Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir

Ye Fan tetap meringkuk, menggigil di bawah akar pohon tua itu. Dinginnya embun malam bercampur dengan panasnya api yang masih membakar puing-puing Klan Ye. Suara dentingan pedang dan teriakan telah lama mereda, meninggalkan keheningan yang jauh lebih menakutkan—keheningan kematian.

Pikiran Ye Fan kalut, berputar-putar seperti angin puyuh. Matanya yang merah dan bengkak menatap ke kejauhan. Siapa mereka? Kenapa mereka sekuat itu?

Gumaman pahit keluar dari bibirnya yang kering, mengurai struktur kekuatan yang selama ini ia kenal, kini terasa begitu kecil dan rapuh.

Mereka … mereka semua berada di tingkat Pendekar Ahli, pikirnya, mengingat kecepatan dan Tenaga Dalam musuh. Bahkan, setidaknya ada lima orang di tahap Ahli Puncak. Ayah, seorang Ahli Menengah, tidak mungkin menang.

Ye Fan mengingat kembali pelajaran bela diri dari tetua klan, informasi yang kini menjadi pedoman untuk perjalanannya yang tak terhindarkan. Dunia persilatan terbagi dalam delapan tingkatan utama, delapan Ranah Pendekar, yang masing-masingnya terbagi lagi menjadi tiga tahap: Awal, Menengah, dan Puncak.

Delapan Ranah Pendekar itu adalah:

Pendekar Murid (Disciple)

Pendekar Perunggu (Bronze)

Pendekar Perak (Silver)

Pendekar Emas (Gold)

Pendekar Ahli (Expert)

Pendekar Naga (Dragon)

Pendekar Suci (Sacred)

Pendekar Dewa (God)

Pada usia lima belas tahun, Ye Fan yang berada di Pendekar Perak Tahap Menengah sudah dianggap keajaiban di Kota Pelangi. Namun, di hadapan dua puluh Pendekar Ahli, kekuatannya hanyalah lelucon yang menyedihkan. Pendekar Ahli berada dua ranah penuh di atasnya. Kekuatan itu adalah jarak antara surga dan neraka.

Air mata Ye Fan mengering, digantikan oleh pertanyaan yang menusuk: Mengapa Klan Ye, yang dikenal dengan para Ahli Pedang berbakat, tidak pernah diserang sekejam ini sebelumnya?

Jawabannya muncul, membawa rasa pahit dan kesedihan mendalam.

Itu karena Leluhur Klan Ye.

Klan Ye sebelumnya dilindungi oleh kehadiran Leluhur mereka, seorang sosok yang menakutkan di wilayah tersebut. Leluhur Ye adalah seorang Pendekar yang telah mencapai Ranah Naga Awal, sebuah kekuatan yang cukup untuk membuat sekte-sekte kelas satu pun berpikir dua kali sebelum mencari masalah. Ranah Naga—hanya satu tingkat di atas Ranah Ahli—sudah mewakili kekuatan yang dapat mendominasi sebuah wilayah.

Namun, usia Leluhur tak bisa dibohongi.

Beberapa bulan lalu, terjadi upaya pencurian yang gagal terhadap Pedang Giok Langit oleh beberapa Pendekar Ahli. Leluhur Ye berhasil mengusir mereka, tetapi dalam prosesnya, Leluhur terluka parah. Karena usianya yang sudah sangat tua, penyembuhan menjadi lambat. Kabar tentang Leluhur Klan Ye yang sakit parah dan hampir mencapai akhir usianya mulai tersebar melalui desas-desus di dunia persilatan bawah.

Itulah pemicu utamanya. Klan Ye hanyalah klan kelas tiga biasa; pusaka Tingkat Legendaris seperti Pedang Giok Langit hanya bisa mereka pertahankan selama Leluhur mereka berdiri tegak. Begitu kabar kelemahan menyebar, sekumpulan serigala jahat langsung menyerbu. Mereka tahu, jika Leluhur Klan Ye itu lumpuh, maka Klan Ye tidak memiliki perlawanan.

Kemarahan menggelegak di dada Ye Fan. Bukan hanya dendam, tetapi rasa pengkhianatan terhadap dunia.

Ye Fan menunggu hingga fajar menyingsing, ketika langit mulai berubah abu-abu dan api telah mereda menjadi asap. Dengan langkah gemetar, ia merangkak keluar dari persembunyiannya. Ia harus melihat, ia harus tahu.

