3. Warisan

Malam itu, Arsha, Aksa berserta istri dan anak - anak mereka sedang berkumpul di kediaman Abimanyu, setelah menggelar acara doa bersama untuk memperingati empat puluh hari kepergian Pak Karto yang bertepatan dengan seratus hari kepergian Bu Lastri.

Suasana riuh begitu terasa saat keempat balita itu berkumpul. Suara teriakan dan tawa, memenuhi seisi rumah Abimanyu.

"Nang, Le, Nduk, Romo sengaja mengumpulkan kalian di sini, mau menyampaikan wasiat dari almarhum Akung." Abimanyu membuka pembicaraan.

"Ini, akte tanah rumah kalian masing - masing, pemberian dari Akung." Ujar Abimanyu sembari memberikan dua buah sertifikat masing - masing dengan nama Aksa dan Arsha.

"Ini di kasih Akung, Mo?" Tanya Aksa yang di jawab anggukan oleh Abimanyu.

"Alhamdulillah. Matur nuwun njih, Kung." Ucap Arsha yang berbicara pada angin.

"Tanah dan rumah utama itu, Akung berikan langsung pada Arjuna, seperti yang kalian dengar langsung dari Akung beberapa hari sebelum Akung meninggal. Jadi, walaupun itu masih tetap atas nama Akung, gak ada yang boleh mengusik wasiat dari langsung dari Akung itu, walaupun itu gak tertulis." Ujar Abimanyu kemudian.

"Ini, pabrik dan sawah milik Akung, yang di bagikan untuk cucu - cucunya. Dua pabrik beras yang di Kecamatan milik Arsha. Pabrik beras yang di Lor dan Kidul, milik Aksa dan pabrik beras yang di desa sebelah dan desa Pacet, milik Raka." Jelas Abi.

"Ashoka dan Gendis, kebagian sawah milik Akung yang ada di Desa sebelah. Sawah yang di Kidul, jatahnya Mas Aksa dan sawah yang di Lor jatahnya Raka. Sisanya, sawah yang ada di Desa ini, milik Romo dan Yanda. Mas Arsha gak kebagian sawah, tapi kejatahan Pabrik Pakan yang di Kabupaten karena selama ini Mas Arsha yang ngurus Pabrik Pakan itu, kata Akung." Imbuh Abimanyu yang menjelaskan wasiat Pak Karto pada anak - anaknya.

"Iya, Mo." Jawab Arsha dan Aksa hampir bersamaan.

"Le, Romo ini kan sudah tua, sudah pingin istirahat. Tolong kamu lanjutkan ya, Le, menjadi Kepala Desa di Desa ini." Pinta Abimanyu.

Karena keriuhan saat pemilihan Kepala Desa Banyu Alas dulu, pada akhirnya Pemerintah Kabupaten mengembalikan Kepemimpinan di sana menjadi seperti semula, yatu secara turun - temurun oleh keluarga Bopo.

"Emangnya Romo gak mau nambah masa jabatan lagi? Nambah lagi ya gak apa - apa loh, Mo. Kan aku bantuin." Ujar Aksa.

"Wes kesel to, Le. (Sudah capek to, Le.)" Kata Abimanyu yang membuat anak - anaknya terkekeh.

"Dulu aja, Akung usia seperti Romo ini, udah istirahat. Udah Romo gantikan tugasnya jadi Kepala Desa." Imbuh Abimanyu kemudian.

"Ya sudah. In Syaa Allah, Aksa gantikan nanti, Mo." Jawab Aksa yang membuat Abimanyu merasa lega.

"Ibun juga jadi pingin pensiun deh, Mo." Kekeh Runi sambil melirik ke arah Saira.

"Bun, jangan dulu." Sergah Saira dengan cepat hingga membuat Runi tertawa.

...****************...

"Panav... Panav..." Seru Sashi memanggil Binturongnya yang kini menempati kandang bekas milik Ningrat dulu.

Tentu saja kandang itu sudah di pindah ke halaman samping rumah Arsha agar lebih mudah mengawasinya.

Binturong itu pun keluar dari tempat persembunyiannya ketika Sashi memanggilnya. Gadis kecil itu, kemudian membuka kandang si Binturong dan membiarkan Panav mengikutinya bermain di teras rumah.

"Mbak Aci..." Panggil Arsha ketika melihat Sashi bermain di teras samping rumah mereka sembari memberi makan Panav.

"Dalem, Ayah." Jawab Sashi yang langsung menoleh ke sumber suara.

"Ayah minta tolong, temenin Dek Juna sebentar, bisa? Ayah mau ke wc." Pinta Arsha sore itu, karena Raina masih belum pulang bekerja.

"Bisa, Ayah. Tapi Aci sama Dek Juna main di sini sama Panav ya, Yah?" Kata Sashi.

