perjalanan menuju kota.

" ada apa bah?" tanya Yusuf penasaran melihat wajah terkejut abahnya.

" ini nak, tuan Faisal memberikan cek sebesar satu milyar" jawab kyai Rahman pada Yusuf, karena hanya tinggal Yusuf saja di ruang tamu.

"masyaallah, banyak sekali" jawab Yusuf ikut terkejut.

"sebagian akan Abah kasihkan ke panti asuhan di desa sebelah, dan sebagian lagi untuk pembangunan pesantren kita, agar lebih nyaman lagi untuk para santri" kata kyai Rahman lalu memberikan cek itu pada Yusuf, agar Yusuf bisa segera mencairkan uang itu dalam bentuk uang tunai.

***

Sementara di dalam perjalanan Mobil supercar hitam Hilman melesat membelah jalanan pedesaan menuju kota. Di dalam mobil, suasana terasa sangat dingin. Hilman fokus mengemudi, sementara Rukayyah duduk tegak di kursi penumpang dengan cadar hitamnya, menyelimuti dirinya dalam keheningan total.

Dalam keheningan yang canggung, Hilman melirik sebentar ke arah istrinya. Ia terkejut melihat pergerakan di tangan Rukayyah. Meskipun tertutup rapat, Rukayyah sedang sibuk memainkan ponselnya.

Bukan ponsel biasa, melainkan smartphone yang sangat canggih dan terbaru, jenis yang sering ia gunakan dalam bisnisnya yang menuntut teknologi tinggi.

Hilman, si pengusaha yang angkuh, langsung membuat asumsi di benaknya.

"Ponsel secanggih ini? Mustahil gadis desa dari Pesantren bisa memilikinya. Pasti itu pemberian Zora. Ya, Zora si pewaris itu pasti memberikan ponsel mahalnya agar adik iparnya tidak terlalu malu saat di kota." gumam Hilman remeh , Baginya, ponsel canggih itu hanyalah bukti lain dari kemewahan Zora yang kini melekat pada Rukayyah. Ia tidak pernah membayangkan bahwa gadis di sampingnya ini memiliki sumber daya dan kemampuan teknologi jauh melampaui kebanyakan orang di kantornya.

Padahal, kenyataannya sangat berbeda.

Ponsel itu adalah milik Rukayyah sendiri, dibeli dengan uangnya yang halal. Itu adalah hasil dari gajinya setelah membantu secara rahasia beberapa perusahaan besar untuk mengamankan sistem mereka dari serangan siber, sebuah pekerjaan yang ia lakukan dari Kairo, memanfaatkan keahliannya sebagai seorang hacker yang tidak diketahui siapa pun... bahkan tabungannya sangat banyak, kurang lebih , Rukayyah baru memanfaatkan kelebihan nya selama dua tahun ini, kalau dulu dirinya hanya iseng-iseng saja.

Setelah beberapa saat dalam keheningan yang tegang, Hilman memecah kesunyian dengan suara yang dingin dan tajam, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Rukayyah. Ia ingin menetapkan aturan main sejak awal.

"Dengarkan baik-baik, Rukayyah. Pernikahan kita ini hanya sebatas menepati janji wasiat kakek saja." kata Hilman dengan Suaranya keras dan menyakitkan, menusuk langsung pada inti pernikahan mereka yang tanpa cinta.

"Jadi, saya harap, anda tidak berharap lebih dari saya. Saya tidak ingin ada drama, dan yang terpenting, jaga batasan. Jangan pernah ikut campur urusan saya, apapun itu." lanjut nya tanpa menoleh.

Hilman menunggu reaksi marah, sedih, atau menangis. Ia siap menghadapi gejolak emosi dari seorang gadis desa yang tiba-tiba dinikahi seorang pengusaha.

Rukayyah hanya menoleh sebentar, matanya yang tenang terlihat jelas di balik cadar hitamnya. Ia memproses kalimat Hilman, menganalisis ancaman dan syaratnya. Kemudian, ia kembali menatap ponselnya.

