Bab 2. Ingin darah bayi

"Rioooon, Ya Allah Anak ku!" Bu Ratih datang dan langsung histeris.

Padahal rasa lelah tentu saja bersarang di tubuh karena dia baru saja pulang dari tempat yang selama ini menghasilkan uang untuk mereka makan, ikan yang sudah berhasil mereka tangkap di buang begitu saja karena keadaan anak jauh lebih membuat khawatir karena kaki Rion sudah mengalami patah tulang seperti itu.

Ibu mana yang tidak akan cemas bila melihat kondisi anak menjadi begitu menakutkan karena mendapat pengaruh iblis, rasa nya sejak dulu Rion memang sering mengalami hal buruk yang bersangkutan dengan hal ghaib, sehingga membuat kedua orang tua bingung untuk berbuat apa kepada sang anak.

Mana Rion adalah anak tunggal mereka, walau bukan anak tunggal tapi tetap saja sebagai orang tua tentu tidak bisa melihat anak menderita seperti itu, pasti nya dalam hati begitu nelangsa dan tidak ingin ada yang sampai celaka lagi, ini sudah di tahap yang membuang hati putus asa.

Sudah berbagai macam cara mereka lakukan agar ada kesembuhan untuk Rion, sudah banyak dukun dan juga mereka sudah banyak menghabiskan uang untuk memanggil dukun itu agar Rion bisa selamat dan di keluarkan iblis yang ada di dalam tubuh dia saat ini, tapi usaha itu masih belum menemukan jalan keluar dan hanya menghabiskan uang saja.

Ustad Toni tidak bisa sepenuhnya untuk mengobati Rion karena dia memang sudah mengatakan sejak awal bahwa iblis yang ada di tubuh Rion sangat kuat dan bertekad tidak akan pernah mau keluar dari sana, Dia hanya bisa membantu sebisanya saja dan mungkin setelah di keluarkan maka nanti iblis itu bisa saja masuk kembali.

Bu Ratih bingung harus bagaimana Karena di sini sudah tidak ada lagi dukun yang bisa di percaya karena mereka hanya omong kosong belaka, yang ada justru tubuh Rion kian habis karena ritual yang selalu di adakan dan juga iblis yang selalu saja menyakiti tubuh pemuda kecil ini, bahkan rasa putus asa mulai menghantui hidup Rion karena dia merasa bosan terus saja di rasuki oleh arwah gentayangan.

"Bagaimana dengan nasib anak ku, Ya Allah!" Bu Ratih menangis di tengah halaman.

"Bawa masuk dulu, Bu! hari mau hujan dan seperti nya itu akan ada badai." ajak Pak Bahar.

"Belakangan ini memang selalu awan hitam seperti itu, apa alam juga ikut sedih melihat keadaan Rion." gumam Bu Warti.

"Siapa yang tidak sedih, anak yang tidak tau apa apa malah tidak bisa menjalani hidup dengan normal." sahut Bu Hasnah karena dia juga sangat iba pada Rion yang malang.

"Tolong bantu aku menemukan cara, Hasnah! aku tidak ingin anak ku menderita terus seperti ini." isak Bu Ratih.

"Bila aku tau cara nya maka sudah pasti aku membantu, Ratih." Hasnah berkata dengan air mata menetes.

"Malang sekali nasib anak ku, kenapa dia selalu saja mendapat gangguan iblis?!" pekik Ratih memeluk tubuh Rion yang terbujur.

Kalau sudah di rasuki iblis seperti ini maka sudah pasti Rion akan pingsan tidak sadarkan diri, lama baru bangun dan paling hanya bisa merintih saja karena rasa sakit yang sangat luar biasa pada tubuh ini. apa lagi yang sekarang sampai patah tulang akibat loncat dari atas genteng, pasti Rion akan sangat menderita.

Pak Bahar segera mengangkat tubuh putranya masuk ke dalam rumah karena tidak mungkin dibiarkan di luar begitu saja untuk menuruti rasa tangis di hati Ibu Ratih, ini nanti pasti membutuhkan dukun untuk menyambung tulang yang sudah patah seperti itu karena mereka memang jauh lebih percaya dukun dari pada dengan dokter.

"Ini dukun sangkal Putung nya." Wandi datang karena tadi dia memang memanggil Mbah Kasno.

