Bab 03. Ada yang hilang

"Gita!"

Luna menggoyang tubuh teman dia karena sekarang Gita malah tertidur di depan pintu kamar, agak kaget juga Luna melihat Gita yang tidur seperti itu namun dia berpikir bahwa mungkin saja Gita takut di dalam kamar sehingga dia menunggu di sini dan ketiduran di depan pintu kamar dia sendiri.

"Tapi kan dia tidak penakut seperti aku." batin Luna.

Tapi karena tidak ada masalah lagi maka Luna segera membangunkan saja karena nanti yang ada dilihat oleh anak kost lain dan ada bisik-bisik yang tidak sedap, mereka penghuni baru sehingga sebisa mungkin harus menjaga sikap agar tidak dibenci oleh yang lain dulu.

Walau aja kost seperti ini tapi tetap saja kadang kala ada persaingan di antara mereka semua, nama nya juga tinggal bersama sehingga sudah pasti akan muncul perdebatan yang tidak bisa di hindarkan, apa lagi mereka satu dapur sehingga nanti yang ada mereka akan komplain ke sana kemari karena ada yang terpakai barang milik mereka.

"Gita bangun, ayo cepat bangun sebelum di lihat oleh yang lain." Luna tidak sabar dan segera mengguncang keras tubuh Gita.

Gita tersentak karena dia merasa tadi bukan di depan kamar ini, masih terbayang dalam otak dia bahwa tadi dia jatuh tertelungkup di atas lantai ketika ada sepasang tangan yang menahan kaki agar dia tidak bisa pergi dari lorong yang gelap itu. namun sekarang malah sudah ada di depan pintu kamar dan di bangunkan pula oleh Luna, tentu saja gadis ini menjadi heran dan juga ada rasa takut di dalam hati karena jelas itu adalah pengalaman horor.

"Apa sih, kau kok seperti ketakutan seperti itu?" Luna bingung melihat Gita.

"Lun, aku tadi tidak tidur di depan pintu kamar ini." Gita bangkit dan menatap arah kanan kiri.

"Lalu kau tidur di dalam kamar dan kau pasti mengigau." Luna tahu bahwa Gita sering mengigau.

"Tidak mungkin, aku belum tidur jadi mana mungkin bisa mengigau!" Gita langsung menyangkal ucapan Luna.

"Mana ada orang mengigau mau mengaku karena mereka jelas tidak sadar, sama seperti kau ini karena tidak mengetahui bahwa kau pasti sedang menjauh dan berjalan keluar kamar lalu tidur di sini." Luna membuka pintu kamar kita dan dia segera duduk di sana.

Gita masih tidak percaya bahwa ini semua adalah halusinasi dia saat sedang tidur, karena jelas Gita mengingat bahwa dia tidak ada tidur sama sekali ketika di tinggal oleh Luna membeli makanan keluar kost tadi, jelas bahwa Gita mengingat dia jatuh telungkup di atas lantai karena ada yang menahan.

"Lun, tadi ada banjir darah dan kau lihat kaki ku ini." Gita menunjuk kaki yang putih bersih.

"Ya Allah malah sampai banjir darah pula kau sebut!" Luna sungguh frustasi menghadapi Gita yang sering mengigau.

"Jelas tadi aku mencium bau amis yang sangat kuat dan juga kental!" Gita bersikeras dan dia hampir emosi.

"Ya kau lihat sekarang kaki mu itu apa ada darah yang sangat kental dan bau amis." Luna menunjuk kaki Gita.

"Kenapa nggak ada darah di kaki ku ini? ke mana pergi darah yang tadi sempat membanjiri lantai." Gita sungguh bingung dengan kejadian yang baru dia alami ini.

Luna berdecak berulang kali karena dia tidak percaya dan merasa sangat kesal karena belum lagi mereka tidur semalam di tempat baru tapi Gita kembali berulah, sebab Luna dan Gita pernah satu kost bersama sehingga Luna sudah memahami bagaimana sifat Gita ketika sedang tidur dan kerap pula mengigau dengan hal yang tidak jelas.

