Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api

Pagi itu, udara di Pegunungan Binatang Buas terasa segar dan murni. Ye Fan melompat ke atas dahan pohon tertinggi, membiarkan tubuhnya yang kini padat (Tulang Beruang) menyerap energi pagi. Ia kini adalah Pendekar Perak Puncak, tetapi dengan fondasi yang kokoh, ia merasa siap menghadapi Binatang Buas Tingkat 4 (setara Pendekar Emas) yang berada di lereng tengah.

Inti Jiwa Tingkat 4 harusnya cukup untuk membawaku ke Ranah Emas, pikirnya, membiarkan kebenciannya menjadi pemandu.

Saat ia bersiap melompat lebih jauh ke dalam hutan, telinganya yang tajam menangkap suara yang asing dan keras, bukan lolongan binatang buas, melainkan dentingan baja dan ledakan energi spiritual—suara pertempuran manusia.

Ye Fan segera menggunakan Teknik Meringankan Tubuh yang disempurnakan. Ia bergerak seperti bayangan di antara kanopi pohon, cepat dan nyaris tanpa suara.

Jarak beberapa ratus meter di depannya, ia menemukan sumber kekacauan. Di sebuah area terbuka yang penuh dengan bekas-bekas tebasan pedang dan hangus, empat sosok sedang bertarung dengan sengit, dua lawan dua.

Ye Fan bersembunyi di balik sebatang pohon besar, matanya menyipit saat mengamati simbol di jubah mereka.

Dua orang, yang jubahnya berwarna putih kebiruan, mengenakan simbol pedang melingkari giok.

"Sekte Pedang Giok..." Gumaman pahit lolos dari bibir Ye Fan. Sekte dengan nama yang sama dengan tempat ia diusir dan dicemooh—namun, ini adalah salah satu Sekte Kelas Satu di seluruh Kekaisaran Tang, pilar aliran putih dan penjaga kedamaian utama.

Musuh mereka, dua pria berjubah hitam dengan lambang iblis yang menyeramkan, adalah anggota Sekte Iblis Surgawi, sekte gelap Kelas Satu yang terkenal karena kekejaman dan ambisi mereka.

Pertarungan itu sangat brutal. Energi pedang berbenturan dengan aura iblis. Ye Fan, dengan mata Pendekar Perak Puncak-nya, dapat memperkirakan kekuatan mereka: Keempatnya berada di Ranah Pendekar Emas Puncak!

Keempatnya bertarung untuk sesuatu yang vital. Ye Fan menguping percakapan mereka yang diselingi benturan pedang.

"...Serahkan manual Pemurnian Tubuh itu, dan kami akan membiarkan kalian mati dengan cepat!" raung salah satu Iblis Surgawi.

"Mimpi! Kitab kuno itu harus dijaga agar tidak jatuh ke tangan kotor sekte iblis!" balas salah satu Pendekar Sekte Pedang Giok.

Mata Ye Fan langsung membelalak. Manual Pemurnian Tubuh ... Mereka mencari Kitab Pemurnian Langit! Dan ... kolam spiritual?

Jika kedua Sekte Kelas Satu mencari Kolam Spiritual Langit dan Kitab Pemurnian Langit, itu berarti keberuntungan yang ia temukan adalah harta yang sangat langka dan memiliki risiko bahaya tingkat tinggi.

Ye Fan tahu ia harus mengambil keputusan cepat. Ia bisa lari dan kembali ke guanya yang kini sudah menjadi zona konflik. Atau...

Ia melihat dua Pendekar Sekte Pedang Giok itu terdesak. Meskipun mereka adalah orang-orang yang telah membuat dia merasakan pengalaman pahit sebelumnya, akan tetapi mereka tidak ada hubungannya dengan kehancuran Klan Ye-nya. Namun, Sekte Iblis Surgawi ... mereka jelas merupakan perwujudan kegelapan yang menghancurkan kedamaian, sama seperti para Jubah Hitam.

Para Jubah Hitam itu ... pasti berafiliasi dengan sekte seperti Sekte Iblis Surgawi.

"Baik. Aku akan membantumu, Sekte Pedang Giok. Karena kau adalah musuh dari musuhku," janji Ye Fan dalam hati, kebenciannya menjadi pemandu moralnya.

Ye Fan menarik pedang baja biasa dari pinggangnya, mengabaikan fakta bahwa ia adalah Pendekar Perak Puncak yang akan menyerang empat Pendekar Emas Puncak. Ia memiliki fondasi Tulang Beruang dan Pedang Halilintar yang baru disempurnakan.