"Iya. Tapi hati - hati, ya." Pesan Arsha sambil meletakkan Arjuna di dekat Sashi.

"Dek Juna, main sama Mbak Aci ya. Ayah mau ke wc sebentar." Pamit Arsha.

"Manut kalih Mbak Aci njih, Nang. (Nurut sama Mbak Aci ya, Nang.)" Pesan Arsha.

"Sini, Dek Juna. Jangan jalan - jalan, ya. Kita kasih makan Panav aja." Ujar Sashi sembari memberikan melon pada Arjuna.

Arjuna pun mengangguk. Ia menerima melon pemberian Sashi kemudian memakannya sedikit sebelum ia berikan pada Panav. Sashi pun tertawa melihat Arjuna yang makan bergantian dengan Panav.

"Jangan di makan, itu punya Panav. Dek Juna makan yang balu aja." Kata Sashi yang menahan tangan Arjuna agar tak mengambil melon yang sudah di makan Panav.

Saat sedang asyik bermain, Sashi di kejutkan dengan kehadiran seekor ular sanca sebesar tangan bayi yang mendekat ke arah mereka.

"Ulal! Itu Ulal! Dek Juna jangan deket - deket Mbak Aci ambil pukul dulu." Kata Sashi yang kemudian berdiri untuk mengambil sapu, hendak mengusir ular itu.

Arjuna pun turut berdiri, bukannya menjauh, Arjuna justru mendekati ular itu dan langsung menangkapnya begitu saja. Tak ada yang mengajarinya, namun, Arjuna seolah tau cara memegang ular dengan benar.

Ular itu pun melilit tangan Arjuna saat Arjuna memegang kepalanya. Namun, Arjuna tampak santai saja dan kembali duduk sembari memainkan ular yang melilit tangannya itu.

"Aaaaaa, Astapiloh! (Astaghfirullah!)" Seru Sashi yang kaget saat melihat Arjuna sudah menangkap ular itu.

"Dek Juna, lepasin itu. Nanti di gigit." Kata Sashi sambil menggoyang - goyangkan tubuh Arjuna.

Namun, balita satu tahun itu justru tertawa sembari memainkan ular yang masih membelit tangannya.

Ia pun sempat menggoda Sashi dengan mendekatkan ular itu ke arah Sashi hingga gadis itu melompat ketakutan.

"Ayaah! Dek Juna, Yah!" Seru Sashi dengan suara ketakutannya.

Mendengar suara Sashi yang berteriak, membuat Arsha yang baru selesai dengan 'hajatnya' itu langsung menghampiri kedua anaknya yang masih berada di teras rumah.

"Kenapa, Mbak?" Tanya Arsha yang datang tergopoh - gopoh.

"Dek Juna mainan ulal!" Jawab Sashi sambil menunjuk ke arah Arjuna yang sedang tertawa - tawa.

Mendengar suara Ayahnya, Arjuna segera membalikkan badan dan menunjukkan ular di tangannya yang nampak sudah 'pasrah' itu.

"Astaghfirullah, ya Allah! Lepasin, Nang, ayo lepasin." Kata Arsha, namun Arjuna menggelengkan kepalanya.

"Dek, ayo lepasin. Nanti di gigit." Timpal Sashi yang berdiri di sebelah Ayahnya.

"Ayah kok diem aja. Itu tolongin Dek Juna." Kata Sashi.

"Ayah geli lihat ular, Mbak." Jawab Arsha.

"Ayah geli apa takut? Ayah takut ya?" Todong Sashi.

"Enggak, Ayah geli." Elak Arsha.

"Arjuna, ayo di buang itu ularnya, Nang. Gak boleh mainan hewan yang berbahaya gitu." Bujuk Arsha yang perlahan duduk di dekat Arjuna.

Arjuna pun kembali menggeleng. Ia justru menakut - nakuti Ayahnya dengan menyodorkan ular itu ke Arsha hingga membuat Arsha hampir terjengkang. Melihat Ayahnya yang hampir terjengkang, justru membuat Sashi dan Arjuna tertawa.

"Ya Allah, bocah kok ya malah jahilin Ayahnya." Gerutu Arsha.

Setelah berusaha terus membujuk dengan di bantu Sashi, akhirnya Arjuna mau juga melepaskan ular itu. Ia melemparkan begitu saja ular sanca kecil itu ke halaman samping rumah mereka.

"Ya Allah. Ada aja gebrakannya anak satu ini. Minta di ruwat apa ya? Bener - bener bikin orang nderedek." Cicit Arsha sambil mengusap - usap dadanya.

