Bab 02. Lantai yang penuh darah

"Git, aku mau keluar dulu cari makan di depan." Luna berdiri di ambang pintu kamar Gita.

"Titip juga sekalian, aku masih mau menata baju ini." Gita memang masih sibuk walau sekarang sudah jam tujuh malam.

"Aku mau bakso yang di depan itu, kau mau apa?" Luna memang sudah mencium aroma sedap sejak pertama kali datang.

"Samain aja lah." sahut Gita tanpa menoleh.

"Oke." Luna segera keluar dari rumah untuk membeli bakso depan kost mereka yang sangat ramai sekali tadi.

"Hai, aku penghuni baru." Luna sempat kenalan dengan seorang gadis cantik yang masih muda.

"Salam kenal juga, Kakak." Rena tersenyum dan segera keluar dari rumah karena memang lagi buru buru.

Luna memahami karena mungkin saja gadis itu sudah telat sehingga kurang beramah tamah, keadaan kost ternyata agak sepi walau bisa di katakan kalau ini masih sore, entah mereka semua berangkat kerja atau sudah mendekam dalam kamar sehingga tidak ada yang keluar.

Kalau sepi begini Luna merasa merinding juga karena rumah Pak Manto sangat besar dengan nuansa yang agak horor juga, namun perasaan takut itu segera Luna tepis karena dia juga tidak mungkin baru pindah tapi sudah takut seperti ini, maka Luna segera mempercepat langkah agar segera bertemu dengan orang lain sekarang.

"Gadis itu yang tadi siang, malam juga masih main ayunan." batin Luna.

Gadis yang ada di ayunan tadi siang masih duduk di sana dengan gaya yang sama, namun kali ini dia sudah tidak membaca buku lagi. Luna mengatakan itu gadis yang sama, sebab gadis itu memakai baju tadi siang sehingga jelas Luna masih mengenali dengan cermat juga pasti nya.

Walau memang di depan sana sangat ramai dengan orang yang lewat, tapi main ayunan malam malam dan juga sendirian tentu membuat siapa saja merasa agak merinding. mana bagian sini sama sekali tidak ada lampu, sehingga murni gelap gulita sehingga Luna agak merinding juga untuk menegur.

"Tapi kok ya tidak sopan kalau tidak negur dia." batin Luna.

Perasaan yang bimbang karena entah mengapa Luna seolah tidak ingin dekat dengan gadis ini, seolah dia menyimpan ketakutan yang besar di dalam hati. tapi Luna sendiri tidak tau itu luka apa, namun yang jelas dia memang takut dengan gadis ini.

"Malam Kakak, sendirian saja?" Luna mendekat dengan senyum ramah.

"Ya Allah pucat sekali dia!" pekik Luna dalam hati.

Walau dalam kegelapan malam pun tapi masih bisa Luna melihat bahwa wajah gadis ini begitu pucat dan terlihat seperti sedang sakit, hati Luna jadi tersentak karena dia merasa gadis ini memang menyimpan sesuatu yang tidak beres sehingga bahaya bila terlalu dekat dengan dia. emang terasa begitu aneh dan Luna memang memiliki firasat bahwa gadis ini menyimpan sesuatu, entah karena Luna yang terlalu takut atau memang firasat itu benar karena kadang kala firasat manusia ada yang tidak meleset.

Bahkan saat Luna sudah menegur seperti itu tapi gadis tersebut sama sekali tidak ada respon dan kembali diam sambil mengayunkan diri di atas ayunan, Luna yang sudah berhenti jadi agak malu dan kikuk namun dia segera pergi karena merasa gadis itu tidak ingin di tegur sehingga lebih baik bila segera menyingkir saja.

"Sombong sekali, apa karena sehingga tidak mood mau menegur orang?" Luna merutuk kecil dan membuka pintu pagar.

"Ih apa ini yang basah?" Luna memegang pagar yang terasa basah.

