Hanya Anak Seorang Supir

"Davina tunggu dulu! " Gio mengejar Davina yang sudah berada di parkiran.

"Gio! " Caca ikut mengejar Gio yang kali ini tidak menghiraukannya. "Ih.. Gio tunggu!!" Caca berdecak kesal.

"Davina tunggu dulu.." Gio berhasil meraih pergelangan tangan Davina membuat langkah gadis itu terhenti.

"Ada apa lagi? Aku mau pulang.. Capek tahu gak?" Gio menatap gadis pujaannnya itu. Davina yang di tatap pun enggan menatapnya.

"Aku minta maaf.. Aku bukannya mau bela Caca. Cuma aku gak suka kamu bersikap kayak gitu ke dia.. " Davina menatap Gio dengan tatapan tak percaya.

"Kamu minta maaf tapi kamu masih belain dia? Kamu itu waras gak sih?. Udah ah.. Aku mau pulang.." Gio kembali menahan kekasihnya itu agar jangan pergi. Gio juga sebenarnya bingung dia harus percaya dengan siapa.

Untuk Davina, Gadis itu adalah gadis yang Gio kenal baik. Sementara untuk Caca, Gadis itu adalah teman masa kecilnya. Sejak kecil mereka selalu bersama sama sampai lulus SMA Caca pindah ke rumah neneknya.

Dua tahun kuliah di kota neneknya. Caca kembali ke kota ini karena neneknya yang berada di luar kota telah meninggal dunia. Alhasil, Caca menginginkan kuliah di tempat yang sama dengan Gio.

Bagi Gio, Mana mungkin Caca berbohong. Gio mengenal Caca sebagai gadis yang sangat baik begitupun dengan keluarganya.

Namun tanpa Gio sadari, Kalau sebenarnya sudah sejak lama Caca menaruh hati terhadapnya. Maka dari itu Caca merasa tak suka akan hubungan Gio dan Davina.

Caca akan melakukan apapun demi bisa bersama Gio. Toh hubungan mereka di dukung oleh kedua orang tua Gio sendiri. Alasannya tentu saja karena mereka memang dekat dan yang kedua jelas asal usulnya.

"Davina.. Tolong jangan kayak gini dong. Aku janji gak bakalan kayak gitu lagi ke kamu.. Demi menebus semua kesalahan ku, Nanti malam aku ajak kamu keluar mau gak?" Davina masih diam tak menjawab. Jujur selama ini Davina rindu dengan sikap Gio yang seperti itu.

"Okey.. Aku tunggu kamu di kost-an nanti.."

"Okey.. Kita..

Ucapan Gio terhenti ketika Davina pergi begitu saja. Pemuda itu hanya menghela nafas panjang.

"Gio.." Gio menoleh, Dia mendapati Caca yang mendekat dengan raut wajah masam.

"Kamu ngapain sih lama banget.. " Caca terlihat tak suka dengan Gio dan Davina yang kembali berbaikan.

"Aku cuma gak mau dia marah.. Aku cuma minta maaf aja..

"Ngapain kamu yang minta maaf.. Jelas bukan kamu yang salah.. Dia yang..

"Udah.. Sekarang kita pulang yuk.." Gio merangkul pundak Caca, Gadis itupun senang bukan main.

"Yaudah ayo..." Caca kembali tersenyum. Dalam hati dia akan buat Davina dan Gio semakin menjauh.

...****************...

"Ngapain itu si cowok plinplan ngejar?" Tanya Valia begitu Davina masuk ke Dalam mobil mereka.

"Biasa lah..

"Minta maaf?" Davina mengangguk.

"Halaah.. Sekarang minta maaf nanti juga di ulangi lagi. Emang gak waras tuh pacarmu.." Davina terkekeh.

"Udah biarin ajalah.. Gak peduli aku. Terserah deh.." Davina sudah tak terlalu respek lagi terhadap Gio. Apa katanya nanti, Mau dimana kemana hubungan mereka pun Davina terserah. Semenjak Gio lebih memprioritaskan Caca, Rasa cinta itu perlahan menghilang.

"Dia mengajakku jalan nanti malam..

