Menempati Raga Elvera

Lyara menatap ke arah seorang pria yang kini tengah duduk di sofa. Kedua kakinya bersilang santai, sementara lengannya terhampar di sandaran dengan sikap tenang yang anehnya justru memancarkan wibawa kuat. Kemeja hitam yang dikenakannya terbuka di bagian atas, memperlihatkan sedikit kulit d4danya yang bidang.

Pandangan Lyara seolah terperangkap di sana, pada sosok itu. Pria tampan itu ... sungguh membuat jantungnya berdebar tanpa alasan yang jelas.

"Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya, tapi kenapa jantungku terus berdebar kencang? Apakah ini yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama pada suami orang? Atau ... ini perasaan si pemilik tubuh ini?" batin Lyara, mencoba berpikir jernih di tengah kegelisahannya.

“Rencana apa lagi yang sedang kau pikirkan, hah?” Suara berat pria itu memecah lamunan Lyara, membuatnya terlonjak kaget.

“Rencana apa? Baru juga bangun tidur,” balas Lyara asal, berusaha menutupi kegugupan yang merayap.

Pria itu mengerutkan kening dalam. Tatapannya tajam, seolah mencoba membaca isi kepala Lyara. “Ada yang salah dengan otakmu?”

“Enggak ada, aku masih waras Om,” jawab Lyara spontan.

“Om?” alis pria itu terangkat tinggi. “Om?! Elvera! Apa yang sedang kau rencanakan lagi, hah? Jangan bilang kamu jadi gila setelah bangun tidur!” Nada suaranya meninggi, memancarkan frustasi yang nyata.

“Masalah apa lagi yang kau buat kali ini?!”

Lyara hanya bisa terdiam. Ia menggenggam ujung dressnya erat-erat, tubuhnya menegang. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana menghadapi situasi ini. Semua terasa asing, bahkan tubuh yang ia tempati pun bukan miliknya sendiri.

Pria itu berdiri, langkahnya berat dan mendekat. Bayangan tubuhnya yang tegap menutupi cahaya lampu, membuat Lyara merasa terpojok. “Jangan buat aku semakin marah El,” bisiknya pelan tapi tegas, suaranya berat dan dalam. “Aku akan mengabulkan keinginanmu ... jika memang itu yang kamu mau.”

Tanpa menunggu jawaban, pria itu berbalik dan pergi, meninggalkan Lyara yang masih terpaku di tempat. D4da Lyara terasa sesak, seperti direemas dari dalam. Ia tidak tahu apa yang baru saja terjadi, tapi perasaannya kacau.

"Apakah pria itu benar-benar ... suami Elvera? Setampan itu ... tapi tutur katanya begitu tajam," gumamnya dalam hati, mencoba mencerna situasi yang tak masuk akal ini.

Sementara itu, pria bernama Theodore Lorenzo itu melangkah masuk ke ruang kerjanya. Ia berdiri di depan jendela besar, menatap rembulan yang tergantung indah di langit malam. Tapi pikirannya jauh dari tenang. Wajahnya tegang, sorot matanya dingin namun menyimpan gejolak yang sulit dijelaskan.

Tok! Tok!

“Masuk,” ucapnya singkat, tanpa menoleh.

Seorang wanita paruh baya masuk dengan langkah ragu. “Tuan Theo, saya menemukan botol ini lagi di kamar Nyonya. Beliau belum keluar kamar sejak kemarin siang.”

Theodore menoleh perlahan, menatap pembantunya dengan sorot mata tajam. Ia mengambil botol itu dari tangan si wanita dan memperhatikannya. “Obat tidur,” gumamnya lirih. Genggamannya menguat. Rahangnya menegang.

“Jadi ini, El? Kau benar-benar tak akan berhenti menyakiti dirimu sendiri sampai aku menceraikanmu?”

Ia mengembuskan napas panjang, lalu berjalan menuju meja kerjanya. Di sana, ia duduk dan menarik selembar berkas dari dalam map. Dengan tangan bergetar, ia mengambil pena, lalu menorehkan tanda tangannya pada kertas itu.

Namun, sesaat setelah tinta mengering di atas kertas, d4danya terasa berat. Ia menutup mata, menarik napas panjang seolah mencoba menenangkan badai di dalam dirinya.

