4. Pujaan Hati

"Mau kemana, Dek?" Tanya Saira saat melihat Ashoka yang sedang bersiap - siap.

"Mau main, Mbak." Jawab Ashoka sambil cengar - cengir.

"Mika mau kemana?" Tanya Nala. Gadis cantik itu kini sudah berumur lima tahun.

"Mika mau main. Kan hari libur." Jawab Ashoka.

"Mika mau pergi sama Om yang waktu itu, ya?" Celetuk Nala.

"Om yang mana, Dek?" Tanya Saira sambil senyum - senyum ke arah Ashoka.

"Om yang katanya temen Mika. Waktu itu pernah main ke sini waktu Bopo sama Buna lagi ke Kabupaten." Cerita Nala.

"Om itu katanya pacar Mika. Pacar itu apa sih, Buna?" Tanya Nala yang membuat Saira dan Ashoka saling pandang.

"Pacar itu, orang yang nantinya akan jadi suami, kalau Allah mengizinkan." Jawab Saira.

"Kalo Allah gak ngizinin?" Tanya Nala.

"Ya berarti bukan jodoh dan gak jadi suami." Jawab Saira.

"Ish... Ish... Ish... Kasian sekali kalau Allah gak izinin Mika. Mika sama Om harus banyak - banyak berdoa tuh, biar Allah izinin. Kata Ibu, Allah itu baik kok, Mika." Kata Nala yang menasehati Ashoka hingga membuat Saira dan Ashoka menahan tawa.

"Iya, Nduk. Nanti Mika banyak berdoa, biar Allah kasih izin." Jawab Ashoka.

"Jangan sendirian, Mika, doanya. Om juga harus bantuin. Buna juga boleh kalo mau bantuin Mika. Nanti Aku ajak Mas Dipta, Mas Juna sama Mbak Aci bantuin doa juga. Kata Ibu, semakin banyak yang doain, semakin cepet di kabulin. Biar cepet dapet izin dari Allah." Cerocos Nala yang membuat Saira dan Ashoka tertawa geli.

"Matur nuwun, njih, Cah Ayu. (Terima Kasih, ya, anak cantik.)" Ucap Ashoka.

"Sama - sama, Mika." Jawab Nala.

"Buna, aku mau main di depan ya, sama Mas Dipta dan Mas Juna." Pamit Nala.

"Mbak Aci dimana?" Tanya Saira.

"Mbak Aci lagi injek - injek punggung Yang Kung, Ayah sama Bopo." Jawab Nala.

"Yaudah, hati - hati mainnya, ya." Ujar Saira yang di jawab anggukan oleh Nala.

"Parah sih emang, Romo sama Mas - Masku. Bukannya manggil tukang pijit, malah memperdaya keponakanku." Kata Ashoka yang kemudian menghampiri tiga pria itu di ruang keluarga.

"Ya Allah, ini kenapa malah pada jejeran gini kayak ikan asin di jemur?" Cicit Ashoka.

"Mana memperdaya keponakanku lagi. Bukannya manggil Mbok Mi." Imbuh Ashoka yang membuat Abimanyu, Arsha dan Aksa tertawa.

"Enakan di ijek - injek putu wedok (cucu perempuan.)" Jawab Abi sambil tertawa.

"Tau tuh! Cucunya lagi mainan, di panggil cuma suruh nginjek - nginjek." Sahut Runi yang kebetulan lewat.

"Gini lho, Bun. Nikmatnya punya cucu." Jawab Abimanyu.

"Katanya CEO perusahaan. Perusahaan segede alaihim, tapi masih injek - injek. Spa sana lho, Mas, biar keren kayak CEO - CEO pada umumnya." Ujar Ashoka sambil menggoyang - goyangkan kaki Arsha.

"Lah, CEO kan kalo di Kota. Kita kan lagi mode Desa, ya enak di injek - injek gini, to." Sahut Arsha.

"Geratis!" Celetuk Aksa yang membuat mereka tertawa.

"Anak - anak... Sini - sini, Mika kasih mainan." Seru Ashoka yang manggil tiga keponakannya yang lain.

Arjuna, Dipta dan Nala pun segera menghampiri Ashoka.

"Apa Mika?" Tanya ketiganya dengan antusias.

"Tuh, main trampolin di punggung Yang Kung, Ayah sama Bopo." Kata Ashoka.

"Yeee!" Seru ketiganya yang langsung naik ke punggung Abimanyu, Arsha dan Aksa yang masih menikmati di injak - injak oleh Sashi.

"Aduh ya Allah, Gusti. Kok ya yang tiga ikut - ikut!" Cicit Aksa.

"Mika yang suruh." Jawab Arjuna.

"Sudah, Yang Kung sudah. Gak sanggup kalo empat - empatnya naik ke punggung. Yang Kung sudah tua. Naik ke punggung Ayah sama Bopo aja, sana." Kata Abimanyu yang kemudian duduk.