Ia mengaktifkan Teknik Meringankan Tubuh ke batas maksimal. Ye Fan bergerak. Ia bukan lagi manusia; ia adalah kilat yang tersembunyi, memanfaatkan setiap titik buta dan celah yang tercipta dari pertempuran sengit Pendekar Emas.

Serang titik terlemah saat mereka sibuk dengan serangan frontal!

Ye Fan memilih target yang paling dekat dengan kegelapan. Ia melompat dari pohon, bukan ke arah pertempuran, melainkan melompat dari tebing terdekat, menggunakan lompatan itu untuk menghasilkan kecepatan tertinggi.

Dalam sepersekian detik, ia berada tepat di belakang salah satu Pendekar Sekte Iblis Surgawi. Pedangnya, yang kini dilapisi Tenaga Dalam yang murni dan terkompresi, bergerak dalam garis yang sempurna.

Jurus Pedang Halilintar!

CRASH!

Jurus itu sangat cepat sehingga nyaris tidak terlihat. Pedang baja itu menghantam punggung Pendekar Iblis Surgawi itu. Serangan itu tidak dimaksudkan untuk membunuh, melainkan untuk melumpuhkan. Meskipun Tulang Beruangnya memberikan kekuatan yang luar biasa, Ranah Emas Puncak bukanlah target yang mudah.

Pedang itu berhasil menembus lapisan pelindung Tenaga Dalam lawan, menciptakan luka tebasan yang dalam dan mematahkan beberapa tulang rusuknya.

"ARGH!" raung Pendekar Sekte Iblis Surgawi itu, terkejut dan kesakitan, terhuyung-huyung ke depan.

Tiga Pendekar lainnya—terkejut bukan main. Seorang Pendekar Emas Puncak dilukai oleh serangan mendadak yang begitu cepat sehingga mereka tidak sempat bereaksi!

Inilah momen yang ditunggu oleh dua Pendekar Sekte Pedang Giok. Mereka melihat kesempatan yang diciptakan oleh intervensi yang misterius ini.

"SEKARANG!" teriak salah satu murid Pedang Giok.

Kedua murid Sekte Pedang Giok segera melepaskan dua serangan terkuat mereka: tebasan pedang yang mematikan yang menargetkan dua Pendekar Iblis Surgawi yang kini dalam posisi defensif dan terkejut.

Dua Pendekar Iblis Surgawi itu tidak punya waktu untuk merespons serangan itu. Mereka terkena serangan telak di dada, seketika membuat mereka terhuyung dan roboh, darah menyembur keluar.

Dalam sekejap mata, pertempuran berakhir. Dua Pendekar Emas Puncak dari Sekte Iblis Surgawi tewas di tanah, dan satu terluka parah.

Ye Fan, tanpa menunggu pengakuan, segera menarik diri kembali ke kegelapan hutan.

Saat kedua Pendekar Sekte Pedang Giok itu sibuk memeriksa kondisi musuh dan mencari tahu siapa pahlawan misterius mereka, Ye Fan sudah jauh. Ia tidak menunggu ucapan terima kasih atau pertanyaan. Kecepatan Teknik Meringankan Tubuh-nya yang disempurnakan selama sebulan membuatnya mampu menghilang dalam sekejap, kembali menyatu dengan hutan.

Penting untuk tidak menarik perhatian lebih jauh, pikir Ye Fan. Jika mereka tahu aku memiliki Kitab Pemurnian Langit dan telah menggunakan Kolam Spiritual Langit, aku akan menjadi target Sekte Kelas Satu. Aku harus bergerak sendiri.

Tujuan utamanya kembali berburu: Inti Jiwa Tingkat 4.

Ye Fan menghabiskan seharian penuh mendaki ke zona yang lebih tinggi, tetapi pencariannya dipenuhi frustrasi. Ia hanya menemukan Binatang Buas Tingkat 2 dan Tingkat 3 yang tidak akan memberinya kemajuan signifikan. Jika ia memaksa naik lebih jauh, ia berisiko bertemu dengan Binatang Buas Tingkat 5—setara dengan Pendekar Ahli—dan itu sama saja dengan bunuh diri bagi Pendekar Perak Puncak.

Sambil menghela napas, ia memutuskan untuk kembali ke gua malam itu untuk beristirahat. Ia harus merencanakan strategi yang lebih baik.

Ketika senja berubah menjadi kegelapan malam, dan bulan mulai bersinar redup di antara kanopi pohon, ia mendengar suara derap langkah berat di depannya. Aroma belerang dan daging panggang yang samar menusuk hidungnya.

