Bab 04. Siapa yang menangis?

"Eeeghh, kebiasaan kalau malam begini selalu suka ingin pipis." keluh Gita sambil berangkat turun dari atas kasur.

"Mau ke kamar berdua juga tidak boleh ini, mana belum tahu kamar mandi yang bagian mana." Gita terus mengeluh tapi tetap keluar dari kamar karena dia memang ingin pipis.

"Luna mau pipis juga apa tidak ya?" Gita melirik kamar Luna.

Karena takut kalau sendirian juga mencari kamar mandi maka Gita memutuskan untuk membangunkan Luna agar bisa menemani dia di kamar mandi dan mungkin saja memang Luna sudah kebelet namun tidak berani keluar karena mereka belum mengenal tempat ini secara leluasa, tapi ternyata Luna begitu sulit untuk di bangunkan.

Gita takut pula nanti malah mengganggu para penghuni lain karena dia sibuk mengetuk pintu kamar Luna yang tak kunjung di buka, ini mau tidak mau maka Gita harus pergi sendiri ke kamar mandi karena rasa pipi sudah di ujung tanduk dan tidak bisa untuk di tahan lagi.

Dari pada sampai ngompol di sini dan nanti malah di ejek dengan semua penghuni kost, maka Gita tidak bisa untuk diam saja dan segera mencari kamar mandi agar bisa untuk segera pipis saja agar perut juga tidak terasa sakit karena lama menahan rasa pipis yang sangat berat ini.

"Heeehhhh lega sekali kalau sudah keluar seperti ini." Gita berjongkok di toilet.

"Untung masih dekat seperti ini sehingga aku tidak perlu berjalan jauh, ku kira tadi sangat jauh." Gita menjadi sangat lega.

Tok, Tok.

"Ya tunggu, baru masuk ini saya jadi tunggu sebentar." Gita agak berteriak karena pintu toilet ada yang mengetuk dari luar.

Tok, Tok.

"Ini yang membuat aku kesal, sudah di bilang masih ada orang tapi sibuk saja mengetuk seperti itu!" Gita merutuk di dalam toilet karena dia jadi terburu-buru.

Tok, Tok.

"Sabar dikit dong, ini lagi cebok kalau tidak cebok nanti malah bau pesing!" teriak Gita karena sudah terlanjur kesal.

Setelah memakai celana dan segera menyiram bekas pipis yang tadi maka Gita keluar dari dalam toilet, ini sudah sangat penasaran bagaimana rupa orang yang sangat tidak sabar dan terus saja mengetuk pintu sejak tadi walau Gita telah berteriak agar sabar dulu sebentar sampai dia selesai pipis di dalam.

"Mana? tadi sibuk sekali tapi sekarang malah tidak ada!" Gita menatap kesana kemari.

Di luar sama sekali tidak ada orang yang tadi sudah sibuk mengetuk pintu, otak Gita langsung mengatakan kalau mungkin saja itu adalah ulah Luna karena tadi sudah di bangunkan dan secara diam-diam Luna sengaja mengikuti Gita untuk menakuti gadis ini.

"Lun, kau di mana?!" Gita agak berteriak dan mencari lagi.

Tapi ternyata memang sama sekali tidak ada orang dan suasana di toilet ini begitu hening, Gita mengusap lengan yang terasa begitu dingin namun dia masih sempat bercermin untuk melihat wajah cantik serta putih bersih itu.

Braaaaaaak.

"Allahu Akbar!" Gita sampai terpelanting karena dia sangking kaget nya dengan pintu toilet yang bisa tertutup sendiri dari dalam.

"Apa ini? hah apa yang sudah terjadi ini." Gita sibuk sendiri karena dia masih tidak paham apa yang telah terjadi.

"Hiks, Hiks."

"Suara menangis?!" Gita menajamkan pendengaran karena sekarang ada suara yang sedang menangis pilu.

Perlahan langkah Gita mendekati toilet yang tadi dia masuki untuk pipis, secara logika saja sebenarnya tidak mungkin ada seseorang yang masuk dengan gerakan yang begitu cepat lalu sekarang menangis di dalam toilet itu sambil membanting pintu dengan sangat keras sehingga tadi Gita sempat kaget.

