syukuran.

Alhamdulillah.... akhirnya acara ijab qobul nya selesai dan mereka sah sebagai suami istri., penghulu langsung pulang karena ada urusan lain,

" ayo , setelah selesai kita sudahi dengan acara makan bersama, sebagai syukuran atas pernikahan Hilman dan Rukayyah" ajak kyai Rahman yang di angguki oleh Faisal.

" maaf sudah merepotkan kyai" ucap Faisal tidak enak.

" tidak sama sekali besan, ini hanya acara sederhana saja " balasnya tersenyum ramah .

Mereka diarahkan ke ruang makan yang terlihat lebih besar dari ruang tamu, di mana banyak makanan lezat dan sederhana tertata rapi. Bukan hidangan katering mewah hotel bintang lima, melainkan masakan rumahan khas Pesantren yang kaya rasa, seperti opor ayam kampung, rendang, sambal goreng ati, sayur lodeh, ada juga tempe goreng serta sambal dan lalapan.

Selena dan Patricia yang terbiasa dengan menu fusion Eropa dan presentasi mewah, memandang remeh hidangan di hadapan mereka. Mereka berbisik-bisik, mengeluhkan minyak yang terlihat jelas dan presentasi yang terlalu 'kampungan'.

Selena berbisik kepada Patricia "Ya ampun, Pat. Aku tidak tahu harus makan yang mana. Ini terlihat seperti makanan warung pinggir jalan. Aku harap perutku tidak bermasalah."

" benar mah, aku juga bingung mau makan apa" balas berbisik.

Faisal mengambil makanan nya sendiri, sedangkan ibu nyai mengambilkan untuk suaminya, begitupun Zora, ia mengambilnya untuk Yusuf, Rukayyah dengan suara lembutnya menanyakan apa kesukaannya pada sang suami.

" mas... Mau saya ambilkan" ucapnya lembut, membuat Hilman sedikit berdesir, apalagi ini baru pertama kalinya mendengar suara lembut itu .

Hilman hanya mengangguk pelan, lalu Rukayyah mengambilnya, dengan porsi cukup seperti kakaknya." terimakasih" ucap Hilman dingin, karena sudah dilayani.

Selena dan Patricia enggan untuk mengambil makanannya....

" jangan bikin malu, ayo ambil " bisik tuan Faisal pada istrinya.

karena didesak oleh Tuan Faisal dan Kyai Rahman untuk mencicipi, Selena dan Patricia terpaksa mengambil sedikit makanan ke piring mereka dengan ekspresi jijik yang berusaha disembunyikan...

Mereka hanya mengambil nasi sedikit juga rendang daging.

Namun, begitu gigitan pertama masuk ke mulut mereka, sesuatu yang konyol terjadi.

Mata mereka yang tadinya dipenuhi penghinaan, tiba-tiba terbelalak dan terkejut. Semua praduga buruk mereka tentang masakan desa langsung sirna.

Masakan itu ternyata sangat lezat! Bumbu dan rempah-rempah yang digunakan begitu kaya, kompleks, dan meresap sempurna. Jauh lebih enak dari masakan fine dining yang mereka makan di kota.

" mah... ternyata sangat enak" bisik Patricia pada mamanya.

" benar, mama nyesal hanya mengambil sedikit " balasnya.

" tidak usah malu mah, toh kita tidak akan bertemu mereka kembali" ucap Patricia sangat pelan , tidak ada yang mendengar nya kecuali mamanya. Selena mengangguk setuju.

Selena dan Patricia mulai makan dengan cepat, melupakan sejenak keangkuhan mereka. Mereka mengambil porsi kedua, bahkan ketiga, tanpa menyadari bahwa Kyai Rahman, Ibu Nyai, dan Zora sedang menyaksikan pemandangan tersebut dengan senyum geli.

Mereka berdua terpaksa menelan keangkuhan mereka bersama dengan setiap suapan makanan yang sangat lezat. Kesederhanaan masakan Pesantren telah memberikan pelajaran berharga, kemewahan sejati tidak selalu berarti penampilan yang mahal, tetapi kualitas yang tulus.

