Bab 05. Gadis pucat lagi

"Oh apa sudah pagi ya?" Luna terbangun dan dia mendapati diri sedang ada di bawah pohon.

"Rasa nya aku sedang tidur di dalam kamar ya tapi kok sekarang malah ada di bawah pohon ini." Luna masih agak bengong karena dia belum paham dengan keadaan yang baru saja dia alami ini.

Karena emang seingat dia sedang tidur di dalam kamar setelah makan bakso yang di beli dari warung Bu Dewi, tapi sekarang ketika terbangun dia sudah ada di bawah pohon yang memiliki ayunan di depan rumah kost ini tentunya sehingga membuat Luna merasa bingung dan juga tidak tahu kapan dia berjalan kemari.

Yang tukang mengigau sebenarnya adalah Gita dan selama ini Luna tidak pernah mengigau seperti itu sehingga dia merasa mungkin saja tadi dia memang berjalan kemari, tapi setelah di perhatikan lagi ini masih malam dan tidak ada cahaya matahari yang menyinari bumi sehingga jelas perasaan aneh timbul di hati gadis cantik tersebut.

Yang membuat kerang kawasan ini adalah lampu yang di pasang di mana-mana sehingga terlihat sangat cerah seperti sudah siang, ayunan yang biasa dimainkan oleh gadis berwajah pucat itu saat ini kosong tidak ada yang duduk di sana namun tetap bergoyang seolah ada yang sedang bermain dengan seru.

Luna perlahan berjalan menjauh karena dia tidak ingin ada sesuatu yang terjadi, sebab dari awal perasaan Luna sudah mengatakan kalau tempat kost yang murah seperti ini mesti ada sesuatu yang tersembunyi di dalamnya. namun ketika pertama kali datang dia sudah merasa bahwa rumah ini aman saja dan tidak bernuansa horor seperti yang sedang dia pikirkan ketika di perjalanan.

Hati gadis ini sudah merasa sedikit tenang dan juga merasa memang mungkin saja Bu Dewi sengaja memberi harga murah sekalian untuk menolong orang yang tidak mampu seperti dia, rasa kesan horor itu hilang begitu saja namun sekarang justru dia mengalami hal yang tidak bisa di terima dengan akal sehat.

"Pintu terkunci seperti ini jadi bagaimana aku bisa masuk?" Luna ingin mencoba membuka pintu tapi ternyata terkunci dari dalam.

"Apa yang sudah terjadi sehingga aku terkunci di luar rumah seperti ini?!" rasa panik jelas timbul di hati Luna karena dia ada di luar rumah sendirian.

"Ya Allah masa baru malam pertama saja sudah mendapat hal yang tidak enak seperti ini lah." keluh Luna sambil menatap kesana kemari.

"Eh itu bagian belakang kok seperti sedang ramai ya, apa aku ke sana saja untuk mencari tahu dan sekalian minta tolong cara masuk ke dalam." Luna tertarik dengan suara berisik yang ada di belakang rumah.

Gadis ini segera berjalan untuk menuju belakang rumah karena dia ingin melihat siapa yang sedang ngobrol di belakang itu dan sekalian minta tolong untuk di bukakan pintu, bisa saja bagian belakang juga ada pintu lain yang bisa membuat dia masuk ke dalam kamar.

"Kok tidak ada orang di sini." Luna menatap bingung karena tidak ada yang di bagian belakang sini.

"Tadi suara berisik banyak sekali tapi setelah di datangi malah tidak ada orang." Luna sangat bingung karena memang tidak ada orang satu pun.

"Cari siapa?" tegur suara dari belakang sehingga membuat Luna kaget bukan main.

"Ah anu, aku terkunci di luar dan tidak tahu cara mau masuk ke dalam lagi." Luna menoleh dan mendapati gadis yang berwajah pucat di atas ayunan kemarin.

"Kalau sudah terkunci di luar seperti ini maka tidak akan bisa masuk sampai besok pagi datang." ujar gadis pucat.

