Pendekar Pedang Halilintar

Pendekar Pedang Halilintar

Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye

Di jantung Benua Bintang Biru, terhampar sebuah permata kecil yang dikenal sebagai Kota Pelangi. Kota ini tidak sebesar metropolis utama, namun memiliki reputasi unik: ia adalah rumah bagi Klan Ye, sebuah klan bela diri kelas tiga yang namanya terkenal karena keahlian pedang mereka.

Klan Ye hidup dalam ketenangan, kemakmuran yang mereka dapatkan dari keringat dan disiplin keras di jalur persilatan.

Di antara sekian banyak murid yang diasuh, tak ada yang lebih cemerlang selain putra dari Kepala Klan, Ye Fan. Pada usia lima belas tahun, ketika teman sebayanya baru berjuang mencapai Ranah Pendekar Perunggu Tahap Menengah atau Puncak, Ye Fan telah melangkah jauh, mencapai Ranah Pendekar Perak Tahap Menengah.

Bakatnya adalah pedang itu sendiri, mengalir di nadinya, menjanjikan masa depan yang gemilang. Namun, bakat yang terlalu cemerlang sering kali menarik perhatian yang salah, memupuk cemburu yang kelak akan menjadi bara api.

Klan Ye dipimpin oleh Kepala Klan, Ye Zhang, seorang pria dengan aura tenang namun tatapan tajam yang mencerminkan penguasaan pedang tingkat tinggi.

Di sisinya, berdiri sang istri, Xuan Yi, wanita anggun yang menjadi pilar emosional keluarga. Meskipun Klan Ye hanya Klan kelas tiga, mereka memiliki satu rahasia yang melampaui status mereka: sebuah pusaka yang diwariskan turun-temurun, sebuah pedang yang dijaga dengan nyawa, dikenal sebagai Pedang Giok Langit.

Pedang Giok Langit bukanlah pedang biasa. Konon, ia ditempa dari batu Giok yang jatuh dari langit, mengandung energi murni yang mampu membelah awan.

Pusaka ini tergolong Tingkat Legendaris, sebuah harta yang tak ternilai dan hanya dimiliki oleh beberapa sekte terkuat di benua itu. Keberadaan pedang ini adalah berkah sekaligus kutukan, sebuah magnet yang menarik serangga ganas dari kegelapan.

Malam itu, bulan bersinar penuh, membuat atap-atap berubin Klan Ye berkilauan keperakan. Angin malam berhembus pelan, membawa aroma wangi bunga dari taman. Semua tampak damai.

Namun, kedamaian itu hanyalah selimut tipis.

Tiba-tiba, kedamaian itu terkoyak oleh suara gemuruh dan pekikan nyaring.

"SERANGAN! KITA DISERANG!"

Bumi bergetar. Lampu-lampu minyak di kediaman utama menyala terang, menerangi puluhan bayangan yang melompat dari kegelapan, melintasi tembok tinggi klan.

Mereka bukan sekadar perampok biasa. Mereka adalah sekelompok orang misterius, semuanya mengenakan jubah hitam yang menutupi tubuh mereka dari kepala hingga kaki, dengan topi jerami yang merunduk menutupi wajah. Mereka bergerak dengan keheningan mematikan dan kecepatan yang menakutkan, ciri khas Pendekar Tingkat Ahli.

"Mereka datang untuk Pedang Giok Langit!" teriak Ye Zhang, suaranya dipenuhi amarah dan kepanikan.

Ye Zhang segera bergegas menuju Aula Pusaka. Ketika dia muncul kembali di halaman utama, Pedang Giok Langit telah berada di genggamannya. Pedang itu, yang biasanya terlihat seperti giok putih yang tenang, kini memancarkan cahaya biru kehijauan yang intens, membelah kegelapan malam.

Ye Zhang, dengan Pedang Giok Langit, tampak seperti dewa perang yang marah. Dia menghadapi kelompok musuh yang berjumlah dua puluh Pendekar Ahli.

"Siapa kalian! Beraninya kalian menyerang Klan Ye!?" raung Ye Zhang, sabetan pedangnya menciptakan gelombang energi Giok yang membelah batu.

Salah satu Jubah Hitam yang tampak seperti pemimpin, yang berdiri di barisan belakang tanpa topi jerami, tertawa dingin. Tawa itu serak dan hampa, menggema di malam hari.

"Kepala Klan Ye Zhang ... Serahkan Pedang Giok Langit, dan kami akan meninggalkan kerangka yang utuh bagi Klan Ye. Melawan kami, dan malam ini Klan Ye akan musnah dari muka bumi."