Hatinya berdebar kencang, bukan karena takut, melainkan karena kegembiraan seorang pemburu.

Dari balik semak belukar yang terbakar di pinggir jalannya, seekor binatang buas mengerikan muncul: Singa Api.

Singa itu berukuran dua kali lipat Singa biasa, dengan surai yang terdiri dari api oranye yang berkedip-kedip. Mata Singa Api itu memancarkan aura ganas dan kekuatan yang nyata.

Binatang Buas Tingkat 4!

Level 4 menandai lompatan besar dalam kekuatan, karena ia adalah Tingkat Binatang Buas pertama yang secara alami memiliki Kekuatan Elemen. Sama seperti Pendekar Manusia yang biasanya membangkitkan kekuatan elemen (api, air, angin, tanah) setelah mencapai Ranah Pendekar Emas Awal, Singa Api ini telah memadukan api ke dalam serangannya.

Ye Fan tahu ini adalah pertarungan hidup atau mati yang akan menguras seluruh kekuatannya.

Roarr!

Singa Api itu meraung, dan semburan api kecil segera mengikuti. Ye Fan, tanpa ragu, melompat ke belakang, menggunakan Teknik Meringankan Tubuh-nya untuk bergerak dengan kecepatan tertinggi.

Pertarungan dimulai dengan Ye Fan bermain defensif. Ia membiarkan Singa Api menyerang lebih dulu, mengamati ritme dan pola serangannya. Setiap serangan cakaran Singa Api dilapisi dengan aura api, memaksa Ye Fan untuk tidak hanya menghindari cakaran fisik, tetapi juga gelombang panas yang mengikutinya. Beberapa kali, panas itu terlalu cepat, meninggalkan luka bakar yang menyakitkan di lengan dan bahu Ye Fan.

Kelemahannya ... kekuatannya luar biasa, tapi ia bergantung pada ledakan api yang besar, pikir Ye Fan, menghindar dari semburan api yang menghanguskan pohon di belakangnya.

Ye Fan kemudian menerapkan strateginya: pengorbanan untuk momen.

Ia melemparkan salah satu pedang baja miliknya. Singa Api itu, mengira itu adalah serangan, menyambut pedang itu dengan raungan dan mengayunkan cakarnya yang berapi-api. Pedang itu hancur dan meleleh seketika. Momen itulah yang Ye Fan cari.

Dalam sepersekian detik Singa Api mengira ia telah menghancurkan senjatanya, Ye Fan muncul dari sisi kiri. Ye Fan melancarkan serangan balasan dengan pedang baja kedua. Serangan itu cepat, tetapi Singa Api itu juga cepat. Singa itu hanya mampu menghindar sedikit, tetapi cakarnya berhasil menyabet bahu Ye Fan.

Darah menyembur. Ye Fan merasakan sakit yang tajam dari sayatan kuku dan rasa panas yang menyengat dari elemen api Singa Api. Namun, luka itu tidak parah, berkat ketahanan luar biasa dari Tulang Beruang miliknya. Tubuhnya, meskipun terluka, tidak hancur.

Ye Fan menyadari bahwa pedang baja biasa tidak akan menembus kulit Singa Api. Ia harus mengumpulkannya menjadi satu serangan mematikan.

Ia mengambil pedang baja ketiga, satu-satunya yang tersisa pedang yang dia simpan di Cincin Ruang.

Singa Api, marah karena darahnya tertumpah dan terganggu oleh serangan yang mengejutkan itu, kini menyerang dengan gila-gilaan, menyemburkan bola api besar.

Ye Fan melemparkan pedang baja ketiga ke arah Singa Api, kali ini bukan sebagai serangan, melainkan sebagai pengalih perhatian. Singa Api fokus pada pedang itu, menghancurkannya dengan semburan api.

Peluang Satu Kali Serangan:

Inilah momennya. Seluruh fokus Singa Api tertuju pada api yang menghancurkan pedang.

Ye Fan melepaskan semua kekuatan Pendekar Perak Puncak yang dipadukan dengan fondasi Tulang Beruang miliknya. Pedangnya yang terakhir dikeluarkan dari Cincin Ruang.

Jurus Pedang Halilintar!

Kali ini, seluruh Tenaga Dalam Ye Fan dipadatkan ke ujung pedang. Pedang itu berderu dengan suara frekuensi tinggi, menciptakan kilatan cahaya biru-putih singkat di tengah kegelapan.