“Tuan,” panggil Bi Nina pelan, “Nyonya ... tampak aneh setelah bangun tidur.”

Theo membuka mata. “Aneh? Maksudmu?”

“Iya, Tuan. Seperti kehilangan ingatan. Biasanya beliau marah kalau saya membangunkannya, tapi tadi ... beliau justru tampak bingung, seperti orang linglung. Apa mungkin beliau overdosis obat tidur?”

Theo menatap botol itu lagi, alisnya berkerut dalam. “Linglung? Bersikap aneh?” batinnya. “Tapi itu bukan efek samping obat ini,” gumamnya.

.

.

.

.

Keesokan paginya, Lyara memberanikan diri keluar kamar. Rumah itu begitu besar dan sepi, udara paginya terasa kaku dan berjarak. Ia melangkah menuju dapur, di mana beberapa wanita paruh baya tengah sibuk memasak.

Ketika ia berdehem pelan, ketiganya sontak menoleh dan seketika, suasana berubah kacau. Mereka tampak panik, seperti ketakutan akan sesuatu yang tak terlihat.

“Maaf, Nyonya! Sebentar lagi sarapan akan kami siapkan! Maafkan kami, kami terlambat bangun!” ujar salah satu dari mereka, suaranya bergetar.

Lyara melirik jam dinding. “Baru jam tujuh pagi, kok sudah panik begitu? Tenang saja. Apa yang bisa aku bantu?”

“JANGAN!” seru ketiganya serentak, membuat Lyara tertegun.

“Kenapa? Aku bisa masak, kok,” ucapnya bingung.

Bi Nina melangkah maju, menunduk takut. “A-aanuu .... nanti tangan Nyonya terluka. Kami akan siapkan semuanya, janji ... lima menit lagi.”

Lyara hanya menghela napas. Ia kemudian mendekati panci di atas kompor, mencicipi kuah sup yang baru matang. “Ladanya kurang,” gumamnya, lalu dengan spontan menambahkan bumbu lain, tangannya cekatan seperti seorang koki profesional.

Ketiga wanita itu mel0ng0 melihatnya. Biasanya, Elvera tak pernah menyentuh dapur, apalagi tersenyum seperti itu.

“Coba ini,” Lyara menyendokkan sup dan menyuapkannya pada Bi Nina. Dengan ragu, wanita itu mencicipinya dan matanya langsung membesar.

“Ini ... enak sekali!” serunya tak percaya.

Lyara tersenyum puas. “Benar, kan? Aku memang jago masak walau masih kecil eh, maksudku ... wanita cantik sepertiku harus bisa masak!” ujarnya, cepat-cepat meralat ucapannya. Ketiganya tertawa kecil, untuk pertama kalinya melihat sisi lembut sang Nyonya.

Tiba-tiba, terdengar suara lembut dari arah pintu. “Bi Ninaa ... cucu Eila mana? Kok belum di bawa ke kamal?"

Seorang gadis kecil muncul dengan rambut acak-acakan, mengenakan piyama kebesaran. Bi Nina segera menyerahkan botol susu padanya.

"Makacih," ucapnya. Namun, langkah kecil anak itu terhenti ketika sudut matanya melihat Lyara di dapur. Matanya membesar, wajahnya memucat. Ia langsung menoleh cepat menatap Lyara yang tersenyum gemas menatapnya.

“Mama lampiiil cudah tibaa,” gumamnya ketakutan, sebelum berlari sekencang mungkin ke arah kamar. Bahkan, ia hampir menabrak pintu.

Lyara tertegun. “Lampil? Apa itu artinya?” tanyanya bingung. Tapi ketiga wanita di dapur hanya terdiam, wajah mereka kaku.

Lyara membatin lirih sambil berlikir keras. “Segalak apa sih Elvera ini sampai semua orang di rumah takut padanya? Jangan-jangan ... dia psikopat?”

Ia menatap bayangan dirinya di permukaan sendok, wajah cantik dengan tatapan dingin memantul balik. “Atau mungkin ... srigala dalam wujud manusia? Tapi enggak ada taringnya kok,”

Sementara ketiga wanita paruh baya itu menatap bingung pada Lyara yang berkaca pada sendok sambil memegangi wajahnya dengan gerakan aneh.

