menikah

Setelah basa-basi selesai, Kyai Rahman merasa sudah waktunya untuk memperkenalkan secara resmi putri yang akan dijodohkan dengan Hilman.

Rukaayyah duduk di sebelah ibunya, di apit oleh ibunya dan kakak iparnya Zora , serta dua kakak perempuan Rukayyah yang baru datang, mereka semuanya memutuskan untuk bercadar, begitupun dengan Ayudia, dia juga sekarang bercadar....

Selena dan Patricia serta Hilman sedikit terkejut, karena keluarga ini kebanyakan menutup dirinya dengan rapat, kecuali Zora mungkin yang belum terbiasa.... apalagi sedang hamil besar, mungkin terasa engap nantinya.

​Kyai Rahman menatap Rukayyah, memberikan senyum penuh kebanggaan, namun tetap menjaga kerendahan hati , sesuai tradisi keluarga Kyai yang selalu merendahkan diri.

​ "Tuan Faisal, dan keluarga. Ini adalah putri bungsu kami, Rukayyah. Dialah yang akan melanjutkan wasiat persahabatan antara kakek kita." ucap kyai Rahman tersenyum.

​Kyai Rahman berhenti sejenak. Ia teringat permintaan Rukayyah agar pendidikannya tidak diumbar.

​"Rukayyah adalah gadis rumahan. Sejak kecil kami didik untuk patuh pada agama dan menjaga kehormatan keluarga. Ia akan menjadi istri yang insya Allah taat, dan kami harapkan dapat mengurus rumah tangga dengan baik. Tidak ada yang istimewa dari dirinya, selain keinginan kuat untuk menjadi hamba Allah yang shalihah." ucapnya merendah

​Meskipun Kyai Rahman merendah, aura Rukayyah yang tenang dan matanya yang cerdas sudah membuat hadirin penasaran.

​Saat mendengar perkenalan singkat itu, Selena dan Patricia yang sudah meremehkan penduduk desa dan status , gadis rumahan, dari Pesantren, sampai membuat keduanya menganga....tapi kemudian tersenyum licik.

​Mereka membayangkan gadis lugu yang hanya tahu memasak dan mengaji, Mereka tidak tahu bahwa gadis rumahan ini adalah lulusan terbaik dari Kairo, menguasai beberapa bahasa asing, dan seorang hacker handal.

​" Wanita ini menutup dirinya rapat-rapat, pasti karena tidak punya apa-apa untuk dibanggakan" gumam Selena dalam hati.

​Patricia , Adiknya yang baru saja melihat Zora , kini melihat Rukayyah , gadis bercadar, dan para perempuan di sekelilingnya yang sama bercadar.Dunia Pesantren jauh lebih rumit dari yang ia bayangkan.

​Hilman sendiri hanya menatap Rukayyah. Ia melihat betapa kontrasnya gadis di hadapannya ini dengan kekasihnya, Rubby. Ia merasa ada sesuatu yang tersembunyi di balik cadar hitam itu, sesuatu yang jauh lebih menantang daripada yang Ayahnya jelaskan.

Meskipun terkejut dan bingung dengan perkenalan Kyai Rahman yang merendah, Selena dan Patricia dengan cepat menenangkan diri. Kecurigaan mereka tidak hilang, tetapi niat jahat mereka mulai mengambil bentuk yang baru.

Selena menafsirkan penampilan Rukayyah yang tertutup dan pengakuan Kyai Rahman sebagai kelemahan, "pasti ada yang di sembunyikan dari gadis di depannya " gumamnya dalam hati.

"Gadis ini pasti lugu dan kolot. Ia mungkin cerdas dalam agama, tetapi pasti tidak bisa apa-apa dalam kehidupan modern. Ia hanya gadis rumahan yang terbiasa patuh" lanjutnya

Mereka memutuskan bahwa Rukayyah adalah gadis lemah yang dapat mereka manfaatkan.

Seketika, ekspresi angkuh di wajah Selena berubah menjadi senyum yang sangat manis dan palsu. Patricia mengikutinya. Mereka berdua dengan antusias pura-pura ikut setuju dengan perjodohan ini.