"Yang Kung beneran udah?" Tanya Sashi.

"Sampun, Nok. Matur suwun, njih. (Sudah, Nok. Terima kasih, ya.)" Ucap Abimanyu.

"Njih, sami - sami, Kung." Jawab Sashi.

"Wes - wes, udune penak malah remuk nak ngene corone! (Sudah - sudah, bukannya enak malah hancur kalai gini caranya!)" Omel Arsha yang membuat Ashoka dan Runi tertawa.

"Assalamualaikum." Suara seorang pria terdengar dari depan rumah mereka.

"Waalaikumsalam." Jawab mereka yang masih berada di ruang keluarga. Ashoka pun segera keluar untuk menghampiri tamunya.

Setelah mempersilahkan tamunya itu masuk dan duduk, Ashoka pun kembali ke ruang keluarga lagi.

"Loh, Romo mana?" Tanya Ashoka.

"Barusan ke belakang, sama Ibun." Jawab Arsha.

"Siapa, Dek?" Tanya Aksa.

"Calon Adek Ipar, Mas." Jawab Saira.

"Calon adek ipar? Kapan pacarannya? Kok baru tau?" Tanya Arsha.

"Duh, gosip aja Mbak Saira ini." Kekeh Ashoka.

"Aku juga baru sebulan kenal kok, Mas." Jawab Ashoka.

"Widih, gentle juga, baru sebulan udah berani main kerumah aja." Kekeh Aksa.

"Bawa mobil silver ya?" Tanya Arsha yang di jawab anggulan oleh Ashoka.

"Bukannya minggu lalu dia kesini juga? Mas lihat mobil itu masuk ke sini waktu mau berangkat ke acara nikahan adiknya Gus Akhtar." Kata Arsha.

"Iya, Dek?" Tanya Aksa yang di jawab anggukan oleh Ashoka.

"Kok Mas Aksa gak tau?" Tanya Aksa.

"Kita lagi ke Kabupaten, Mas. Nala yang tau, tadi cerita sama Buna." Jawab Saira.

"Loh... Loh... Perlu di tatar dulu sih kalo gitu, Mas." Kata Aksa sambil menaik turunkan alisnya.

"Jangan macem - macem ya, Mas." Cicit Ashoka sambil melotot.

"Udah ah, aku mau panggil Romo sam Ibun dulu. Sekalian bikin minum." Kata Ashoka.

"Bikin buat Mas sama Mas Aksa sekalian, Dek." Titah Arsha.

Kedua pria itu pun kemudian keluar menuju ke ruang tamu. Tentu saja mereka akan menghampiri pria yang sedang dekat dengan Adiknya itu.

Setelah memanggil Abimanyu dan Runi, tak lama kemudian, Ashoka pun keluar dengan membawa nampan berisi minuman.

"Mas - Masku beneran nyamperin to, Mbak?" Tanya Ashoka saat melihat Saira dan Raina yang kini sedang mengobrol di ruang keluarga.

"Iya, dari tadi udahan." Jawab Saira.

"Ibu Ina kenapa senyam - senyum?" Tanya Ashoka.

"Calon suami, ya?" Kekeh Raina.

"Huuu! Gosip aja Mbak Saira sama Mbak Raina ini." Ujar Ashoka sembari meninggalkan kedua kakak iparnya yang tertawa.

Ashoka pun meletakkan gelas - gelas berisi teh dan kopi panas itu di atas meja. Di sana, sudah duduk Aksa, Arsha dan kedua orang tuanya bersama seorang pria gagah nan tampan yang tampak tenang itu.

Setelahnya, Ashoka pun duduk di sebelah Ibunnya.

"Silahkan di minum, Mas." Ujar Abimanyu mempersilahkan tamunya.

"Terima kasih, Pak." Jawab Si Pria dengan sopan.

Mereka pun mulai mengobrol ke sana dan kemari dengan santai. Sementara Ashoka sesekali melirik ke arah kedua Kakaknya. Kedua Kakaknya itu nampak santai, tak seperti biasanya yang suka mengintimidasi.

Di awal, mereka tentu berkenalan, kemudian membahas masalah pekerjaan dan merembet membahas hal lainnya. Pria bernama Falih itu, sangat pandai membawa suasana hingga tak ada kecanggungan pada obrolan mereka saat itu.

"Begini Pak, Bu, Mas, ada yang ingin Falih sampaikan." Ucap Falih yang tentu langsung menari perhatian keluarga Ashoka.

