berpamitan..

Pukul dua siang, dua mobil mewah milik keluarga Faisal sudah bersiap di depan gerbang Pesantren. Hilman, Selena, dan Patricia menunggu dengan tidak sabar untuk segera meninggalkan suasana desa yang mereka anggap membosankan.

​sang supir menyeret koper milik Rukayyah yang cukup besar, entah isinya apa, sampai supir itu menggerutu tidak suka.

" lama banget sih mereka... tidak tahu apa ini sangat panas, nanti kulitku hitam lagi" gerutu Patricia pada mamanya.

" biarkan saja... namanya juga perpisahan" jawab Selena tersenyum misterius.

Hilmam hanya memutar bola matanya malas melihat saudara ipar dan mama tiri nya itu, mereka sudah berpamitan terlebih dahulu, dan berdiri di dekat mobil.

​Di sisi lain, perpisahan antara Rukayyah dan keluarga Kyai Rahman berlangsung penuh emosi. Hanya dalam beberapa bulan, Rukayyah telah menjadi bagian tak terpisahkan. Ia mencium tangan Kyai Rahman dan Ibu Nyai, berjanji akan menjaga nama baik keluarga dan wasiat yang telah ditunaikannya.

" umi.... Abah, kalian jaga kesehatan ya, doakan Ayya, semoga Ayya bisa menjadi istri Solehah" ucap Rukayyah yang sedang memeluk kedua orang tuanya...

" iya nak, kamu juga jaga diri baik-baik ya" balas Ibunda yang masih berkaca-kaca, rasanya belum puas beberapa bulan bersama putri bungsunya... yang dari kecil memang keras kepala, tetapi setelah dewasa... begitu lembut hatinya... dengan lapang dada menerima wasiat dari kakeknya.

Yusuf memeluk adiknya erat-erat. Ia tahu Rukayyah adalah yang paling kuat di antara mereka, namun ia juga tahu betapa kerasnya dunia yang akan dihadapi adiknya di kota.

​"kamu harus selalu baik" ucap Yusuf pelan.

" insyaallah mas" jawabnya... lalu rukayah memeluk kakaknya satu-satu, juga pada keponakannya yang sudah berkumpul untuk mengantarkan dirinya pergi.

​Namun, yang paling histeris menangis adalah Zora.

​Zora sudah memiliki saudara perempuan kandung, tetapi ia menemukan koneksi jiwa yang unik dan mendalam pada diri Rukayyah. Zora telah sangat menyayangi Rukayyah seperti adik kandungnya sendiri. Hanya Rukayyah yang mengetahui sisi gelap Zora yang pemberani, dan hanya Zora yang mengagumi kekuatan rahasia Rukayyah.

​Zora memeluk Rukayyah dengan erat, air matanya membasahi cadar hitam Rukayyah.

​Zora Tersedu-sedu "Rukayyah...hiks hiks hiks jaga dirimu baik-baik, ya. Jangan lupakan aku. Kalau mereka macam-macam, kamu harus lawan! Ingat semua yang aku ajarkan!"

​Rukayyah Meskipun mata Rukayyah di balik cadar juga berkaca-kaca, ia tetap tenang "Aku ingat, Kak Zora. Kakak jangan khawatirkan aku. Kakak fokus pada kandungan Kakak. Doakan aku agar bisa mengendalikan diri di sana."....

" aku....masih merindukan mu, kau adalah adikku....hiks....adik yang suka aku suruh-suruh untuk memenuhi ngidamku.... Hiks hiks hiks " .

Karena terlalu lama istrinya menangis, Yusuf akhirnya menarik istrinya dari pelukan adiknya.

" sudah sayang, biarkan Rukayyah berangkat" ucap Yusuf dengan lembut menenangkan istrinya. Mengelus perut buncit istrinya dengan sayang...

​Selena dan Patricia hanya berdiri sedikit menjauh, memandang Zora yang menangis histeris dengan tatapan meremehkan.

​Selena berbisik pada Patricia "Lihatlah. Begitulah watak wanita manja. Berlebihan. Aku tidak sabar melihat Rukayyah menangis histeris seperti itu saat ia tahu kehidupan nyata di rumah kita."