"Oh apa karena pintu sudah terkunci dan tidak ada orang di luar ya?" Luna menggaruk kepala karena membayangkan semalaman akan ada di luar.

"Memang peraturannya seperti itu sejak dulu sampai saat ini." ujar gadis pucat.

"Kamu sendiri apa juga terkunci di luar seperti aku?" tanya Luna karena gadis ini juga terlihat di luar.

Gadis pucat tidak menjawab dan dia malah berjalan semakin menuju arah belakang sehingga Luna mau tidak mau segera mengikuti saja karena dia berpikir gadis ini bisa di anggap sebagai teman, semalam full di luar tentu saja Luna akan membutuhkan teman dan tidak akan berani untuk sendirian menunggu di luar.

"Nama ku Luna."

"Zizi." gadis pucat tersenyum dan kembali berjalan.

"Kita mau tidur di mana ini jadinya kalau menunggu di luar seperti ini?" Luna menatap sekitar dan bagian dalam memang terlihat lampu yang hidup walau redup.

"Tunggu saja di sini, besok kamu baru bisa akan masuk ke dalam rumah itu lagi." Zizi berkata pelan dan dia duduk di gubuk yang terlihat reot.

Tidak ada pilihan lain bagi Luna dan dia segera duduk saja di sana dengan teman Zizi sebagai teman ngobrol malam ini, daripada dia hanya terdiam sendirian di depan rumah dan pasti akan ada rasa takut yang bergelayut di dalam hati karena duduk sendiri.

Ini walau Zizi terkesan agak angkuh dan juga jarang mengajak dia bicara namun Luna merasa sedikit aman karena ada teman, jadi memang lebih baik dia di sini saja menunggu pagi datang dan besok baru bersiap masuk ke dalam rumah lalu berangkat kerja seperti biasa.

"Ini bagian belakang memang banyak pondok seperti ini ya?" Luna memperhatikan sekitar dengan teliti.

"Ya." Zizi mengangguk.

"Guna nya buat apa, apa memang sengaja di buat untuk para anak kost yang tidak bisa masuk ke dalam sehingga mereka tidur di sini saja?" Luna kembali bertanya pada gadis cantik ini.

Zizi hanya mengangguk kembali dan dia duduk dia menatap kegelapan malam yang terasa begitu panjang, Luna berulang kali menarik nafas karena dia agak bosan juga dan ternyata memang Luna sama sekali tidak membawa ponsel sehingga sudah pasti bingung ingin berbuat apa dan ingin berbicara apa pada teman baru nya ini.

"Lain kali jangan sampai terkunci di luar dan bermalam seperti ini." Zizi berucap pelan.

"Iya, aku juga tidak tahu kalau sampai terkunci di luar seperti ini karena seingat ku aku sudah di dalam dan tidur." jawab Luna yang tidak mengerti.

"Kalau belum mengalami maka sudah pasti kau tidak akan mengerti." sahut Zizi.

Luna ingin bertanya tentang apa yang harus dia alami sehingga harus mengerti nanti, karena melihat Zizi yang terkesan kurang ramah jadi pertanyaan itu dia urungkan saja dan di simpan di dalam hati, teman baru seperti ini tentu harus menjaga sikap agar tidak terjadi pertengkaran dan salah paham besar.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya.

Terpopuler

Comments

Dewi

Dewi

Lah kok mkin ngeri aja ya.. apa jgan" zizi kya luna trkunci di luar dan di nytakan hilang jgan" sudg meninggl kan pucat tuh.. curiga sm yg pnya kos psti ny

2025-12-03

0

Somini

Somini

laahh malah luna yang ke bawa ke belakang,
semoga aman dirimu lun, cari info sebanyaknya ada apa dengan kost pak manto

2025-11-25

0

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

pantes pucat kan Zizi udah jadi arwah itu Lun...jangan" Luna juga akan jadi tumbal berikut