Selena Berbicara dengan nada sok akrab. "Rukayyah, Insya Allah kami akan menyambutmu dengan tangan terbuka. Aku yakin kamu akan menjadi penenang di rumah kami. Kamu pasti akan menjadi pendamping yang bisa membuat Hilman bahagia"

Rukayyah, yang matanya tajam di balik cadar, menangkap sinyal bahaya dan kepalsuan dalam senyum mereka, namun ia membalasnya dengan anggukan sopan.

" Bagus. setidaknya kami bisa mendapatkan gadis desa ini. Dia pasti bisa menjadi pelayan gratis yang sangat patuh. Mencuci, memasak, membereskan. Dia tidak akan berani menolak karena takut dosa." gumam Patricia dalam hati, lalu ia ikut tersenyum.

Rencana licik sudah tersusun rapat di kepala mereka. Mereka berdua melihat Rukayyah sebagai alat, bukan sebagai menantu atau saudara ipar, sebuah boneka yang bisa mereka kendalikan di rumah mewah mereka nanti. Mereka tidak tahu bahwa mereka sedang merencanakan kejahatan terhadap seorang hacker yang menguasai berbagai bahasa dan ilmu bela diri....

Lamaran yang canggung dan penuh drama internal itu akhirnya berujung pada penunaian wasiat.

"Assalamualaikum?" ucap seseorang dari luar.

" waalaikumsalam...jawab mereka dari dalam," Yusuf segera bangkit untuk menyambut kedatangan penghulu,...

" mari silahkan masuk..." ucap Yusuf dengan sopan setelah menyalami pak penghulu yang terlihat sudah tua .

Begitupun semuanya, menyambut penghulu dengan hormat, Hilman meskipun sedikit kaku tapi dia mencoba mengikuti para laki-laki yang ikut bersalaman dengan penghulu.

Sedangkan Selena dan Patricia mengikuti para perempuan yang tetap duduk,tanpa ikut berdiri...kini mereka menyadari, ternyata di lingkungan pesantren, perempuan dan laki-laki tidak boleh bersentuhan walaupun hanya sebatas salaman.

Setelah berbasa-basi akhirnya penghulu segera menikahkan mereka.

Prosesi pernikahan Hilman dan Rukayyah dilangsungkan dengan khidmat namun sangat sederhana, sesuai dengan permintaan dari pihak Kyai Rahman dan Rukayyah.

Sebelumnya, Tuan Faisal telah mengirimkan semua surat-surat yang diperlukan untuk pernikahan, memastikan bahwa seluruh proses administrasi negara telah diselesaikan dengan cepat.

" apakah pihak laki-laki dan perempuan sudah siap?" tanya penghulu pada kedua calon mempelai.

mereka hanya mengangguk.

" apakah tidak ada paksaan?, dari pihak manapun?" tanya penghulu lagi

Mereka berdua mengangguk kembali.

" baiklah...., kalau begitu kita bisa lakukan ijab Qabul sekarang.

Saat prosesi ijab kabul, terjadi perbedaan yang mencolok dari pernikahan Zora-Yusuf.

Hilman menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar 10 juta rupiah. Meskipun jumlahnya kecil bagi seorang pengusaha kaya seperti Hilman, ini adalah nominal yang lumrah dan sesuai di lingkungan Pesantren.

Pihak Hilman tidak memberikan cincin untuk mengikat Rukayyah. Hal ini berbeda dengan Zora, yang mendapatkan cincin berlian sederhana dari Yusuf.

" mereka pelit sekali, masa orang kaya hanya memberikan mahar sedikit, berbeda dengan ku mendapatkan mahar banyak juga cincin berlian" bisik Zora pada suaminya, tapi Selena dan Patricia bisa mendengar nya dan menatap sinis pada Zora.

Yusuf coba menenangkan bumil manjanya itu, semenjak hamil, Zora sering tidak bisa mengontrol emosi nya, untung nya para warga di sini sudah sangat menghormati istrinya, jadi tidak masalah.