Kecepatan adalah segalanya. Ye Fan menyerbu Singa Api sebelum ia sempat menyelesaikan semburan apinya. Pedang itu menembus kulit tebal, melewati jantung binatang buas itu, dan berakhir di sisi satunya.

Singa Api itu berhenti. Api di surainya meredup. Ia roboh ke tanah, tubuhnya mengejang, sebelum akhirnya terdiam sepenuhnya.

Ye Fan terengah-engah, tubuhnya bersandar di pohon terdekat. Ia babak belur, pakaiannya robek, dan luka bakar di lengannya terasa panas menyengat.

Dia telah berhasil. Harga yang harus dibayar adalah darah dan tiga pedang baja miliknya.

Dengan langkah gontai, ia mendekati bangkai Singa Api. Dengan pisau kecilnya, ia dengan hati-hati mengeluarkan Inti Jiwa. Di tangannya, Inti Jiwa Tingkat 4 itu bersinar merah menyala, memancarkan energi panas yang kuat.

"Pendekar Emas ... kini aku datang," desis Ye Fan, memasukkan Inti Jiwa itu ke dalam Cincin Ruangnya dan menyeret tubuhnya kembali ke gua.

Terpopuler

Comments

asri_hamdani

asri_hamdani

belum ada penjelasan tentang ini

2026-01-08

2

Mommy Dza

Mommy Dza

Semangat trus author 👍💪🔥

2026-01-03

1

Nanik S

Nanik S

Lanjutkan Tor

2025-12-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2 Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3 Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4 Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5 Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6 Bab 6: Pendekar Emas Awal
7 Bab 7: Ji Ping
8 Bab 8: Kota Awan
9 Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10 Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11 Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12 Bab 12: Aku Akan Ikut
13 Bab 13: Turnamen Dimulai
14 Bab 14: Penilaian Ye Fan
15 Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16 Bab 16: Final Yang Menentukan
17 Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18 Bab 18: Perpisahan
19 Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20 Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21 Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22 Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23 Bab 23: Munculnya Harta
24 Bab 24: Pedang Ini Milikku
25 Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26 Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27 Bab 27: Berbeda Tujuan
28 Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29 Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30 Bab 30: Tiba Di Ibukota
31 Bab 31: Kakek Tua Misterius
32 Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33 Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34 Bab 34: Paviliun Harta Karun
35 Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36 Bab 36: Kelompok Elang Besi
37 Bab 37: Jenderal Lu Bu
38 Bab 38 : Masalah Baru
39 Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40 Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41 Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42 Bab 42: Bukit Duri
43 Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44 Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45 Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46 Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47 Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48 Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49 Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50 Bab 50: Master Bing
51 Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52 Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53 Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54 Bab 54: Kekhawatiran
55 Bab 55: Bertemu Kembali
56 Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57 Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58 Bab 58: Malam Ke-30
59 Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60 Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61 Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62 Bab 62: Zhu Kun
63 Bab 63: Merobek Langit
64 Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65 Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66 Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67 Bab 67: Perjalanan Baru
68 Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69 Bab 69: Mendapatkan Informasi
70 Bab 70: Pergerakan Baru
71 Bab 71: Menerima Tawaran
72 Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73 Bab 73: Turunnya Salju
74 Bab 74: Naga Yang Terbangun
75 Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76 Bab 76: Aliansi Sementara
77 Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78 Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79 Bab 79: Pembagian Hasil
80 Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81 Bab 81: Pembuktian
82 Bab 82: Terobosan Ye Fan
83 Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84 Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85 Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86 Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87 Bab 87: Sorakan
88 Bab 88: Kembali Ke Sekte
89 Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90 Bab 90: Kepergian Ye Fan
91 Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92 Bab 92: Keputusan Berat
93 Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94 Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95 Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96 Bab 96: Klan Zhou
97 Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98 Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99 Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100 Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101 Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102 Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103 Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104 Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105 Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106 Bab 106: Menuju Ibukota
107 Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108 Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109 Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110 Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111 Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112 Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113 Bab 113: 3 Monster
114 Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115 Bab 115: Pertaruhan Kecil
116 Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117 Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118 Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119 Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120 Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121 Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122 Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123 Bab 123: Kesepakatan Sementara
124 Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125 Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126 Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127 Bab 127: Kepergian
128 Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129 Bab 129: Tetua Dong
130 Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131 Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132 Bab 132: Gunung Azure
133 Bab 133: 8 Sosok Misterius
134 Bab 134: Motif Penyerangan
135 Bab 135: Sekte Naga Biru
136 Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137 Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138 Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139 Bab 139: Kekacauan
140 Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141 Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142 Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143 Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144 Bab 144: Pengorbanan
145 Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146 Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147 Bab 147: Menyapu Bersih
148 Bab 148: Aura Membunuh
149 Bab 149: Memulai Kembali
150 Bab 150: Dimensi Naga Langit
151 Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152 Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153 Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154 Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155 Bab 155: Malam Yang Tenang
156 Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157 Bab 157: Ujian Langit
158 Bab 158: Kembali
159 Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160 Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161 Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162 Bab 162: Penghormatan Terakhir
