2. Anak Ajaib

Setelah selesai ritual di Grojogan Lengkung, mereka kemudian turun menuju ke Pondokan.

Disana, mereka melihat Sashi yang sedang bermain dengan seekor Binturong yang tentu saja liar. Sementara Ashoka dan Raka sedang duduk - duduk bersama Dipta dan Nala sembari melihat Sashi yang bermain dengan Binturong.

"Astaghfirullah, di bikin shock lagi begitu turun." Lirih Raina sambil mengusap dadanya.

"Nok! Awas di gigit, ya Allah." Seru Arsha.

"Ayah! Ini baik kok. Sayang sama Aci." Jawab Sashi dengan entengnya.

"Anakmu kok ajaib semua to, Mas." Kata Aksa.

"Mboh, Sa. Aku yo nggumun ki. (Gak tau, Sa. Aku ya geran ni.)" Jawab Arsha.

"Berkah dari Gusti Allah, Mas, Mbak. Di Syukuri aja, barang kali kedepannya bisa menjadi wasilah untuk menolong orang di sekitarnya." Ujar Abimanyu dengan bijak.

"Nok! Ya jangan di pegang mulutnya gitu." Kata Aksa yang mempercepat langkahnya untuk menghampiri Sashi.

"Ini baik, Bopo. Liat tuh dia jilat - jilat tangan Aci." Jawab Sashi.

"Kok kalian berdua malah diem aja, gimana to?" Tegur Arsha pada dua adiknya yang malah bersantai di teras pondokan.

"Lha wong wis di gusah, ra gelem lungo kok, Mas. Malah ngintili Sashi. (Orang sudah di usir, gak mau pergi kok, Mas. Malah ngikutin Sashi.)" Jawab Raka.

"Iya, Mas. Lagian juga dia lulut (jinak) banget gitu. Dari tadi Sashi ngasih jagung langsung dari tangannya gitu dan gak gigit." Jawab Ashoka.

"Ayah... Bawa pulang, ya." Pinta Sashi.

"Kasihan kalau di bawa pulang, nanti dia gak bisa bebas." Jawab Arsha yang berjongkok di sebelah Sashi.

"Tapi dia lulut (jinak) sama Aci, Yah." Rengek Sashi.

"Bopo... Bintulongnya bawa pulang, ya?" Pinta Sashi.

"Nanti kalau keluarganya nyariin, gimana? Kan kasihan kalau di pisahin dari keluarganya, Nok." Jawab Aksa.

"Tapi dia mau ikut Aci, Po. Yang Kung..." Sashi menatap ke arah Yang Kungnya. Harapan terakhir setelah Ayah dan Boponya menolak dengan halus permintaannya.

"Halah, wes angel nak ngene. Wes angel nak lawane Yang Kung. (Halah, sudah susah kalau gini. Sudah susah kalau lawannya Yang Kung.)" Lirih Aksa sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Mesti leh keturutan nak karo Yang Kung. (Pasti di turutinnya kalau sama Yang Kung.)" Imbuh Arsha yang membuat mereka semua terkikik geli.

"Rayu terus Yang Kung sama Yang Ti, Nok. Pasti boleh kalo sama Yang Kung dan Yang Ti." Ashoka mengompori.

"Kuwi meneh, kompor kobong! (Itu lagi, kompor kebakaran!)" Gerutu Aksa.

"Yang Kung... Boleh, kan? Bintulongnya kita bawa pulang ya." Tanya Sashi sambil menggoyang - goyangkan tangan Yang Kungnya.

"Ya sudah, Denok bilang sama Binturongnya. Kalau memang mau ikut, ya suruh jalan sampai ke mobil. Kalau dia ngikutin sampai ke mobil, nanti kita bawa pulang." Kata Abimanyu.

"Yeee!" Seru Sashi dengan Girang.

"Bintulong, ikut Aci ya. Jalan ke mobil, boleh kata Yang Kung. Jangan takut, semua sayang Bintulong." Ujar Sashi yang kembali mengusap - usap kepala Binturongnya.

"Sashi aja itu yang Sayang sama Binturong, lainnya enggak." Ledek Raka.

"Om Laka! Jangan nakal, nanti Bintulongnya malah." Kata Sashi sambil merengut ke arah Raka yang malah tertawa geli melihat wajah menggemaskan Sashi.

"Yang marah lak, Denok, bukan Binturongnya." Kekeh Aksa.

"Udah sih, Mas. Biarin aja kalo Binturongnya mau ikut. Siapa tau bisa jadi temen mereka berempat kayak Ningrat dulu." Kata Runi yang membela cucunya.

"Tuh, bisa jadi temen Aci, Dek Juna, Dek Dipta sama Dek Nala. Iya kan, Yang Ti." Kata Sashi.