"Dan kamu mau?

" Aku jawab iya.. Tapi kalian nanti jemput aku nanti ya.. Aku mah ogah nungguin Gio. Trauma tauk.. Aku nunggu dia kemaren sampek semalaman eh dia nya jalan sama si cicak. Bikin gedek gak.sih.." Davina bukan sekali dua kali di beri harapan palsu oleh Gio. Sudah sering dia hanya di bekali janji tapi pada kenyataannya tidak sama sekali.

"Gimana kalau nanti Malam kita pergi bareng aja.. Ya, Daripada kamu nungguin dan ujungnya gak pasti.." Davina mengangguk, Dia memang punya rencana akan keluar nanti malam bersama dua temannya. Untuk apa dia memikirkan pria yang tidak pasti. Mending dia bersenang-senang mencari hiburan agar otaknya lebih Fres.

"Eh, Nanti setelah kita ujian... Liburan kita mau kemana?"

"Kita serahkan ke kanjeng ratu Davina saja.. Gimana?

"Aku pikir-pikir pagi deh..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Gio segera turun dari mobilnya setelah melihat mobil yang asing terpakir di depan rumahnya. Di belakangnya Caca ikut menyusul Gio berlari ke dalam rumahnya.

"Ayah.. "Gio langsung memeluk Ayahnya saat pria paruh baya yang bernama Zainal itu pulang.

"Ini putra ayah udah pulang.. Gimana kabar kamu, Baik?" Tanya Zainal pada Gio.

"Alhamdulillah baik Ayah.." Gio duduk di kursi dekat sang ayah.

"Paman.." Zainal tersenyum ke arah Caca. Dengan sopan dan santun Caca menyalami tangan Ayah dari Gio tersebut.

"Kamu udah dewasa, Makin cantik lagi.." Pujinya pada seorang Caca. Gadis itu tersipu malu. Hingga Ambar datang dengan membawa minuman.

"Ini berhubung kalian udah pulang ibu buatin minuman yang seger.. " Ambar ikut duduk bergabung dengan yang lainnya.

"Caca ijin ke kamar mandi dulu ya.." Ucap gadis itu seraya bangkit dari duduknya.

"Iya udah sana, Anggap aja rumah sendiri.." Kata Ambar pada Caca. Gadis itupun berlalu meninggalkan satu keluarga itu.

"Caca.. Dia itu cantik ya.." Gio menatap Ayahnya. Pemuda itu tersenyum. " Kamu kayaknya cocok sama dia.." Senyum Gio perlahan pudar mendengar kata Ayahnya.

"Gio dan Caca itu cuma temenan Yah.. Gak punya hubungan apapun." Zainal menatap sang putra.

"Kamu masih punya hubungan sama gadis yang tinggal di kost-an itu?" Gio mengangguk, Karena memang benar kan dia masih punya hubungan dengan gadis yang tinggal di kost-an yang tak lain adalah Davina.

"Tahu tuh Yah.. Ibu kan udah bilang suruh putusin aja itu gadis gak jelas.. Buat apa.." Ucap Ambar dengan judes. Zainal menggelengkan kepalanya.

"Tapi Davina gadis yang baik..

"Gio.. Bukannya Ayah mau ikut campur sama masalah percintaan kamu. Tapi kamu tahu kan? Keluarga kita ini bukan keluarga kaya dan berada. Ayah ini cuma seorang supir.. Setidaknya kamu harus cari gadis yang jelas asal usulnya. Seperti Caca misalnya.. Selain kita sudah kenal dengan keluarganya, Keluarga dia itu juga termasuk orang berada. Ayah mengatakan semua itu bukan kerana matre atau gila harta. Tapi untuk memperbaiki keturunan kita.. Cari pasangan itu bukan cuma wajah cantik doang. Gadis gak jelas asal usulnya kamu pacari.. Kita ini udah miskin masa cari istri miskin juga.." Gio menghela nafas panjang. Gio akui hubungannya dengan Davina memang kurang dukungan dari kedua orang tuanya.