"Mimpi!" balas Ye Zhang. Dia tahu, mereka yang menginginkan pusaka Tingkat Legendaris tidak akan pernah meninggalkan saksi.

Pertempuran pun meletus. Ye Zhang, menggunakan energi yang tersisa dari warisan Pedang Giok Langit, mampu menahan serangan gabungan dari dua Pendekar Ahli terkuat.

Namun, dua delapan belas Pendekar Ahli lainnya menyebar, menyerbu murid-murid Klan Ye yang sebagian besar hanya berada di Ranah Perunggu atau Murid. Jeritan kesakitan, bunyi dentingan logam, dan aroma darah memenuhi udara.

Ini bukanlah pertarungan. Ini adalah pembantaian.

Di tengah kekacauan itu, Ye Fan terseret oleh ibunya, Xuan Yi, yang wajahnya pucat pasi namun matanya penuh tekad. Ye Fan, meskipun seorang Pendekar Perak, tidak mampu melawan begitu banyak ahli.

"Fan'er! Dengarkan Ibu!" desis Xuan Yi, saat mereka berlari menuju batas belakang klan, di mana Hutan Terlarang berada. "Kamu harus hidup! Kamu adalah harapan terakhir Klan Ye! Kamu harus membalas dendam ini!"

Ye Fan, yang menyaksikan bagaimana darah mengotori halaman, bagaimana tubuh pamannya roboh, dan bagaimana ayahnya berjuang mati-matian, merasakan ketakutan dan keputusasaan yang meremas ususnya.

"Ibu, Ayah ... Bagaimana dengan Ayah?" suara Ye Fan bergetar.

"Ayahmu adalah Kepala Klan! Tugasnya adalah melindungi Klan! Dan tugas Ibu sekarang adalah menyelamatkanmu!"

Mereka tiba di perbatasan hutan. Xuan Yi mendorong Ye Fan ke dalam rimbunnya semak belukar yang gelap.

"JANGAN PERNAH KELUAR! JANGAN BERSUARA! Apapun yang terjadi, kamu harus tetap bersembunyi!" perintah Xuan Yi, dengan suara yang dipaksakan agar tetap tegas.

"Ibu! Jangan tinggalkan aku!" Ye Fan meraih lengan ibunya, air mata membasahi wajahnya.

Xuan Yi dengan lembut melepaskan genggaman putranya. Dia mengeluarkan selembar jubah dari balik pakaiannya dan melemparkannya ke arah yang berlawanan dari Ye Fan, menjauh ke dalam hutan yang lebih dalam.

"Pedang Giok Langit ada di tangan kami! Kejar aku jika kalian menginginkannya!" teriak Xuan Yi dengan suara keras, yang dia paksa agar terdengar nyaring dan panik, seolah-olah dia membawa pusaka itu.

Beberapa siluet Jubah Hitam yang mengejar mereka, yang sempat terpecah, kini mengarahkan pengejaran mereka ke arah suara Xuan Yi yang menjauh. Xuan Yi telah membuat dirinya menjadi umpan. Pengorbanan yang disengaja.

Ye Fan, tersentak, hanya bisa melihat punggung ibunya yang menjauh dan menghilang di antara pepohonan yang gelap. Ia bersembunyi di bawah sebuah pohon tua raksasa yang akarnya menjorok ke tanah, menciptakan ruang kecil yang tersembunyi.

Di bawah pohon itu, Ye Fan meringkuk. Hatinya seperti dicabik-cabik. Beberapa menit kemudian, dia mendengar suara pertempuran yang jauh, diikuti oleh jeritan pilu yang hanya bisa dia kenali sebagai jeritan ibunya. Jeritan itu cepat meredup, digantikan oleh keheningan yang dingin dan mematikan.

Napas Ye Fan tercekat. Dia ingin berlari, dia ingin berteriak, tapi kata-kata ibunya, "JANGAN PERNAH KELUAR," bagaikan mantra yang mengunci tubuhnya.

Dari tempat persembunyiannya, melalui celah semak, Ye Fan bisa melihat ke arah kediaman Klan Ye. Langit malam tidak lagi diterangi oleh bulan, melainkan oleh warna oranye kemerahan yang mengerikan. Api! Seluruh Klan Ye terbakar.

Tiba-tiba, sebuah cahaya keperakan yang cemerlang melesat tinggi ke udara dari pusat api. Cahaya itu diikuti oleh suara hantaman benda keras dan teriakan kesakitan yang terakhir. Ye Fan tahu, itu adalah ayahnya, Ye Zhang. Itu adalah cahaya terakhir Pedang Giok Langit.