_______________________________

Maaaap lama yah munculnya😆

Gimana perasaannya setelah sampai sini🤩

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

bisa²y s' Ntoon gak ngasih notif

2025-11-04

8

sleepyhead

sleepyhead

Seruuuuu👏👏 ini request yg br dikabulkan otor, sukak banyak banyak 🤩

Genre fantasi emang juara sih, subgenre fiksi yang spesifik yg melibatkan elemen-elemen supernatural, magis, or unreal. genre Fantasi emg dunia yang ga ada dalam kenyataan uniknya disini nih selalu ada intrik ilusi , dengan makhluk-makhluk mitos, sihir, or teknologi yg jauh dunia nyata.osooom lah otor nya 🤗

2025-11-05

3

A.R

A.R

kn biasanx klau perpindahan jiwa kyk gini pasti ada ingatan2 dari pemilik tubuh ngk kyk org bdoh ngk ngerti apa2

2025-12-04

1

lihat semua
Episodes
1 Luka Yang Tak Pernah Di Pahami
2 Raga yang Berbeda
3 Menempati Raga Elvera
4 Penolakan Awal
5 Kejanggalan
6 Bibit Perusak
7 Perkataan Pedas Istri Sah
8 Senyum Berbeda Di Wajah Yang Sama
9 Hilang
10 Sandi Ponsel
11 Memberi Pilihan
12 Jangan Katakan Cerai~
13 Ketegasan Theo
14 Seorang Ibu Masih Butuh Ibu
15 Pembelaan Dian
16 Godaan Istri
17 Sedikit Mencair
18 Serangan Manis Suami
19 Luluhnya Hati Keisya
20 Siapa Kamu?
21 Pria Asing
22 Amarah Theodore
23 Kamu Tidak Percaya?
24 Selamatkan Jantung Ini~
25 Raga Yang Berbeda
26 Pacaran Ala Suami Istri
27 Si Manja
28 Ketegasan Theo
29 Di Labraak
30 Aku Bukan Elvera
31 Bantu Aku, Theo
32 Kesepakatan
33 Hari Pertama Ei Sekolah
34 Hari Baru
35 Nama Yang Teringat
36 Sudah Lepas KB?
37 Lukisan Sepi
38 Pesona Suami Orang
39 Jiwa Asli Menolak Kembali
40 Mike, Dia Mengenalku
41 Raga Yang Tidak Lagi Ada
42 Tangis Yang Pecah
43 Apa Yang Tersisa Dariku Sekarang?
44 Pengakuan Theodore
45 Kapan Dia Kembali ~
46 Kasih Yang Tak Lepas
47 Pasar
48 Hangat ~
49 Theodore Sakit
50 Mie Instan
51 Tragedi Resto
52 Istri Sah Pemenangnya~
53 Mulai Sensitif
54 Tragedi
55 Kehamilan Yang Rentan
56 Karena Sekarang, Dia Putriku
57 Cuami Baluuuu~
58 Telur Gosong
59 Cinta Pertama Theodore
60 Buka Bajumu!
61 Perhatian Suami
62 USG
63 Aku Mencintaimu~
64 Semakin Tanpa Jarak
65 Merajuk
66 Mempertahankan
67 Kekesalan Eira
68 Salah Tingkah
69 Pentas Eira
70 Papa Dengal lah~
71 Diary Elvera
72 Sebuah Pertanyaan Berat
73 Ketakutan Lyara
74 Mie Malam
75 Olahraga Rutin Bumil
76 Boy Or Girl?
77 Merasakan Yang Sama
78 Keputusan Lyara
79 Beban Yang Terangkat
80 Berita Tak Baik
81 Kelahiran Baby Boy
82 Boy Rakha Lorenzo
83 Pemulihan
84 Kedatangan Daven
85 Perdebatan Tegang Ayah Dan Anak
86 Pulang
87 Kepintaran Eira Bikin Orang Tua Waspada
88 Keanehan Yang Terjadi
89 Bryan Sadar
90 Kamu Harus Tetap Disini~
91 Jiwa Elvera
92 Cincin Istimewa
93 Jangan Pernah Berubah, Ma
94 Perubahan Lyara
95 Tingkah Aneh Lyara
96 Bukan Mama Ei!
97 Bukan Lyara, Bukan Elvera, Siapa Dia?
98 Jawaban Di Penghujung Pertanyaan
99 Benda Yang Terikat
100 Rencana Theodore
101 Sanatas
102 Kehangatan Yang Dirindukan
103 Kehangatan
104 Dua Tahun Berlalu
105 Merasa Familiar
106 Pertemuan Terakhir (End)
107 MAFIA, BODEL TERBARU
Episodes

