Bab 3. Kumat lagi

"Ibu!"

Rion sudah sadar dan menatap Bu Ratih dengan pandangan begitu sedih karena bisa di katakan Rion sudah merasa sangat bosan dengan apa yang dia alami belakangan ini, rasa sakit di tubuh dan juga penderitaan yang tiada batas membuat Rion kadang kala gelap mata dan ingin melakukan tindakan bunuh diri untuk menghentikan ini semua.

Yang bisa dia lakukan hanya menangis dan juga menyesal apa yang telah terjadi pada tubuh ini sehingga timbul rasa bersalah di dalam hati Bu Ratih karena dia juga bertanggung jawab penuh atas diri Rion, anak yang telah dia kandung selama sembilan bulan harus menderita dengan berbagai macam rasa sakit.

Setiap habis kerasukan seperti ini maka sudah pasti Rion akan merasakan sakit di sekujur tubuh karena habis untuk menghadapi iblis yang mengendalikan tubuh ini sesuka hati dia, mana lengkap pula dengan patah tulang yang dia alami ketika loncat dari atas genteng akibat tidak dituruti setelah iblis di dalam tubuh Rion menginginkan darah bayi.

Tentu tidak akan ada orang yang mau menuruti permintaan iblis itu karena jelas saja itu adalah pembunuhan yang berkedok pengusiran iblis, lagi pula bayi siapa yang akan dikorbankan karena sudah pasti orang tua bayi akan menolak keinginan itu dengan sekuat tenaga karena rasa sayang yang ada di dalam hati.

Rion sendiri tentu saja tidak akan menerima juga dan pasti akan di landa dengan rasa bersalah yang sangat besar ketika warga ada yang berniat untuk menuruti apa permintaan dia, untungnya semua orang yang ada di pulau ini jarang bermulut nyinyir sehingga mereka semua menaruh iba yang sangat besar terhadap Rion.

Beda lagi bila di kampung biasa Karena sudah pasti Rion akan menjadi perbincangan hangat dan juga ghibah yang tidak akan pernah berhenti, ini untung mereka tinggal di pulau sehingga para tetangga banyak yang menaruh ibadah dan bila Bu Ratih sedang tidak ada di rumah mereka dengan suka rela menjaga Rion.

"Aku sudah tidak sanggup hidup seperti ini lagi." Rion meringis ketika merasakan sakit yang luar biasa.

"Nak, jangan berbicara seperti itu karena ada ibu di sini." Bu Ratih berusaha untuk tegar.

"Tapi aku hanya membuat susah saja dan aku pun merasa tidak sanggup bila terus seperti ini." Rion menangis karena dia merasa hidup ini sudah tidak berguna.

"Ibu pasti akan berusaha untuk mencari orang yang bisa menyembuhkan mu, tolong jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Ibu." pinta Bu Ratih sambil memegang erat tangan Rion.

"Kamu harus kuat dan bisa melawan iblis yang akan datang itu, Ayah juga pasti akan berusaha agar kamu sehat dan selamat." janji Pak Bahar kepada sang anak.

"Setiap dia masuk ke dalam tubuh ini maka sudah pasti aku tidak akan pernah bisa mengendalikan diri." Rion berkata dengan suara serak.

"Iya, Nak! itu semua bukan salah kamu, Ayah tahu kalau itu bukan salah kamu." Pak Bahar berusaha menguatkan sang putra.

Pucat wajah Rion dan juga bagian bibir terlihat kering seperti pecah-pecah akibat dia mengalami banyak hal yang membuatnya tidak ingin minum air putih sehingga mengalami dehidrasi parah, iblis yang ada di dalam tubuh dia membawa pengaruh yang begitu besar dan bila ada dukun yang berusaha untuk menyembuhkan maka dia akan bersembunyi di dalam jantung.

Salah tindakan maka sudah pasti Rion juga akan meninggal dunia, Bu Ratih dan juga Pak Bahar tentu saja tidak bisa merelakan sang anak untuk pergi dari sisi mereka. Rion adalah anak semata wayang dan mereka dulu sangat sulit mendapatkan Rion, sehingga perlu memakan waktu yang begitu lama agar bisa mendapatkan buah hati.

"Ayah akan minta dengan Mbah Kasno supaya kamu bisa selamat dan sekolah seperti dulu lagi." bujuk Pak Bahar.

"Apa mungkin aku masih bisa selamat dan sekolah seperti dulu?" Rion saja merasa ragu dengan diri dia sendiri.

"Pasti bisa, Nak! Ibu yakin kamu pasti bisa dan sanggup melawan iblis yang jahat itu." bujuk Bu Ratih.

"Tapi sudah sangat lama aku seperti ini dan bisa di katakan aku merasa tidak sanggup bila terus seperti ini, Bu!" tangis Rion kian pecah.

"Ya Allah anak ku!" Bu Ratih memeluk erat sang anak agar dia bisa menemukan sedikit kekuatan.

"Huhuhuuuu....aku tidak mau hidup seperti ini." isak Rion membuat Bu Ratih kian merasa bersalah.

"Ada Ibu, Ibu akan selalu menemani kamu Dan berharap agar semoga Tuhan nanti memberikan jalan keluar untuk kita." bujuk Bu Ratih lagi sambil berusaha menahan air mata yang akan jatuh.