​Mereka tidak tahu bahwa tangisan Zora bukanlah tangisan kelemahan, melainkan tangisan persaudaraan sejati, dan bahwa adik ipar yang mereka anggap lemah itu tidak akan pernah memberikan kepuasan berupa air mata kepada mereka.

" benar mah, dulu dia sangat sombong, mentang-mentang pewaris satu-satunya dari keluarga yang sangat kaya" balas Patricia berbisik pada Selena .

Sementara Hilman tidak perduli dengan mereka yang berbisik-bisik pada Zora, dulu dirinya juga sempat mengagumi Zora, tapi melihat kenakalan Zora yang suka membuat ulah, membuat Hilman enggan untuk mendekati,dan lebih memilih menjalin hubungan dengan sekretaris nya yang baik dan polos, serta penurut.

Tuan Faisal Berbisik, "suaranya dipenuhi rasa segan dan hormat "Kyai, saya tahu acara ini sangat sederhana. Saya juga sadar bahwa wasiat ini telah membebani putri Kyai yang sudah terbiasa dengan kebebasan di luar negeri." ucap Faisal yang tahu tentang pendidikan menantunya tapi dia tidak boleh mengatakan pada semuanya kecuali atas izin Rukayyah sendiri.

Tuan Faisal mengeluarkan sebuah amplop tipis dan bersih yang telah tertutup rapat. Ia menyelipkan amplop itu ke tangan Kyai Rahman, sambil menepuknya dengan lembut.

"Tolong, Kyai. Ini adalah uang dapur untuk Rukayyah, dari saya. Anggap ini sebagai tanda terima kasih saya karena telah menunaikan wasiat ayah saya." ucap tuan Faisal sambil memeluk kyai Rahman.

Kyai Rahman yang merasa tidak enak, mencoba menolak.

"Tuan Faisal, ini terlalu berlebihan. Kami tidak mengharapkan apa-apa..." balasnya...

Tuan Faisal Memotong dengan bijak "Jangan melihat nilainya, Kyai. Lihatlah niatnya. Saya tidak ingin Rukayyah merasa diremehkan karena pernikahannya yang terburu-buru. Dan, tolong jangan beritahu Selena dan Hilman tentang ini. Mereka tidak perlu tahu."

" baiklah kalau begitu saya akan menerima nya...tolong jaga baik-baik putriku" ucap kyai Rahman.

Tepat sebelum Rukayyah memasuki supercar hitam Hilman, Kyai Rahman menahan langkah menantunya itu. Kyai Rahman menatap lurus ke mata Hilman, wajahnya yang tenang kini memancarkan wibawa seorang pemimpin dan ayah yang melindungi.

Seluruh rombongan, termasuk Tuan Faisal dan Selena, terdiam mendengarkan.

Kyai Rahman berbicara, Nadanya penuh haru namun tegas "Hilman. Kamu kini sudah menjadi menantuku, dan suamiku Rukayyah. Aku tahu kalian menikah karena menunaikan wasiat, bukan karena cinta yang kalian pilih sendiri."

Kyai Rahman meletakkan tangannya di bahu Hilman.

"Tanggung jawabmu sangat besar. Jaga baik putriku. Hormati dia sebagaimana ia menghormati suaminya. Lindungi kehormatan dan agamanya."

Kemudian, Kyai Rahman menyampaikan kalimat paling penting yang merangkum martabat putrinya .

"Ingat pesanku, Nak. Jika di tengah jalan kamu merasa tidak sanggup, jika kamu tidak bisa menerima Rukayyah seutuhnya... kalau kamu tidak terima, kembalikan dia kepada kami dengan baik-baik."

Ucapan Kyai Rahman itu adalah peringatan sekaligus perlindungan. Ia menegaskan bahwa Rukayyah bukan barang yang bisa diperlakukan sembarangan, ia berhak atas kebahagiaan. Jika Hilman tidak bisa memberikannya, Pesantren siap menerima Rukayyah kembali tanpa cacat dan dengan penuh kehormatan.