Ia pertama kali mencari ibunya, Xuan Yi. Ia mengikuti jejak kaki yang samar ke arah hutan yang lebih dalam, tempat ia mendengar teriakan terakhir. Di bawah pohon pinus yang hangus, ia menemukan ibunya. Tubuh Xuan Yi terbaring tak bernyawa, dadanya dihiasi luka pedang fatal. Wajahnya damai, seolah ia telah menyelesaikan tugas terpenting dalam hidupnya: memastikan Ye Fan selamat.

Ye Fan berlutut, memeluk tubuh ibunya yang dingin, air mata yang sudah habis kini mengalir lagi, deras. Ia menangis tanpa suara, hanya isak tangis yang tertahan yang mengguncang tubuhnya.

Setelah ia berhasil memaksa dirinya melepaskan tubuh ibunya, ia kembali ke reruntuhan klan. Pemandangan di sana mengerikan. Mayat-mayat berserakan, murid-murid klan, tetua, semuanya terbaring kaku. Di tengah puing-puing, ia menemukan ayahnya, Ye Zhang, tewas dengan Pedang Giok Langit telah direbut dari tangannya.

Duka yang tak tertahankan itu kini berubah menjadi kekosongan yang dingin.

Dengan kekuatan yang tersisa dari tubuhnya yang lelah, Ye Fan mulai bekerja. Ia tidak bisa meninggalkan mereka tergeletak begitu saja. Di halaman belakang kediaman utama, tempat dulu ia berlatih jurus pedang, Ye Fan menggali tanah. Ia menggunakan sekop yang ia temukan dari gudang yang tidak terbakar.

Satu per satu, ia mengangkut dan menguburkan mereka. Ia menguburkan para tetua, para murid, dan akhirnya, ia meletakkan tubuh kedua orang tuanya, Ye Zhang dan Xuan Yi, bersebelahan di lubang kubur yang paling besar dan dalam. Ia bekerja tanpa henti, dari pagi hingga matahari tepat berada di atas kepala, hingga siang hari tiba.

Ketika gundukan tanah terakhir terbentuk, Ye Fan terduduk di samping gundukan itu, tubuhnya penuh lumpur dan darah kering.

Ia menundukkan kepalanya, suaranya parau, namun janji yang ia ucapkan begitu kuat hingga mengguncang jiwa:

"Ayah ... Ibu ... Kalian mengorbankan segalanya untukku. Mulai hari ini, aku, Ye Fan, bukan lagi anak berbakat Klan Ye. Aku adalah iblis yang hidup hanya untuk satu tujuan."

Ye Fan memejamkan mata, wajahnya keras.

"Aku bersumpah demi langit dan bumi. Aku akan menembus semua delapan Ranah Pendekar. Aku akan menemukan para pendekar Jubah Hitam itu, siapa pun di belakang mereka. Dan aku akan membawa kembali Pedang Giok Langit."

Aku akan membalas dendam atas kehancuran Klan Ye! Aku akan membunuh mereka semua!

...

Setelah menguburkan keluarganya dan mengucapkan sumpah balas dendam, Ye Fan memaksa tubuhnya yang sakit untuk bangkit. Masih ada satu tugas yang harus ia selesaikan sebelum meninggalkan tempat ini selamanya: mengumpulkan perbekalan.

Ia kembali menuju reruntuhan kediaman utama, mencari jalur rahasia menuju Ruang Harta bawah tanah Klan Ye. Ye Fan tahu letaknya, karena sebagai putra Kepala Klan, ia pernah diperlihatkan jalur itu oleh ayahnya. Ruangan itu dirancang agar tahan api dan tersembunyi jauh di bawah fondasi batu.

Sebelum menguburkan Ye Zhang, Ye Fan telah mengambil cincin sederhana yang melingkar di jari ayahnya. Cincin itu adalah kunci ke ruangan harta, sekaligus—yang lebih penting—sebuah Cincin Ruang yang sangat berharga. Klan Ye hanya mampu memiliki satu, dan cincin itu hanya bisa diakses oleh Kepala Klan.