"Mau kemana, Non?" penjaga pintu gerbang yang cukup tua menegur Luna yang segera keluar dari sana.

"Mau beli makan ini di depan sana, Pak." jawab Luna segera mengusap tangan yang terkena cairan basah dan lembab itu.

Pak Anwar segera membuka pintu karena dia memang berjaga bila sudah malam seperti ini, ternyata peraturan di kost Pak Manto pun sangat ketat sehingga bila sudah malam tidak ada yang boleh membawa pacar atau teman pria. jadi memang tidak ada yang sampai melakukan perbuatan zina, karena mereka di jaga ketat oleh Pak Anwar.

...****************...

"Lama sekali Luna beli makan, kata nya cuma di depan saja." Gita mengintip dari pintu kamar.

"Ternyata sepi juga ini kalau malam!" lirih Gita yang lebih berani dari Luna.

Klotaaaaaak.

Klotaaaaaak.

Gita menoleh memperhatikan kamar sebelah yang barusan bersuara berisik seperti ada sesuatu barang yang jatuh dari sana, ada rasa kepo dan kalau memang ada penghuni maka dia ingin berkenalan karena sekarang sudah tinggal di kos ini sehingga membutuhkan banyak teman dan akan lebih mudah bila mereka semua saling mengenal satu sama lain.

"Hening lagi, tapi tadi agak berisik." batin Gita melihat nomor kamar.

"Oh ada nomor kamar nya, berarti punya ku nomor tiga puluh kalau ini dua sembilan." Gita memperhatikan dengan seksama.

Glodaaaaaak.

"Suara lagi, tapi bukan dari kamar ini." batin Gita mulai penasaran.

Perlahan langkah Gita meninggalkan kamar karena dia penasaran dengan suara yang sangat berisik dari kamar lain, tadi suara itu berasal dari kamar sebelah dan saat ini sudah tidak ada suara lagi alias hanya keheningan yang ada di kamar tersebut. Gita berjalan dan sambil ingin mencari teman karena sejak tadi siang selalu sibuk dengan pindahan, jadi belum mengenal satu sama lain.

"Wah sampai belakang juga ini kost Bu Dewi." Gita berdecak kagum.

"Tapi lorong ini kok tidak ada di pasang lampu, apa karena belum siap ya?" Gita agak mundur karena sebelah sini sangat gelap.

"JANGAN DATANG KESINI!"

"Allahu Akbar!" Gita berteriak kaget ketika mendengar ada orang yang membentak dia.

Namun ketika menoleh sama sekali tidak ada orang sehingga membuat Gita merasa heran, padahal tadi sangat jelas suara itu begitu nyaring di dalam telinga Gita, namun saat dia mencari kesana kemari tidak dia temukan di mana keberadaan orang yang baru saja membentak dengan suara sangat besar itu barusan.

"Apa ini?!" Gita mulai panik karena lantai yang dia pijak seolah banyak air yang datang.

"Amis?" Gita kaget mencium aroma dari air yang ada di lantai itu.

"Aku pergi saja dari sini, bau apa dan ini air apa yang sedang keluar!" Gita bergegas untuk pergi dari sana.

Namun langkah ini tertahan karena seolah ada tangan yang berusaha menahan agar Gita tidak melangkah pergi dari kawasan ini, memang seperti ada sesuatu yang sangat kuat menahan kaki sehingga Gita jatuh telungkup di atas lantai yang penuh dengan air, saat jatuh maka Gita baru menyadari bahwa itu darah yang sangat banyak dan asal nya entah dari mana.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Hamzah / V3