"Heh ngapain kamu berjalan seperti itu?" tegur suara dari belakang sambil memegang pundak Gita.

"La Ilaha illallah!" Gita kembali kaget karena dia tidak menyangka ada orang lain.

"Ih kamu jangan mudah termenung begitu kalau lagi di kamar mandi ini loh." Rita menatap Gita yang melongo.

"Ya Allah aku tadi mendengar ada suara orang menangis dari dalam sehingga ini mau ku dengarkan dengan seksama." Gita menjelaskan pada Rita.

Rita tidak ingin menjawab dan dia segera pipis di toilet yang sebelah lagi dan sekarang baru Gita menyadari bahwa toilet ini bukan hanya satu, tidak semua penuh sehingga jelas tadi tidak perlu orang itu sampai mengetuk pintu toilet yang sudah Gita masuk.

"Ayo cepat pergi dari sini bila kamu sudah selesai." Rita menarik tangan anak baru ini.

"Oh iya, tapi itu apa tidak butuh teman kalau sedang menangis seperti itu?" Gita masih kepikiran dengan seseorang yang di dalam toilet.

"Lupakan saja, lain kali tidak perlu di datangi bila mendengar suara yang tidak lazim." Rita berkata tanpa menoleh dan segera berjalan cepat.

Gita tidak paham namun dalam otak dia menyimpulkan kalau itu mungkin saja seseorang yang sedang patah hati yang tidak ingin di ganggu oleh siapa pun, sebagai anak baru tentu saja kita tidak akan berani banyak membantah ucapan dari senior yang sudah lama di tempat ini sehingga nanti dia tidak akan terancam dan pasti akan jauh lebih aman bila mendengarkan apa yang di katakan oleh orang lain tersebut.

"Mungkin lain kali kamu kalau mau ke toilet harus mencari teman." Rita berkata setelah mereka sampai di lorong yang terang.

"Tadi sebenarnya aku mau mengajak teman tapi dia sepertinya sudah tertidur jadi aku tidak membangunkan lagi." jelas Gita.

"Ya, dan kalau memang kamu pergi sendiri maka harus jaga sikap tidak perlu harus tahu apa yang telah terjadi dan itu suara apa." pesan Rita kembali pada Gita.

Tentu saja Gita tidak paham apa yang sedang di bicarakan oleh Rita ini, tapi otak Gita mulai mengatakan kalau ini mungkin saja ada bersangkutan dengan hal horor. entah benar atau tidak tapi yang jelas kelihatan sekali bahwa Rita akan berbicara pada hal yang menyangkut tentang iblis atau setan, jadi Gita merasa mungkin saja itu hanya halusinasi Rita.

"Maksud mu kost ini ada setannya?" Gita bertanya dengan lantang kepada Rita.

"Jaga bicaramu dan jangan sampai Bu Dewi tahu kau berkata demikian!" Rita kaget dan menoleh kanan kiri.

"Ya tadi itu tentu saja aneh karena mendadak ada suara yang menangis di dalam kamar mandi." jelas Gita.

Rita langsung pergi begitu saja meninggalkan Gita yang masih ingin penjelasan panjang, entah apa yang sebenarnya sudah terjadi sehingga Rita terlihat sangat panik dan tidak ingin berbicara tentang hal itu kepada Gita karena mungkin saja ada sesuatu yang telah dia tutupi agar kita tidak mengetahui akan hal itu.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

🥀🥀Anggita.🥀🥀

🥀🥀Anggita.🥀🥀

Waduh ada bnyk misteri, gadis yg duduk diayunn aja msh misterius, blm lg lorong gelap yg bnyknya darah itu, ini ada lgi yg mnangis mlm2, apa kh bu Dewi pesugihan.
Apa kh mereka yang hilang itu adalah korban para tumbal ibu kost itu. 😳🤔🤔

