Bab 4: Pegunungan Binatang Buas

Setelah beberapa hari menempuh perjalanan, siluet gelap Pegunungan Binatang Buas akhirnya menjulang di hadapan Ye Fan. Rantai pegunungan yang tampak tak berujung itu dipenuhi dengan aura liar dan energi spiritual yang jauh lebih padat daripada di Kota Pelangi.

Ye Fan turun dari kudanya di pinggiran hutan, kuda itu langsung ia lepaskan, mengetahui bahwa binatang biasa tidak akan bertahan lama di dalam.

Seketika, ia merasakan tekanan. Di dunia persilatan, binatang buas yang menghuni hutan liar juga memiliki tingkatan yang setara dengan Pendekar manusia. Ada tujuh Tingkatan Binatang Buas, di mana setiap Tingkat kekuatannya sebanding dengan Ranah Pendekar.

Tingkat 1 (Setara Pendekar Murid/Perunggu Awal)

Tingkat 2 (Setara Pendekar Perunggu)

Tingkat 3 (Setara Pendekar Perak)

Tingkat 4 (Setara Pendekar Emas)

Tingkat 5 (Setara Pendekar Ahli)

Tingkat 6 (Setara Pendekar Naga)

Tingkat 7 (Setara Pendekar Suci)

Mengingat ia adalah seorang Pendekar Perak Tahap Menengah yang masih dalam masa penyembuhan mental dan fisik, Ye Fan tahu betul batas kemampuannya. Maksimal ia hanya bisa menghadapi Binatang Buas Tingkat 3 dengan risiko yang besar. Binatang buas, meskipun tingkatannya setara, memiliki keunggulan fisik alami dan insting membunuh yang jauh lebih murni.

Tujuan utama Ye Fan datang ke sini bukanlah untuk melawan musuh terkuat. Tujuannya adalah Inti Jiwa . Inti Jiwa adalah kristalisasi energi spiritual di dalam tubuh binatang buas, yang menjadi mata uang penting dan, yang paling utama, sumber daya untuk memperkuat tubuh.

Di dunia ini, kualitas fisik seorang Pendekar dinilai dari Kualitas Tulang. Ye Fan sangat menyadari pentingnya fondasi tubuh.

Tulang Harimau (Kualitas tulang Ye Fan saat ini)

Tulang Beruang (Tujuan jangka pendeknya)

Tulang Emas

Tulang Naga

Tulang Surgawi (Hanya legenda)

Kualitas tulang mempengaruhi segalanya: ketahanan tubuh terhadap serangan, kecepatan penyembuhan, kekuatan serangan fisik, dan efisiensi dalam mengendalikan Tenaga Dalam. Ye Fan, yang sudah berada di Tulang Harimau, tahu bahwa dia hanya membutuhkan dorongan kecil untuk melompat ke Tulang Beruang. Dan Inti Jiwa adalah bahan bakar terbaik untuk lompatan itu.

"Aku akan memaksimalkan setiap Inti Jiwa yang aku serap," janji Ye Fan pada dirinya sendiri, menarik salah satu pedang baja biasa dari Cincin Ruangnya.

Ia memilih untuk menjelajahi lereng bawah pegunungan. Semakin tinggi ia mendaki, semakin kuat binatang buas yang ia temui. Ia perlu memanen Inti Jiwa dengan cepat dan aman.

Satu jam setelah memasuki rimbunnya hutan, telinganya menangkap suara desiran di semak-semak. Ye Fan berhenti, pedangnya diangkat dengan waspada.

Dari balik semak, melompat seekor binatang buas yang dikenal sebagai Serigala Tanduk. Serigala itu memiliki bulu abu-abu gelap dan sepasang tanduk tulang yang menonjol dari dahinya, tajam seperti belati.

Serigala Tanduk, Binatang Buas Tingkat 2.

Kekuatannya setara dengan Pendekar Perunggu Tahap Menengah. Ini adalah lawan yang sempurna untuk pemanasan.

