Arjuna Bopo Istimewa

Arjuna Bopo Istimewa

1. Bopo Istimewa

"Maa Syaa Allah. Ganteng banget anak Ayah." Puji Arsha setelah selesai memakaikan baju khas seorang Bopo pada putranya.

Esok adalah hari ulang tahun Arjuna yang pertama, dan sore ini Arjuna akan melakukan ritual pertamanya di Grojogan Lengkung bersama para Bopo dan Biyung yang lain.

"Sudah siap, Dek?" Tanya Arsha sambil menggendong Arjuna. Ia menghampiri Raina dan Sashi yang sedang berada di dapur, mempersiapkan sesaji yang akan mereka bawa ke Grojogan Lengkung

"Udah, Mas." Jawab Raina.

"Gantengnya, Sayangku!" Seru Sashi saat melihat Arsha dan Arjuna memakai pakaian yang sama.

"Siapa emang yang ganteng, Mbak?" Tanya Raina.

"Ayah sama Dek Juna." Jawab Sashi yang kini sudah bisa berbicara dengan jelas di usianya yang hampir menginjak tiga tahun.

"Ganteng Ayah atau Dek Juna?" Tanya Raina yang menggoda putrinya.

"Ayah, baru Dek Juna." Jawab Sashi.

"Iya dong, Ayah kan cinta pertama Mbak Sashi. Jadi pasti ganteng Ayah." Kekeh Arsha.

"Emang dasar anak Ayah." Ujar Raina sambil mencubit gemas pipi Sashi.

"Anak Ibu Ina juga." Sergah Sashi yang membuat mereka kembali tertawa.

"Ayo kita ke rumah Yang Kung. Udah pada nunggu di sana deh kayaknya." Ujar Raina.

Mereka berempat pun berjalan bersama menuju ke rumah Abimanyu. Di sana Abi, Runi, Aksa, Saira, Raka, Ashoka, Dipta dan Nala juga sudah menunggu.

"Dek Dipta! Dek Nala!" Panggil Sashi saat melihat dua sepupunya berada di gendongan Aksa dan Saira.

Dipta dan Nala pun tampak senang melihat kedatangan Sashi. Mereka berdua mengoceh ala bayi saat melihat Sashi datang bersama Arjuna. Saat berkumpul pun, Arjuna, Dipta dan Nala saling bersahut - sahutan dengan bahasa mereka.

"Wes mulai, do ngobrol ngge boso bayi. (Sudah mulai, pada mengobrol pakai bahasa bayi.)" Komentar Aksa.

"Seru ya, Mas, punya temen ngobrol." Kata Saira yang bicara dengan Arjuna. Arjuna pun tertawa saat Saira bicara dengannya.

"Kalo dulu, ada bayi vintage yang nerjemahin kalau mereka ngoceh gini. Sekarang gak ada." Lirih Ashoka.

"Itu Akung sama Uti nerjemahin dari surga. Masak kamu gak denger?" Kata Aksa yang membuat mereka kembali tertawa.

"Mika sama Om Laka ikut?" Tanya Sashi.

"Iya dong, nanti siapa yang jagain Mbak Aci, Dek Dipta sama Dek Nala kalau Mika sama Om Raka gak ikut?" Kata Ashoka.

"Sudah ayo berangkat, nanti kesorean." Ajak Runi pada anak - anaknya.

Mereka pun berangkat menuju ke Grojogan Lengkung sore itu. Seperti biasa, keturunan darah Bopo, tak boleh ikut sampai ke Grojogan saat mereka akan melakukan ritual.

Ashoka, Raka, Sashi, Dipta dan Nala pun menunggu sembari bermain di Pondokan yang berada di bawah Grojogan Lengkung.

Suara Burung dan Kera seolah menyambut kedatangan mereka. Arjuna yang berada di gendongan Abimanyu, nampak senang kala melihat Beruk dan Kera yang menghampiri mereka.

"Maa Syaa Allah, lihat deh, pada kumpul gini." Ujar Runi saat melihat Kera, Beruk dan beberapa hewan lain seperti Burung dan Rusa mulai menampakkan diri mereka.

"Gak biasanya pada kumpul kayak gini." Kata Aksa.

"Aku berasa lagi di Kebun Binatang pribadi." Sahut Saira.

"Mas itu Binturong, kan?" Tanya Raina sambil menunjuk Binturong yang berada di dahan pohon.

"Lihat, Nang, ada Binturong itu. Jarang sekali keliatan itu." Kata Abimanyu.

"Itu, si Owa Jawa juga ada." Kata Arsha.

"Emang beda Bopo kecil kita ini." Kekeh Runi sambil memainkan tangan Arjuna yang seperti roti sobek itu.

Suasana berubah ketika mereka sampai di Grojogan Lengkung. Suasana yang semula dingin, perlahan mulai terasa panas, kemudian kembali dingin.