Rukayyah Mengangguk pelan, suaranya datar dan profesional "Tidak masalah."

Jawaban Rukayyah yang singkat dan tanpa emosi itu membuat Hilman sedikit terkejut. Ia telah menyiapkan mental untuk perdebatan, tetapi yang ia dapatkan adalah kepatuhan yang dingin. Hilman tidak menyadari, dengan kalimat tidak masalah itu, Rukayyah telah menerima persyaratan tersebut sebagai perjanjian bisnis yang memberinya kebebasan penuh, .

Rukayyah melanjutkan perkataannya Nadanya tetap datar, tidak ada kemarahan maupun kesedihan "Begitupun sebaliknya. Anda juga jangan ikut campur urusan saya."

Rukayyah memastikan kesepakatan mereka bersifat timbal balik. Ia tidak akan mengganggu, tetapi ia menuntut kebebasan yang sama.

"Anda tidak perlu khawatir. Yang terpenting, saya akan selalu menjaga kehormatan anda di hadapan publik dan keluarga. Saya akan menjalankan peran saya sebagai istri yang shalihah, tapi di luar itu, saya berhak atas privasi saya." ucapnya datar.

Hilman terkejut untuk kedua kalinya. Jawaban itu bukan datang dari gadis Pesantren yang ia bayangkan. Jawaban Rukayyah begitu logis, cerdas, dan profesional, mirip dengan cara seorang rekan bisnis menegosiasikan sebuah kontrak. Ia tidak bisa membantah.

Rukayyah telah mengambil alih kendali percakapan, mengubah pernikahan tanpa cinta mereka menjadi perjanjian hidup bersama yang terpisah.

"Gadis ini... dia tidak selemah yang dikira Selena. Dia cepat, dan dia menetapkan aturan mainnya sendiri. Bagus. Ini akan membuat hidupku lebih mudah, asalkan dia benar-benar tidak mengganggu urusanku." gumamnya dalam hati Hilman hanya mengangguk.

Hilman semakin frustrasi dengan ketenangan Rukayyah. Ia sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh di jalan tol, memotong jalur, dan melakukan manuver yang semestinya membuat penumpang biasa, apalagi gadis desa, menjerit ketakutan.

" Kenapa dia tidak bereaksi? Apakah dia tidak takut mati? Semua wanita pasti akan memegang erat kursinya atau setidaknya terkejut!" gumam Hilman dalam hati.

" tapi melihat dia yang telah hidup dalam lingkaran pesantren, sudah pasti tidak takut mati, apalagi mungkin bekal akhiratnya sudah banyak " Hilman masih memikirkan istrinya ini.

Namun, Rukayyah biasa saja. Ia tetap duduk tegak dan tenang, seolah-olah sedang menaiki delman di alun-alun Pesantren. Keahlian mengemudi Hilman yang ugal-ugalan sama sekali tidak menggoyahkan gadis bercadar itu.

Hal ini membuat Hilman sedikit frustrasi karena ia gagal memaksakan dominasinya dan mengusik ketenangan Rukayyah.

Rukayyah memang tidak takut, karena ia sedang teralihkan.... Apalagi di Kairo juga dia sering ikut balapan di saat orang-orang sedang tertidur, sehingga sampai saat ini, kakaknya tidak tahu, tapi kalau pada Zora, tidak ada yang di tutup-tutupi.

Di balik cadarnya, ia sesekali tersenyum kecil saat membaca pesan dari Zora.

Zora, si kakak ipar yang mengkhawatirkan, kini beralih mengirimkan pesan-pesan kocak yang mencoba menghibur Rukayyah di tengah situasi tegang.

📱“Rukayyah, kamu harus berani! Kalau Hilman macam-macam, kamu pura-pura ngidam minta dia joget TikTok di tengah jalan. Itu balas dendam paling ampuh!”

“Ingat pesanmu padaku? Jika dia kejam, lawan dengan otak! Kalau gagal, gunakan jurus tendangan cepat yang kamu ajarkan padaku kemarin!”