Serigala Tanduk itu, dengan mata merah haus darah, melolong singkat dan menerjang. Kecepatannya jauh melampaui bandit gunung yang Ye Fan hadapi sebelumnya.

Ye Fan tidak membuang waktu. Ia tidak bisa mengandalkan teknik tangan kosong yang pelan di sini. Ia menggunakan kecepatan kaki dan teknik peringan tubuh miliknya yang telah disempurnakan.

Ye Fan bergerak ke samping, menghindari cakaran mematikan Serigala. Pedang baja di tangannya menari. Ia tidak menggunakan Pedang Halilintar secara penuh—itu akan menarik terlalu banyak perhatian dan membuang energi—tetapi ia menerapkan filosofi kecepatannya.

Serigala itu adalah target yang lincah, namun Ye Fan lebih lincah. Ye Fan menunggu celah. Ketika Serigala Tanduk melompat untuk menerjangnya, Ye Fan, dengan timing yang sempurna, memutar tubuhnya di udara dan mengayunkan pedangnya ke titik paling lemah: pangkal leher.

Pedang baja itu, didorong oleh Tenaga Dalam Pendekar Perak, menembus bulu tebal dan otot Serigala.

Whoosh!

Serigala Tanduk itu jatuh, berdarah-darah, tubuhnya masih bergetar sesaat sebelum keheningan mengambil alih. Ye Fan menarik pedangnya dengan wajah tanpa ekspresi, bahkan tanpa melihat noda darah di bilahnya.

Dengan dingin, ia berlutut di sebelah bangkai Serigala Tanduk. Mengabaikan sisa tubuh binatang buas itu, ia menggunakan pisau kecil untuk membuka tengkoraknya dan mengeluarkan kristal kecil yang bersinar di dalamnya.

Itu adalah Inti Jiwa Tingkat 2 pertama yang ia peroleh. Inti itu memancarkan energi spiritual yang hangat dan murni.

Ye Fan memasukkan Inti Jiwa itu ke dalam Cincin Ruang, matanya berkilat tekad. Setiap Inti Jiwa adalah satu langkah menuju penguatan tulangnya, satu langkah menjauh dari Tulang Harimau, dan satu langkah lebih dekat pada pembalasan dendamnya.

...

Selama seminggu penuh di Pegunungan Binatang Buas, Ye Fan hidup seperti mesin pembunuh berdarah dingin. Ia berburu, mengambil Inti Jiwa Tingkat 2, dan menyerapnya. Total delapan inti sudah ia telan, tetapi hasilnya sangat mengecewakan.

Ia menatap tangannya, mengepalkan tinju yang seharusnya semakin kuat.

"Delapan inti hanya memberikan peningkatan seujung kuku!" desis Ye Fan, meludah ke tanah dengan getir. "Dengan kecepatan ini, butuh waktu bertahun-tahun hanya untuk mencapai Tulang Beruang. Para Jubah Hitam itu semuanya berada di ranah Ahli! Apakah aku harus menghabiskan masa mudaku di Ranah Perak? Dendamku tidak bisa menunggu!"

Frustrasi itu membakar hatinya, mengubah dinginnya tekad menjadi keputusasaan yang pahit. Ia menyadari bahwa ia tidak hanya harus berlatih, ia harus menemukan jalan pintas yang tidak akan ditemukan orang lain.

Ia mendorong dirinya mendaki lebih jauh, menuju lereng pegunungan yang lebih berbahaya. Ia harus menemukan tempat yang tersembunyi, tempat energi spiritual lebih padat.

Setelah berjam-jam mendaki, melompat di antara tebing-tebing curam, ia merasakan tarikan aneh energi spiritual. Ia menemukan air terjun kecil yang tampak biasa, tetapi di balik tirai air yang jatuh, terdapat celah sempit, ditutupi lumut tebal.

Dengan hati-hati, Ye Fan menyelinap masuk.

Di dalamnya, gua itu terasa seperti dunia lain. Udaranya berat, kental dengan Qi spiritual, jauh lebih pekat dari udara di luar. Dinding batu ditutupi lumut yang memancarkan cahaya hijau lembut, membuat tempat itu tampak magis, namun juga sangat kuno.