Dia hanya seorang anak supir dengan gaji yang lumayan Tinggi. Keluarga Ariesandi lah tempat dimana Zainal bekerja. Ayah dari Gio tersebut sudah lama bekerja sebagai supir kepercayaan keluarga itu.

Sejak pertama kali melihat Davina beberapa bulan yang lalu, Kedua orangtua Gio langsung tak suka terhadap gadis itu. Alasannya karena katanya Davina tak jelas asal usulnya. Karena bagi mereka, Orang yang tinggal di dalam kost-an adalah orang yang punya rumah.

Sejak kecil Zainal dan Ambar memang ingin Putranya menikah dengan Caca. Meski termasuk orang berada, Caca serta keluarganya juga baik.

"Ayah minta kamu jauhi gadis itu.. Mending kamu deketin Caca dan ambil hatinya..

"Yes... Sekarang aku udah punya dukungan dari Paman Zai dan Bibi Ambar.. Davina lihat.. Sebentar lagi Gio akan jadi milikku.. Dasar gadis miskin!

TBC

Terpopuler

Comments

Violet

Violet

Ada lho org yg tinggal di kost-an murah, makan ditenda pinggir jln & penampilannya kaos jeans belel ala2 anak nongkrong gitu ehh wkt nama lengkapnya dipanggil oleh kampus trnyata ada gelarnya dr kluarga ningrat! Makanya jgn remehin org hny berdasarkan penampilan!

2026-06-29

0

Evi alvian

Evi alvian

enak aja menghina Davina miskin...andai kalian tau bakalan spot jantung dach🤭🤣🤣

2025-11-03

3

Ayudya

Ayudya

lah pada belum tau ya kalau Vina itu anak horang kaya.jangan nyesel ya pak Jainal dan Bu Ambar kalau gio putus dari vina😄😄😄😄😄