Hilmam merasakan hal yang sama, ia makan dengan lahap, rasanya dia belum pernah makan , makanan rumahan seenak ini.

" masyaallah.... Lezat sekali makanan nya" ucap Faisal bangga, dia benar-benar kenyang, karena beberapa kali nambah.

" Alhamdulillah...kalau anda suka besan, Rukayyah yang memasak dan di bantu kakak-kakaknya" jawab kyai Rahman tulus .

Mereka semua menatap Rukayyah... yang makan dengan tertutup, bahkan hanya Rukayyah saja yang memakai sarung tangan, sedangkan kakak-kakaknya masih normal, cadar saja alis dan Keningnya masih terlihat, berbeda dengan Rukayyah, hanya dua matanya saja yang terlihat.

" kebetulan mah, nanti dia yang akan memasakkan makanan enak untuk kita setiap hari" bisik Patricia senang pada mamanya, dan Selena hanya tersenyum mengangguk mendengar ide putri satu-satunya.

setelah selesai mereka kembali berbincang di ruang tamu ,

" sebelumnya Maafkan saya pak kyai.... karena hari ini juga saya akan membawa menantu saya untuk kembali ke rumah, karena saya tidak bisa meninggalkan perusahaan lebih lama, apalagi setelah kembali ke rumah, saya ada perjalanan bisnis ke luar negeri" tutur Faisal tidak enak hati.

kyai Rahman hanya tersenyum" tidak apa-apa besan, sudah kewajiban Rukayyah untuk mengikuti suaminya kemanapun dia pergi..., saya mendidiknya untuk menjadi seorang istri yang taat kepada suaminya"

" Alhamdulillah, terima kasih atas kebesaran hati anda kyai... insya Allah kami akan menjaga Rukayyah dengan baik seperti anak kami sendiri" ucap tuan Faisal yang di angguki oleh semu orang.

"kalau begitu... Saya permisi untuk mengemasi barang-barang saya" ucap Rukayyah dengan lembut...

Zora ikut berdiri dan mengikuti Rukayyah ke kamarnya.

Rukayyah sedang merapikan beberapa kitab dan pakaian hitamnya ke dalam sebuah koper sederhana.

Zora Masuk, duduk di tepi ranjang dengan wajah cema "Rukayyah..."

Rukayyah Menoleh, tersenyum dari balik cadarnya "Iya, Kak Zora?"

"Kamu... kamu sudah siap akan dibawa ke kota? Aku tidak tahu harus bicara apa. Aku tahu betul bagaimana Hilman dan lingkungan yang akan kamu hadapi. Aku sangat khawatir." ucap Zora dengan nada penuh kecemasan, Dia sangat menyayangi Adik iparnya itu yang sudah seperti adik kandungnya sendiri.

Zora tidak perlu menjelaskan detailnya, Rukayyah sudah tahu tentang Rubby dan reputasi Hilman.

Rukayyah Menutup koper, lalu duduk di samping Zora menggenggam tangan bumil itu erat. "Aku siap, Kak. Kalau aku tidak siap, aku tidak akan mengiyakan wasiat ini." ucapnya tersenyum.

"Aku tahu, dia adalah pria yang keras dan hatinya milik wanita lain. Tapi aku ke sana bukan untuk merebut hatinya, Kak. Aku ke sana untuk menjalankan tugas dan menunaikan janji." balas Rukayyah menenangkan kakak iparnya yang terlihat sangat cemas itu.

Zora memeluk Rukayyah dengan erat, mengagumi keberanian Rukayyah yang begitu tenang dan logis.

"Jaga dirimu baik-baik, ya. Jangan biarkan mereka menginjak-injakmu. Ingat, kamu tahu banyak hal yang tidak mereka ketahui." bisik Zora pelan

Rukayyah Membalas pelukan Zora "Tentu, Kak Zora. Aku bukan Kakak-kakakku yang lain. Aku tidak akan membiarkan kebohongan mereka menang. Jika mereka ingin bermain licik, aku siap bermain cerdas" jawab Rukayyah tenang.