Pandangan Ye Fan segera tertuju pada dua benda:

Pertama, sebuah Kolam Kecil di tengah gua. Airnya memancarkan warna biru muda berkilauan yang samar, mengepulkan uap halus yang beraroma seperti langit setelah hujan badai. Ini bukan air biasa.

Air Spiritual Langit!

Ye Fan tersentak, mata merahnya membelalak. Ini adalah harta yang bahkan tidak dimiliki oleh sekte kelas satu! Air ini terbentuk dari energi spiritual murni dan memiliki efek transformatif pada tubuh. Ia bisa menempa tulang dan meningkatkan fondasi secara ekstrem. Ye Fan hampir berlutut, terkejut dengan keberuntungan yang begitu besar di tengah malapetaka.

Kedua, tersembunyi di ceruk batu di atas kolam, ada selembar kulit tua yang nyaris hancur. Dengan tangan gemetar, Ye Fan mengambilnya.

"Kitab Pemurnian Langit..." ia membaca judul yang samar-samar.

Saat ia membaca baris pertama, seluruh tubuhnya tersengat listrik. Kitab ini menjelaskan bahwa kultivasi biasa hanya menggunakan lima persen dari potensi tubuh. Teknik ini—teknik fondasi yang terlarang—mengajarkan cara memadatkan tulang, membersihkan meridian, dan yang paling penting, memaksimalkan penyerapan energi hingga puluhan kali lipat!

Kitab ini adalah kunci untuk membalas dendam dalam waktu singkat. Kitab ini adalah peluru yang ia butuhkan untuk membunuh orang-orang berjubah hitam yang menyerang Klannya.

Tanpa ragu sedikit pun, Ye Fan melepas jubahnya.

"Jika aku harus melewati neraka untuk menjadi lebih kuat, aku akan melakukannya!" raungnya pelan, tekadnya mengeras, membayangi wajah tenang mendiang ayahnya.

Ia melangkah ke dalam Air Spiritual Langit.

Sensasi itu bagaikan siksaan.

Saat kulitnya menyentuh air, tubuh Ye Fan bereaksi keras. Dinginnya air Kolam itu menusuk ke tulang, terasa seperti es yang mencoba membekukan sumsumnya. Namun, di balik dingin itu, ada panas yang membakar, seolah-olah ribuan jarum spiritual panas mencoba memisahkan tulang-tulangnya dari daging.

Arggghhh!

Ye Fan menggertakkan giginya hingga darah mengalir dari bibirnya. Ia berusaha tidak berteriak. Rasa sakit itu jauh melampaui latihan fisik terberat yang pernah ia jalani di Klan Ye. Ini adalah rasa sakit transmutasi.

Ye Fan memaksakan diri untuk mengikuti instruksi Kitab Pemurnian Langit.

Mandi Siksaan (Pagi): Ia merendam diri selama tiga jam di Kolam Spiritual. Setiap detik adalah perjuangan untuk tidak pingsan. Setiap kali rasa sakit itu memuncak, ia memejamkan mata dan mengingat wajah pucat Ibunya dan kobaran api yang menghanguskan Klan Ye. Rasa sakit fisik itu tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa sakit pengkhianatan dan kehilangan. Ia menggunakan kebenciannya sebagai pendorong dan motivasi.

Penyerapan Efisien (Siang): Sambil merendam diri, ia menyerap Inti Jiwa yang ia kumpulkan. Dengan bantuan Kitab Pemurnian Langit, energi dari Inti Jiwa Tingkat 2 tidak lagi sia-sia. Energi itu mengalir langsung ke tulang, memaksa Tulang Harimaunya untuk memadat, seperti besi yang ditempa palu spiritual berulang kali.

Latihan Pedang (Sore): Ia keluar dari gua, tubuhnya lelah tetapi energinya murni. Ia berlatih Pedang Halilintar hingga pedang baja di tangannya nyaris meleleh karena gesekan udara. Ia melatih kecepatan, kecepatan, dan lebih banyak kecepatan.