Dengan hati-hati, Ye Fan menemukan lempengan batu yang berfungsi sebagai pintu rahasia. Ia meletakkan cincin ayahnya di sebuah celah tersembunyi, dan seketika, lempengan batu itu bergeser, membuka kegelapan di bawahnya. Aroma dingin, logam, dan kertas kuno langsung menyergap indra Ye Fan.

Ruangan harta itu tidak terlalu besar, tetapi cukup padat. Rak-rak kayu penuh dengan kotak-kotak giok, gulungan kulit, dan tumpukan koin emas yang berkilauan. Pemandangan kekayaan ini, yang dulunya merupakan kebanggaan klan, kini terasa hampa di mata Ye Fan.

"Aku tidak butuh kemewahan, aku hanya butuh kekuatan untuk bertahan," gumamnya dingin.

Ye Fan bergerak cepat dan efisien, hanya mengambil barang-barang yang paling penting untuk perjalanannya. Pertama, ia mengumpulkan semua uang. Di hadapannya terdapat tumpukan koin perak dan emas yang menggunung. Ye Fan mengambil semua koin emas, yang jumlahnya lebih dari seribu koin emas—jumlah yang fantastis, cukup untuk hidup mewah selama bertahun-tahun bagi keluarga biasa. Ia menyimpannya dalam Cincin Ruang ayahnya.

Setelah itu, ia memilih senjata. Pedang Giok Langit telah hilang, dan Ye Fan tidak berani menggunakan pedang yang terlalu mencolok. Ia mengambil tiga bilah pedang baja biasa yang tersimpan rapi, sekadar senjata cadangan yang tidak menarik perhatian.

Fokus utamanya adalah manual teknik. Ia menyisihkan manual bela diri tingkat rendah dan menengah, mencari sesuatu yang bisa ia latih dalam waktu singkat dan tersembunyi. Matanya tertuju pada sebuah gulungan kuno dengan ilustrasi petir yang samar: "Pedang Halilintar."

Pedang Halilintar: Teknik serangan cepat yang menggunakan energi kilat spiritual untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan tebasan. Cocok untuk pendekar yang mengutamakan kecepatan.

Ye Fan menyimpan manual itu ke dalam Cincin Ruang, bersama dengan beberapa ramuan penyembuh tingkat rendah, dan beberapa set pakaian bersih yang gelap dan tertutup. Cincin Ruang itu, yang kini melingkari jarinya, berisi seluruh warisan Klan Ye.

Setelah membersihkan ruangan harta, Ye Fan menutup pintu batu itu, menyembunyikannya kembali di bawah reruntuhan.

Saat matahari mulai tergelincir, Ye Fan sudah berdiri di gerbang Kota Pelangi. Ia mengenakan pakaian yang benar-benar menutupi identitasnya. Topi jerami baru menutupi wajahnya hingga ke dagu, dan jubah abu-abu polos menyembunyikan siluet tubuhnya yang muda. Ia tampak seperti seorang pendekar pengembara biasa.

Berjalan melalui pusat Kota Pelangi adalah ujian bagi hatinya.

Desas-desus berterbangan di udara seperti lalat di atas bangkai. Di setiap kedai teh dan restoran, para penduduk berbicara tentang satu hal: Keruntuhan Klan Ye.

"Klan Ye? Hanya tersisa abu. Mereka dibakar habis dalam semalam!"

"Aku dengar itu karena pusaka Pedang Giok Langit. Mereka tidak pantas memilikinya."

"Aku dengar Kepala Klan Ye Zhang dan istrinya tewas. Bahkan anak ajaib mereka, Ye Fan, mungkin sudah mati. Klan Ye sudah menjadi sejarah."

Setiap kata adalah tusukan pisau. Para pedagang, penduduk, dan bahkan beberapa murid sekte kecil yang dulu menunduk padanya, kini membicarakannya dengan nada menghina dan gembira. Mereka tidak tahu bahwa "aib klan" itu, yang dianggap mati, sedang berjalan di tengah-tengah mereka.

Ye Fan mengepalkan tangannya di balik jubah, kukunya menusuk telapak tangannya. Dia tidak menoleh, tidak bereaksi. Kemarahan yang membakar di dadanya tidak perlu dilampiaskan melalui kata-kata, tetapi melalui aksi.

Biarkan mereka mencemooh. Biarkan mereka bergosip.

Kalian semua yang meremehkan, suatu hari nanti akan gemetar mendengar namaku.