2025-12-12

0

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

memang kadang kala'y lebih baik diam dan tidak perlu mencari tau, takut'y akan membuat diri sendiri celaka... semoga dari situ Gita g kepo ya biar aman

2025-11-24

2

neni nuraeni

neni nuraeni

iih sreem deh.. udah Gita kamu jgn kepo lebih baik msuk kmr lgi aja

2025-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Mencari kost
2 Bab 02. Lantai yang penuh darah
3 Bab 03. Ada yang hilang
4 Bab 04. Siapa yang menangis?
5 Bab 05. Gadis pucat lagi
6 Bab 06. Di kuburan
7 Bab 07. suara dari kamar
8 Bab 08. Rita pingsan
9 Bab 09. Gadis berwajah hancur
10 Bab 10. Hanya kepala saja
11 Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12 Bab 12. Pemerkosaan
13 Bab 13. Rambut yang panjang
14 Bab 14. Rena di hantui
15 Bab 15. Kedatangan Sadewa
16 Bab 16. Memotong tulang
17 Bab 17. Penderitaan Gita
18 Bab 18. Bunuh diri
19 Bab 19. Ruangan rahasia
20 Bab 20. menemukan Rena
21 Bab 21. Meminta tolong
22 Bab 22. Menghubungi Purnama
23 Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24 Bab 24. Luna biasa saja
25 Bab 25. Siap berangkat
26 Bab 26. Perdebatan
27 Bab 27. Membangkitkan Nisa
28 Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29 Bab 29. Melihat odong
30 Bab 30. Benarkah Maharani?
31 Bab 31. Random nya setan 3
32 Bab 32. Jarang di belai
33 Bab 33. Bertemu Gita
34 Bab 34. Pramugari
35 Bab 35. Munafik
36 Bab 36. Teguran Pak Manto
37 Bab 37. Ratu burung hantu
38 Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39 Bab 39. Ketakutan Rena
40 Bab 40. Pertarungan
41 Bab 41. Membantai iblis hitam
42 Bab 42. Siluman kera
43 Bab 43. Langkah yang berat
44 Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45 Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46 Bab 46. Bando kelap-kelip
47 Bab 47. Mendekati bilik
48 Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49 Bab 49. Mendengar suara Rita
50 Bab 50. Menghajar Bram
51 Bab 51. membawa Rita
52 Bab 52. Menyiksa Bram
53 Bab 53. Di seret di aspal
54 Bab 54. Di rumah Sadewa
55 Bab 55. tengilnya Purnama
56 Bab 56. Di buka mata batin
57 Bab 57. Mencari Bram
58 Bab 58. Menemukan mayat
59 Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60 Bab 60. Bukan anak
61 Bab 61. Amarah Pak Manto
62 Bab 62. Rita terguncang
63 Bab 63. Melihat Paduka
64 Bab 64. Mak Lampir
65 Bab 65. Melawan Mak Lampir
66 Bab 66. Kemenangan
67 Bab 67. Percaya diri
68 Bab 68. Masih di hajar
69 Bab 69. Mencari gadis perawan
70 Bab 70. Umpan Rena
71 Bab 71. Anggota lembah kematian
72 Bab 72. Mengira selesai
73 Bab 73. Ketakutan Bram
74 Bab 74. Nasib Luna
75 Bab 75. Di setubuhi paman
76 Bab 76. Jatuh
77 Bab 77. Membanting Nisa
78 Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79 Bab 79. Setan inggris
80 Bab 80. Di hajar Ratu ular
81 Bab 81. Berkumpul
82 Bab 82. Menitipkan Rena
83 Bab 83. Menguburkan Zizi
84 Bab 84. Teror Zizi
85 Bab 85. Ratu ular dugem
86 Bab 86 . menuju rumah sakit
87 Bab 87. Niat mencari dukun
88 Bab 88. Nasib Rita
89 Bab 89. menyiksa Bram lagi
90 Bab 90. Rundingan serius
91 Bab 91. Ketakutan Matteo
92 Bab 92. Anton menerima
93 Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94 Bab 94. Mendatangi Nisa