Minggu demi minggu berlalu. Kulit Ye Fan yang semula lembut kini tebal dan kasar. Tulangnya terasa seberat gunung. Pada akhir minggu ketiga, ia telah menyerap semua Inti Jiwa Tingkat 1 dan 2 miliknya.

Pada hari kedua puluh delapan, saat ia duduk dalam meditasi di samping kolam yang kini sudah mulai berkurang energinya, ia merasakan Tenaga Dalamnya mencapai batas absolut.

Cukup! Sekarang atau tidak sama sekali!

Ye Fan memutar Tenaga Dalamnya dalam siklus pamungkas. Energi di dalam gua tersedot ke tubuhnya, menciptakan suara gemuruh yang keras.

BOOOM!

Penghalang Ranah Pendekar Perak pecah seperti kaca tipis. Tenaga Dalamnya memadat, membentuk inti spiritual yang lebih kuat dan stabil.

Pendekar Perak Puncak!

Tetapi transformasinya tidak berhenti di situ. Saat Tenaga Dalamnya mencapai Puncak, Kitab Pemurnian Langit memicu reaksi berantai. Tulang-tulangnya, yang telah dimandikan Air Spiritual Langit selama sebulan, mulai beresonansi dengan ganas.

KREK! KREK! KREK!

Ye Fan bisa mendengar tulang-tulangnya berubah wujud, mematahkan batasan lama. Rasa sakitnya kini bukan lagi tusukan jarum, melainkan sensasi tulangnya berubah menjadi batu masif. Ia mengeluarkan erangan kesakitan yang dalam, tetapi matanya tetap terbuka, menyaksikan dirinya sendiri berubah.

Ketika semua mereda, Ye Fan membuka matanya. Ia mengepalkan tangan dan mengayunkannya. Udara bergetar. Dia tidak hanya Pendekar Perak Puncak. Dia kini memiliki kekuatan fisik dan ketahanan yang melampaui Pendekar Emas awal.

Tulang Beruang!

Kualitas tulang Harimau telah ditingkatkan menjadi Tulang Beruang. Ye Fan menyentuh tulang rusuknya. Mereka terasa padat, dingin, dan nyaris kebal.

Dalam waktu satu bulan, berkat dendam yang menjadi api dan Air Spiritual Langit yang menjadi penempa, Ye Fan berhasil meningkatkan kekuatannya dalam waktu singkat.

Terpopuler

Comments

Markinyo

Markinyo

memangny ada penghianat?