Ia keluar dari Kota Pelangi tanpa sekalipun menoleh ke belakang. Matanya menatap ke satu arah: cakrawala Barat Daya.

Tujuannya adalah Pegunungan Binatang Buas.

Pegunungan itu adalah wilayah yang luas dan berbahaya, dipenuhi oleh binatang buas ajaib yang memiliki Inti Jiwa di dalam tubuh mereka—sumber daya vital untuk kultivasi, penempaan pil, dan pertukaran mata uang di dunia persilatan.

Bagi Ye Fan, tempat itu adalah sekolah baru, tempat pelatihannya, dan tempat di mana ia bisa berburu inti jiwa untuk membiayai jalannya menuju kekuatan. Di sana, di tengah bahaya, ia akan menempa dirinya sendiri.

Aku akan kembali. Dan saat aku kembali, seluruh Kota Pelangi akan gemetar mendengar namaku.

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Ceritanya diawal sudah menarik 👍👍👍

2025-12-15

1

Mommy Dza

Mommy Dza

Pemilihan kata katanya bagus Thor 👍💪🔥🔥

2026-01-03

0

yos helmi

yos helmi

😄😄😄😄

2026-06-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2 Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3 Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4 Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5 Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6 Bab 6: Pendekar Emas Awal
7 Bab 7: Ji Ping
8 Bab 8: Kota Awan
9 Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10 Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11 Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12 Bab 12: Aku Akan Ikut
13 Bab 13: Turnamen Dimulai
14 Bab 14: Penilaian Ye Fan
15 Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16 Bab 16: Final Yang Menentukan
17 Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18 Bab 18: Perpisahan
19 Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20 Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21 Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22 Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23 Bab 23: Munculnya Harta
24 Bab 24: Pedang Ini Milikku
25 Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26 Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27 Bab 27: Berbeda Tujuan
28 Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29 Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30 Bab 30: Tiba Di Ibukota
31 Bab 31: Kakek Tua Misterius
32 Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33 Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34 Bab 34: Paviliun Harta Karun
35 Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36 Bab 36: Kelompok Elang Besi
37 Bab 37: Jenderal Lu Bu
38 Bab 38 : Masalah Baru
39 Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40 Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41 Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42 Bab 42: Bukit Duri
43 Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44 Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45 Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46 Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47 Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48 Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49 Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50 Bab 50: Master Bing
51 Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52 Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53 Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54 Bab 54: Kekhawatiran
55 Bab 55: Bertemu Kembali
56 Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57 Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58 Bab 58: Malam Ke-30
59 Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60 Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61 Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62 Bab 62: Zhu Kun
63 Bab 63: Merobek Langit
64 Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65 Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66 Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67 Bab 67: Perjalanan Baru
68 Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69 Bab 69: Mendapatkan Informasi
70 Bab 70: Pergerakan Baru
71 Bab 71: Menerima Tawaran
72 Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73 Bab 73: Turunnya Salju
74 Bab 74: Naga Yang Terbangun
75 Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76 Bab 76: Aliansi Sementara
77 Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78 Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79 Bab 79: Pembagian Hasil
80 Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81 Bab 81: Pembuktian
82 Bab 82: Terobosan Ye Fan
83 Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84 Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85 Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86 Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87 Bab 87: Sorakan
88 Bab 88: Kembali Ke Sekte
89 Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90 Bab 90: Kepergian Ye Fan
91 Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92 Bab 92: Keputusan Berat
93 Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94 Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95 Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96 Bab 96: Klan Zhou
97 Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98 Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99 Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100 Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101 Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102 Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103 Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104 Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105 Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106 Bab 106: Menuju Ibukota
107 Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108 Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109 Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110 Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111 Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112 Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113 Bab 113: 3 Monster
114 Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115 Bab 115: Pertaruhan Kecil
116 Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117 Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118 Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119 Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120 Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121 Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122 Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123 Bab 123: Kesepakatan Sementara
124 Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125 Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126 Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127 Bab 127: Kepergian
128 Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129 Bab 129: Tetua Dong
130 Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131 Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132 Bab 132: Gunung Azure
133 Bab 133: 8 Sosok Misterius
134 Bab 134: Motif Penyerangan
135 Bab 135: Sekte Naga Biru
136 Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137 Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138 Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139 Bab 139: Kekacauan
140 Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141 Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142 Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143 Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144 Bab 144: Pengorbanan
145 Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146 Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147 Bab 147: Menyapu Bersih
148 Bab 148: Aura Membunuh
149 Bab 149: Memulai Kembali
150 Bab 150: Dimensi Naga Langit
151 Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152 Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153 Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154 Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155 Bab 155: Malam Yang Tenang
156 Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157 Bab 157: Ujian Langit
158 Bab 158: Kembali
159 Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160 Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161 Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162 Bab 162: Penghormatan Terakhir
163 Bab 163: Yan Tianlong