Terpopuler

Comments

Dewi kunti

Dewi kunti

cowok yg diintip Aksa dan arsha pas bawa Sashi dulu Kbrnya gmn,tak kirain jadi ma yg dulu eeeee skrg dpt gebetan baru yg sat set

2025-11-29

10

Nur Wakidah

Nur Wakidah

lhoh2 udah ganti Mika , iki duduk sg wingi dikinthili sampek kafe iko iyho pas jaman cilik ane Mbk Aci 😄😄

2025-11-29

4

Rara Dewi

Rara Dewi

hai ka

lanjutannya msh lama ya

2025-11-30

2

lihat semua
Episodes
1 1. Bopo Istimewa
2 2. Anak Ajaib
3 3. Warisan
4 4. Pujaan Hati
5 5. Tahap Pertama
6 6. Sambutan Hangat
7 7. Cacing
8 8. Kemampuan Arjuna
9 9. Izin dan Keikhlasan
10 10. Silaturahmi Keluarga
11 11. Anak Patuh
12 12. Prestasi Keluarga
13 13. Burung yang Galau
14 14. Pembalakan Liar
15 15. Keras Kepala
16 16. Pertanggung Jawaban
17 17. Akad Nikah Ashoka
18 18. Perusuh Kecil
19 19. Anak Jahil
20 20. Tak Ada Kabar
21 21. Gagak
22 22. Tersengat Listrik
23 23. percobaan
24 24. Persaingan
25 25. Sisi Lain Arjuna
26 26. Hanya Membela Diri
27 27. Pengelihatan
28 28. Pohon Patah
29 29. Si Pemancing Emosi
30 30. Kebobolan
31 31. Fakta yang Tersimpan
32 32. Maaf, Nok...
33 33. Penghibur
34 34. Rumah Baru
35 35. Hutan yang Aneh
36 36. Bingung
37 37. Lega
38 38. Kiriman
39 39. Lebai
40 40. Berharap?
41 41. Takdir Pertemuan
42 42. Gombal
43 43. Tak Dihiraukan
44 44. Perjuangan
45 45. Si Paling Peka
46 46. Dinginnya
47 47. Kehebohan Keluarga
48 48. Heboh
49 49. Geger
50 50. Salah Doktrin
51 51. Si Tukang Ngamuk
52 52. Mencari Korban
53 53. Aman!
54 54. Liburan
55 55. Kedatangan Abimanyu
56 56. Ujian Hati
57 57. Rumah Duka
58 58. Pemakaman
59 59. Tangisan Shima
60 Pengumuman
61 60. Sang Penghibur
62 61. Time Flies
63 62. Aib Masa Kecil
64 63. Lamaran
65 64. Ganteng Bopo dan Ayah
66 65. Bu Guru
67 66. Mulut Non Filter
68 67. Sikat Bosku!
69 68. Tuan Putri
70 69. PDKT
71 70. Gak Pake Basa - Basi
72 71. Calon Anggota Keluarga Baru
73 72. Izin Tiba - Tiba
74 73. Privat Gombal
75 74. Orang - Orang Kepo
76 75. Efek Penasaran
77 76. Terhindar Dari Maut
78 77. Perdebatan
79 78. Balada Kakak Beradik
80 79. Jangan Panik!
81 80. Kejadian Buruk
82 81. Kronologi
83 82. Polisi
84 83. Rindu Itu Berat
85 84. Amukan Alam
86 85. Kelahiran Bayi
87 86. Cemburu
88 87. Ketempelan
89 88. Dentuman
90 89. Pembalasan
91 90. Bucin Akut
92 91. Simulasi Honeymoon
93 92. Bayi Tua
94 93. terseret Ombak
95 94. Penyelamat
96 95. Ratu Drama
97 96. Perahu Baru
98 97. Jo!
99 98. Izin Sebelum Pacaran
100 99. Introgasi
101 100. Midodareni
102 101. Desa Sunyi
103 102. Menghilang
104 103. Kebingungan
105 104. Paling Tersakiti
106 105. Akad Nikah Sashi
107 106. Tangisan Rindu
108 107. Perampok Kecil
109 108. Lovely Time
110 109. Gak Kuat!
111 110. Wisata Alam Liar
112 111. Pasangan Bucin
113 112. Melepas Rindu
114 113. Pembuat Emosi
115 114. Memecah Keheningan
116 115. Bencana Alam
117 116. Ibu Peri
118 117. Satu Tujuan
119 118. Obrolan Keluarga
120 119. Tukang Modus
121 120. Udur - Uduran
122 121. Saru!
123 122. Kayak Jomblo
124 123. Si Bontot
125 124. Princess Treatment
126 125. Meratukan Cintanya
127 126. LDR
128 127. Drama Pasangan LDR
129 128. Gak Di Ajak Berpelukan
130 129. Cinta yang Besar
131 130. Si Anak Rantau
132 131. Pagar Mangkuk
133 132. Terjangkit Penyakit
134 133. Rindu Itu Berat
135 134. Terkena Sidak
136 135. Diagnosa