"Wuuuh mending ayo sekarang makan dan kau cium ini bau bakso yang sangat lezat." Luna tidak pernah mencium aroma bakso yang sangat lezat seperti ini.

"Eh wangi sekali bau bakso ini, kau beli di mana?" Gita juga ikut mendekat karena dia mencium aroma bakso.

"Bu Dewi jualan bakso jadi aku beli tempat dia, eh malah dikasih gratis katanya karena baru pertama beli." jelas Luna dan menyeruput kuah bakso.

Rasa kuah yang tidak pernah Luna rasakan selama ini dan membuat lidah terasa begitu di manjakan oleh kaldu tersebut, Luna juga merasa bakso ini ada yang spesial sehingga dia ingin makan lagi dan lagi. Gita juga ikut penasaran dan segera mencoba rasa bakso tersebut, dan ternyata lidah dia sama dengan Luna karena memang rasa bakso tidak bisa di temukan pada tempat lain.

"Bu Dewi sepertinya pintar masak ya." Luna sangat senang dan dia memakan lahap.

"Iya, pintar sekali dia mengelola segala macam hal." Gita setuju dengan ucapan Luna.

Kedua gadis ini makan bakso dengan sangat nikmat dan juga mereka sampai ingin tambuh karena merasa kurang, namun Luna tidak mau keluar lagi untuk membeli dan Gita juga tidak ada niat untuk keluar sehingga mereka berniat besok saja setelah pulang kerja maka akan makan bakso lagi.

"Ada penghuni baru di kamar sana ya?" Rita menatap Sheila.

"Seperti nya begitu, tadi kulihat dia keluar dan membeli makanan namun belum sempat aku ngobrol dengan dia." angguk Sheila.

"Ajak saja mereka ngobrol dan beritahu beberapa pantangan yang ada di kos kita ini." Rita berkata sambil mengunyah keripik.

"Aku takutnya kalau mau memberitahu orang baru nanti mereka malah tidak percaya dan justru ingin mengetahui lebih dalam." sahut Sheila.

"Ya terserah nanti kalau mereka mau penasaran atau bagaimana, tapi yang jelas kita beritahu saja dulu agar mereka tidak sampai ke sana." ucap Rita yang memiliki niat baik pada mereka berdua.

Sheila mengangguk setuju karena memang kasihan bila tidak tahu apa-apa dan sampai tersesat di belakang kost yang angker itu, sebab kadang orang baru begitu penasaran dan ketika melihat sesuatu yang menarik sedikit saja maka mereka segera kepo dan mencari tahu apa yang telah terjadi di sana.

"Jadi Zizi udah ketemu belum ya?" Sheila ingat dengan salah satu penghuni kost yang menghilang.

"Kalau kata Rena sih belum, aku juga tidak tahu secara pasti karena Zizi kan selama ini agak angkuh dan aku kurang akrab dengan dia." jawab Rita.

"Kemana dia pergi? atau jangan jangan dia minggat sama cowok yang kemarin datang itu ya." Sheila jadi kumat untuk bergosip.

Rita hanya mengangkat pundak karena dia sama sekali tidak tertarik ingin membicarakan Zizi, sebab dulu dia pernah bertengkar dengan Zizi sehingga mereka bisa di katakan kurang akrab dan Rita tidak ingin tahu apa saja tentang gadis angkuh itu tempat tinggal di sini juga.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya. othor lagi nunggu gajian ini😂

Terpopuler

Comments

Ela Jutek

Ela Jutek

wah wah udah ada yg ilang nih

2025-11-24

1

mifta

mifta

jgan2 bakso yg di juwal Bu Dewi itu daging manusia jgan2 Zizi hilang di bunuh buk Dewi kan iiiiih...serem ya klu emng iyaaa,coba kasih Kirana dan digo yg ngurus kasusnya jadi purnama ddk manis jeee

2025-11-25

1

Betri Betmawati

Betri Betmawati

siang jg
patut dicurigai ni bakso buk Dewi jgn2 dari daging manusia lg. maka nya penghuni kos nya hilang satu persatu secara misterius