164 Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165 Bab 165: Api Emas
166 Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167 Bab 167: Yun Zhong
168 Bab 168: Keputusan Lin Lin
169 Bab 169: Kita Mulai
170 Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171 Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172 Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173 Bab 173: Tahap Puncak
174 Bab 174: Hasil Akhir
175 Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2
Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3
Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4
Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5
Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6
Bab 6: Pendekar Emas Awal
7
Bab 7: Ji Ping
8
Bab 8: Kota Awan
9
Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10
Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11
Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12
Bab 12: Aku Akan Ikut
13
Bab 13: Turnamen Dimulai
14
Bab 14: Penilaian Ye Fan
15
Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16
Bab 16: Final Yang Menentukan
17
Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18
Bab 18: Perpisahan
19
Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20
Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21
Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22
Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23
Bab 23: Munculnya Harta
24
Bab 24: Pedang Ini Milikku
25
Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26
Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27
Bab 27: Berbeda Tujuan
28
Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29
Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30
Bab 30: Tiba Di Ibukota
31
Bab 31: Kakek Tua Misterius
32
Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33
Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34
Bab 34: Paviliun Harta Karun
35
Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36
Bab 36: Kelompok Elang Besi
37
Bab 37: Jenderal Lu Bu
38
Bab 38 : Masalah Baru
39
Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40
Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41
Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42
Bab 42: Bukit Duri
43
Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44
Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45
Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46
Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47
Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48
Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49
Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50
Bab 50: Master Bing
51
Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52
Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53
Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54
Bab 54: Kekhawatiran
55
Bab 55: Bertemu Kembali
56
Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57
Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58
Bab 58: Malam Ke-30
59
Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60
Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61
Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62
Bab 62: Zhu Kun
63
Bab 63: Merobek Langit
64
Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65
Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66
Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67
Bab 67: Perjalanan Baru
68
Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69
Bab 69: Mendapatkan Informasi
70
Bab 70: Pergerakan Baru
71
Bab 71: Menerima Tawaran
72
Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73
Bab 73: Turunnya Salju
74
Bab 74: Naga Yang Terbangun
75
Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76
Bab 76: Aliansi Sementara
77
Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78
Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79
Bab 79: Pembagian Hasil
80
Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81
Bab 81: Pembuktian
82
Bab 82: Terobosan Ye Fan
83
Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84
Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85
Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86
Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87
Bab 87: Sorakan
88
Bab 88: Kembali Ke Sekte
89
Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90
Bab 90: Kepergian Ye Fan
91
Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92
Bab 92: Keputusan Berat
93
Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94
Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95
Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96
Bab 96: Klan Zhou
97
Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98
Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99
Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100
Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101
Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102
Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103
Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104
Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105
Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106
Bab 106: Menuju Ibukota
107
Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108
Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109
Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110
Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111
Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112
Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113
Bab 113: 3 Monster
114
Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115
Bab 115: Pertaruhan Kecil
116
Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117
Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118
Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119
Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120
Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121
Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122
Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123
Bab 123: Kesepakatan Sementara
124
Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125
Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126
Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127
Bab 127: Kepergian
128
Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129
Bab 129: Tetua Dong
130
Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131
Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132
Bab 132: Gunung Azure
133
Bab 133: 8 Sosok Misterius
134
Bab 134: Motif Penyerangan
135
Bab 135: Sekte Naga Biru
136
Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137
Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138
Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139
Bab 139: Kekacauan
140
Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141
Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142
Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143
Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144
Bab 144: Pengorbanan
145
Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146
Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147
Bab 147: Menyapu Bersih
148
Bab 148: Aura Membunuh
149
Bab 149: Memulai Kembali
150
Bab 150: Dimensi Naga Langit
151
Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152
Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153
Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154
Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155
Bab 155: Malam Yang Tenang
156
Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157
Bab 157: Ujian Langit
158
Bab 158: Kembali
159
Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160
Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161
Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162
Bab 162: Penghormatan Terakhir
163
Bab 163: Yan Tianlong
164
Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165
Bab 165: Api Emas
166
Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167
Bab 167: Yun Zhong
168
Bab 168: Keputusan Lin Lin
169
Bab 169: Kita Mulai
170
Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171
Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172
Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173
Bab 173: Tahap Puncak
174
Bab 174: Hasil Akhir
175
Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!