95 Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96 Bab 96. Kedatangan Anita
97 Bab 97. Pertanyaan Rita
98 Bab 98. Hal romantis
99 Bab 99. Kasihan pada Luna
100 Bab 100. Selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 01. Mencari kost
2
Bab 02. Lantai yang penuh darah
3
Bab 03. Ada yang hilang
4
Bab 04. Siapa yang menangis?
5
Bab 05. Gadis pucat lagi
6
Bab 06. Di kuburan
7
Bab 07. suara dari kamar
8
Bab 08. Rita pingsan
9
Bab 09. Gadis berwajah hancur
10
Bab 10. Hanya kepala saja
11
Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12
Bab 12. Pemerkosaan
13
Bab 13. Rambut yang panjang
14
Bab 14. Rena di hantui
15
Bab 15. Kedatangan Sadewa
16
Bab 16. Memotong tulang
17
Bab 17. Penderitaan Gita
18
Bab 18. Bunuh diri
19
Bab 19. Ruangan rahasia
20
Bab 20. menemukan Rena
21
Bab 21. Meminta tolong
22
Bab 22. Menghubungi Purnama
23
Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24
Bab 24. Luna biasa saja
25
Bab 25. Siap berangkat
26
Bab 26. Perdebatan
27
Bab 27. Membangkitkan Nisa
28
Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29
Bab 29. Melihat odong
30
Bab 30. Benarkah Maharani?
31
Bab 31. Random nya setan 3
32
Bab 32. Jarang di belai
33
Bab 33. Bertemu Gita
34
Bab 34. Pramugari
35
Bab 35. Munafik
36
Bab 36. Teguran Pak Manto
37
Bab 37. Ratu burung hantu
38
Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39
Bab 39. Ketakutan Rena
40
Bab 40. Pertarungan
41
Bab 41. Membantai iblis hitam
42
Bab 42. Siluman kera
43
Bab 43. Langkah yang berat
44
Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45
Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46
Bab 46. Bando kelap-kelip
47
Bab 47. Mendekati bilik
48
Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49
Bab 49. Mendengar suara Rita
50
Bab 50. Menghajar Bram
51
Bab 51. membawa Rita
52
Bab 52. Menyiksa Bram
53
Bab 53. Di seret di aspal
54
Bab 54. Di rumah Sadewa
55
Bab 55. tengilnya Purnama
56
Bab 56. Di buka mata batin
57
Bab 57. Mencari Bram
58
Bab 58. Menemukan mayat
59
Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60
Bab 60. Bukan anak
61
Bab 61. Amarah Pak Manto
62
Bab 62. Rita terguncang
63
Bab 63. Melihat Paduka
64
Bab 64. Mak Lampir
65
Bab 65. Melawan Mak Lampir
66
Bab 66. Kemenangan
67
Bab 67. Percaya diri
68
Bab 68. Masih di hajar
69
Bab 69. Mencari gadis perawan
70
Bab 70. Umpan Rena
71
Bab 71. Anggota lembah kematian
72
Bab 72. Mengira selesai
73
Bab 73. Ketakutan Bram
74
Bab 74. Nasib Luna
75
Bab 75. Di setubuhi paman
76
Bab 76. Jatuh
77
Bab 77. Membanting Nisa
78
Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79
Bab 79. Setan inggris
80
Bab 80. Di hajar Ratu ular
81
Bab 81. Berkumpul
82
Bab 82. Menitipkan Rena
83
Bab 83. Menguburkan Zizi
84
Bab 84. Teror Zizi
85
Bab 85. Ratu ular dugem
86
Bab 86 . menuju rumah sakit
87
Bab 87. Niat mencari dukun
88
Bab 88. Nasib Rita
89
Bab 89. menyiksa Bram lagi
90
Bab 90. Rundingan serius
91
Bab 91. Ketakutan Matteo
92
Bab 92. Anton menerima
93
Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94
Bab 94. Mendatangi Nisa
95
Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96
Bab 96. Kedatangan Anita
97
Bab 97. Pertanyaan Rita
98
Bab 98. Hal romantis
99
Bab 99. Kasihan pada Luna
100
Bab 100. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!