Tak lama kemudian, sebuah bayangan hitam melompat tinggi. Di tangan bayangan itu, Pedang Giok Langit kini tampak seperti mainan. Bayangan itu mendarat di atas atap yang terbakar, mengamati kehancuran di bawahnya sejenak, lalu melesat pergi menuju kegelapan timur, membawa pusaka Tingkat Legendaris itu.

Suara mereka menghilang. Api masih menjilat, mengubah Kota Pelangi yang damai menjadi mercusuar tragedi. Ye Fan sendirian. Dia adalah satu-satunya yang tersisa. Air mata mengalir deras di pipinya, bukan lagi karena ketakutan, tetapi karena rasa sakit yang membeku dan kebencian yang baru lahir.

Klan Ye, dalam satu malam, telah musnah. Ayahnya, sang Kepala Klan, dan ibunya, Xuan Yi, telah mengorbankan diri mereka demi kelangsungan hidupnya.

Bersembunyi di bawah akar pohon tua, dengan bau asap dan darah yang menempel di udara, Ye Fan menggigit bibirnya hingga berdarah. Dia mendongak ke langit yang dipenuhi asap.

Ibu ... Ayah ... maafkan aku. Aku benar-benar anak yang tidak berbakti!

Mulai malam itu, Ye Fan bukan lagi anak ajaib dari Klan Ye. Dia adalah Anak Yatim Piatu dari Klan yang Hancur, membawa dendam seberat langit di pundaknya.