2025-11-25

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Mencari kost
2 Bab 02. Lantai yang penuh darah
3 Bab 03. Ada yang hilang
4 Bab 04. Siapa yang menangis?
5 Bab 05. Gadis pucat lagi
6 Bab 06. Di kuburan
7 Bab 07. suara dari kamar
8 Bab 08. Rita pingsan
9 Bab 09. Gadis berwajah hancur
10 Bab 10. Hanya kepala saja
11 Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12 Bab 12. Pemerkosaan
13 Bab 13. Rambut yang panjang
14 Bab 14. Rena di hantui
15 Bab 15. Kedatangan Sadewa
16 Bab 16. Memotong tulang
17 Bab 17. Penderitaan Gita
18 Bab 18. Bunuh diri
19 Bab 19. Ruangan rahasia
20 Bab 20. menemukan Rena
21 Bab 21. Meminta tolong
22 Bab 22. Menghubungi Purnama
23 Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24 Bab 24. Luna biasa saja
25 Bab 25. Siap berangkat
26 Bab 26. Perdebatan
27 Bab 27. Membangkitkan Nisa
28 Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29 Bab 29. Melihat odong
30 Bab 30. Benarkah Maharani?
31 Bab 31. Random nya setan 3
32 Bab 32. Jarang di belai
33 Bab 33. Bertemu Gita
34 Bab 34. Pramugari
35 Bab 35. Munafik
36 Bab 36. Teguran Pak Manto
37 Bab 37. Ratu burung hantu
38 Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39 Bab 39. Ketakutan Rena
40 Bab 40. Pertarungan
41 Bab 41. Membantai iblis hitam
42 Bab 42. Siluman kera
43 Bab 43. Langkah yang berat
44 Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45 Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46 Bab 46. Bando kelap-kelip
47 Bab 47. Mendekati bilik
48 Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49 Bab 49. Mendengar suara Rita
50 Bab 50. Menghajar Bram
51 Bab 51. membawa Rita
52 Bab 52. Menyiksa Bram
53 Bab 53. Di seret di aspal
54 Bab 54. Di rumah Sadewa
55 Bab 55. tengilnya Purnama
56 Bab 56. Di buka mata batin
57 Bab 57. Mencari Bram
58 Bab 58. Menemukan mayat
59 Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60 Bab 60. Bukan anak
61 Bab 61. Amarah Pak Manto
62 Bab 62. Rita terguncang
63 Bab 63. Melihat Paduka
64 Bab 64. Mak Lampir
65 Bab 65. Melawan Mak Lampir
66 Bab 66. Kemenangan
67 Bab 67. Percaya diri
68 Bab 68. Masih di hajar
69 Bab 69. Mencari gadis perawan
70 Bab 70. Umpan Rena
71 Bab 71. Anggota lembah kematian
72 Bab 72. Mengira selesai
73 Bab 73. Ketakutan Bram
74 Bab 74. Nasib Luna
75 Bab 75. Di setubuhi paman
76 Bab 76. Jatuh
77 Bab 77. Membanting Nisa
78 Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79 Bab 79. Setan inggris
80 Bab 80. Di hajar Ratu ular
81 Bab 81. Berkumpul
82 Bab 82. Menitipkan Rena
83 Bab 83. Menguburkan Zizi
84 Bab 84. Teror Zizi
85 Bab 85. Ratu ular dugem
86 Bab 86 . menuju rumah sakit
87 Bab 87. Niat mencari dukun
88 Bab 88. Nasib Rita
89 Bab 89. menyiksa Bram lagi
90 Bab 90. Rundingan serius
91 Bab 91. Ketakutan Matteo
92 Bab 92. Anton menerima
93 Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94 Bab 94. Mendatangi Nisa
95 Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96 Bab 96. Kedatangan Anita
97 Bab 97. Pertanyaan Rita
98 Bab 98. Hal romantis
99 Bab 99. Kasihan pada Luna
