Jangan Macam-macam

Davina baru saja selesai membuang air di kamar mandi. Kini giliran gadis dua puluh tahun itu membasuh tangannya. Saat sedang fokus membasuh tangan, Seorang gadis masuk.

Davina menghela nafas panjang. Caca dengan senyumnya yang manis masuk dan ikut membasuh tangan.

Tapi jangan kira Davina tidak tahu tentang senyum itu. Senyum itu adalah senyum penuh ejekan untuk Davina.

"Aku dengar, Hubungan mu dengan Gio berjalan hampir dua tahun, Benar? Dan aku juga tahu kalau selama itu Bibi Ambar belum memberikan restunya untuk kalian.." Davina tak mendengarkan apa yang di katakan oleh Caca. Terserah lah mau bicara apa bagi Davina, Pantang mendengarkan kata kata yang tak penting sama sekali.

"Kau dengar aku tidak? " Davina yang hendak keluar itu menghentikan langkahnya.

"Sorry, Aku budek jadi aku tidak dengar ucapanmu yang tidak penting itu.." Davina keluar dari kamar mandi tersebut tanpa menghiraukan Caca. Tapi Caca tak mau tinggal diam, Gadis yang katanya sahabat kecil Gio itu mengejar Davina.

"Heh.." Caca meraih kasar tangan Davina hingga putri dari Daddy Nalendra itu memutar tubuhnya.

"Apa sih!?" Davina menyentak tangan Caca membuat gadis itu terhuyung. Kekuatan Davina nyatanya tak pernah main-main.

"Kau!"

"Apa? Apalagi yang ingin kau lakukan?" Tanpa ada takut-takutnya Davina menantang Caca. Dia bukan gadis yang lemah yang gampang di tindas. Kalau ada yang melapor, Silahkan..! Tak akan ada yang berani padanya. Semua dosen yang mengajar di kampus ini sudah tahu siapa Davina sebenarnya. Hanya saja Davina berpesan agar tidak membuka identitasnya.

"Dasar gadis udik, Gadis miskin.. Pantas saja Bibi Ambar gak setuju hubungan kamu sama Gio.. Karena kamu itu cuma gadis yang gak punya apa-apa. Kamu cuma tinggal di kost-an. Orang tua mu aja gak jelas.." Davina tersenyum sinis. Dia melipat kedua tangannya di dada.

"Kau pandai sekali ya, Menghinaku.. Aku jadi ingin tahu seperti apa hidupmu di luaran sana.." Caca terkekeh. Dia tertawa keras di lorong jalan ke arah kamar mandi itu.

"Jelas yang pasti, Ayahku bekerja di perusahaan paling besar di kota ini. Dia jadi HRD.. Dan tentu saja gajinya besar.. Kau lihat aku? Pakaian yang aku pakai ini adalah pakaian yang berkelas.. Aku anak orang berada, Jelas akulah yang lebih pantas bersanding dengan Gio.. Makanya aku ingin kau segera mundur dari hubungan ini.." Davina maju satu langkah, Dia menatap tajam Caca yang langkahnya semakin mundur.

"Tentu saja aku akan mundur.. Tapi tidak sekarang.. Dan satu lagi, Kau boleh menghina ku sekarang.. Tapi setelah ini apakah kau masih bisa menghinaku? Kau itu hanya orang baru.. Tapi sok disini. Pesanku jangan macam-macam.. Atau kau tidak akan selamat bit-ch.. " Setelah mengatakan itu, Davina segera pergi.

Davina pasti akan membuka jati dirinya tapi bukan sekarang. Dia akan menunggu waktu yang tepat.

...****************...

"Kaulmu di gangguin lagi sama tuh si cicak.." Vania langsung memberikan pertanyaan pada Davina yang baru saja datang dan duduk bergabung bersama dua sahabatnya di kantin.

"Kalian tahu?

"Ya, Tau lah.. Kita itu dari tadi nunggu kamu disini lama banget. Jadi Valia pergi buat nyusul.." Ujar Vania lagi.