137 136. Di Hantam Kenyataan
138 137. Keputusan Sepihak
139 138.Kekuatan Cinta
140 139. Toddler Tantrum
141 140. Firasat
142 141. Permohonan
143 WAJIB BACA!!!
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1. Bopo Istimewa
2
2. Anak Ajaib
3
3. Warisan
4
4. Pujaan Hati
5
5. Tahap Pertama
6
6. Sambutan Hangat
7
7. Cacing
8
8. Kemampuan Arjuna
9
9. Izin dan Keikhlasan
10
10. Silaturahmi Keluarga
11
11. Anak Patuh
12
12. Prestasi Keluarga
13
13. Burung yang Galau
14
14. Pembalakan Liar
15
15. Keras Kepala
16
16. Pertanggung Jawaban
17
17. Akad Nikah Ashoka
18
18. Perusuh Kecil
19
19. Anak Jahil
20
20. Tak Ada Kabar
21
21. Gagak
22
22. Tersengat Listrik
23
23. percobaan
24
24. Persaingan
25
25. Sisi Lain Arjuna
26
26. Hanya Membela Diri
27
27. Pengelihatan
28
28. Pohon Patah
29
29. Si Pemancing Emosi
30
30. Kebobolan
31
31. Fakta yang Tersimpan
32
32. Maaf, Nok...
33
33. Penghibur
34
34. Rumah Baru
35
35. Hutan yang Aneh
36
36. Bingung
37
37. Lega
38
38. Kiriman
39
39. Lebai
40
40. Berharap?
41
41. Takdir Pertemuan
42
42. Gombal
43
43. Tak Dihiraukan
44
44. Perjuangan
45
45. Si Paling Peka
46
46. Dinginnya
47
47. Kehebohan Keluarga
48
48. Heboh
49
49. Geger
50
50. Salah Doktrin
51
51. Si Tukang Ngamuk
52
52. Mencari Korban
53
53. Aman!
54
54. Liburan
55
55. Kedatangan Abimanyu
56
56. Ujian Hati
57
57. Rumah Duka
58
58. Pemakaman
59
59. Tangisan Shima
60
Pengumuman
61
60. Sang Penghibur
62
61. Time Flies
63
62. Aib Masa Kecil
64
63. Lamaran
65
64. Ganteng Bopo dan Ayah
66
65. Bu Guru
67
66. Mulut Non Filter
68
67. Sikat Bosku!
69
68. Tuan Putri
70
69. PDKT
71
70. Gak Pake Basa - Basi
72
71. Calon Anggota Keluarga Baru
73
72. Izin Tiba - Tiba
74
73. Privat Gombal
75
74. Orang - Orang Kepo
76
75. Efek Penasaran
77
76. Terhindar Dari Maut
78
77. Perdebatan
79
78. Balada Kakak Beradik
80
79. Jangan Panik!
81
80. Kejadian Buruk
82
81. Kronologi
83
82. Polisi
84
83. Rindu Itu Berat
85
84. Amukan Alam
86
85. Kelahiran Bayi
87
86. Cemburu
88
87. Ketempelan
89
88. Dentuman
90
89. Pembalasan
91
90. Bucin Akut
92
91. Simulasi Honeymoon
93
92. Bayi Tua
94
93. terseret Ombak
95
94. Penyelamat
96
95. Ratu Drama
97
96. Perahu Baru
98
97. Jo!
99
98. Izin Sebelum Pacaran
100
99. Introgasi
101
100. Midodareni
102
101. Desa Sunyi
103
102. Menghilang
104
103. Kebingungan
105
104. Paling Tersakiti
106
105. Akad Nikah Sashi
107
106. Tangisan Rindu
108
107. Perampok Kecil
109
108. Lovely Time
110
109. Gak Kuat!
111
110. Wisata Alam Liar
112
111. Pasangan Bucin
113
112. Melepas Rindu
114
113. Pembuat Emosi
115
114. Memecah Keheningan
116
115. Bencana Alam
117
116. Ibu Peri
118
117. Satu Tujuan
119
118. Obrolan Keluarga
120
119. Tukang Modus
121
120. Udur - Uduran
122
121. Saru!
123
122. Kayak Jomblo
124
123. Si Bontot
125
124. Princess Treatment
126
125. Meratukan Cintanya
127
126. LDR
128
127. Drama Pasangan LDR
129
128. Gak Di Ajak Berpelukan
130
129. Cinta yang Besar
131
130. Si Anak Rantau
132
131. Pagar Mangkuk
133
132. Terjangkit Penyakit
134
133. Rindu Itu Berat
135
134. Terkena Sidak
136
135. Diagnosa
137
136. Di Hantam Kenyataan
138
137. Keputusan Sepihak
139
138.Kekuatan Cinta
140
139. Toddler Tantrum
141
140. Firasat
142
141. Permohonan
143
WAJIB BACA!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!