"Lailahaillallah ini kenapa kok bisa sampai patah seperti ini?" Mbah Kasno melihat keadaan Rion.

"Dia loncat dari atas genteng, Mbah! apa sampean juga punya pengalaman ghaib?" tanya Bu Ratih.

"Anak mu kerasukan lagi?" Mbah Kasno menatap iba pada anak yang pucat itu.

Bu Ratih mengangguk karena memang Rian berulang kali kerasukan seperti itu dan nanti pasti ada saja tragedi yang datang di keluarga mereka, ini malah patah tulang dan ini memang jauh lebih parah dari tragedi yang sebelum nya, dulu tidak sempat sampai seperti ini.

"Apa permintaan dia masih sama?" Mbah Kasno bertanya sambil mengurut kaki Rion.

"Iya, Mbah." Pak RT yang mengangguk karena dia yang menangani tadi ketika Rion sedang kerasukan.

"Iblis nya tentu masih sama dan pasti dia sudah begitu nyaman di tubuh Rion, dia adalah iblis pertama yang masuk di tubuh pemuda ini." jelas Mbah Kasno.

"Apa sampean juga bisa membuang iblis, Mbah?" Pak Bahar penuh harap sekarang.

"Aku tidak sekuat itu, yang ada di tubuh anak mu sangat kuat." jawab Mbah Kasno yang bisa merasakan energi nya.

"Apa salah anak ku sampai dia harus menderita seperti ini?" isak Bu Ratih sangat putus asa.

Mbah Kasno terdiam karena dia juga tidak tahu alasan kenapa iblis ini memilih tubuh Rion, memang pasti ada alasan tertentu sehingga dia tetap saja melekat di tubuh anak ini sejak dulu sampai sekarang dan tidak pernah mau pergi dari tubuh Rion yang malang.

Berbagai macam cara telah di lakukan dan Mbah Kasno juga salah satu orang yang telah berusaha untuk mengobati keadaan Rion, tapi di sini dia menyadari bahwa iblis yang ada di tubuh Rion jauh lebih kuat dari dia sendiri sehingga bila terus dipaksakan maka bisa saja mereka berdua yang akan celaka.

Maka nya sekarang Mbah Kasno tidak pernah mau lagi mencoba untuk mengobati Rion tentang iblis itu karena nanti yang ada mereka tidak bisa selamat dan justru akan semakin memperburuk keadaan, ini lebih baik segera di carikan dukun yang memang paten dan bisa mengobati dengan benar agar iblis tersebut bisa pergi.

"Keadaan nya akan jauh lebih parah bila nanti dia bertambah besar." Mbah Kasno berucap pelan.

"Dia minta bayi, sejak dulu dia selalu saja minta darah bayi." gumam Pak RT.

"Kalian yang memilki bayi, tolong jangan sampai lengah agar tidak ada yang celaka." Bu RT juga memberi pesan pada mereka.

"Benar, takut nya Rion di luar kendali dan dia bisa mencuri bayi." cemas Ningsih yang sedang mengandung tua.

Sekarang kecemasan orang tua yang memiliki bayi jelas akan semakin besar, takut bila Rion akan nekat dan kemudian dia sampai membunuh bayi tidak berdosa karena memang Rion ingin bayi sejak dulu hingga saat ini.

Selamat Minggu pagi semua besti, othor mau masak dulu lah.

Terpopuler

Comments

Eli Rahma

Eli Rahma

pagi juga othor tantix..selamat hari minggu semoga bahagia selalu..lanjuut..tmbh penasaran aja nih..iblisnya kuat dan jahat bgt pastinya nih..kasian Rion..