Meskipun bagi keluarga kota ini mungkin terlihat meremehkan, keluarga Kyai Rahman yang sederhana tidak mempermasalahkan hal ini sama sekali. Bagi mereka,

Keabsahan Agama dan Negara , Yang terpenting adalah pernikahan itu sah secara agama dan negara.

dan Wasiat dari almarhum Kakek telah tertunaikan.

Kyai Rahman Berbisik pada Tuan Faisal. "Mahar itu hanyalah simbol, Tuan Faisal. Yang utama adalah tanggung jawab dan mawaddah yang akan Hilman berikan kepada Rukayyah."...

Tuan Faisal mengangguk saja, meski dia tidak enak, Faisal kira , Hilman sudah mempersiapkan semuanya termasuk Cincin dan seserahan, ia mempercayakan pada istrinya, ternyata semuanya tidak ada.

Terpopuler

Comments

Dede Bleher

Dede Bleher

jadi inget kisah nusabiah yg melindungi Baginda Rasul ketika perang besar terjadi.
nusabiah yg ahli pedang dengan cadar hitam yg dia pake.

2026-04-08

1

iya jg ya nama tokohny bikin keingat jodha akbar

2026-02-02

1

Hanie Nurhasani

Hanie Nurhasani

dibalik cadar ada wanita kuat dan hebat#proRukayyah🔥🥰

2026-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 pertemuan pertama.
2 menikah
3 syukuran.
4 berpamitan..
5 perjalanan menuju kota.
6 tiba di rumah Hilman.
7 pergerakan pertama
8 Aksi Rukayyah
9 sarapan penuh drama
10 senjata makan Tuan
11 fakta tersembunyi
12 rencana mengumpulkan pahala,
13 13. tebakan Hilman
14 14
15 amarah Hilman.
16 Ferrari putih.
17 jawaban cerdas Rukayyah.
18 hilang kendali
19 makan malam yang dingin.
20 ancaman untuk selena
21 sesuatu yang tersembunyi
22 membuat keributan
23 pemecatan Rubby.
24 permintaan Hilman
25 upaya menghilangkan barang bukti
26 menceritakan semuanya
27 mencari tahu
28 kebenaran terungkap
29 kepergian Selena dan Patricia
30 tiba di istana baru
31 kilas balik
32 Rukaayyah sudah tahu.
33 kepulangan tuan Faisal
34 kejujuran yang menyakitkan
35 berangkat
36 tiba di rumah sakit.
37 kebahagiaan yang tertunda
38 perencanaan yang gagal
39 keadaan keluarga Selena
40 kekalahan Selena
41 pulang
42 kebenarannya
43 Fitnah.
44 kemenangan telak.
45 kejujuran Rukayyah.
46 rencana dinner
47 di culik.
48 rencana pembebasan
49 aksi penyelamatan.
50 selamat
51 hukuman yang pantas
52 luka yang tersembunyi
53 suasana tenang
54 talak untuk selena
55 akhir dari Rahardian dan Rubby
56 Hilman yang sudah sehat
57 acara resepsi pernikahan Akbar
58 malam pertama yang menguras energi
59 menyatu.
60 Rencana bulan madu
61 perjalanan menuju Swiss
62 Swiss
63 pulang...
64 suasana tenang.
65 menjenguk Rahardian.
66 sekretaris baru
67 pertemuan Edo dan Rukayyah
68 rahasia Aisyah
69 tanpa judul
70 semangat di pagi hari
71 Yasmin
72 saling terbuka
73 jujur....
74 lega....
75 bertemu...
76 ruang CEO
77 masih di kantor Hilman
78 keterkejutan Hilman
79 kecurigaan Rukayyah
80 menemui Rahardian
81 pengakuan Rahardian
82 insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83 interaksi yang tidak di sadari
84 menyerahkan sample
85 kebenaran
86 rahasia terungkap
87 hamil
88 Kehancuran Edo
89 kunjungan lapas
90 kedatangan Edo
91 syukuran.
92 kehangatan keluarga
93 kembali ke pesantren.
94 Buana grup.
95 menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96 gangguan kecil
97 makan siang
98 kelahiran anak Zora
99 memikirkan seseorang
100 sebuah undangan
101 Butik....
102 paket misterius
103 persiapan ke acara pesta
104 acara pesta
105 kejadian diluar kendali.
106 Rumah sakit.
107 rumah sakit 2
108 balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109 balasan
110 pulang
111 kejujuran yang menyakitkan
112 pulang kampung.
113 kedamaian di pesantren
114 menjenguk Rahardian
115 akhir dari Rahardian
116 pemakaman
117 detik yang di nanti
118 kelahiran sang pewaris
119 TAMAT
Episodes