"Cucu Pak Kades dan Bu Kades nih, senggol dong bos!" Gelak Ashoka meledek kedua Kakaknya yang sudah tak bisa lagi berkutik.

Sementara itu, Saira dan Raina pun hanya bisa terkekeh melihat perdebatan tiga generasi di hadapan mereka.

"Bintulong, ayo pulang sama Aci." Ajak Sashi. Anehnya, Binturong itu seperti mengerti. Ia pun mengikuti kemana gadis menggemaskan itu melangkah seperti seekor kucing yang jinak.

"Wes, jelas katut, Mas. (Sudah jelas terbawa, Mas.)" Lirih Aksa.

"Yo arep piye meneh, Sa. Aku mung wedi Denok cidro, nak di tinggal pas jek sayang - sayange. Wes pengalaman soale, ndisek karo Ningrat. (Ya mau gimana lagi, Sa. Aku cuma takut Denok kecewa, kalau di tinggal waktu masih sayang - sayangnya. Sudah pengalaman soalnya, dulu sama Ningrat.)" Jawab Arsha yang hanya bisa pasrah.

"Yeee! Bintulong pintel! Bintulong ikut Aci." Seru Sashi dengan Girang yang menghadirkan senyuman di wajah keluarganya.

"Boleh bawa pulang kan, Yang Kung?" Tanya Sashi dengan wajah gembira.

"Boleh. Ayo di bawa masuk ke mobil." Kata Abimanyu sambil tersenyum.

"Biar Ayah aja yang masukin ke Mobil." Ujar Arsha yang kemudian memasukkan Binturong itu ke dalam mobil.

Tentu saja bersama Sashi juga, agar Binturong itu tetap tenang karena berada di dekat 'Pemiliknya'.

...****************...

"Ayaah! Ayaah... Tolong Adek mainan api!" Seru Sashi yang berada di halaman rumah.

"Adek, panas, Dek. Jangan kesana!" Sashi berusaha menggeret Arjuna yang terduduk di rerumputan, namun Arjuna tak juga bisa ia bawa menjauh.

"Tolong Ayaah!" Seru Sashi lagi sambil memegangi kaki Arjuna yang hendak merangkak ke arah kobaran api.

"Bopo tolong Juna, Bopo. Mbak Aci gak kuat talik Juna." Ujar Sashi saat melihat Aksa memasuki halaman rumahnya.

Arsha yang teringat jika sedang membakar sampah itu pun langsung lari saat mendengar jeritan Sashi.

Tak hanya Arsha, Aksa yang baru pulang dari Balai Desa pun langsung berlari ke arah Arjuna yang masih di tahan oleh Sashi.

Saking paniknya, ia meletakkan asal motornya. Motornya itu bahkan sampai ambruk karena ia lupa menyetandarkannya.

"Ya Allah! Mas gimana to, kok lagi bakar - bakar tapi anaknya di tinggalin? Untung gak sampe kobong." Omel Aksa yang lebih dulu mengambil tubuh Arjuna dan memeluknya.

"Aku mau ngambilin Arjuna minum. Orang dia minta minum tadi." Jawab Aksa.

"Coba lihat ini ada yang luka gak? Ya Allah, tiwas nderedek aku, Mas. (Sampe deg - degan aku, Mas.)" Kata Aksa.

"Alhamdulillah. Aman kok, Sa." Jawab Arsha yang juga tak kalah deg - degan.

"Adek gak mau diem. Maunya jalan ke api." Adu Sashi pada Ayah dan Boponya.

"Adek gak apa - apa? Beldalah nggak, Yah?" Tanya Sashi kemudian.

"Ya Allah, makasih ya, Nok. Karna Mbak Aci udah pegangin Adek. Adek gak apa - apa, kok. Gak ada yang luka atau berdarah ini." Jawab Arsha.

"Pinter banget anak Bopo ini. Makasih ya, Mbak Aci, selalu jagain Adek - Adeknya." Ucap Aksa.

"Iya, Bopo. Aci sayang Juna, Dipta sama Nala." Jawab Sashi dengan polosnya.

Aksa dan Arsha pun tersenyum. Merasa berhasil menanamkan rasa kasih sayang di hati putri pertama mereka. Putri yang mereka besarkan bersama itu, memiliki perasaan yang begitu kuat namun halus.

Sedari kecil, Sashi selalu tanggap dengan keadaan di sekitarnya. Gadis kecil itu, memiliki rasa empati yang luar biasa.