Hamzah / V3

pagi akak nov 🤗
pagi-pagi dh baca horoorrrrr 😱😱

2025-11-24

4

Ela Jutek

Ela Jutek

pagi mak, hayuk gas lah

2025-11-24

3

yhochi

yhochi

iiiiiii untung bacanya dah pagi🤭🤭🤭
next Thor 💪💪💪

2025-11-24

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Mencari kost
2 Bab 02. Lantai yang penuh darah
3 Bab 03. Ada yang hilang
4 Bab 04. Siapa yang menangis?
5 Bab 05. Gadis pucat lagi
6 Bab 06. Di kuburan
7 Bab 07. suara dari kamar
8 Bab 08. Rita pingsan
9 Bab 09. Gadis berwajah hancur
10 Bab 10. Hanya kepala saja
11 Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12 Bab 12. Pemerkosaan
13 Bab 13. Rambut yang panjang
14 Bab 14. Rena di hantui
15 Bab 15. Kedatangan Sadewa
16 Bab 16. Memotong tulang
17 Bab 17. Penderitaan Gita
18 Bab 18. Bunuh diri
19 Bab 19. Ruangan rahasia
20 Bab 20. menemukan Rena
21 Bab 21. Meminta tolong
22 Bab 22. Menghubungi Purnama
23 Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24 Bab 24. Luna biasa saja
25 Bab 25. Siap berangkat
26 Bab 26. Perdebatan
27 Bab 27. Membangkitkan Nisa
28 Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29 Bab 29. Melihat odong
30 Bab 30. Benarkah Maharani?
31 Bab 31. Random nya setan 3
32 Bab 32. Jarang di belai
33 Bab 33. Bertemu Gita
34 Bab 34. Pramugari
35 Bab 35. Munafik
36 Bab 36. Teguran Pak Manto
37 Bab 37. Ratu burung hantu
38 Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39 Bab 39. Ketakutan Rena
40 Bab 40. Pertarungan
41 Bab 41. Membantai iblis hitam
42 Bab 42. Siluman kera
43 Bab 43. Langkah yang berat
44 Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45 Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46 Bab 46. Bando kelap-kelip
47 Bab 47. Mendekati bilik
48 Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49 Bab 49. Mendengar suara Rita
50 Bab 50. Menghajar Bram
51 Bab 51. membawa Rita
52 Bab 52. Menyiksa Bram
53 Bab 53. Di seret di aspal
54 Bab 54. Di rumah Sadewa
55 Bab 55. tengilnya Purnama
56 Bab 56. Di buka mata batin
57 Bab 57. Mencari Bram
58 Bab 58. Menemukan mayat
59 Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60 Bab 60. Bukan anak
61 Bab 61. Amarah Pak Manto
62 Bab 62. Rita terguncang
63 Bab 63. Melihat Paduka
64 Bab 64. Mak Lampir
65 Bab 65. Melawan Mak Lampir
66 Bab 66. Kemenangan
67 Bab 67. Percaya diri
68 Bab 68. Masih di hajar
69 Bab 69. Mencari gadis perawan
70 Bab 70. Umpan Rena
71 Bab 71. Anggota lembah kematian
72 Bab 72. Mengira selesai
73 Bab 73. Ketakutan Bram
74 Bab 74. Nasib Luna
75 Bab 75. Di setubuhi paman
76 Bab 76. Jatuh
77 Bab 77. Membanting Nisa
78 Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79 Bab 79. Setan inggris
80 Bab 80. Di hajar Ratu ular
81 Bab 81. Berkumpul
82 Bab 82. Menitipkan Rena
83 Bab 83. Menguburkan Zizi
84 Bab 84. Teror Zizi
85 Bab 85. Ratu ular dugem
86 Bab 86 . menuju rumah sakit
87 Bab 87. Niat mencari dukun
88 Bab 88. Nasib Rita
89 Bab 89. menyiksa Bram lagi
90 Bab 90. Rundingan serius
91 Bab 91. Ketakutan Matteo
92 Bab 92. Anton menerima
93 Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94 Bab 94. Mendatangi Nisa
95 Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96 Bab 96. Kedatangan Anita
97 Bab 97. Pertanyaan Rita