Terpopuler

Comments

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Cinta sehidup semati mereka 😭 kaya mertua aku, mertua yang perempuan pergi duluan sebulan kemudian bapak mertua 😭😭😭

2025-11-29

6

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Terus anak pertama nya Akung yang perempuan mama nya Amira ga disebut ya perasaan

2025-11-29

4

Santi

Santi

ular pun bisa pasrah ditangan bopo muda satu ini,memang sangat istimewa,Arsha yg harus bener2 ekstra mendampingi anak istimewanya

2025-11-29

2

lihat semua
Episodes
1 1. Bopo Istimewa
2 2. Anak Ajaib
3 3. Warisan
4 4. Pujaan Hati
5 5. Tahap Pertama
6 6. Sambutan Hangat
7 7. Cacing
8 8. Kemampuan Arjuna
9 9. Izin dan Keikhlasan
10 10. Silaturahmi Keluarga
11 11. Anak Patuh
12 12. Prestasi Keluarga
13 13. Burung yang Galau
14 14. Pembalakan Liar
15 15. Keras Kepala
16 16. Pertanggung Jawaban
17 17. Akad Nikah Ashoka
18 18. Perusuh Kecil
19 19. Anak Jahil
20 20. Tak Ada Kabar
21 21. Gagak
22 22. Tersengat Listrik
23 23. percobaan
24 24. Persaingan
25 25. Sisi Lain Arjuna
26 26. Hanya Membela Diri
27 27. Pengelihatan
28 28. Pohon Patah
29 29. Si Pemancing Emosi
30 30. Kebobolan
31 31. Fakta yang Tersimpan
32 32. Maaf, Nok...
33 33. Penghibur
34 34. Rumah Baru
35 35. Hutan yang Aneh
36 36. Bingung
37 37. Lega
38 38. Kiriman
39 39. Lebai
40 40. Berharap?
41 41. Takdir Pertemuan
42 42. Gombal
43 43. Tak Dihiraukan
44 44. Perjuangan
45 45. Si Paling Peka
46 46. Dinginnya
47 47. Kehebohan Keluarga
48 48. Heboh
49 49. Geger
50 50. Salah Doktrin
51 51. Si Tukang Ngamuk
52 52. Mencari Korban
53 53. Aman!
54 54. Liburan
55 55. Kedatangan Abimanyu
56 56. Ujian Hati
57 57. Rumah Duka
58 58. Pemakaman
59 59. Tangisan Shima
60 Pengumuman
61 60. Sang Penghibur
62 61. Time Flies
63 62. Aib Masa Kecil
64 63. Lamaran
65 64. Ganteng Bopo dan Ayah
66 65. Bu Guru
67 66. Mulut Non Filter
68 67. Sikat Bosku!
69 68. Tuan Putri
70 69. PDKT
71 70. Gak Pake Basa - Basi
72 71. Calon Anggota Keluarga Baru
73 72. Izin Tiba - Tiba
74 73. Privat Gombal
75 74. Orang - Orang Kepo
76 75. Efek Penasaran
77 76. Terhindar Dari Maut
78 77. Perdebatan
79 78. Balada Kakak Beradik
80 79. Jangan Panik!
81 80. Kejadian Buruk
82 81. Kronologi
83 82. Polisi
84 83. Rindu Itu Berat
85 84. Amukan Alam
86 85. Kelahiran Bayi
87 86. Cemburu
88 87. Ketempelan
89 88. Dentuman
90 89. Pembalasan
91 90. Bucin Akut
92 91. Simulasi Honeymoon
93 92. Bayi Tua
94 93. terseret Ombak
95 94. Penyelamat
96 95. Ratu Drama
97 96. Perahu Baru
98 97. Jo!
99 98. Izin Sebelum Pacaran
100 99. Introgasi
101 100. Midodareni
102 101. Desa Sunyi
103 102. Menghilang
104 103. Kebingungan
105 104. Paling Tersakiti
106 105. Akad Nikah Sashi
107 106. Tangisan Rindu
108 107. Perampok Kecil
109 108. Lovely Time
110 109. Gak Kuat!
111 110. Wisata Alam Liar
112 111. Pasangan Bucin
113 112. Melepas Rindu
114 113. Pembuat Emosi
115 114. Memecah Keheningan
116 115. Bencana Alam
117 116. Ibu Peri
118 117. Satu Tujuan
119 118. Obrolan Keluarga
120 119. Tukang Modus
121 120. Udur - Uduran
122 121. Saru!
123 122. Kayak Jomblo
124 123. Si Bontot
125 124. Princess Treatment
126 125. Meratukan Cintanya
127 126. LDR
128 127. Drama Pasangan LDR
129 128. Gak Di Ajak Berpelukan
130 129. Cinta yang Besar
131 130. Si Anak Rantau
132 131. Pagar Mangkuk
133 132. Terjangkit Penyakit