2025-11-30

1

Ela Jutek

Ela Jutek

gak usah masak mak, beli seblak aja nyok

2025-11-30

1

Marsiyah Minardi

Marsiyah Minardi

Selamat pagi juga Othor di minggu yang cetar ini
Hayuk ngopi sambil berjemur

2025-11-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Selalu kerasukan
2 Bab 2. Ingin darah bayi
3 Bab 3. Kumat lagi
4 Bab 4. berjalan di atas genteng
5 Bab 5. Mahluk hitam
6 Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7 Bab 7. Masih selamat
8 Bab 8. Di pasung
9 Bab 9. Segel terbuka
10 Bab 10. Mengenalkan dukun
11 Bab 11. kesedihan Purnama
12 Bab 12. Kumat lagi
13 Bab 13. Rundingan
14 Bab 14. Mencari di laut
15 Bab 15. Memberitahu Zidan
16 Bab 16. Kematian ustad Toni
17 Bab 17. Memang Arya
18 Bab 18. Kemalangan Dian
19 Bab 19. Mengejar Rion
20 Bab 20. Duyung hijau
21 Bab 21. Memakan semua duyung
22 Bab 22. Menemukan
23 Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24 Bab 24. Salah paham
25 Bab 25. Masih berdebat
26 Bab 26. Di minta Ritual
27 Bab 27. Menemukan botol
28 Bab 28. Rahasia terbuka
29 Bab 29. Mencari tulang Adi
30 Bab 30. Protes nya Darno
31 Bab 31. Memulai ritual
32 Bab 32. Gagal
33 Bab 33. Putus asa nya Rion
34 Bab 34. Bertarung dengan Adi
35 Bab 35. memberitahu Arka
36 Bab 36. Purnama pingsan
37 Bab 37. Takut operasi
38 Bab 38. Juragan Adi kalah
39 Bab 39. Bertemu Bu Laras
40 Bab 40. Mutiara hilang
41 Bab 41. Memberi laporan
42 Bab 42. iblis kecil
43 Bab 43. Memakan korban
44 Bab 44. Di pulangkan
45 Bab 45. Kehebohan
46 Bab 46. Prasangka warga
47 Bab 47. Semua bergerak
48 Bab 48. Mendadak banjir
49 Bab 49. Ular besar
50 Bab 50. Mengalahkan siluman
51 Bab 51. Banyak ular
52 Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53 Bab 53. Menghajar lagi
54 Bab 54. Masih banyak ular
55 Bab 55. Mendapatkan tulang
56 Bab 56. Bertempur lagi
57 Bab 57. Menghasut dewa iblis
58 Bab 58. Berhasil dapat tulang
59 Bab 59. Arka kembali
60 Bab 60. Korban lagi
61 Bab 61. Penderitaan Rion
62 Bab 62. Di belit ular
63 Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64 Bab 64. Arya vs Zahra
65 Bab 65. Masih bertarung
66 Bab 66. Tipuan lawan
67 Bab 67. Goa milik Zahra
68 Bab 68. Bunuh diri
69 Bab 69. Zahra vs Maharani
70 Bab 70. Pria tak terduga
71 Bab 71. Kiara vs Arsana
72 Bab 72. Kemusnahan Arsana
73 Bab 73. Melihat pertempuran
74 Bab 74. John tak terima
75 Bab 75. Rencana licik Zahra
76 Bab 76. Membawa John
77 Bab 77. Arya terluka parah
78 Bab 78. Amarah Zahra
79 Bab 79. Zahra tertipu
80 Bab 80. Jeno syok
81 Bab 81. Bertemu langsung
82 Bab 82. Arya pingsan
83 Bab 83. Kiara vs Zahra
84 Bab 84. Hampir celaka
85 Bab 85. Andini vs cobra
86 Bab 86. Menemukan penawar
87 Bab 87 Musuh setiap saat
88 Bab 88. Berhasil
89 Bab 89. Musnah
90 Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91 Bab 91.Mengobati
92 Bab 92. Di datangi Purnama
93 Bab 93. Nilam jadi kompor
94 Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95 Bab 95. Ingin pipis
96 Bab 96. Arya kena mental
97 Bab 97. Menemukan mayat Rion
98 Bab 98. Menemukan para ular
99 Bab 99. Nasib Nolan
100 Bab 100. Menghajar para ular
101 Bab 101. Curahan hati Kiara
102 Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103 Bab 103. Ingin imbalan
104 Bab 104. Menghajar Adi
105 Bab 105. Mau menawari Rokok
106 Bab 106. Berjualan rokok