"Tapi syukurlah, Kamu gak jadi samperin aku. Kalo gak yang ada dia akan semakin merasa tersakiti.. Aku cuma gak mau aja kamu terlibat dalam masalahku.. Jadi biar aku yang hadapi sendiri.." Davina sudah tahu dan paham dengan sifat Caca. Cukup dia saja yang berurusan dengan Gio, Kedua temannya jangan sampai ada yang terlibat.

"Sekarang aku tanya? Apa kau masih kau melanjutkan hubunganmu sama Gio?" Davina terdiam, Dia tak langsung menjawab. Namun sedetik kemudian Davina menggelengkan kepalanya.

"Aku memang cinta sama dia.. Tapi aku bukan gadis bodoh yang mau-mau saja melakukan apapun demi cinta. Dia khianati aku ya buang lah.." Vania dan Valia mengangguk setuju dengan pemikiran Davina yang tegas.

"Yups.. Bener, Aku dukung kamu.. Cewek itu memang harus gitu.. Dan aku rasa Gio kayak emang gak peduli lagi sama kamu. Dia lebih mentingin di cicak itu..

"Hm, Mending buang aja cowok kayak gitu ke laut..

"Hahaha..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Aku pulang bareng kalian ya?" Ucap Davina pada kedua saudara kembar itu. Waktu mata kuliah sudah selesai, Dan Davina kini sudah siap-siap hendak pulang.

Baru saja selesai memasukan buku pentingnya ke dalam tas. Gio segera berdiri dan menghadang langkah Davina.

"Ada apa?

"Ikut aku.." Gio menarik pergelangan tangan Davina. Vania dan Valia hanya saling pandang. Keduanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu apapun. Namun tatapan mereka beralih ke arah Caca yang diam. Mereka tahu pasti semua ini ada hubungannya dengan si Caca.

Gio membawa Davina ke lorong yang sepi. Gadis itu dapat merasakan aura tidak mengenakan dari kekasihnya ini.

"Ada apa? Kenapa kamu bawa aku kesini? Penting banget ya..??" Gio berbalik badan menatap sang kekasih yang menurutnya berubah akhir-akhir ini.

"Maksud kamu apa bilang ke Caca kalau dia seorang Bit-ch?" Davina memiringkan kepalanya, Senyum miring tersungging di bibirnya.

"Dia ngadu ke kamu? Bilang apa aja dia ke kamu? Dan kamu percaya?" Davina menggelengkan kepalanya, Tak habis pikir dengan Gio yang telah berubah sejak gadis yang katanya sahabat kecilnya itu datang. Semua ucapan dari Caca akan Gio percaya meski hanya sebuah kebohongan. Dan ucapannya akan pria itu anggap bohong walaupun sebenarnya jujur.

"Aku kenal Caca itu mulai dari dulu. Sejak kecil aku sama dia tuh udah bareng. Dia tuh gak pernah bohong sama aku.. Dia.

"Yaudah kalau kamu emang percaya sama dia.l urus aja dia.. Mulai sekarang aku udah gak peduli. Terserah!" Setelah mengatakan itu, Davina berbalik badan hendak pergi namun..

"Kamu berubah Vin.. Kamu bukan Davina yang aku kenal dulu.." Langkah Davina terhenti. Tanpa berbalik badan ia berkata..

"Bukan aku yang berubah Gio.. Tapi kamulah yang telah berubah. Sejak Caca datang sikap kamu ke aku berubah.. Kamu selalu ada waktu buat dia, Kamu lebih percaya dengan semua perkataannya. Sementara apa yang aku katakan kamu gak pernah percaya lagi.. Jadi jangan salahkan aku kalau aku bersikap begini.. Sikap ku yang seperti ini semua di mulai dari kamu. Aku hanya mengimbangi saja. Aku kecewa sama kamu.. Demi membela Caca kamu sampai seperti ini ke aku..

"Vin.. Aku..

"Dan ingat satu hal Gio.. Jangan pernah kamu macam-macam sama aku.. Karena kalau sampai itu terjadi dan semua itu demi sahabat kecilmu itu. Lihat saja, Kamu akan menyesal..." Davina pergi sana tanpa peduli lagi dengan Gio yang hanya mampu menatap nanar sang kekasih.