Rukayyah menggeleng pelan, menahan tawa. Ia menyadari betapa beruntungnya ia memiliki Kak Zora sebagai sekutunya. Berkat Zora, perjalanan dingin dan penuh intimidasi itu terasa sedikit lebih ringan dan lucu.

tak terasa bangunan-bangunan tinggi sudah mulai terlihat, perjalanan yang biasanya di tempuh dengan waktu 5 sampai 6 jam, kini hanya 3 jam saja. Sementara kedua orang tua Hilman sudah tertinggal sangat jauh....

Rukayyah tidak merasa heran, karena dia sering juga ke kota ini, karena salah satu kakak perempuannya menikah dengan orang kota, tapi tidak sebagai penguasa, melainkan sebagai dokter bedah.

Terpopuler

Comments

Yatz Nurhayati

Yatz Nurhayati

suka klau pemeran utamanya seperti rukayyah 😍

2026-01-15

1

Yayu Rulia

Yayu Rulia

mantap ayya..jgn mau di tindas..wuakakakak

2026-01-12

1

Lia Afriani

Lia Afriani

keren bgt karakter seorng Rukayyah

2026-05-28

1

lihat semua
Episodes
1 pertemuan pertama.
2 menikah
3 syukuran.
4 berpamitan..
5 perjalanan menuju kota.
6 tiba di rumah Hilman.
7 pergerakan pertama
8 Aksi Rukayyah
9 sarapan penuh drama
10 senjata makan Tuan
11 fakta tersembunyi
12 rencana mengumpulkan pahala,
13 13. tebakan Hilman
14 14
15 amarah Hilman.
16 Ferrari putih.
17 jawaban cerdas Rukayyah.
18 hilang kendali
19 makan malam yang dingin.
20 ancaman untuk selena
21 sesuatu yang tersembunyi
22 membuat keributan
23 pemecatan Rubby.
24 permintaan Hilman
25 upaya menghilangkan barang bukti
26 menceritakan semuanya
27 mencari tahu
28 kebenaran terungkap
29 kepergian Selena dan Patricia
30 tiba di istana baru
31 kilas balik
32 Rukaayyah sudah tahu.
33 kepulangan tuan Faisal
34 kejujuran yang menyakitkan
35 berangkat
36 tiba di rumah sakit.
37 kebahagiaan yang tertunda
38 perencanaan yang gagal
39 keadaan keluarga Selena
40 kekalahan Selena
41 pulang
42 kebenarannya
43 Fitnah.
44 kemenangan telak.
45 kejujuran Rukayyah.
46 rencana dinner
47 di culik.
48 rencana pembebasan
49 aksi penyelamatan.
50 selamat
51 hukuman yang pantas
52 luka yang tersembunyi
53 suasana tenang
54 talak untuk selena
55 akhir dari Rahardian dan Rubby
56 Hilman yang sudah sehat
57 acara resepsi pernikahan Akbar
58 malam pertama yang menguras energi
59 menyatu.
60 Rencana bulan madu
61 perjalanan menuju Swiss
62 Swiss
63 pulang...
64 suasana tenang.
65 menjenguk Rahardian.
66 sekretaris baru
67 pertemuan Edo dan Rukayyah
68 rahasia Aisyah
69 tanpa judul
70 semangat di pagi hari
71 Yasmin
72 saling terbuka
73 jujur....
74 lega....
75 bertemu...
76 ruang CEO
77 masih di kantor Hilman
78 keterkejutan Hilman
79 kecurigaan Rukayyah
80 menemui Rahardian
81 pengakuan Rahardian
82 insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83 interaksi yang tidak di sadari
84 menyerahkan sample
85 kebenaran
86 rahasia terungkap
87 hamil
88 Kehancuran Edo
89 kunjungan lapas
90 kedatangan Edo
91 syukuran.
92 kehangatan keluarga
93 kembali ke pesantren.
94 Buana grup.
95 menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96 gangguan kecil
97 makan siang
98 kelahiran anak Zora
99 memikirkan seseorang
100 sebuah undangan
101 Butik....
102 paket misterius
103 persiapan ke acara pesta
104 acara pesta
105 kejadian diluar kendali.
106 Rumah sakit.
107 rumah sakit 2
108 balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109 balasan
110 pulang
111 kejujuran yang menyakitkan
112 pulang kampung.
113 kedamaian di pesantren
114 menjenguk Rahardian
115 akhir dari Rahardian
116 pemakaman
117 detik yang di nanti
118 kelahiran sang pewaris
119 TAMAT
Episodes