107 Bab 107. Mengambil otak
108 Bab 108. Membawa juragan Adi
109 Bab 109. perubahan iblis Adi
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Selalu kerasukan
2
Bab 2. Ingin darah bayi
3
Bab 3. Kumat lagi
4
Bab 4. berjalan di atas genteng
5
Bab 5. Mahluk hitam
6
Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7
Bab 7. Masih selamat
8
Bab 8. Di pasung
9
Bab 9. Segel terbuka
10
Bab 10. Mengenalkan dukun
11
Bab 11. kesedihan Purnama
12
Bab 12. Kumat lagi
13
Bab 13. Rundingan
14
Bab 14. Mencari di laut
15
Bab 15. Memberitahu Zidan
16
Bab 16. Kematian ustad Toni
17
Bab 17. Memang Arya
18
Bab 18. Kemalangan Dian
19
Bab 19. Mengejar Rion
20
Bab 20. Duyung hijau
21
Bab 21. Memakan semua duyung
22
Bab 22. Menemukan
23
Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24
Bab 24. Salah paham
25
Bab 25. Masih berdebat
26
Bab 26. Di minta Ritual
27
Bab 27. Menemukan botol
28
Bab 28. Rahasia terbuka
29
Bab 29. Mencari tulang Adi
30
Bab 30. Protes nya Darno
31
Bab 31. Memulai ritual
32
Bab 32. Gagal
33
Bab 33. Putus asa nya Rion
34
Bab 34. Bertarung dengan Adi
35
Bab 35. memberitahu Arka
36
Bab 36. Purnama pingsan
37
Bab 37. Takut operasi
38
Bab 38. Juragan Adi kalah
39
Bab 39. Bertemu Bu Laras
40
Bab 40. Mutiara hilang
41
Bab 41. Memberi laporan
42
Bab 42. iblis kecil
43
Bab 43. Memakan korban
44
Bab 44. Di pulangkan
45
Bab 45. Kehebohan
46
Bab 46. Prasangka warga
47
Bab 47. Semua bergerak
48
Bab 48. Mendadak banjir
49
Bab 49. Ular besar
50
Bab 50. Mengalahkan siluman
51
Bab 51. Banyak ular
52
Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53
Bab 53. Menghajar lagi
54
Bab 54. Masih banyak ular
55
Bab 55. Mendapatkan tulang
56
Bab 56. Bertempur lagi
57
Bab 57. Menghasut dewa iblis
58
Bab 58. Berhasil dapat tulang
59
Bab 59. Arka kembali
60
Bab 60. Korban lagi
61
Bab 61. Penderitaan Rion
62
Bab 62. Di belit ular
63
Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64
Bab 64. Arya vs Zahra
65
Bab 65. Masih bertarung
66
Bab 66. Tipuan lawan
67
Bab 67. Goa milik Zahra
68
Bab 68. Bunuh diri
69
Bab 69. Zahra vs Maharani
70
Bab 70. Pria tak terduga
71
Bab 71. Kiara vs Arsana
72
Bab 72. Kemusnahan Arsana
73
Bab 73. Melihat pertempuran
74
Bab 74. John tak terima
75
Bab 75. Rencana licik Zahra
76
Bab 76. Membawa John
77
Bab 77. Arya terluka parah
78
Bab 78. Amarah Zahra
79
Bab 79. Zahra tertipu
80
Bab 80. Jeno syok
81
Bab 81. Bertemu langsung
82
Bab 82. Arya pingsan
83
Bab 83. Kiara vs Zahra
84
Bab 84. Hampir celaka
85
Bab 85. Andini vs cobra
86
Bab 86. Menemukan penawar
87
Bab 87 Musuh setiap saat
88
Bab 88. Berhasil
89
Bab 89. Musnah
90
Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91
Bab 91.Mengobati
92
Bab 92. Di datangi Purnama
93
Bab 93. Nilam jadi kompor
94
Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95
Bab 95. Ingin pipis
96
Bab 96. Arya kena mental
97
Bab 97. Menemukan mayat Rion
98
Bab 98. Menemukan para ular
99
Bab 99. Nasib Nolan
100
Bab 100. Menghajar para ular
101
Bab 101. Curahan hati Kiara
102
Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103
Bab 103. Ingin imbalan
104
Bab 104. Menghajar Adi
105
Bab 105. Mau menawari Rokok
106
Bab 106. Berjualan rokok
107
Bab 107. Mengambil otak
108
Bab 108. Membawa juragan Adi
109
Bab 109. perubahan iblis Adi
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!