melawan Davina Itu Kesalahan
47 Drama Di Malam Pertama
48 Pagi Pertama
49 Kepanasan
50 Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51 Davina Di Lawan
52 Di Serang Ya, Serang Balik
53 Serangan Dari Sam
54 Pertunangan Gio Dan Caca
55 Perdebatan
56 Permintaan Maaf Caca
57 Merasa Muak
58 Nasihat Vania Untul Valia
59 Davina Itu Baik
60 Sekretaris Genit
61 Membasmi Hama
62 Sabar Berakhir Berkah
63 Nasihat Samudra
64 Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65 Kekecewaan Valia
66 Kesedihan Valia
67 Sikap Kasar Gio
68 Bocil Tapi Senior
69 Buaya Di Kadalin
70 Tidak Salah Sasaran
71 Keputusan Caca
72 Istri Itu Lebih Penting
73 Kedatangan Mahasiswa Baru
74 Sikap Cuek Valia
75 Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76 Baru Menyadari
77 Hasutan Andita
78 Video Viral
79 Kebimbangan Valia
80 Kedekatan Caca Dan Aresh
81 Kangen...
82 Di Manja Suami
83 Meyakinkan Valia
84 Usaha Ryan
85 Sepupu Samudra
86 Davina Selalu Menang
87 Si Rubah Licik
88 Aku Pernah Jahat (Caca)
89 Ungkapan Hati Ryan
90 Ajakan Leo
91 Demi Cinta
92 Menyelamatkan Valia
93 Masih Harus Berjuang
94 Kasih Paham
95 Sudah Berpawang
96 Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97 Saling Mencintai
98 Lamaran Di Terima..
99 Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100 Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101 Di Ramaikan
102 Anniversary Pertama
103 Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104 Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105 Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106 Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107 Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Davina Anggraini Abraham
2
Davina Yang Sinis + Visual
3
Jangan Macam-macam
4
Hanya Anak Seorang Supir
5
Kerja Sama Yang Baik
6
Kata Putus
7
Langit Samudra Arishandi
8
Davina Dan Samudra
9
Sugar Daddy?
10
Rencana Licik Caca
11
Sikap Santai Davina
12
Semakin Buruk
13
Bersatu
14
Kedatangan Andita
15
Tamu Spesial
16
Kuasa Davina
17
Orang Berduit Itu Bahaya
18
Bertemu Lagi
19
Membasmi Ular Betina
20
Cari Jodoh
21
Taman Kota
22
Jalan Bersama
23
Ternyata Seorang Model
24
Jauh Di Atasnya
25
Badaaas!
26
Mengganggu Pikiran
27
Harus Segera Menikah Pokoknya
28
Jebakan Mama Andien
29
Rencana Berhasil
30
Perhatian Calon Suami
31
Bukan Menye-menye
32
Keterkejutan Paman Zainal
33
Setara
34
Gadis Pemberani
35
Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36
Mengikuti Davina
37
Masih Jadi Penguntit
38
Senjata Makan Tuan
39
Pewaris Bukan Perintis
40
Gadis Luar Biasa
41
Davin Pulang
42
Rencana Yang Gagal
43
Jantung Yang Tidak Aman
44
Menuju Hari H
45
Akhirnya SAH
46
Melawan Davina Itu Kesalahan
47
Drama Di Malam Pertama
48
Pagi Pertama
49
Kepanasan
50
Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51
Davina Di Lawan
52
Di Serang Ya, Serang Balik
53
Serangan Dari Sam
54
Pertunangan Gio Dan Caca
55
Perdebatan
56
Permintaan Maaf Caca
57
Merasa Muak
58
Nasihat Vania Untul Valia
59
Davina Itu Baik
60
Sekretaris Genit
61
Membasmi Hama
62
Sabar Berakhir Berkah
63
Nasihat Samudra
64
Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65
Kekecewaan Valia
66
Kesedihan Valia
67
Sikap Kasar Gio
68
Bocil Tapi Senior
69
Buaya Di Kadalin
70
Tidak Salah Sasaran
71
Keputusan Caca
72
Istri Itu Lebih Penting
73
Kedatangan Mahasiswa Baru
74
Sikap Cuek Valia
75
Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76
Baru Menyadari
77
Hasutan Andita
78
Video Viral
79
Kebimbangan Valia
80
Kedekatan Caca Dan Aresh
81
Kangen...
82
Di Manja Suami
83
Meyakinkan Valia
84
Usaha Ryan
85
Sepupu Samudra
86
Davina Selalu Menang
87
Si Rubah Licik
88
Aku Pernah Jahat (Caca)
89
Ungkapan Hati Ryan
90
Ajakan Leo
91
Demi Cinta
92
Menyelamatkan Valia
93
Masih Harus Berjuang
94
Kasih Paham
95
Sudah Berpawang
96
Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97
Saling Mencintai
98
Lamaran Di Terima..
99
Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100
Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101
Di Ramaikan
102
Anniversary Pertama
103
Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104
Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105
Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106
Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107
Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!