Terpopuler

Comments

yos helmi

yos helmi

👍👍👍👍

2026-06-30

0

Ambrosius Nagang

Ambrosius Nagang

p

2026-05-31

0

Ambrosius Nagang

Ambrosius Nagang

p

2026-05-14

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2 Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3 Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4 Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5 Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6 Bab 6: Pendekar Emas Awal
7 Bab 7: Ji Ping
8 Bab 8: Kota Awan
9 Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10 Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11 Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12 Bab 12: Aku Akan Ikut
13 Bab 13: Turnamen Dimulai
14 Bab 14: Penilaian Ye Fan
15 Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16 Bab 16: Final Yang Menentukan
17 Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18 Bab 18: Perpisahan
19 Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20 Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21 Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22 Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23 Bab 23: Munculnya Harta
24 Bab 24: Pedang Ini Milikku
25 Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26 Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27 Bab 27: Berbeda Tujuan
28 Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29 Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30 Bab 30: Tiba Di Ibukota
31 Bab 31: Kakek Tua Misterius
32 Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33 Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34 Bab 34: Paviliun Harta Karun
35 Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36 Bab 36: Kelompok Elang Besi
37 Bab 37: Jenderal Lu Bu
38 Bab 38 : Masalah Baru
39 Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40 Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41 Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42 Bab 42: Bukit Duri
43 Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44 Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45 Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46 Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47 Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48 Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49 Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50 Bab 50: Master Bing
51 Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52 Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53 Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54 Bab 54: Kekhawatiran
55 Bab 55: Bertemu Kembali
56 Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57 Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58 Bab 58: Malam Ke-30
59 Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60 Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61 Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62 Bab 62: Zhu Kun
63 Bab 63: Merobek Langit
64 Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65 Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66 Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67 Bab 67: Perjalanan Baru
68 Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69 Bab 69: Mendapatkan Informasi
70 Bab 70: Pergerakan Baru
71 Bab 71: Menerima Tawaran
72 Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73 Bab 73: Turunnya Salju
74 Bab 74: Naga Yang Terbangun
75 Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76 Bab 76: Aliansi Sementara
77 Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78 Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79 Bab 79: Pembagian Hasil
80 Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81 Bab 81: Pembuktian
82 Bab 82: Terobosan Ye Fan
83 Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84 Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85 Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86 Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87 Bab 87: Sorakan
88 Bab 88: Kembali Ke Sekte
89 Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90 Bab 90: Kepergian Ye Fan
91 Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92 Bab 92: Keputusan Berat
93 Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94 Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95 Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96 Bab 96: Klan Zhou
97 Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98 Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99 Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100 Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101 Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102 Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103 Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104 Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105 Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106 Bab 106: Menuju Ibukota
107 Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108 Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109 Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110 Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111 Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112 Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113 Bab 113: 3 Monster
114 Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115 Bab 115: Pertaruhan Kecil
116 Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117 Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118 Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119 Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120 Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121 Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122 Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123 Bab 123: Kesepakatan Sementara
124 Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125 Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126 Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127 Bab 127: Kepergian
128 Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129 Bab 129: Tetua Dong
130 Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131 Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132 Bab 132: Gunung Azure
133 Bab 133: 8 Sosok Misterius
134 Bab 134: Motif Penyerangan
135 Bab 135: Sekte Naga Biru
136 Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137 Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138 Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139 Bab 139: Kekacauan
140 Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141 Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142 Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143 Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144 Bab 144: Pengorbanan
145 Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146 Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147 Bab 147: Menyapu Bersih
148 Bab 148: Aura Membunuh
149 Bab 149: Memulai Kembali
150 Bab 150: Dimensi Naga Langit
151 Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152 Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153 Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154 Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155 Bab 155: Malam Yang Tenang
156 Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157 Bab 157: Ujian Langit
158 Bab 158: Kembali
159 Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160 Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161 Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162 Bab 162: Penghormatan Terakhir
163 Bab 163: Yan Tianlong
164 Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165 Bab 165: Api Emas
166 Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167 Bab 167: Yun Zhong
168 Bab 168: Keputusan Lin Lin
169 Bab 169: Kita Mulai
170 Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171 Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172 Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173 Bab 173: Tahap Puncak
174 Bab 174: Hasil Akhir
175 Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2
Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3
Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4
Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5
Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6
Bab 6: Pendekar Emas Awal
7
Bab 7: Ji Ping
8
Bab 8: Kota Awan
9
Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10
Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11
Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12
Bab 12: Aku Akan Ikut
13
Bab 13: Turnamen Dimulai
14
Bab 14: Penilaian Ye Fan
15
Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16
Bab 16: Final Yang Menentukan
17
Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18
Bab 18: Perpisahan
19
Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20
Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21
Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22
Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23
Bab 23: Munculnya Harta
24
Bab 24: Pedang Ini Milikku
25
Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26
Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27
Bab 27: Berbeda Tujuan
28
Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29
Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30
Bab 30: Tiba Di Ibukota
31
Bab 31: Kakek Tua Misterius
32
Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33
Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34
Bab 34: Paviliun Harta Karun
35
Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36
Bab 36: Kelompok Elang Besi
37
Bab 37: Jenderal Lu Bu
38
Bab 38 : Masalah Baru
39
Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40
Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41
Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42
Bab 42: Bukit Duri
43
Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44
Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45
Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46
Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47
Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48
Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49
Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50
Bab 50: Master Bing
51
Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52
Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53
Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54
Bab 54: Kekhawatiran
55
Bab 55: Bertemu Kembali
56
Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57
Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58
Bab 58: Malam Ke-30
59
Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60
Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61
Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62
Bab 62: Zhu Kun
63
Bab 63: Merobek Langit
64
Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65
Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66
Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67
Bab 67: Perjalanan Baru
68
Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69
Bab 69: Mendapatkan Informasi
70
Bab 70: Pergerakan Baru
71
Bab 71: Menerima Tawaran
72
Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73
Bab 73: Turunnya Salju
74
Bab 74: Naga Yang Terbangun
75
Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76
Bab 76: Aliansi Sementara
77
Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78
Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79
Bab 79: Pembagian Hasil
80
Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81
Bab 81: Pembuktian
82
Bab 82: Terobosan Ye Fan
83
Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84
Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85
Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86
Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87
Bab 87: Sorakan
88
Bab 88: Kembali Ke Sekte
89
Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90
Bab 90: Kepergian Ye Fan
91
Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92
Bab 92: Keputusan Berat
93
Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94
Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95
Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96
Bab 96: Klan Zhou
97
Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98
Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99
Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100
Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101
Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102
Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103
Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104
Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105
Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106
Bab 106: Menuju Ibukota
107
Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108
Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109
Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110
Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111
Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112
Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113
Bab 113: 3 Monster
114
Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115
Bab 115: Pertaruhan Kecil
116
Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117
Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118
Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119
Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120
Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121
Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122
Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123
Bab 123: Kesepakatan Sementara
124
Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125
Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126
Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127
Bab 127: Kepergian
128
Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129
Bab 129: Tetua Dong
130
Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131
Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132
Bab 132: Gunung Azure
133
Bab 133: 8 Sosok Misterius
134
Bab 134: Motif Penyerangan
135
Bab 135: Sekte Naga Biru
136
Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137
Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138
Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139
Bab 139: Kekacauan
140
Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141
Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142
Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143
Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144
Bab 144: Pengorbanan
145
Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146
Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147
Bab 147: Menyapu Bersih
148
Bab 148: Aura Membunuh
149
Bab 149: Memulai Kembali
150
Bab 150: Dimensi Naga Langit
151
Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152
Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153
Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154
Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155
Bab 155: Malam Yang Tenang
156
Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157
Bab 157: Ujian Langit
158
Bab 158: Kembali
159
Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160
Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161
Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162
Bab 162: Penghormatan Terakhir
163
Bab 163: Yan Tianlong
164
Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165
Bab 165: Api Emas
166
Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167
Bab 167: Yun Zhong
168
Bab 168: Keputusan Lin Lin
169
Bab 169: Kita Mulai
170
Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171
Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172
Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173
Bab 173: Tahap Puncak
174
Bab 174: Hasil Akhir
175
Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!