"Assalamu 'alainaa wa 'alaa 'ibadillahish sholihiin." Lirih mereka hampir bersamaan.

"Ayo, Mas Arsha." Kata Aksa mempersilahkan Kakaknya sambil cengar - cengir.

Arsha sendiri hanya bisa geleng - geleng kepala menanggapi adik kembarnya yang kerap kali enggan memimpin ritual jika ada dirinya.

"Tuman kowe ki, Sa." Gerutu Arsha kemudian.

"Selagi ada Mas, kenapa harus aku?" Kekeh Aksa.

"Udah ayo, Mas. Kasihan anak - anak di bawah kalau kelamaan di tinggal." Cicit Raina.

Arsha pun segera merapalkan bacaan. Angin mulai berhembus pelan, semakin lama, angin itu pun berubah semakin kencang seperti hendak menerbangkan mereka semua.

Arsha kemudian menghentakkan kakinya sebanyak tiga kali. Perlahan, tiupan angin itu pun mulai mereda.

Setelah itu, mereka mulai mendekat ke arah Grojogan. Raina meletakkan sesaji yang ia bawa di atas sebuah batu besar di tepi Grojogan. Ia kemudian merapalkan bacaan sebelum meninggalkan tampah berisi sesaji itu di sana.

Para Bopo dan Biyung berdiri melingkar di tepi Grojogan. Membiarkan kaki mereka di lewati aliran air sungai yang berasal dari air terjun. Dengan mata terpejam, mereka merapalkan bacaan dengan khusuk.

Sementara itu, Arjuna, Bopo kecil mereka berada di tengah - tengah. Ia nampak riang bermain air dari aliran sungai itu sembari berjalan kesana dan kemari dengan langkah kecilnya yang masih tertatih.

Byuur!

Terdengar suara benda yang tercebur bersamaan dengan mereka yang selesai merapalkan bacaan. Para Bopo dan Biyung itu langsung membuka mata mereka. Mereka panik kala melihat Arjuna tak ada di dalam lingkaran yang mereka buat.

Entah bagaimana caranya, Arjuna bisa melewati mereka. Padahal kaki mereka saling menempel satu sama lain dan tentu akan terasa jika Arjuna melewati mereka.

"Loh! Juna mana?" Kata Raina. Dengan panik, mereka mencari keberadaan Arjuna.

"Aah! Aah!" Seru Arjuna yang memanggil - manggil.

Mereka pun langsung menoleh ke sumber suara yang memanggil mereka. Di sana, mereka melihat Arjuna yang duduk mengambang di atas air, di tengah - tengah aliran sungai Grojogan.

Mereka semua tertegun dan terpaku menatap keanehan di depan mereka. Aliran sungai itu setinggi paha orang dewasa. Dan tentu Arjuna akan tenggelam bila berada disana. Namun, anak satu tahun itu justru duduk dan bertepuk tangan dengan riang.

"Astaghfirullah, Arjuna!" Seru Saira yang lebih dulu tersadar.

"Mas, tolongin itu anaknya, kok malah bengong!" Seru Saira sambil memukul lengan Aksa.

"Iya, Sayang." Jawab Aksa yang kemudian berlari tergopoh - gopoh bersama Arsha untuk mengambil Arjuna dari sana.

"Mas, gak ada batu, Mas." Kata Aksa sambil meraba - raba air jernih di bawah tempat Arjuna duduk saat Arsha sudah menggendong putranya.

"Iya, Sa. Berarti dia ngambang, Sa. Ya Allah!" Jawab Arsha.

"Ya Allah, kok bisa to, Mas?" Tanya Aksa.

"Ya gak tau to, Sa. Aku kan sama kamu juga di sana." Kata Arsha.

"Gak apa - apa kan, Nang? Coba Bopo periksa." Kata Arsha yang kemudian memeriksa tubuh Arjuna.

"Alhamdulillah, gak apa - apa. Ayo wes." Ajak Aksa. Mereka berdua kemudian membawa Arjuna kembali ke tempat mereka.

"Ya Allah, Arjuna." Kata Raina yang kemudian meraih tubuh putranya.

"Beneran ngambang. Gak ada batu atau kayu di tempat duduknya." Kata Aksa.

"Maa Syaa Allah. Kuasa Allah." Ujar Raina.

"Maa Syaa Allah, Bopo istimewa." Imbuh Saira sambil mengecup kepala Arjuna yang berada di gendongan Raina.

Terpopuler

Comments

syora

syora

alhamdulillah🙏🙏 trima kasih thor
masyallah keistimewaan yg subhanallah
sehat sehat ya calon bopo

2025-11-28

4

Atik Kiswati

Atik Kiswati

lha pas bc awal part kok ternya kok kakek nenek si kmbr udah meninggal....pdhl pas si raina + saira lahiran mrk msh ada lho ya.....