Terpopuler

Comments

Nur Wakidah

Nur Wakidah

🤣🤣🤣 , , , tahta tertinggi para wanita dikeluarga alm pak karto masih tetap dipenggang oleh Bopo Abi , , , Muleh2 gowo oleh2 , gantine ningrat , tp ngomong binturong khe opo mbk Sashi 🙈🙈🙈aku kok ndak paham kewan opo iku khe , , ,

2025-11-29

2

syora

syora

apa jgn" dek juna slh satu keistimewaannya sbgai pengendali 4 element kehidupan air api tanah(bumi) dan udara ya (identik dgn batu pancawarna)

2025-11-29

3

adning iza

adning iza

wahhh gantiy ningrat binturong kira² nmay spa ya🤭🤭🤭🤭

2025-11-28

5

lihat semua
Episodes
1 1. Bopo Istimewa
2 2. Anak Ajaib
3 3. Warisan
4 4. Pujaan Hati
5 5. Tahap Pertama
6 6. Sambutan Hangat
7 7. Cacing
8 8. Kemampuan Arjuna
9 9. Izin dan Keikhlasan
10 10. Silaturahmi Keluarga
11 11. Anak Patuh
12 12. Prestasi Keluarga
13 13. Burung yang Galau
14 14. Pembalakan Liar
15 15. Keras Kepala
16 16. Pertanggung Jawaban
17 17. Akad Nikah Ashoka
18 18. Perusuh Kecil
19 19. Anak Jahil
20 20. Tak Ada Kabar
21 21. Gagak
22 22. Tersengat Listrik
23 23. percobaan
24 24. Persaingan
25 25. Sisi Lain Arjuna
26 26. Hanya Membela Diri
27 27. Pengelihatan
28 28. Pohon Patah
29 29. Si Pemancing Emosi
30 30. Kebobolan
31 31. Fakta yang Tersimpan
32 32. Maaf, Nok...
33 33. Penghibur
34 34. Rumah Baru
35 35. Hutan yang Aneh
36 36. Bingung
37 37. Lega
38 38. Kiriman
39 39. Lebai
40 40. Berharap?
41 41. Takdir Pertemuan
42 42. Gombal
43 43. Tak Dihiraukan
44 44. Perjuangan
45 45. Si Paling Peka
46 46. Dinginnya
47 47. Kehebohan Keluarga
48 48. Heboh
49 49. Geger
50 50. Salah Doktrin
51 51. Si Tukang Ngamuk
52 52. Mencari Korban
53 53. Aman!
54 54. Liburan
55 55. Kedatangan Abimanyu
56 56. Ujian Hati
57 57. Rumah Duka
58 58. Pemakaman
59 59. Tangisan Shima
60 Pengumuman
61 60. Sang Penghibur
62 61. Time Flies
63 62. Aib Masa Kecil
64 63. Lamaran
65 64. Ganteng Bopo dan Ayah
66 65. Bu Guru
67 66. Mulut Non Filter
68 67. Sikat Bosku!
69 68. Tuan Putri
70 69. PDKT
71 70. Gak Pake Basa - Basi
72 71. Calon Anggota Keluarga Baru
73 72. Izin Tiba - Tiba
74 73. Privat Gombal
75 74. Orang - Orang Kepo
76 75. Efek Penasaran
77 76. Terhindar Dari Maut
78 77. Perdebatan
79 78. Balada Kakak Beradik
80 79. Jangan Panik!
81 80. Kejadian Buruk
82 81. Kronologi
83 82. Polisi
84 83. Rindu Itu Berat
85 84. Amukan Alam
86 85. Kelahiran Bayi
87 86. Cemburu
88 87. Ketempelan
89 88. Dentuman
90 89. Pembalasan
91 90. Bucin Akut
92 91. Simulasi Honeymoon
93 92. Bayi Tua
94 93. terseret Ombak
95 94. Penyelamat
96 95. Ratu Drama
97 96. Perahu Baru
98 97. Jo!
99 98. Izin Sebelum Pacaran
100 99. Introgasi
101 100. Midodareni
102 101. Desa Sunyi
103 102. Menghilang
104 103. Kebingungan
105 104. Paling Tersakiti
106 105. Akad Nikah Sashi
107 106. Tangisan Rindu
108 107. Perampok Kecil
109 108. Lovely Time
110 109. Gak Kuat!
111 110. Wisata Alam Liar
112 111. Pasangan Bucin
113 112. Melepas Rindu
114 113. Pembuat Emosi
115 114. Memecah Keheningan
116 115. Bencana Alam
117 116. Ibu Peri
118 117. Satu Tujuan
119 118. Obrolan Keluarga
120 119. Tukang Modus
121 120. Udur - Uduran
122 121. Saru!
123 122. Kayak Jomblo
124 123. Si Bontot
125 124. Princess Treatment
126 125. Meratukan Cintanya
127 126. LDR
128 127. Drama Pasangan LDR
129 128. Gak Di Ajak Berpelukan
130 129. Cinta yang Besar
131 130. Si Anak Rantau
132 131. Pagar Mangkuk
133 132. Terjangkit Penyakit