98 Bab 98. Hal romantis
99 Bab 99. Kasihan pada Luna
100 Bab 100. Selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 01. Mencari kost
2
Bab 02. Lantai yang penuh darah
3
Bab 03. Ada yang hilang
4
Bab 04. Siapa yang menangis?
5
Bab 05. Gadis pucat lagi
6
Bab 06. Di kuburan
7
Bab 07. suara dari kamar
8
Bab 08. Rita pingsan
9
Bab 09. Gadis berwajah hancur
10
Bab 10. Hanya kepala saja
11
Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12
Bab 12. Pemerkosaan
13
Bab 13. Rambut yang panjang
14
Bab 14. Rena di hantui
15
Bab 15. Kedatangan Sadewa
16
Bab 16. Memotong tulang
17
Bab 17. Penderitaan Gita
18
Bab 18. Bunuh diri
19
Bab 19. Ruangan rahasia
20
Bab 20. menemukan Rena
21
Bab 21. Meminta tolong
22
Bab 22. Menghubungi Purnama
23
Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24
Bab 24. Luna biasa saja
25
Bab 25. Siap berangkat
26
Bab 26. Perdebatan
27
Bab 27. Membangkitkan Nisa
28
Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29
Bab 29. Melihat odong
30
Bab 30. Benarkah Maharani?
31
Bab 31. Random nya setan 3
32
Bab 32. Jarang di belai
33
Bab 33. Bertemu Gita
34
Bab 34. Pramugari
35
Bab 35. Munafik
36
Bab 36. Teguran Pak Manto
37
Bab 37. Ratu burung hantu
38
Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39
Bab 39. Ketakutan Rena
40
Bab 40. Pertarungan
41
Bab 41. Membantai iblis hitam
42
Bab 42. Siluman kera
43
Bab 43. Langkah yang berat
44
Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45
Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46
Bab 46. Bando kelap-kelip
47
Bab 47. Mendekati bilik
48
Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49
Bab 49. Mendengar suara Rita
50
Bab 50. Menghajar Bram
51
Bab 51. membawa Rita
52
Bab 52. Menyiksa Bram
53
Bab 53. Di seret di aspal
54
Bab 54. Di rumah Sadewa
55
Bab 55. tengilnya Purnama
56
Bab 56. Di buka mata batin
57
Bab 57. Mencari Bram
58
Bab 58. Menemukan mayat
59
Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60
Bab 60. Bukan anak
61
Bab 61. Amarah Pak Manto
62
Bab 62. Rita terguncang
63
Bab 63. Melihat Paduka
64
Bab 64. Mak Lampir
65
Bab 65. Melawan Mak Lampir
66
Bab 66. Kemenangan
67
Bab 67. Percaya diri
68
Bab 68. Masih di hajar
69
Bab 69. Mencari gadis perawan
70
Bab 70. Umpan Rena
71
Bab 71. Anggota lembah kematian
72
Bab 72. Mengira selesai
73
Bab 73. Ketakutan Bram
74
Bab 74. Nasib Luna
75
Bab 75. Di setubuhi paman
76
Bab 76. Jatuh
77
Bab 77. Membanting Nisa
78
Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79
Bab 79. Setan inggris
80
Bab 80. Di hajar Ratu ular
81
Bab 81. Berkumpul
82
Bab 82. Menitipkan Rena
83
Bab 83. Menguburkan Zizi
84
Bab 84. Teror Zizi
85
Bab 85. Ratu ular dugem
86
Bab 86 . menuju rumah sakit
87
Bab 87. Niat mencari dukun
88
Bab 88. Nasib Rita
89
Bab 89. menyiksa Bram lagi
90
Bab 90. Rundingan serius
91
Bab 91. Ketakutan Matteo
92
Bab 92. Anton menerima
93
Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94
Bab 94. Mendatangi Nisa
95
Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96
Bab 96. Kedatangan Anita
97
Bab 97. Pertanyaan Rita
98
Bab 98. Hal romantis
99
Bab 99. Kasihan pada Luna
100
Bab 100. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!