2025-11-28

2

Leli Suryani

Leli Suryani

terimakasih kk,ditunggu terus up nya

2025-11-28

5

lihat semua
Episodes
1 1. Bopo Istimewa
2 2. Anak Ajaib
3 3. Warisan
4 4. Pujaan Hati
5 5. Tahap Pertama
6 6. Sambutan Hangat
7 7. Cacing
8 8. Kemampuan Arjuna
9 9. Izin dan Keikhlasan
10 10. Silaturahmi Keluarga
11 11. Anak Patuh
12 12. Prestasi Keluarga
13 13. Burung yang Galau
14 14. Pembalakan Liar
15 15. Keras Kepala
16 16. Pertanggung Jawaban
17 17. Akad Nikah Ashoka
18 18. Perusuh Kecil
19 19. Anak Jahil
20 20. Tak Ada Kabar
21 21. Gagak
22 22. Tersengat Listrik
23 23. percobaan
24 24. Persaingan
25 25. Sisi Lain Arjuna
26 26. Hanya Membela Diri
27 27. Pengelihatan
28 28. Pohon Patah
29 29. Si Pemancing Emosi
30 30. Kebobolan
31 31. Fakta yang Tersimpan
32 32. Maaf, Nok...
33 33. Penghibur
34 34. Rumah Baru
35 35. Hutan yang Aneh
36 36. Bingung
37 37. Lega
38 38. Kiriman
39 39. Lebai
40 40. Berharap?
41 41. Takdir Pertemuan
42 42. Gombal
43 43. Tak Dihiraukan
44 44. Perjuangan
45 45. Si Paling Peka
46 46. Dinginnya
47 47. Kehebohan Keluarga
48 48. Heboh
49 49. Geger
50 50. Salah Doktrin
51 51. Si Tukang Ngamuk
52 52. Mencari Korban
53 53. Aman!
54 54. Liburan
55 55. Kedatangan Abimanyu
56 56. Ujian Hati
57 57. Rumah Duka
58 58. Pemakaman
59 59. Tangisan Shima
60 Pengumuman
61 60. Sang Penghibur
62 61. Time Flies
63 62. Aib Masa Kecil
64 63. Lamaran
65 64. Ganteng Bopo dan Ayah
66 65. Bu Guru
67 66. Mulut Non Filter
68 67. Sikat Bosku!
69 68. Tuan Putri
70 69. PDKT
71 70. Gak Pake Basa - Basi
72 71. Calon Anggota Keluarga Baru
73 72. Izin Tiba - Tiba
74 73. Privat Gombal
75 74. Orang - Orang Kepo
76 75. Efek Penasaran
77 76. Terhindar Dari Maut
78 77. Perdebatan
79 78. Balada Kakak Beradik
80 79. Jangan Panik!
81 80. Kejadian Buruk
82 81. Kronologi
83 82. Polisi
84 83. Rindu Itu Berat
85 84. Amukan Alam
86 85. Kelahiran Bayi
87 86. Cemburu
88 87. Ketempelan
89 88. Dentuman
90 89. Pembalasan
91 90. Bucin Akut
92 91. Simulasi Honeymoon
93 92. Bayi Tua
94 93. terseret Ombak
95 94. Penyelamat
96 95. Ratu Drama
97 96. Perahu Baru
98 97. Jo!
99 98. Izin Sebelum Pacaran
100 99. Introgasi
101 100. Midodareni
102 101. Desa Sunyi
103 102. Menghilang
104 103. Kebingungan
105 104. Paling Tersakiti
106 105. Akad Nikah Sashi
107 106. Tangisan Rindu
108 107. Perampok Kecil
109 108. Lovely Time
110 109. Gak Kuat!
111 110. Wisata Alam Liar
112 111. Pasangan Bucin
113 112. Melepas Rindu
114 113. Pembuat Emosi
115 114. Memecah Keheningan
116 115. Bencana Alam
117 116. Ibu Peri
118 117. Satu Tujuan
119 118. Obrolan Keluarga
120 119. Tukang Modus
121 120. Udur - Uduran
122 121. Saru!
123 122. Kayak Jomblo
124 123. Si Bontot
125 124. Princess Treatment
126 125. Meratukan Cintanya
127 126. LDR
128 127. Drama Pasangan LDR
129 128. Gak Di Ajak Berpelukan
130 129. Cinta yang Besar
131 130. Si Anak Rantau
132 131. Pagar Mangkuk
133 132. Terjangkit Penyakit
134 133. Rindu Itu Berat
135 134. Terkena Sidak
136 135. Diagnosa
137 136. Di Hantam Kenyataan
138 137. Keputusan Sepihak
139 138.Kekuatan Cinta
140 139. Toddler Tantrum
141 140. Firasat
142 141. Permohonan
143 WAJIB BACA!!!
Episodes