"Kenapa bisa jadi seperti ini.." Gumam Gio mengacak rambutnya kesal.

"Gio..." Caca berlari menghampiri Gio yang masih berdiri di tempat. " Gio kamu ngapain masih disini? Pulang yukk.." Caca menggandeng lengan Gio dengan manja..

"I..iya Ayo.." Gio menurut saja tanpa ada semangat sedikit pun.

Tbc

Terpopuler

Comments

irma hidayat

irma hidayat

buang segera gionya ke tongcaca biar dia menyesal davina

2025-11-03

2

Himna Mohamad

Himna Mohamad

thoor jgn lama2 updatenya,,bagus ceritamu thoor semangat ya

2025-11-03

2

FLA

FLA

tampol aja tu laki Vin, elah gedek bet dah

2025-11-03

2

lihat semua
Episodes
1 Davina Anggraini Abraham
2 Davina Yang Sinis + Visual
3 Jangan Macam-macam
4 Hanya Anak Seorang Supir
5 Kerja Sama Yang Baik
6 Kata Putus
7 Langit Samudra Arishandi
8 Davina Dan Samudra
9 Sugar Daddy?
10 Rencana Licik Caca
11 Sikap Santai Davina
12 Semakin Buruk
13 Bersatu
14 Kedatangan Andita
15 Tamu Spesial
16 Kuasa Davina
17 Orang Berduit Itu Bahaya
18 Bertemu Lagi
19 Membasmi Ular Betina
20 Cari Jodoh
21 Taman Kota
22 Jalan Bersama
23 Ternyata Seorang Model
24 Jauh Di Atasnya
25 Badaaas!
26 Mengganggu Pikiran
27 Harus Segera Menikah Pokoknya
28 Jebakan Mama Andien
29 Rencana Berhasil
30 Perhatian Calon Suami
31 Bukan Menye-menye
32 Keterkejutan Paman Zainal
33 Setara
34 Gadis Pemberani
35 Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36 Mengikuti Davina
37 Masih Jadi Penguntit
38 Senjata Makan Tuan
39 Pewaris Bukan Perintis
40 Gadis Luar Biasa
41 Davin Pulang
42 Rencana Yang Gagal
43 Jantung Yang Tidak Aman
44 Menuju Hari H
45 Akhirnya SAH
46 Melawan Davina Itu Kesalahan
47 Drama Di Malam Pertama
48 Pagi Pertama
49 Kepanasan
50 Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51 Davina Di Lawan
52 Di Serang Ya, Serang Balik
53 Serangan Dari Sam
54 Pertunangan Gio Dan Caca
55 Perdebatan
56 Permintaan Maaf Caca
57 Merasa Muak
58 Nasihat Vania Untul Valia
59 Davina Itu Baik
60 Sekretaris Genit
61 Membasmi Hama
62 Sabar Berakhir Berkah
63 Nasihat Samudra
64 Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65 Kekecewaan Valia
66 Kesedihan Valia
67 Sikap Kasar Gio
68 Bocil Tapi Senior
69 Buaya Di Kadalin
70 Tidak Salah Sasaran
71 Keputusan Caca
72 Istri Itu Lebih Penting
73 Kedatangan Mahasiswa Baru
74 Sikap Cuek Valia
75 Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76 Baru Menyadari
77 Hasutan Andita
78 Video Viral
79 Kebimbangan Valia
80 Kedekatan Caca Dan Aresh
81 Kangen...
82 Di Manja Suami
83 Meyakinkan Valia
84 Usaha Ryan
85 Sepupu Samudra
86 Davina Selalu Menang
87 Si Rubah Licik
88 Aku Pernah Jahat (Caca)
89 Ungkapan Hati Ryan
90 Ajakan Leo
91 Demi Cinta
92 Menyelamatkan Valia
93 Masih Harus Berjuang
94 Kasih Paham
95 Sudah Berpawang
96 Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97 Saling Mencintai
98 Lamaran Di Terima..