" aku percaya padamu, semoga Allah selalu melindungi mu " ucap Zora setelah mengurai pelukannya.

lalu Rukayyah mengelus perut buncit kakak iparnya itu..." Tante tinggal ya sayang, kamu baik-baik di rumah, insyaallah Tante akan sering menemuimu, atau kau sendiri yang akan menemui Tante di kota " bisik Rukayyah pada perut kakak iparnya.

" insyaallah Tante" jawab Zora menirukan ucapan anak kecil, membuat mereka berdua tertawa.

Terpopuler

Comments

Widya Ari Sukmawati

Widya Ari Sukmawati

Rukayah wanita yg cerdas dan tangguh😍

2026-01-23

2

Linhy Kolopita Saidy

Linhy Kolopita Saidy

sangat suka dengan karakter rukaayyah

2026-01-17

2

ceuceu

ceuceu

Suka rukayah tipe wanita tangguh

2026-01-09

1

lihat semua
Episodes
1 pertemuan pertama.
2 menikah
3 syukuran.
4 berpamitan..
5 perjalanan menuju kota.
6 tiba di rumah Hilman.
7 pergerakan pertama
8 Aksi Rukayyah
9 sarapan penuh drama
10 senjata makan Tuan
11 fakta tersembunyi
12 rencana mengumpulkan pahala,
13 13. tebakan Hilman
14 14
15 amarah Hilman.
16 Ferrari putih.
17 jawaban cerdas Rukayyah.
18 hilang kendali
19 makan malam yang dingin.
20 ancaman untuk selena
21 sesuatu yang tersembunyi
22 membuat keributan
23 pemecatan Rubby.
24 permintaan Hilman
25 upaya menghilangkan barang bukti
26 menceritakan semuanya
27 mencari tahu
28 kebenaran terungkap
29 kepergian Selena dan Patricia
30 tiba di istana baru
31 kilas balik
32 Rukaayyah sudah tahu.
33 kepulangan tuan Faisal
34 kejujuran yang menyakitkan
35 berangkat
36 tiba di rumah sakit.
37 kebahagiaan yang tertunda
38 perencanaan yang gagal
39 keadaan keluarga Selena
40 kekalahan Selena
41 pulang
42 kebenarannya
43 Fitnah.
44 kemenangan telak.
45 kejujuran Rukayyah.
46 rencana dinner
47 di culik.
48 rencana pembebasan
49 aksi penyelamatan.
50 selamat
51 hukuman yang pantas
52 luka yang tersembunyi
53 suasana tenang
54 talak untuk selena
55 akhir dari Rahardian dan Rubby
56 Hilman yang sudah sehat
57 acara resepsi pernikahan Akbar
58 malam pertama yang menguras energi
59 menyatu.
60 Rencana bulan madu
61 perjalanan menuju Swiss
62 Swiss
63 pulang...
64 suasana tenang.
65 menjenguk Rahardian.
66 sekretaris baru
67 pertemuan Edo dan Rukayyah
68 rahasia Aisyah
69 tanpa judul
70 semangat di pagi hari
71 Yasmin
72 saling terbuka
73 jujur....
74 lega....
75 bertemu...
76 ruang CEO
77 masih di kantor Hilman
78 keterkejutan Hilman
79 kecurigaan Rukayyah
80 menemui Rahardian
81 pengakuan Rahardian
82 insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83 interaksi yang tidak di sadari
84 menyerahkan sample
85 kebenaran
86 rahasia terungkap
87 hamil
88 Kehancuran Edo
89 kunjungan lapas
90 kedatangan Edo
91 syukuran.
92 kehangatan keluarga
93 kembali ke pesantren.
94 Buana grup.
95 menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96 gangguan kecil
97 makan siang
98 kelahiran anak Zora
99 memikirkan seseorang
100 sebuah undangan
101 Butik....
102 paket misterius
103 persiapan ke acara pesta
104 acara pesta
105 kejadian diluar kendali.
106 Rumah sakit.
107 rumah sakit 2
108 balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109 balasan
110 pulang
111 kejujuran yang menyakitkan
112 pulang kampung.
113 kedamaian di pesantren
114 menjenguk Rahardian
115 akhir dari Rahardian
116 pemakaman
117 detik yang di nanti
118 kelahiran sang pewaris
119 TAMAT
Episodes