Updated 119 Episodes

1
pertemuan pertama.
2
menikah
3
syukuran.
4
berpamitan..
5
perjalanan menuju kota.
6
tiba di rumah Hilman.
7
pergerakan pertama
8
Aksi Rukayyah
9
sarapan penuh drama
10
senjata makan Tuan
11
fakta tersembunyi
12
rencana mengumpulkan pahala,
13
13. tebakan Hilman
14
14
15
amarah Hilman.
16
Ferrari putih.
17
jawaban cerdas Rukayyah.
18
hilang kendali
19
makan malam yang dingin.
20
ancaman untuk selena
21
sesuatu yang tersembunyi
22
membuat keributan
23
pemecatan Rubby.
24
permintaan Hilman
25
upaya menghilangkan barang bukti
26
menceritakan semuanya
27
mencari tahu
28
kebenaran terungkap
29
kepergian Selena dan Patricia
30
tiba di istana baru
31
kilas balik
32
Rukaayyah sudah tahu.
33
kepulangan tuan Faisal
34
kejujuran yang menyakitkan
35
berangkat
36
tiba di rumah sakit.
37
kebahagiaan yang tertunda
38
perencanaan yang gagal
39
keadaan keluarga Selena
40
kekalahan Selena
41
pulang
42
kebenarannya
43
Fitnah.
44
kemenangan telak.
45
kejujuran Rukayyah.
46
rencana dinner
47
di culik.
48
rencana pembebasan
49
aksi penyelamatan.
50
selamat
51
hukuman yang pantas
52
luka yang tersembunyi
53
suasana tenang
54
talak untuk selena
55
akhir dari Rahardian dan Rubby
56
Hilman yang sudah sehat
57
acara resepsi pernikahan Akbar
58
malam pertama yang menguras energi
59
menyatu.
60
Rencana bulan madu
61
perjalanan menuju Swiss
62
Swiss
63
pulang...
64
suasana tenang.
65
menjenguk Rahardian.
66
sekretaris baru
67
pertemuan Edo dan Rukayyah
68
rahasia Aisyah
69
tanpa judul
70
semangat di pagi hari
71
Yasmin
72
saling terbuka
73
jujur....
74
lega....
75
bertemu...
76
ruang CEO
77
masih di kantor Hilman
78
keterkejutan Hilman
79
kecurigaan Rukayyah
80
menemui Rahardian
81
pengakuan Rahardian
82
insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83
interaksi yang tidak di sadari
84
menyerahkan sample
85
kebenaran
86
rahasia terungkap
87
hamil
88
Kehancuran Edo
89
kunjungan lapas
90
kedatangan Edo
91
syukuran.
92
kehangatan keluarga
93
kembali ke pesantren.
94
Buana grup.
95
menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96
gangguan kecil
97
makan siang
98
kelahiran anak Zora
99
memikirkan seseorang
100
sebuah undangan
101
Butik....
102
paket misterius
103
persiapan ke acara pesta
104
acara pesta
105
kejadian diluar kendali.
106
Rumah sakit.
107
rumah sakit 2
108
balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109
balasan
110
pulang
111
kejujuran yang menyakitkan
112
pulang kampung.
113
kedamaian di pesantren
114
menjenguk Rahardian
115
akhir dari Rahardian
116
pemakaman
117
detik yang di nanti
118
kelahiran sang pewaris
119
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!