99 Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100 Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101 Di Ramaikan
102 Anniversary Pertama
103 Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104 Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105 Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106 Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107 Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Davina Anggraini Abraham
2
Davina Yang Sinis + Visual
3
Jangan Macam-macam
4
Hanya Anak Seorang Supir
5
Kerja Sama Yang Baik
6
Kata Putus
7
Langit Samudra Arishandi
8
Davina Dan Samudra
9
Sugar Daddy?
10
Rencana Licik Caca
11
Sikap Santai Davina
12
Semakin Buruk
13
Bersatu
14
Kedatangan Andita
15
Tamu Spesial
16
Kuasa Davina
17
Orang Berduit Itu Bahaya
18
Bertemu Lagi
19
Membasmi Ular Betina
20
Cari Jodoh
21
Taman Kota
22
Jalan Bersama
23
Ternyata Seorang Model
24
Jauh Di Atasnya
25
Badaaas!
26
Mengganggu Pikiran
27
Harus Segera Menikah Pokoknya
28
Jebakan Mama Andien
29
Rencana Berhasil
30
Perhatian Calon Suami
31
Bukan Menye-menye
32
Keterkejutan Paman Zainal
33
Setara
34
Gadis Pemberani
35
Rencana Pertunangan Gio Dan Caca
36
Mengikuti Davina
37
Masih Jadi Penguntit
38
Senjata Makan Tuan
39
Pewaris Bukan Perintis
40
Gadis Luar Biasa
41
Davin Pulang
42
Rencana Yang Gagal
43
Jantung Yang Tidak Aman
44
Menuju Hari H
45
Akhirnya SAH
46
Melawan Davina Itu Kesalahan
47
Drama Di Malam Pertama
48
Pagi Pertama
49
Kepanasan
50
Bertolak Belakang ( Ryan & Valia )
51
Davina Di Lawan
52
Di Serang Ya, Serang Balik
53
Serangan Dari Sam
54
Pertunangan Gio Dan Caca
55
Perdebatan
56
Permintaan Maaf Caca
57
Merasa Muak
58
Nasihat Vania Untul Valia
59
Davina Itu Baik
60
Sekretaris Genit
61
Membasmi Hama
62
Sabar Berakhir Berkah
63
Nasihat Samudra
64
Godaan Istri Dua Puluh Tahun
65
Kekecewaan Valia
66
Kesedihan Valia
67
Sikap Kasar Gio
68
Bocil Tapi Senior
69
Buaya Di Kadalin
70
Tidak Salah Sasaran
71
Keputusan Caca
72
Istri Itu Lebih Penting
73
Kedatangan Mahasiswa Baru
74
Sikap Cuek Valia
75
Mulai Ingin Tahu (Ryan)
76
Baru Menyadari
77
Hasutan Andita
78
Video Viral
79
Kebimbangan Valia
80
Kedekatan Caca Dan Aresh
81
Kangen...
82
Di Manja Suami
83
Meyakinkan Valia
84
Usaha Ryan
85
Sepupu Samudra
86
Davina Selalu Menang
87
Si Rubah Licik
88
Aku Pernah Jahat (Caca)
89
Ungkapan Hati Ryan
90
Ajakan Leo
91
Demi Cinta
92
Menyelamatkan Valia
93
Masih Harus Berjuang
94
Kasih Paham
95
Sudah Berpawang
96
Menjalin Hubungan Baru (Gio)
97
Saling Mencintai
98
Lamaran Di Terima..
99
Bab 99 Dunia Tak Selebar Daun Kelor
100
Promo Novel Baru : Cinta Untuk Cinderella (Kisah Davin)
101
Di Ramaikan
102
Anniversary Pertama
103
Davina (Bukan Gadis Biasa) End
104
Promo Novel Baru: Dylan & Marissa (Bukan Antagonis)
105
Promo Novel Baru : Bukan Suami Rahasia
106
Promo Novel Baru: Marwa ( Istri Tangguh Tuan Rayyan )
107
Promo Novel Baru: Mutiara Hati Ghazi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!