Updated 119 Episodes

1
pertemuan pertama.
2
menikah
3
syukuran.
4
berpamitan..
5
perjalanan menuju kota.
6
tiba di rumah Hilman.
7
pergerakan pertama
8
Aksi Rukayyah
9
sarapan penuh drama
10
senjata makan Tuan
11
fakta tersembunyi
12
rencana mengumpulkan pahala,
13
13. tebakan Hilman
14
14
15
amarah Hilman.
16
Ferrari putih.
17
jawaban cerdas Rukayyah.
18
hilang kendali
19
makan malam yang dingin.
20
ancaman untuk selena
21
sesuatu yang tersembunyi
22
membuat keributan
23
pemecatan Rubby.
24
permintaan Hilman
25
upaya menghilangkan barang bukti
26
menceritakan semuanya
27
mencari tahu
28
kebenaran terungkap
29
kepergian Selena dan Patricia
30
tiba di istana baru
31
kilas balik
32
Rukaayyah sudah tahu.
33
kepulangan tuan Faisal
34
kejujuran yang menyakitkan
35
berangkat
36
tiba di rumah sakit.
37
kebahagiaan yang tertunda
38
perencanaan yang gagal
39
keadaan keluarga Selena
40
kekalahan Selena
41
pulang
42
kebenarannya
43
Fitnah.
44
kemenangan telak.
45
kejujuran Rukayyah.
46
rencana dinner
47
di culik.
48
rencana pembebasan
49
aksi penyelamatan.
50
selamat
51
hukuman yang pantas
52
luka yang tersembunyi
53
suasana tenang
54
talak untuk selena
55
akhir dari Rahardian dan Rubby
56
Hilman yang sudah sehat
57
acara resepsi pernikahan Akbar
58
malam pertama yang menguras energi
59
menyatu.
60
Rencana bulan madu
61
perjalanan menuju Swiss
62
Swiss
63
pulang...
64
suasana tenang.
65
menjenguk Rahardian.
66
sekretaris baru
67
pertemuan Edo dan Rukayyah
68
rahasia Aisyah
69
tanpa judul
70
semangat di pagi hari
71
Yasmin
72
saling terbuka
73
jujur....
74
lega....
75
bertemu...
76
ruang CEO
77
masih di kantor Hilman
78
keterkejutan Hilman
79
kecurigaan Rukayyah
80
menemui Rahardian
81
pengakuan Rahardian
82
insiden kecil.bertemunya Rukayyah dengan Yasmin
83
interaksi yang tidak di sadari
84
menyerahkan sample
85
kebenaran
86
rahasia terungkap
87
hamil
88
Kehancuran Edo
89
kunjungan lapas
90
kedatangan Edo
91
syukuran.
92
kehangatan keluarga
93
kembali ke pesantren.
94
Buana grup.
95
menyiapkan bekal untuk suami tercinta.
96
gangguan kecil
97
makan siang
98
kelahiran anak Zora
99
memikirkan seseorang
100
sebuah undangan
101
Butik....
102
paket misterius
103
persiapan ke acara pesta
104
acara pesta
105
kejadian diluar kendali.
106
Rumah sakit.
107
rumah sakit 2
108
balasan untuk Bianca dan sekretaris tuan park.
109
balasan
110
pulang
111
kejujuran yang menyakitkan
112
pulang kampung.
113
kedamaian di pesantren
114
menjenguk Rahardian
115
akhir dari Rahardian
116
pemakaman
117
detik yang di nanti
118
kelahiran sang pewaris
119
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!