2025-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Davina Anggraini Abraham
2 Davina Yang Sinis + Visual
3 Jangan Macam-macam
4 Hanya Anak Seorang Supir
5 Kerja Sama Yang Baik
6 Kata Putus
7 Langit Samudra Arishandi
8 Davina Dan Samudra
9 Sugar Daddy?
10 Rencana Licik Caca
11 Sikap Santai Davina
12 Semakin Buruk
13 Bersatu
14 Kedatangan Andita
15 Tamu Spesial
16 Kuasa Davina
17 Orang Berduit Itu Bahaya
18 Bertemu Lagi
19 Membasmi Ular Betina
20 Cari Jodoh
21 Taman Kota
22 Jalan Bersama
23 Ternyata Seorang Model
24 Jauh Di Atasnya
25 Badaaas!
26 Mengganggu Pikiran
27 Harus Segera Menikah Pokoknya
28 Jebakan Mama Andien
29 Rencana Berhasil
30 Perhatian Calon Suami
31 Bukan Menye-menye
32 Keterkejutan Paman Zainal
33 Setara
34 Gadis Pemberani
35 Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36 Mengikuti Davina
37 Masih Jadi Penguntit
38 Senjata Makan Tuan
39 Pewaris Bukan Perintis
40 Gadis Luar Biasa
41 Davin Pulang
42 Rencana Yang Gagal
43 Jantung Yang Tidak Aman
44 Menuju Hari H
45 Akhirnya SAH
46 Melawan Davina Itu Kesalahan
47 Drama Di Malam Pertama
48 Pagi Pertama
49 Kepanasan
50 Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51 Davina Di Lawan
52 Di Serang Ya, Serang Balik
53 Serangan Dari Sam
54 Pertunangan Gio Dan Caca
55 Perdebatan
56 Permintaan Maaf Caca
57 Merasa Muak
58 Nasihat Vania Untul Valia
59 Davina Itu Baik
60 Sekretaris Genit
61 Membasmi Hama
62 Sabar Berakhir Berkah
63 Nasihat Samudra
64 Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65 Kekecewaan Valia
66 Kesedihan Valia
67 Sikap Kasar Gio
68 Bocil Tapi Senior
69 Buaya Di Kadalin
70 Tidak Salah Sasaran
71 Keputusan Caca
72 Istri Itu Lebih Penting
73 Kedatangan Mahasiswa Baru
74 Sikap Cuek Valia
75 Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76 Baru Menyadari
77 Hasutan Andita
78 Video Viral
79 Kebimbangan Valia
80 Kedekatan Caca Dan Aresh
81 Kangen...
82 Di Manja Suami
83 Meyakinkan Valia
84 Usaha Ryan
85 Sepupu Samudra
86 Davina Selalu Menang
87 Si Rubah Licik
88 Aku Pernah Jahat (Caca)
89 Ungkapan Hati Ryan
90 Ajakan Leo
91 Demi Cinta
92 Menyelamatkan Valia
93 Masih Harus Berjuang
94 Kasih Paham
95 Sudah Berpawang
96 Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97 Saling Mencintai
98 Lamaran Di Terima..
99 Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100 Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101 Di Ramaikan
102 Anniversary Pertama
103 Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104 Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105 Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106 Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107 Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Davina Anggraini Abraham
2
Davina Yang Sinis + Visual
3
Jangan Macam-macam
4
Hanya Anak Seorang Supir
5
Kerja Sama Yang Baik
6
Kata Putus
7
Langit Samudra Arishandi
8
Davina Dan Samudra
9
Sugar Daddy?
10
Rencana Licik Caca
11
Sikap Santai Davina
12
Semakin Buruk
13
Bersatu
14
Kedatangan Andita
15
Tamu Spesial
16
Kuasa Davina
17
Orang Berduit Itu Bahaya
18
Bertemu Lagi
19
Membasmi Ular Betina
20
Cari Jodoh
21
Taman Kota
22
Jalan Bersama
23
Ternyata Seorang Model
24
Jauh Di Atasnya
25
Badaaas!
26
Mengganggu Pikiran
27
Harus Segera Menikah Pokoknya
28
Jebakan Mama Andien
29
Rencana Berhasil
30
Perhatian Calon Suami
31
Bukan Menye-menye
32
Keterkejutan Paman Zainal
33
Setara
34
Gadis Pemberani
35
Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36
Mengikuti Davina
37
Masih Jadi Penguntit
38
Senjata Makan Tuan
39
Pewaris Bukan Perintis
40
Gadis Luar Biasa
41
Davin Pulang
42
Rencana Yang Gagal
43
Jantung Yang Tidak Aman
44
Menuju Hari H
45
Akhirnya SAH
46
Melawan Davina Itu Kesalahan
47
Drama Di Malam Pertama
48
Pagi Pertama
49
Kepanasan
50
Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51
Davina Di Lawan
52
Di Serang Ya, Serang Balik
53
Serangan Dari Sam
54
Pertunangan Gio Dan Caca
55
Perdebatan
56
Permintaan Maaf Caca
57
Merasa Muak
58
Nasihat Vania Untul Valia
59
Davina Itu Baik
60
Sekretaris Genit
61
Membasmi Hama
62
Sabar Berakhir Berkah
63
Nasihat Samudra
64
Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65
Kekecewaan Valia
66
Kesedihan Valia
67
Sikap Kasar Gio
68
Bocil Tapi Senior
69
Buaya Di Kadalin
70
Tidak Salah Sasaran
71
Keputusan Caca
72
Istri Itu Lebih Penting
73
Kedatangan Mahasiswa Baru
74
Sikap Cuek Valia
75
Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76
Baru Menyadari
77
Hasutan Andita
78
Video Viral
79
Kebimbangan Valia
80
Kedekatan Caca Dan Aresh
81
Kangen...
82
Di Manja Suami
83
Meyakinkan Valia
84
Usaha Ryan
85
Sepupu Samudra
86
Davina Selalu Menang
87
Si Rubah Licik
88
Aku Pernah Jahat (Caca)
89
Ungkapan Hati Ryan
90
Ajakan Leo
91
Demi Cinta
92
Menyelamatkan Valia
93
Masih Harus Berjuang
94
Kasih Paham
95
Sudah Berpawang
96
Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97
Saling Mencintai
98
Lamaran Di Terima..
99
Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100
Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101
Di Ramaikan
102
Anniversary Pertama
103
Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104
Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105
Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106
Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107
Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!