2026-07-31

0

yos helmi

yos helmi

🤣🤣🤣🤣🤣

2026-06-30

0

Mommy Dza

Mommy Dza

Pendekar perak puncak
Tulang beruang 💪🔥

2026-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2 Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3 Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4 Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5 Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6 Bab 6: Pendekar Emas Awal
7 Bab 7: Ji Ping
8 Bab 8: Kota Awan
9 Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10 Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11 Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12 Bab 12: Aku Akan Ikut
13 Bab 13: Turnamen Dimulai
14 Bab 14: Penilaian Ye Fan
15 Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16 Bab 16: Final Yang Menentukan
17 Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18 Bab 18: Perpisahan
19 Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20 Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21 Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22 Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23 Bab 23: Munculnya Harta
24 Bab 24: Pedang Ini Milikku
25 Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26 Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27 Bab 27: Berbeda Tujuan
28 Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29 Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30 Bab 30: Tiba Di Ibukota
31 Bab 31: Kakek Tua Misterius
32 Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33 Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34 Bab 34: Paviliun Harta Karun
35 Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36 Bab 36: Kelompok Elang Besi
37 Bab 37: Jenderal Lu Bu
38 Bab 38 : Masalah Baru
39 Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40 Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41 Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42 Bab 42: Bukit Duri
43 Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44 Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45 Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46 Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47 Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48 Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49 Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50 Bab 50: Master Bing
51 Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52 Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53 Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54 Bab 54: Kekhawatiran
55 Bab 55: Bertemu Kembali
56 Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57 Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58 Bab 58: Malam Ke-30
59 Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60 Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61 Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62 Bab 62: Zhu Kun
63 Bab 63: Merobek Langit
64 Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65 Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66 Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67 Bab 67: Perjalanan Baru
68 Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69 Bab 69: Mendapatkan Informasi
70 Bab 70: Pergerakan Baru
71 Bab 71: Menerima Tawaran
72 Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73 Bab 73: Turunnya Salju
74 Bab 74: Naga Yang Terbangun
75 Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76 Bab 76: Aliansi Sementara
77 Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78 Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79 Bab 79: Pembagian Hasil
80 Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81 Bab 81: Pembuktian
82 Bab 82: Terobosan Ye Fan
83 Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84 Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85 Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86 Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87 Bab 87: Sorakan
88 Bab 88: Kembali Ke Sekte
89 Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90 Bab 90: Kepergian Ye Fan
91 Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92 Bab 92: Keputusan Berat
93 Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94 Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95 Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96 Bab 96: Klan Zhou
97 Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98 Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99 Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100 Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101 Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102 Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103 Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104 Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105 Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106 Bab 106: Menuju Ibukota
107 Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108 Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109 Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110 Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111 Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112 Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113 Bab 113: 3 Monster
114 Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115 Bab 115: Pertaruhan Kecil
116 Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117 Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118 Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119 Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120 Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121 Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122 Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123 Bab 123: Kesepakatan Sementara
124 Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125 Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126 Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127 Bab 127: Kepergian
128 Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129 Bab 129: Tetua Dong
130 Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131 Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132 Bab 132: Gunung Azure
133 Bab 133: 8 Sosok Misterius
134 Bab 134: Motif Penyerangan
135 Bab 135: Sekte Naga Biru
136 Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137 Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138 Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139 Bab 139: Kekacauan
140 Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141 Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142 Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143 Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144 Bab 144: Pengorbanan
145 Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146 Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147 Bab 147: Menyapu Bersih
148 Bab 148: Aura Membunuh
149 Bab 149: Memulai Kembali
150 Bab 150: Dimensi Naga Langit
151 Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152 Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153 Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154 Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155 Bab 155: Malam Yang Tenang
156 Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157 Bab 157: Ujian Langit
158 Bab 158: Kembali
159 Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160 Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161 Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162 Bab 162: Penghormatan Terakhir
163 Bab 163: Yan Tianlong
164 Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165 Bab 165: Api Emas
166 Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167 Bab 167: Yun Zhong
168 Bab 168: Keputusan Lin Lin
169 Bab 169: Kita Mulai
170 Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171 Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172 Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173 Bab 173: Tahap Puncak
174 Bab 174: Hasil Akhir
175 Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)
Episodes