Updated 107 Episodes

1
Luka Yang Tak Pernah Di Pahami
2
Raga yang Berbeda
3
Menempati Raga Elvera
4
Penolakan Awal
5
Kejanggalan
6
Bibit Perusak
7
Perkataan Pedas Istri Sah
8
Senyum Berbeda Di Wajah Yang Sama
9
Hilang
10
Sandi Ponsel
11
Memberi Pilihan
12
Jangan Katakan Cerai~
13
Ketegasan Theo
14
Seorang Ibu Masih Butuh Ibu
15
Pembelaan Dian
16
Godaan Istri
17
Sedikit Mencair
18
Serangan Manis Suami
19
Luluhnya Hati Keisya
20
Siapa Kamu?
21
Pria Asing
22
Amarah Theodore
23
Kamu Tidak Percaya?
24
Selamatkan Jantung Ini~
25
Raga Yang Berbeda
26
Pacaran Ala Suami Istri
27
Si Manja
28
Ketegasan Theo
29
Di Labraak
30
Aku Bukan Elvera
31
Bantu Aku, Theo
32
Kesepakatan
33
Hari Pertama Ei Sekolah
34
Hari Baru
35
Nama Yang Teringat
36
Sudah Lepas KB?
37
Lukisan Sepi
38
Pesona Suami Orang
39
Jiwa Asli Menolak Kembali
40
Mike, Dia Mengenalku
41
Raga Yang Tidak Lagi Ada
42
Tangis Yang Pecah
43
Apa Yang Tersisa Dariku Sekarang?
44
Pengakuan Theodore
45
Kapan Dia Kembali ~
46
Kasih Yang Tak Lepas
47
Pasar
48
Hangat ~
49
Theodore Sakit
50
Mie Instan
51
Tragedi Resto
52
Istri Sah Pemenangnya~
53
Mulai Sensitif
54
Tragedi
55
Kehamilan Yang Rentan
56
Karena Sekarang, Dia Putriku
57
Cuami Baluuuu~
58
Telur Gosong
59
Cinta Pertama Theodore
60
Buka Bajumu!
61
Perhatian Suami
62
USG
63
Aku Mencintaimu~
64
Semakin Tanpa Jarak
65
Merajuk
66
Mempertahankan
67
Kekesalan Eira
68
Salah Tingkah
69
Pentas Eira
70
Papa Dengal lah~
71
Diary Elvera
72
Sebuah Pertanyaan Berat
73
Ketakutan Lyara
74
Mie Malam
75
Olahraga Rutin Bumil
76
Boy Or Girl?
77
Merasakan Yang Sama
78
Keputusan Lyara
79
Beban Yang Terangkat
80
Berita Tak Baik
81
Kelahiran Baby Boy
82
Boy Rakha Lorenzo
83
Pemulihan
84
Kedatangan Daven
85
Perdebatan Tegang Ayah Dan Anak
86
Pulang
87
Kepintaran Eira Bikin Orang Tua Waspada
88
Keanehan Yang Terjadi
89
Bryan Sadar
90
Kamu Harus Tetap Disini~
91
Jiwa Elvera
92
Cincin Istimewa
93
Jangan Pernah Berubah, Ma
94
Perubahan Lyara
95
Tingkah Aneh Lyara
96
Bukan Mama Ei!
97
Bukan Lyara, Bukan Elvera, Siapa Dia?
98
Jawaban Di Penghujung Pertanyaan
99
Benda Yang Terikat
100
Rencana Theodore
101
Sanatas
102
Kehangatan Yang Dirindukan
103
Kehangatan
104
Dua Tahun Berlalu
105
Merasa Familiar
106
Pertemuan Terakhir (End)
107
MAFIA, BODEL TERBARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!