100 Bab 100. Selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 01. Mencari kost
2
Bab 02. Lantai yang penuh darah
3
Bab 03. Ada yang hilang
4
Bab 04. Siapa yang menangis?
5
Bab 05. Gadis pucat lagi
6
Bab 06. Di kuburan
7
Bab 07. suara dari kamar
8
Bab 08. Rita pingsan
9
Bab 09. Gadis berwajah hancur
10
Bab 10. Hanya kepala saja
11
Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12
Bab 12. Pemerkosaan
13
Bab 13. Rambut yang panjang
14
Bab 14. Rena di hantui
15
Bab 15. Kedatangan Sadewa
16
Bab 16. Memotong tulang
17
Bab 17. Penderitaan Gita
18
Bab 18. Bunuh diri
19
Bab 19. Ruangan rahasia
20
Bab 20. menemukan Rena
21
Bab 21. Meminta tolong
22
Bab 22. Menghubungi Purnama
23
Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24
Bab 24. Luna biasa saja
25
Bab 25. Siap berangkat
26
Bab 26. Perdebatan
27
Bab 27. Membangkitkan Nisa
28
Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29
Bab 29. Melihat odong
30
Bab 30. Benarkah Maharani?
31
Bab 31. Random nya setan 3
32
Bab 32. Jarang di belai
33
Bab 33. Bertemu Gita
34
Bab 34. Pramugari
35
Bab 35. Munafik
36
Bab 36. Teguran Pak Manto
37
Bab 37. Ratu burung hantu
38
Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39
Bab 39. Ketakutan Rena
40
Bab 40. Pertarungan
41
Bab 41. Membantai iblis hitam
42
Bab 42. Siluman kera
43
Bab 43. Langkah yang berat
44
Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45
Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46
Bab 46. Bando kelap-kelip
47
Bab 47. Mendekati bilik
48
Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49
Bab 49. Mendengar suara Rita
50
Bab 50. Menghajar Bram
51
Bab 51. membawa Rita
52
Bab 52. Menyiksa Bram
53
Bab 53. Di seret di aspal
54
Bab 54. Di rumah Sadewa
55
Bab 55. tengilnya Purnama
56
Bab 56. Di buka mata batin
57
Bab 57. Mencari Bram
58
Bab 58. Menemukan mayat
59
Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60
Bab 60. Bukan anak
61
Bab 61. Amarah Pak Manto
62
Bab 62. Rita terguncang
63
Bab 63. Melihat Paduka
64
Bab 64. Mak Lampir
65
Bab 65. Melawan Mak Lampir
66
Bab 66. Kemenangan
67
Bab 67. Percaya diri
68
Bab 68. Masih di hajar
69
Bab 69. Mencari gadis perawan
70
Bab 70. Umpan Rena
71
Bab 71. Anggota lembah kematian
72
Bab 72. Mengira selesai
73
Bab 73. Ketakutan Bram
74
Bab 74. Nasib Luna
75
Bab 75. Di setubuhi paman
76
Bab 76. Jatuh
77
Bab 77. Membanting Nisa
78
Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79
Bab 79. Setan inggris
80
Bab 80. Di hajar Ratu ular
81
Bab 81. Berkumpul
82
Bab 82. Menitipkan Rena
83
Bab 83. Menguburkan Zizi
84
Bab 84. Teror Zizi
85
Bab 85. Ratu ular dugem
86
Bab 86 . menuju rumah sakit
87
Bab 87. Niat mencari dukun
88
Bab 88. Nasib Rita
89
Bab 89. menyiksa Bram lagi
90
Bab 90. Rundingan serius
91
Bab 91. Ketakutan Matteo
92
Bab 92. Anton menerima
93
Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94
Bab 94. Mendatangi Nisa
95
Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96
Bab 96. Kedatangan Anita
97
Bab 97. Pertanyaan Rita
98
Bab 98. Hal romantis
99
Bab 99. Kasihan pada Luna
100
Bab 100. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!