Updated 175 Episodes

1
Bab 1: Malam Kehancuran Klan Ye
2
Bab 2: Warisan dan Perbekalan Terakhir
3
Bab 3: Ujian Pertama dan Insting Pembunuh
4
Bab 4: Pegunungan Binatang Buas
5
Bab 5: Pertarungan Melawan Singa Api
6
Bab 6: Pendekar Emas Awal
7
Bab 7: Ji Ping
8
Bab 8: Kota Awan
9
Bab 9: Tinggal Menunggu Waktu
10
Bab 10: Peningkatan Kekuatan
11
Bab 11: Malam Yang Menegangkan
12
Bab 12: Aku Akan Ikut
13
Bab 13: Turnamen Dimulai
14
Bab 14: Penilaian Ye Fan
15
Bab 15: Pertarungan Yang Menyenangkan
16
Bab 16: Final Yang Menentukan
17
Bab 17: Mengonsumsi Pil Pembersih Sumsum
18
Bab 18: Perpisahan
19
Bab 19: Kejutan Di Pintu Masuk Lembah
20
Bab 20: Memasuki Lembah Sungai Naga
21
Bab 21: Kawanan Badak Iblis
22
Bab 22: Sebulan Penuh Berburu
23
Bab 23: Munculnya Harta
24
Bab 24: Pedang Ini Milikku
25
Bab 25: Kejutan Yang Tak Di Harapkan
26
Bab 26: Ledakan Yang Mengejutkan
27
Bab 27: Berbeda Tujuan
28
Bab 28: Hari Ketujuh Perjalanan
29
Bab 29: Delapan Pusaka Penguasa
30
Bab 30: Tiba Di Ibukota
31
Bab 31: Kakek Tua Misterius
32
Bab 32: Satu Petunjuk Kecil
33
Bab 33: Penyerapan Pil Darah Phoenix
34
Bab 34: Paviliun Harta Karun
35
Bab 35: Lima Sosok Yang Mengincar
36
Bab 36: Kelompok Elang Besi
37
Bab 37: Jenderal Lu Bu
38
Bab 38 : Masalah Baru
39
Bab 39: Secangkir Kopi Di Senja Hari
40
Bab 40: Terbentuknya Tim Elit
41
Bab 41: Ini Sudah Melewati Batas
42
Bab 42: Bukit Duri
43
Bab 43: Pengepungan Di Bukit Duri
44
Bab 44: Ingatan Kelam Ye Fan
45
Bab 45: Ye Fan VS 6 Pendekar Ahli Puncak
46
Bab 46: Potensi Penuh Pedang Petir Fenglei
47
Bab 47: Kemunculan Sosok Yang Tak Terduga
48
Bab 48: Sambutan Bagi Sang Pahlawan
49
Bab 49: Kaisar Kekaisaran Tang
50
Bab 50: Master Bing
51
Bab 51: Sebulan Penuh Berlatih
52
Bab 52: Penyerahan Pil Esensi Petir Abadi
53
Bab 53: Menyerap Pil Esensi Petir Abadi
54
Bab 54: Kekhawatiran
55
Bab 55: Bertemu Kembali
56
Bab 56: Kitab Pusaka Naga Air
57
Bab 57: Metode Kebangkitan Tulang Naga
58
Bab 58: Malam Ke-30
59
Bab 59: Tiba Di Lembah Sunyi
60
Bab 60: Kepungan Elit Kelompok Elang Besi
61
Bab 61: Markas Besar Elang Besi
62
Bab 62: Zhu Kun
63
Bab 63: Merobek Langit
64
Bab 64: Ye Fan VS Zhu Kun
65
Bab 65: Ye Fan VS Zhu Kun 2
66
Bab 66: Di Tengah Guyuran Hujan
67
Bab 67: Perjalanan Baru
68
Bab 68: Sekte Pedang Surgawi
69
Bab 69: Mendapatkan Informasi
70
Bab 70: Pergerakan Baru
71
Bab 71: Menerima Tawaran
72
Bab 72: Mendarat Di Pulau Cincin Perak
73
Bab 73: Turunnya Salju
74
Bab 74: Naga Yang Terbangun
75
Bab 75: Kesempatan Untuk Ye Fan
76
Bab 76: Aliansi Sementara
77
Bab 77: Pertarungan Di Puncak Gunung
78
Bab 78: Menjatuhkan Dua Burung Dengan Satu Batu
79
Bab 79: Pembagian Hasil
80
Bab 80: Menjadi Murid Sekte Pedang Surgawi
81
Bab 81: Pembuktian
82
Bab 82: Terobosan Ye Fan
83
Bab 83: Kabar Dari Kota Awan
84
Bab 84: Penjelasan Tetua Yao
85
Bab 85: Kota Matahari Terbenam
86
Bab 86: Ledakan Aura Pendekar Naga
87
Bab 87: Sorakan
88
Bab 88: Kembali Ke Sekte
89
Bab 89: Giok Pencerahan Langit
90
Bab 90: Kepergian Ye Fan
91
Bab 91: Perjalanan Ke Arah Utara
92
Bab 92: Keputusan Berat
93