134 133. Rindu Itu Berat
135 134. Terkena Sidak
136 135. Diagnosa
137 136. Di Hantam Kenyataan
138 137. Keputusan Sepihak
139 138.Kekuatan Cinta
140 139. Toddler Tantrum
141 140. Firasat
142 141. Permohonan
143 WAJIB BACA!!!
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1. Bopo Istimewa
2
2. Anak Ajaib
3
3. Warisan
4
4. Pujaan Hati
5
5. Tahap Pertama
6
6. Sambutan Hangat
7
7. Cacing
8
8. Kemampuan Arjuna
9
9. Izin dan Keikhlasan
10
10. Silaturahmi Keluarga
11
11. Anak Patuh
12
12. Prestasi Keluarga
13
13. Burung yang Galau
14
14. Pembalakan Liar
15
15. Keras Kepala
16
16. Pertanggung Jawaban
17
17. Akad Nikah Ashoka
18
18. Perusuh Kecil
19
19. Anak Jahil
20
20. Tak Ada Kabar
21
21. Gagak
22
22. Tersengat Listrik
23
23. percobaan
24
24. Persaingan
25
25. Sisi Lain Arjuna
26
26. Hanya Membela Diri
27
27. Pengelihatan
28
28. Pohon Patah
29
29. Si Pemancing Emosi
30
30. Kebobolan
31
31. Fakta yang Tersimpan
32
32. Maaf, Nok...
33
33. Penghibur
34
34. Rumah Baru
35
35. Hutan yang Aneh
36
36. Bingung
37
37. Lega
38
38. Kiriman
39
39. Lebai
40
40. Berharap?
41
41. Takdir Pertemuan
42
42. Gombal
43
43. Tak Dihiraukan
44
44. Perjuangan
45
45. Si Paling Peka
46
46. Dinginnya
47
47. Kehebohan Keluarga
48
48. Heboh
49
49. Geger
50
50. Salah Doktrin
51
51. Si Tukang Ngamuk
52
52. Mencari Korban
53
53. Aman!
54
54. Liburan
55
55. Kedatangan Abimanyu
56
56. Ujian Hati
57
57. Rumah Duka
58
58. Pemakaman
59
59. Tangisan Shima
60
Pengumuman
61
60. Sang Penghibur
62
61. Time Flies
63
62. Aib Masa Kecil
64
63. Lamaran
65
64. Ganteng Bopo dan Ayah
66
65. Bu Guru
67
66. Mulut Non Filter
68
67. Sikat Bosku!
69
68. Tuan Putri
70
69. PDKT
71
70. Gak Pake Basa - Basi
72
71. Calon Anggota Keluarga Baru
73
72. Izin Tiba - Tiba
74
73. Privat Gombal
75
74. Orang - Orang Kepo
76
75. Efek Penasaran
77
76. Terhindar Dari Maut
78
77. Perdebatan
79
78. Balada Kakak Beradik
80
79. Jangan Panik!
81
80. Kejadian Buruk
82
81. Kronologi
83
82. Polisi
84
83. Rindu Itu Berat
85
84. Amukan Alam
86
85. Kelahiran Bayi
87
86. Cemburu
88
87. Ketempelan
89
88. Dentuman
90
89. Pembalasan
91
90. Bucin Akut
92
91. Simulasi Honeymoon
93
92. Bayi Tua
94
93. terseret Ombak
95
94. Penyelamat
96
95. Ratu Drama
97
96. Perahu Baru
98
97. Jo!
99
98. Izin Sebelum Pacaran
100
99. Introgasi
101
100. Midodareni
102
101. Desa Sunyi
103
102. Menghilang
104
103. Kebingungan
105
104. Paling Tersakiti
106
105. Akad Nikah Sashi
107
106. Tangisan Rindu
108
107. Perampok Kecil
109
108. Lovely Time
110
109. Gak Kuat!
111
110. Wisata Alam Liar
112
111. Pasangan Bucin
113
112. Melepas Rindu
114
113. Pembuat Emosi
115
114. Memecah Keheningan
116
115. Bencana Alam
117
116. Ibu Peri
118
117. Satu Tujuan
119
118. Obrolan Keluarga
120
119. Tukang Modus
121
120. Udur - Uduran
122
121. Saru!
123
122. Kayak Jomblo
124
123. Si Bontot
125
124. Princess Treatment
126
125. Meratukan Cintanya
127
126. LDR
128
127. Drama Pasangan LDR
129
128. Gak Di Ajak Berpelukan
130
129. Cinta yang Besar
131
130. Si Anak Rantau
132
131. Pagar Mangkuk
133
132. Terjangkit Penyakit
134
133. Rindu Itu Berat
135
134. Terkena Sidak
136
135. Diagnosa
137
136. Di Hantam Kenyataan
138
137. Keputusan Sepihak
139
138.Kekuatan Cinta
140
139. Toddler Tantrum
141
140. Firasat
142
141. Permohonan
143
WAJIB BACA!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!