Updated 143 Episodes

1
1. Bopo Istimewa
2
2. Anak Ajaib
3
3. Warisan
4
4. Pujaan Hati
5
5. Tahap Pertama
6
6. Sambutan Hangat
7
7. Cacing
8
8. Kemampuan Arjuna
9
9. Izin dan Keikhlasan
10
10. Silaturahmi Keluarga
11
11. Anak Patuh
12
12. Prestasi Keluarga
13
13. Burung yang Galau
14
14. Pembalakan Liar
15
15. Keras Kepala
16
16. Pertanggung Jawaban
17
17. Akad Nikah Ashoka
18
18. Perusuh Kecil
19
19. Anak Jahil
20
20. Tak Ada Kabar
21
21. Gagak
22
22. Tersengat Listrik
23
23. percobaan
24
24. Persaingan
25
25. Sisi Lain Arjuna
26
26. Hanya Membela Diri
27
27. Pengelihatan
28
28. Pohon Patah
29
29. Si Pemancing Emosi
30
30. Kebobolan
31
31. Fakta yang Tersimpan
32
32. Maaf, Nok...
33
33. Penghibur
34
34. Rumah Baru
35
35. Hutan yang Aneh
36
36. Bingung
37
37. Lega
38
38. Kiriman
39
39. Lebai
40
40. Berharap?
41
41. Takdir Pertemuan
42
42. Gombal
43
43. Tak Dihiraukan
44
44. Perjuangan
45
45. Si Paling Peka
46
46. Dinginnya
47
47. Kehebohan Keluarga
48
48. Heboh
49
49. Geger
50
50. Salah Doktrin
51
51. Si Tukang Ngamuk
52
52. Mencari Korban
53
53. Aman!
54
54. Liburan
55
55. Kedatangan Abimanyu
56
56. Ujian Hati
57
57. Rumah Duka
58
58. Pemakaman
59
59. Tangisan Shima
60
Pengumuman
61
60. Sang Penghibur
62
61. Time Flies
63
62. Aib Masa Kecil
64
63. Lamaran
65
64. Ganteng Bopo dan Ayah
66
65. Bu Guru
67
66. Mulut Non Filter
68
67. Sikat Bosku!
69
68. Tuan Putri
70
69. PDKT
71
70. Gak Pake Basa - Basi
72
71. Calon Anggota Keluarga Baru
73
72. Izin Tiba - Tiba
74
73. Privat Gombal
75
74. Orang - Orang Kepo
76
75. Efek Penasaran
77
76. Terhindar Dari Maut
78
77. Perdebatan
79
78. Balada Kakak Beradik
80
79. Jangan Panik!
81
80. Kejadian Buruk
82
81. Kronologi
83
82. Polisi
84
83. Rindu Itu Berat
85
84. Amukan Alam
86
85. Kelahiran Bayi
87
86. Cemburu
88
87. Ketempelan
89
88. Dentuman
90
89. Pembalasan
91
90. Bucin Akut
92
91. Simulasi Honeymoon
93
92. Bayi Tua
94
93. terseret Ombak
95
94. Penyelamat
96
95. Ratu Drama
97
96. Perahu Baru
98
97. Jo!
99
98. Izin Sebelum Pacaran
100
99. Introgasi
101
100. Midodareni
102
101. Desa Sunyi
103
102. Menghilang
104
103. Kebingungan
105
104. Paling Tersakiti
106
105. Akad Nikah Sashi
107
106. Tangisan Rindu
108
107. Perampok Kecil
109
108. Lovely Time
110
109. Gak Kuat!
111
110. Wisata Alam Liar
112
111. Pasangan Bucin
113
112. Melepas Rindu
114
113. Pembuat Emosi
115
114. Memecah Keheningan
116
115. Bencana Alam
117
116. Ibu Peri
118
117. Satu Tujuan
119
118. Obrolan Keluarga
120
119. Tukang Modus
121
120. Udur - Uduran
122
121. Saru!
123
122. Kayak Jomblo
124
123. Si Bontot
125
124. Princess Treatment
126
125. Meratukan Cintanya
127
126. LDR
128
127. Drama Pasangan LDR
129
128. Gak Di Ajak Berpelukan
130
129. Cinta yang Besar
131
130. Si Anak Rantau
132
131. Pagar Mangkuk
133
132. Terjangkit Penyakit
134
133. Rindu Itu Berat
135
134. Terkena Sidak
136
135. Diagnosa
137
136. Di Hantam Kenyataan
138
137. Keputusan Sepihak
139
138.Kekuatan Cinta
140
139. Toddler Tantrum
141
140. Firasat
142
141. Permohonan
143
WAJIB BACA!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!