Bab 93: Kekuatan Pendekar Naga Menengah
94
Bab 94: Ye Fan VS 7 Pendekar Istana Kaisar Jiwa
95
Bab 95: Informasi Yang Mengejutkan
96
Bab 96: Klan Zhou
97
Bab 97: Diskusi Penting Klan Zhou
98
Bab 98: Bertemunya 2 Kekuatan Puncak
99
Bab 99: Pecahnya Pertempuran
100
Bab 100: Sosok Dari Balik Kabut
101
Bab 101: Teknik Kuno Meng Longyuan
102
Bab 102: Sumpah Seorang Pendekar Sejati
103
Bab 103: Melanjutkan Perjalanan
104
Bab 104: Membagikan Permata Iblis
105
Bab 105: Pergerakan Skala Besar
106
Bab 106: Menuju Ibukota
107
Bab 107: Pecahnya Perang Besar
108
Bab 108: Dua Jenderal Kekaisaran
109
Bab 109: Berkumandangnya Alarm Peringatan
110
Bab 110: Kekuatan Zirah Matahari Emas
111
Bab 111: Datangnya Sosok Dari Barat
112
Bab 112: 5 Kekuatan Puncak
113
Bab 113: 3 Monster
114
Bab 114: Berakhirnya Perang Di Ibukota
115
Bab 115: Pertaruhan Kecil
116
Bab 116: Sebuah Pertanyaan Besar
117
Bab 117: Sebulan Penuh Perjuangan
118
Bab 118: Keterkejutan Ning Xue
119
Bab 119: Terbentuknya Tim Khusus
120
Bab 120: Tekad Yang Tumbuh
121
Bab 121: Penginapan Lebah Madu
122
Bab 122: Tiga Kekuatan Kerajaan Api Abadi
123
Bab 123: Kesepakatan Sementara
124
Bab 124: Apa yang Kau Pikirkan
125
Bab 125: Markas Paviliun Berlian
126
Bab 126: Pilihan Yang Harus Diambil
127
Bab 127: Kepergian
128
Bab 128: Puncak Sejuta Pedang
129
Bab 129: Tetua Dong
130
Bab 130: Sebuah Informasi Yang Mengejutkan
131
Bab 131: Mencari Informasi Yang Dibutuhkan
132
Bab 132: Gunung Azure
133
Bab 133: 8 Sosok Misterius
134
Bab 134: Motif Penyerangan
135
Bab 135: Sekte Naga Biru
136
Bab 136: Kabar Yang Tersiar
137
Bab 137: Benturan 2 Aura Pendekar Suci
138
Bab 138: Bertambahnya Semut Yang Datang
139
Bab 139: Kekacauan
140
Bab 140: Kekuatan Pendekar Suci
141
Bab 141: Amarah Seorang Ayah
142
Bab 142: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua
143
Bab 143: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua II
144
Bab 144: Pengorbanan
145
Bab 145: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua III
146
Bab 146: Kelompok Ye Fan VS 4 Tetua IV
147
Bab 147: Menyapu Bersih
148
Bab 148: Aura Membunuh
149
Bab 149: Memulai Kembali
150
Bab 150: Dimensi Naga Langit
151
Bab 151: Berkultivasi Di Dimensi Naga Langit
152
Bab 152: Diskusi Di Gunung Azure
153
Bab 153: Kemunculan Sosok Yang Tak Di Duga
154
Bab 154: Sekte Bintang Jatuh Bergerak
155
Bab 155: Malam Yang Tenang
156
Bab 156: Kejutan Di Dimensi Naga Langit
157
Bab 157: Ujian Langit
158
Bab 158: Kembali
159
Bab 159: Malam Di Puncak Sejuta Pedang
160
Bab 160: Kekuatan Baru Ye Fan
161
Bab 161: Aku Tidak Akan Terlambat Lagi
162
Bab 162: Penghormatan Terakhir
163
Bab 163: Yan Tianlong
164
Bab 164: Teknik Pelacak Mata Bulan
165
Bab 165: Api Emas
166
Bab 166: 8 Sosok Kuat Dari Selatan
167
Bab 167: Yun Zhong
168
Bab 168: Keputusan Lin Lin
169
Bab 169: Kita Mulai
170
Bab 170: Ye Fan VS 6 Pendekar Suci
171
Bab 171: Tabrakan Dua Teknik Puncak
172
Bab 172: Hasilnya Akan Berbeda
173
Bab 173: Tahap Puncak
174
Bab 174: Hasil Akhir
175
Bab 175: Sebuah Akhir Dari Perjalanan (TAMAT)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!