Updated 119 Episodes

1
pertemuan pertama.
2
menikah
3
syukuran.
4
berpamitan..
5
perjalanan menuju kota.
6
tiba di rumah Hilman.
7
pergerakan pertama
8
Aksi Rukayyah
9
sarapan penuh drama
10
senjata makan Tuan
11
fakta tersembunyi
12
rencana mengumpulkan pahala,
13
13. tebakan Hilman
14
14
15
amarah Hilman.
16
Ferrari putih.
17
jawaban cerdas Rukayyah.
18
hilang kendali
19
makan malam yang dingin.
20
ancaman untuk selena
21
sesuatu yang tersembunyi
22
membuat keributan
23
pemecatan Rubby.
24
permintaan Hilman
25
upaya menghilangkan barang bukti
26
menceritakan semuanya
27
mencari tahu
28
kebenaran terungkap
29
kepergian Selena dan Patricia
30
tiba di istana baru
31
kilas balik
32
Rukaayyah sudah tahu.
33
kepulangan tuan Faisal
34
kejujuran yang menyakitkan
35
berangkat
36
tiba di rumah sakit.
37
kebahagiaan yang tertunda
38
perencanaan yang gagal
39
keadaan keluarga Selena
40
kekalahan Selena
41
pulang
42
kebenarannya
43
Fitnah.
44
kemenangan telak.
45
kejujuran Rukayyah.
46
rencana dinner
47
di culik.
48
rencana pembebasan
49
aksi penyelamatan.
50
selamat
51
hukuman yang pantas
52
luka yang tersembunyi
53
suasana tenang
54
talak untuk selena
55
akhir dari Rahardian dan Rubby
56
Hilman yang sudah sehat
57
acara resepsi pernikahan Akbar
58
malam pertama yang menguras energi
59
menyatu.
60
Rencana bulan madu
61
perjalanan menuju Swiss
62
Swiss
63
pulang...
64
suasana tenang.
65
menjenguk Rahardian.
66
sekretaris baru
67
pertemuan Edo dan Rukayyah
68
rahasia Aisyah
69
tanpa judul
70
semangat di pagi hari
71
Yasmin
72
saling terbuka
73
jujur....
74
lega....
75
bertemu...
76
ruang CEO
77
masih di kantor Hilman
78
keterkejutan Hilman
79
kecurigaan Rukayyah
80
menemui Rahardian
81
pengakuan Rahardian
82
insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83
interaksi yang tidak di sadari
84
menyerahkan sample
85
kebenaran
86
rahasia terungkap
87
hamil
88
Kehancuran Edo
89
kunjungan lapas
90
kedatangan Edo
91
syukuran.
92
kehangatan keluarga
93
kembali ke pesantren.
94
Buana grup.
95
menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96
gangguan kecil
97
makan siang
98
kelahiran anak Zora
99
memikirkan seseorang
100
sebuah undangan
101
Butik....
102
paket misterius
103
persiapan ke acara pesta
104
acara pesta
105
kejadian diluar kendali.
106
Rumah sakit.
107
rumah sakit 2
108
balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109
balasan
110
pulang
111
kejujuran yang menyakitkan
112
pulang kampung.
113
kedamaian di pesantren
114
menjenguk Rahardian
115
akhir dari Rahardian
116
pemakaman
117
detik yang di nanti
118
kelahiran sang pewaris
119
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!