2025-11-24

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Mencari kost
2 Bab 02. Lantai yang penuh darah
3 Bab 03. Ada yang hilang
4 Bab 04. Siapa yang menangis?
5 Bab 05. Gadis pucat lagi
6 Bab 06. Di kuburan
7 Bab 07. suara dari kamar
8 Bab 08. Rita pingsan
9 Bab 09. Gadis berwajah hancur
10 Bab 10. Hanya kepala saja
11 Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12 Bab 12. Pemerkosaan
13 Bab 13. Rambut yang panjang
14 Bab 14. Rena di hantui
15 Bab 15. Kedatangan Sadewa
16 Bab 16. Memotong tulang
17 Bab 17. Penderitaan Gita
18 Bab 18. Bunuh diri
19 Bab 19. Ruangan rahasia
20 Bab 20. menemukan Rena
21 Bab 21. Meminta tolong
22 Bab 22. Menghubungi Purnama
23 Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24 Bab 24. Luna biasa saja
25 Bab 25. Siap berangkat
26 Bab 26. Perdebatan
27 Bab 27. Membangkitkan Nisa
28 Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29 Bab 29. Melihat odong
30 Bab 30. Benarkah Maharani?
31 Bab 31. Random nya setan 3
32 Bab 32. Jarang di belai
33 Bab 33. Bertemu Gita
34 Bab 34. Pramugari
35 Bab 35. Munafik
36 Bab 36. Teguran Pak Manto
37 Bab 37. Ratu burung hantu
38 Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39 Bab 39. Ketakutan Rena
40 Bab 40. Pertarungan
41 Bab 41. Membantai iblis hitam
42 Bab 42. Siluman kera
43 Bab 43. Langkah yang berat
44 Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45 Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46 Bab 46. Bando kelap-kelip
47 Bab 47. Mendekati bilik
48 Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49 Bab 49. Mendengar suara Rita
50 Bab 50. Menghajar Bram
51 Bab 51. membawa Rita
52 Bab 52. Menyiksa Bram
53 Bab 53. Di seret di aspal
54 Bab 54. Di rumah Sadewa
55 Bab 55. tengilnya Purnama
56 Bab 56. Di buka mata batin
57 Bab 57. Mencari Bram
58 Bab 58. Menemukan mayat
59 Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60 Bab 60. Bukan anak
61 Bab 61. Amarah Pak Manto
62 Bab 62. Rita terguncang
63 Bab 63. Melihat Paduka
64 Bab 64. Mak Lampir
65 Bab 65. Melawan Mak Lampir
66 Bab 66. Kemenangan
67 Bab 67. Percaya diri
68 Bab 68. Masih di hajar
69 Bab 69. Mencari gadis perawan
70 Bab 70. Umpan Rena
71 Bab 71. Anggota lembah kematian
72 Bab 72. Mengira selesai
73 Bab 73. Ketakutan Bram
74 Bab 74. Nasib Luna
75 Bab 75. Di setubuhi paman
76 Bab 76. Jatuh
77 Bab 77. Membanting Nisa
78 Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79 Bab 79. Setan inggris
80 Bab 80. Di hajar Ratu ular
81 Bab 81. Berkumpul
82 Bab 82. Menitipkan Rena
83 Bab 83. Menguburkan Zizi
84 Bab 84. Teror Zizi
85 Bab 85. Ratu ular dugem
86 Bab 86 . menuju rumah sakit
87 Bab 87. Niat mencari dukun
88 Bab 88. Nasib Rita
89 Bab 89. menyiksa Bram lagi
90 Bab 90. Rundingan serius
91 Bab 91. Ketakutan Matteo
92 Bab 92. Anton menerima
93 Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94 Bab 94. Mendatangi Nisa
95 Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96 Bab 96. Kedatangan Anita