163 Bab 163: Yan Tianlong
164 Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165 Bab 165: Api Emas
166 Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167 Bab 167: Yun Zhong
168 Bab 168: Keputusan Lin Lin
169 Bab 169: Kita Mulai
170 Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171 Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172 Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173 Bab 173: Tahap Puncak
174 Bab 174: Hasil Akhir
175 Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2
Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3
Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4
Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5
Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6
Bab 6: Pendekar Emas Awal
7
Bab 7: Ji Ping
8
Bab 8: Kota Awan
9
Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10
Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11
Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12
Bab 12: Aku Akan Ikut
13
Bab 13: Turnamen Dimulai
14
Bab 14: Penilaian Ye Fan
15
Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16
Bab 16: Final Yang Menentukan
17
Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18
Bab 18: Perpisahan
19
Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20
Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21
Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22
Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23
Bab 23: Munculnya Harta
24
Bab 24: Pedang Ini Milikku
25
Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26
Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27
Bab 27: Berbeda Tujuan
28
Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29
Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30
Bab 30: Tiba Di Ibukota
31
Bab 31: Kakek Tua Misterius
32
Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33
Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34
Bab 34: Paviliun Harta Karun
35
Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36
Bab 36: Kelompok Elang Besi
37
Bab 37: Jenderal Lu Bu
38
Bab 38 : Masalah Baru
39
Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40
Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41
Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42
Bab 42: Bukit Duri
43
Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44
Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45
Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46
Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47
Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48
Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49
Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50
Bab 50: Master Bing
51
Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52
Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53
Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54
Bab 54: Kekhawatiran
55
Bab 55: Bertemu Kembali
56
Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57
Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58
Bab 58: Malam Ke-30
59
Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60
Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61
Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62
Bab 62: Zhu Kun
63
Bab 63: Merobek Langit
64
Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65
Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66
Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67
Bab 67: Perjalanan Baru
68
Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69
Bab 69: Mendapatkan Informasi
70
Bab 70: Pergerakan Baru
71
Bab 71: Menerima Tawaran
72
Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73
Bab 73: Turunnya Salju
74
Bab 74: Naga Yang Terbangun
75
Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76
Bab 76: Aliansi Sementara
77
Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78
Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79
Bab 79: Pembagian Hasil
80
Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81
Bab 81: Pembuktian
82
Bab 82: Terobosan Ye Fan
83
Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84
Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85
Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86
Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87
Bab 87: Sorakan
88
Bab 88: Kembali Ke Sekte
89
Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90
Bab 90: Kepergian Ye Fan
91
Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92
Bab 92: Keputusan Berat
93
Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94
Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95
Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96
Bab 96: Klan Zhou
97
Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98
Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99
Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100
Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101
Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102
Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103
Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104
Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105
Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106
Bab 106: Menuju Ibukota
107
Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108
Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109
Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110
Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111
Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112
Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113
Bab 113: 3 Monster
114
Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115
Bab 115: Pertaruhan Kecil
116
Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117
Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118
Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119
Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120
Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121
Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122
Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123
Bab 123: Kesepakatan Sementara
124
Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125
Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126
Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127
Bab 127: Kepergian
128
Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129
Bab 129: Tetua Dong
130
Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131
Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132
Bab 132: Gunung Azure
133
Bab 133: 8 Sosok Misterius
134
Bab 134: Motif Penyerangan
135
Bab 135: Sekte Naga Biru
136
Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137
Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138
Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139
Bab 139: Kekacauan
140
Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141
Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142
Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143
Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144
Bab 144: Pengorbanan
145
Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146
Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147
Bab 147: Menyapu Bersih
148
Bab 148: Aura Membunuh
149
Bab 149: Memulai Kembali
150
Bab 150: Dimensi Naga Langit
151
Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152
Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153
Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154
Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155
Bab 155: Malam Yang Tenang
156
Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157
Bab 157: Ujian Langit
158
Bab 158: Kembali
159
Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160
Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161
Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162
Bab 162: Penghormatan Terakhir
163
Bab 163: Yan Tianlong
164
Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165
Bab 165: Api Emas
166
Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167
Bab 167: Yun Zhong
168
Bab 168: Keputusan Lin Lin
169
Bab 169: Kita Mulai
170
Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171
Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172
Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173
Bab 173: Tahap Puncak
174
Bab 174: Hasil Akhir
175
Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!