Hilman terdiam. Tatapan Kyai Rahman yang sarat makna itu menembus keangkuhannya. Meskipun ia sudah berniat membawa Rukayyah untuk formalitas belaka, ia harus menelan teguran mertuanya dan mengangguk.

"Baik, Kyai. Saya akan mengingat pesan Kyai." ucapnya tegas namun tetap ada kelembutan di sana.

Baru setelah itu, Rukayyah yang mendengarkan dari dekat, naik ke mobil, dan rombongan itu pun meninggalkan Pesantren...

***

Setelah Tuan Faisal dan keluarganya pamit kembali ke kota, Kyai Rahman masuk kedalam bersama keluarganya, kyai Rahman yang penasaran membuka amplop itu. Matanya terbelalak melihat sebuah cek dengan nilai yang fantastis satu miliar rupiah (Rp 1.000.000.000,00).

" masyaaAllah...., ini banyak sekali" ucap kyai Rahman terkejut.

Terpopuler

Comments

Hanie Nurhasani

Hanie Nurhasani

terharu pesan Abah buat babang Hilman🥹#maknanysangat dalam💖

#1Mmasyaallah pak Faisal🔥

2026-02-12

1

Ayla Anindiyafarisa

Ayla Anindiyafarisa

waduh aku salah y thor ternyata g pelit deh😅😅

2026-02-10

1

suti markonah

suti markonah

lanjut thorrr...awal yg bagus👍👍👍👍

2025-11-29

1

lihat semua
Episodes
1 pertemuan pertama.
2 menikah
3 syukuran.
4 berpamitan..
5 perjalanan menuju kota.
6 tiba di rumah Hilman.
7 pergerakan pertama
8 Aksi Rukayyah
9 sarapan penuh drama
10 senjata makan Tuan
11 fakta tersembunyi
12 rencana mengumpulkan pahala,
13 13. tebakan Hilman
14 14
15 amarah Hilman.
16 Ferrari putih.
17 jawaban cerdas Rukayyah.
18 hilang kendali
19 makan malam yang dingin.
20 ancaman untuk selena
21 sesuatu yang tersembunyi
22 membuat keributan
23 pemecatan Rubby.
24 permintaan Hilman
25 upaya menghilangkan barang bukti
26 menceritakan semuanya
27 mencari tahu
28 kebenaran terungkap
29 kepergian Selena dan Patricia
30 tiba di istana baru
31 kilas balik
32 Rukaayyah sudah tahu.
33 kepulangan tuan Faisal
34 kejujuran yang menyakitkan
35 berangkat
36 tiba di rumah sakit.
37 kebahagiaan yang tertunda
38 perencanaan yang gagal
39 keadaan keluarga Selena
40 kekalahan Selena
41 pulang
42 kebenarannya
43 Fitnah.
44 kemenangan telak.
45 kejujuran Rukayyah.
46 rencana dinner
47 di culik.
48 rencana pembebasan
49 aksi penyelamatan.
50 selamat
51 hukuman yang pantas
52 luka yang tersembunyi
53 suasana tenang
54 talak untuk selena
55 akhir dari Rahardian dan Rubby
56 Hilman yang sudah sehat
57 acara resepsi pernikahan Akbar
58 malam pertama yang menguras energi
59 menyatu.
60 Rencana bulan madu
61 perjalanan menuju Swiss
62 Swiss
63 pulang...
64 suasana tenang.
65 menjenguk Rahardian.
66 sekretaris baru
67 pertemuan Edo dan Rukayyah
68 rahasia Aisyah
69 tanpa judul
70 semangat di pagi hari
71 Yasmin
72 saling terbuka
73 jujur....
74 lega....
75 bertemu...
76 ruang CEO
77 masih di kantor Hilman
78 keterkejutan Hilman
79 kecurigaan Rukayyah
80 menemui Rahardian
81 pengakuan Rahardian
82 insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83 interaksi yang tidak di sadari
84 menyerahkan sample
85 kebenaran
86 rahasia terungkap
87 hamil
88 Kehancuran Edo
89 kunjungan lapas
90 kedatangan Edo
91 syukuran.
92 kehangatan keluarga
93 kembali ke pesantren.
94 Buana grup.
95 menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96 gangguan kecil
97 makan siang
98 kelahiran anak Zora
99 memikirkan seseorang
100 sebuah undangan
101 Butik....
102 paket misterius
103 persiapan ke acara pesta
104 acara pesta
105 kejadian diluar kendali.
106 Rumah sakit.
107 rumah sakit 2
108 balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109 balasan
110 pulang
111 kejujuran yang menyakitkan
112 pulang kampung.
113 kedamaian di pesantren
114 menjenguk Rahardian
115 akhir dari Rahardian
116 pemakaman
117 detik yang di nanti
118 kelahiran sang pewaris
119 TAMAT
Episodes

