Mr Kim Dan Dunia Vio
Di malam yang dingin, saat semua orang terlelap, waktu menunjukkan pukul 02.35 dini hari.
Suara hembusan napas terdengar tidak stabil di dalam ruangan yang sunyi. Sepasang mata yang begitu lelah tetap terbuka, menolak untuk terpejam.
Kim.
Seorang artis terkenal yang diam-diam hidup dengan gangguan kecemasan berlebihan akibat trauma. Dini hari selalu menjadi waktu paling menakutkan baginya. Setiap jarum jam mendekati pukul tiga, dadanya terasa sesak, pikirannya dipenuhi bayangan masa lalu yang tak pernah benar-benar hilang.
Ia kehilangan sahabat terdekatnya saat pertama kali terjun ke dunia hiburan
Seo-jun.
Seo-jun meninggal karena bunuh diri di apartemennya sendiri. Dan Kim adalah orang pertama yang menemukannya.
Malam itu, Kim baru saja pulang dari promosi sebuah film.
Ia membuka pintu apartemen dengan tubuh lelah, tanpa pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah selamanya.
Seo-jun terbaring di atas tempat tidur. Tubuhnya kaku. Mulutnya berbusa. Di tangannya tergenggam sepucuk surat.
Surat itu untuk Kim.
isi itu untuk Kim.
"Dunia ini jahat.
Semoga kamu tidak pernah merasakan apa yang aku alami.
Aku sudah berusaha sebisaku untuk bangkit, tapi mereka terlalu kejam.
Dunia ini hanya untuk orang-orang kuat tanpa hati.
Aku muak dengan mereka.
Muak menjadi boneka yang selalu
dikendalikan"
Hingga kini, Kim tak pernah benar-benar memahami maksud sahabatnya.
Apa yang sebenarnya disembunyikan Seo-jun selama ini?
Semua masih menjadi misteri.
Yang Kim tahu hanyalah rumor kejam yang beredar tentang sahabatnya isu yang menuduhnya sebagai penyuka sesama jenis.
Berita yang disebarkan tanpa belas kasihan.
Kebohongan yang diciptakan oleh para pembenci, tanpa pernah memikirkan bagaimana hancurnya mental seseorang yang menjadi sasaran.
Dunia hiburan tak pernah benar-benar peduli pada perasaan.
Seo-jun selalu berdiri di depan, melindungi Kim dari serangan media dan orang-orang yang ingin menjatuhkan karier mereka. Namun kali ini, ia tak mampu melindungi dirinya sendiri.
Sejak kepergian Seo-jun, Kim berubah.
Ia tak lagi percaya pada siapa pun di sekelilingnya.
Ia melakukan semuanya sendiri.
Muak dijadikan tameng rumor untuk mereka.”
Hanya satu orang asisten, Mora, yang mengurus pekerjaannya tidak lebih. Tak ada yang diizinkan masuk ke apartemennya. Tak ada pembantu. Tak ada sopir.
Apartemen di lantai 17 itu sebenarnya nyaman. Dinding kaca mengelilinginya, memperlihatkan gemerlap kota dari ketinggian.
Namun bagi Kim, tempat itu terasa dingin. Terlalu sepi.
Pukul 05.30 pagi.
Tak sedetik pun matanya
Kim bangkit, berjalan menuju dapur. Ia mengambil gelas, membuka kulkas, lalu meraih sebotol air dan botol obat yang tersimpan di dalamnya.
Obat penenang yang selalu ia minum.
Dan vitamin agar tubuhnya tetap kuat, meski setiap malam ia terjaga.
Mata merah karena kurang tidur ia sembunyikan di balik kacamata hitam. Wajah pucatnya tertutup masker.
Telepon berdering.
Nama Mora muncul di layar.
“Halo… kamu masih di mana? Aku sudah di lokasi pemotretan. Jangan bilang kamu masih tidur, ya?”
Suara Mora terdengar kesal.
Kim menjawab singkat, dingin.
“Aku segera ke sana.”
Panggilan ditutup.
Ia mengambil kunci mobil yang tergantung rapi, mengenakan sepatu dari lemari kaca, lalu melangkah keluar.
Mobil Lamborghini merahnya meluncur membelah jalanan kota. Seperti biasa, sorot kamera selalu mencari keberadaannya di mana pun ia berada.
Itulah yang paling ia benci
Ia benci harus tersenyum.
Benci harus terlihat kuat.
Benci berpura-pura bahwa ia baik-baik saja.
Seakan ia harus menyembunyikan semua ketakutan dan kegelisahannya seorang diri.
Tanpa ada seseorang di sampingnya untuk sekadar mengatakan
“Kamu tidak sendiri.”
Sampai kapan Kim akan terus bertahan?
Apa sebenarnya rahasia yang dibawa Seo-jun ke dalam kematiannya?
Dan apakah masa lalu itu akan kembali menghantui Kim lebih dalam lagi?
Bagaimana kelanjutan kisah Kim?
Baca kelanjutannya 💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Jing_Jing22
parah banget sampai harus minum obat penenang juga🥺
2026-02-24
1
LOL #555
memang para haters itu selalu gak peduliin apapun yang mereka ketik di media sosial dan yang mereka katakan di dunia nyata ,seakan gak akan pernah menerima karma , rapi kok dibilang muak jadi boneka ya ,kira kira ada apa ini 🧐
2026-03-05
1
Serena Khanza
kayak artis china itu ya thor trauma kecemasan bukan..
2026-02-24
1