134 133. Rindu Itu Berat
135 134. Terkena Sidak
136 135. Diagnosa
137 136. Di Hantam Kenyataan
138 137. Keputusan Sepihak
139 138.Kekuatan Cinta
140 139. Toddler Tantrum
141 140. Firasat
142 141. Permohonan
143 WAJIB BACA!!!
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1. Bopo Istimewa
2
2. Anak Ajaib
3
3. Warisan
4
4. Pujaan Hati
5
5. Tahap Pertama
6
6. Sambutan Hangat
7
7. Cacing
8
8. Kemampuan Arjuna
9
9. Izin dan Keikhlasan
10
10. Silaturahmi Keluarga
11
11. Anak Patuh
12
12. Prestasi Keluarga
13
13. Burung yang Galau
14
14. Pembalakan Liar
15
15. Keras Kepala
16
16. Pertanggung Jawaban
17
17. Akad Nikah Ashoka
18
18. Perusuh Kecil
19
19. Anak Jahil
20
20. Tak Ada Kabar
21
21. Gagak
22
22. Tersengat Listrik
23
23. percobaan
24
24. Persaingan
25
25. Sisi Lain Arjuna
26
26. Hanya Membela Diri
27
27. Pengelihatan
28
28. Pohon Patah
29
29. Si Pemancing Emosi
30
30. Kebobolan
31
31. Fakta yang Tersimpan
32
32. Maaf, Nok...
33
33. Penghibur
34
34. Rumah Baru
35
35. Hutan yang Aneh
36
36. Bingung
37
37. Lega
38
38. Kiriman
39
39. Lebai
40
40. Berharap?
41
41. Takdir Pertemuan
42
42. Gombal
43
43. Tak Dihiraukan
44
44. Perjuangan
45
45. Si Paling Peka
46
46. Dinginnya
47
47. Kehebohan Keluarga
48
48. Heboh
49
49. Geger
50
50. Salah Doktrin
51
51. Si Tukang Ngamuk
52
52. Mencari Korban
53
53. Aman!
54
54. Liburan
55
55. Kedatangan Abimanyu
56
56. Ujian Hati
57
57. Rumah Duka
58
58. Pemakaman
59
59. Tangisan Shima
60
Pengumuman
61
60. Sang Penghibur
62
61. Time Flies
63
62. Aib Masa Kecil
64
63. Lamaran
65
64. Ganteng Bopo dan Ayah
66
65. Bu Guru
67
66. Mulut Non Filter
68
67. Sikat Bosku!
69
68. Tuan Putri
70
69. PDKT
71
70. Gak Pake Basa - Basi
72
71. Calon Anggota Keluarga Baru
73
72. Izin Tiba - Tiba
74
73. Privat Gombal
75
74. Orang - Orang Kepo
76
75. Efek Penasaran
77
76. Terhindar Dari Maut
78
77. Perdebatan
79
78. Balada Kakak Beradik
80
79. Jangan Panik!
81
80. Kejadian Buruk
82
81. Kronologi
83
82. Polisi
84
83. Rindu Itu Berat
85
84. Amukan Alam
86
85. Kelahiran Bayi
87
86. Cemburu
88
87. Ketempelan
89
88. Dentuman
90
89. Pembalasan
91
90. Bucin Akut
92
91. Simulasi Honeymoon
93
92. Bayi Tua
94
93. terseret Ombak
95
94. Penyelamat
96
95. Ratu Drama
97
96. Perahu Baru
98
97. Jo!
99
98. Izin Sebelum Pacaran
100
99. Introgasi
101
100. Midodareni
102
101. Desa Sunyi
103
102. Menghilang
104
103. Kebingungan
105
104. Paling Tersakiti
106
105. Akad Nikah Sashi
107
106. Tangisan Rindu
108
107. Perampok Kecil
109
108. Lovely Time
110
109. Gak Kuat!
111
110. Wisata Alam Liar
112
111. Pasangan Bucin
113
112. Melepas Rindu
114
113. Pembuat Emosi
115
114. Memecah Keheningan
116
115. Bencana Alam
117
116. Ibu Peri
118
117. Satu Tujuan
119
118. Obrolan Keluarga
120
119. Tukang Modus
121
120. Udur - Uduran
122
121. Saru!
123
122. Kayak Jomblo
124
123. Si Bontot
125
124. Princess Treatment
126
125. Meratukan Cintanya
127
126. LDR
128
127. Drama Pasangan LDR
129
128. Gak Di Ajak Berpelukan
130
129. Cinta yang Besar
131
130. Si Anak Rantau
132
131. Pagar Mangkuk
133
132. Terjangkit Penyakit
134
133. Rindu Itu Berat
135
134. Terkena Sidak
136
135. Diagnosa
137
136. Di Hantam Kenyataan
138
137. Keputusan Sepihak
139
138.Kekuatan Cinta
140
139. Toddler Tantrum
141
140. Firasat
142
141. Permohonan
143
WAJIB BACA!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!