Updated 119 Episodes

1
pertemuan pertama.
2
menikah
3
syukuran.
4
berpamitan..
5
perjalanan menuju kota.
6
tiba di rumah Hilman.
7
pergerakan pertama
8
Aksi Rukayyah
9
sarapan penuh drama
10
senjata makan Tuan
11
fakta tersembunyi
12
rencana mengumpulkan pahala,
13
13. tebakan Hilman
14
14
15
amarah Hilman.
16
Ferrari putih.
17
jawaban cerdas Rukayyah.
18
hilang kendali
19
makan malam yang dingin.
20
ancaman untuk selena
21
sesuatu yang tersembunyi
22
membuat keributan
23
pemecatan Rubby.
24
permintaan Hilman
25
upaya menghilangkan barang bukti
26
menceritakan semuanya
27
mencari tahu
28
kebenaran terungkap
29
kepergian Selena dan Patricia
30
tiba di istana baru
31
kilas balik
32
Rukaayyah sudah tahu.
33
kepulangan tuan Faisal
34
kejujuran yang menyakitkan
35
berangkat
36
tiba di rumah sakit.
37
kebahagiaan yang tertunda
38
perencanaan yang gagal
39
keadaan keluarga Selena
40
kekalahan Selena
41
pulang
42
kebenarannya
43
Fitnah.
44
kemenangan telak.
45
kejujuran Rukayyah.
46
rencana dinner
47
di culik.
48
rencana pembebasan
49
aksi penyelamatan.
50
selamat
51
hukuman yang pantas
52
luka yang tersembunyi
53
suasana tenang
54
talak untuk selena
55
akhir dari Rahardian dan Rubby
56
Hilman yang sudah sehat
57
acara resepsi pernikahan Akbar
58
malam pertama yang menguras energi
59
menyatu.
60
Rencana bulan madu
61
perjalanan menuju Swiss
62
Swiss
63
pulang...
64
suasana tenang.
65
menjenguk Rahardian.
66
sekretaris baru
67
pertemuan Edo dan Rukayyah
68
rahasia Aisyah
69
tanpa judul
70
semangat di pagi hari
71
Yasmin
72
saling terbuka
73
jujur....
74
lega....
75
bertemu...
76
ruang CEO
77
masih di kantor Hilman
78
keterkejutan Hilman
79
kecurigaan Rukayyah
80
menemui Rahardian
81
pengakuan Rahardian
82
insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83
interaksi yang tidak di sadari
84
menyerahkan sample
85
kebenaran
86
rahasia terungkap
87
hamil
88
Kehancuran Edo
89
kunjungan lapas
90
kedatangan Edo
91
syukuran.
92
kehangatan keluarga
93
kembali ke pesantren.
94
Buana grup.
95
menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96
gangguan kecil
97
makan siang
98
kelahiran anak Zora
99
memikirkan seseorang
100
sebuah undangan
101
Butik....
102
paket misterius
103
persiapan ke acara pesta
104
acara pesta
105
kejadian diluar kendali.
106
Rumah sakit.
107
rumah sakit 2
108
balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109
balasan
110
pulang
111
kejujuran yang menyakitkan
112
pulang kampung.
113
kedamaian di pesantren
114
menjenguk Rahardian
115
akhir dari Rahardian
116
pemakaman
117
detik yang di nanti
118
kelahiran sang pewaris
119
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!