97 Bab 97. Pertanyaan Rita
98 Bab 98. Hal romantis
99 Bab 99. Kasihan pada Luna
100 Bab 100. Selesai
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Bab 01. Mencari kost
2
Bab 02. Lantai yang penuh darah
3
Bab 03. Ada yang hilang
4
Bab 04. Siapa yang menangis?
5
Bab 05. Gadis pucat lagi
6
Bab 06. Di kuburan
7
Bab 07. suara dari kamar
8
Bab 08. Rita pingsan
9
Bab 09. Gadis berwajah hancur
10
Bab 10. Hanya kepala saja
11
Bab 11. Peringatan Bu Dewi
12
Bab 12. Pemerkosaan
13
Bab 13. Rambut yang panjang
14
Bab 14. Rena di hantui
15
Bab 15. Kedatangan Sadewa
16
Bab 16. Memotong tulang
17
Bab 17. Penderitaan Gita
18
Bab 18. Bunuh diri
19
Bab 19. Ruangan rahasia
20
Bab 20. menemukan Rena
21
Bab 21. Meminta tolong
22
Bab 22. Menghubungi Purnama
23
Bab 23. teror gadis berwajah hancur
24
Bab 24. Luna biasa saja
25
Bab 25. Siap berangkat
26
Bab 26. Perdebatan
27
Bab 27. Membangkitkan Nisa
28
Bab 28. Kedatangan Ratu ular
29
Bab 29. Melihat odong
30
Bab 30. Benarkah Maharani?
31
Bab 31. Random nya setan 3
32
Bab 32. Jarang di belai
33
Bab 33. Bertemu Gita
34
Bab 34. Pramugari
35
Bab 35. Munafik
36
Bab 36. Teguran Pak Manto
37
Bab 37. Ratu burung hantu
38
Bab 38. Mengikuti Pak Manto
39
Bab 39. Ketakutan Rena
40
Bab 40. Pertarungan
41
Bab 41. Membantai iblis hitam
42
Bab 42. Siluman kera
43
Bab 43. Langkah yang berat
44
Bab 44. Mengikuti jubah hitam
45
Bab 45. Bertemu dengan dua gadis
46
Bab 46. Bando kelap-kelip
47
Bab 47. Mendekati bilik
48
Bab 48. Masuk ruang bawah tanah
49
Bab 49. Mendengar suara Rita
50
Bab 50. Menghajar Bram
51
Bab 51. membawa Rita
52
Bab 52. Menyiksa Bram
53
Bab 53. Di seret di aspal
54
Bab 54. Di rumah Sadewa
55
Bab 55. tengilnya Purnama
56
Bab 56. Di buka mata batin
57
Bab 57. Mencari Bram
58
Bab 58. Menemukan mayat
59
Bab 59. Membakar ruang bawah tanah
60
Bab 60. Bukan anak
61
Bab 61. Amarah Pak Manto
62
Bab 62. Rita terguncang
63
Bab 63. Melihat Paduka
64
Bab 64. Mak Lampir
65
Bab 65. Melawan Mak Lampir
66
Bab 66. Kemenangan
67
Bab 67. Percaya diri
68
Bab 68. Masih di hajar
69
Bab 69. Mencari gadis perawan
70
Bab 70. Umpan Rena
71
Bab 71. Anggota lembah kematian
72
Bab 72. Mengira selesai
73
Bab 73. Ketakutan Bram
74
Bab 74. Nasib Luna
75
Bab 75. Di setubuhi paman
76
Bab 76. Jatuh
77
Bab 77. Membanting Nisa
78
Bab 78. Meninggalkan Bu Dewi
79
Bab 79. Setan inggris
80
Bab 80. Di hajar Ratu ular
81
Bab 81. Berkumpul
82
Bab 82. Menitipkan Rena
83
Bab 83. Menguburkan Zizi
84
Bab 84. Teror Zizi
85
Bab 85. Ratu ular dugem
86
Bab 86 . menuju rumah sakit
87
Bab 87. Niat mencari dukun
88
Bab 88. Nasib Rita
89
Bab 89. menyiksa Bram lagi
90
Bab 90. Rundingan serius
91
Bab 91. Ketakutan Matteo
92
Bab 92. Anton menerima
93
Bab 93. Menyiksa Pak Manto
94
Bab 94. Mendatangi Nisa
95
Bab 95. Penyiksaan untuk Nisa
96
Bab 96. Kedatangan Anita
97
Bab 97. Pertanyaan Rita
98
Bab 98. Hal romantis
99
Bab 99. Kasihan pada Luna
100
Bab 100. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!