Bila Bu Ratih juga menangis maka dapat di pastikan Rion akan semakin merasa terpuruk karena dia merasa Bu Ratih merasa begitu tertekan akan penderitaan yang sedang Rion alami, jadi sebisa mungkin orang tua ini menahan air mata yang siap meluncur karena dia juga merasa sangat sedih atas apa yang di alami oleh sang anak.

"Heheheeeee....

"Rion?!"

"Mati saja kau!" pekik Rion langsung mendorong tubuh Bu Ratih dan naik di atas tubuh sang Ibu.

"Rion, apa yang kamu lakukan?!" Pak Bahar tersentak kaget karena Bu Ratih di cekik.

"Dasar Ibu tidak berguna, kalian hanya bisa melahirkan saja tanpa bisa memahami anak!" teriak Rion dengan mata hitam semua.

"Aagg....le..lepaskan Ibu, Nak." Bu Ratih tidak bisa bernapas karena Rion mencekik dengan sangat kuat.

"Mati, Mati, Mati!" Rion malah loncat di atas tubuh Bu Ratih.

"Jangan seperti itu, Rion!" Pak Bahar menangkap tubuh sang Putra agar tidak semakin menyakiti Bu Ratih.

BRAAAAAAk.

Yang terlempar justru tubuh Pak Bahar itu sendiri dan sungguh di luar nalar karena tubuh sekecil Rion bisa membanting tubuh Pak Bahar yang sangat besar dan juga tinggi, bila tidak dirasuki oleh iblis jahat maka sudah pasti Rion tidak akan sanggup melakukan hal itu kepada sang Ayah.

"Heheeeeee...

Tatapan Rion begitu nyalang kepada semua orang tuanya sehingga membuat Pak Bahar yang baru saja di banting langsung berusaha untuk berdiri tegak agar bisa mencegah Rion yang pasti akan segera kabur, tujuan Rion tentu saja mencari baju yang bisa dia makan atau hisap darahnya.

"Jangan keluar rumah, Rion!" Pak Bahar menahan kaki Rion.

"Lepaskan aku, bajingan!" Rion marah karena di tahan.

Buaaaaaak.

"Aaaaghhh!" Pak Bahar memegang hidung yang langsung berdarah.

"Anak ku!"

Bu Ratih berusaha untuk bangkit juga agar bisa menahan Rion yang akan segera kabur itu, ternyata semua sudah terlambat karena Rion terlebih dahulu menghilang dari pandangan mata dan entah kemana tujuan dia saat ini.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

Terpopuler

Comments

Ela Jutek

Ela Jutek

dapet dari mana sih tu demyt, apa waktu hamil masih cari ikan di laut terus ikut

2025-12-01

2

Tri Lestari

Tri Lestari

apa dahulu ada perjanjian atau perbuatan yang mengakibatkan Dion selalu mengalami kerasukan

2025-12-01

1

ρυтяσ kang'typo✨

ρυтяσ kang'typo✨

jangan" tuh iblis dapat saat nyari ikan ya saat posisi hamil...

2025-12-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Selalu kerasukan
2 Bab 2. Ingin darah bayi
3 Bab 3. Kumat lagi
4 Bab 4. berjalan di atas genteng
5 Bab 5. Mahluk hitam
6 Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7 Bab 7. Masih selamat
8 Bab 8. Di pasung
9 Bab 9. Segel terbuka
10 Bab 10. Mengenalkan dukun
11 Bab 11. kesedihan Purnama
12 Bab 12. Kumat lagi
13 Bab 13. Rundingan
14 Bab 14. Mencari di laut
15 Bab 15. Memberitahu Zidan
16 Bab 16. Kematian ustad Toni
17 Bab 17. Memang Arya
18 Bab 18. Kemalangan Dian
19 Bab 19. Mengejar Rion
20 Bab 20. Duyung hijau
21 Bab 21. Memakan semua duyung
22 Bab 22. Menemukan
23 Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24 Bab 24. Salah paham
25 Bab 25. Masih berdebat
26 Bab 26. Di minta Ritual
27 Bab 27. Menemukan botol
28 Bab 28. Rahasia terbuka
29 Bab 29. Mencari tulang Adi
30 Bab 30. Protes nya Darno
31 Bab 31. Memulai ritual
32 Bab 32. Gagal
33 Bab 33. Putus asa nya Rion
34 Bab 34. Bertarung dengan Adi
35 Bab 35. memberitahu Arka
36 Bab 36. Purnama pingsan
37 Bab 37. Takut operasi
38 Bab 38. Juragan Adi kalah
39 Bab 39. Bertemu Bu Laras
40 Bab 40. Mutiara hilang
41 Bab 41. Memberi laporan
42 Bab 42. iblis kecil
43 Bab 43. Memakan korban
44 Bab 44. Di pulangkan
45 Bab 45. Kehebohan
46 Bab 46. Prasangka warga
47 Bab 47. Semua bergerak
48 Bab 48. Mendadak banjir
49 Bab 49. Ular besar
50 Bab 50. Mengalahkan siluman
51 Bab 51. Banyak ular
52 Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53 Bab 53. Menghajar lagi
54 Bab 54. Masih banyak ular
55 Bab 55. Mendapatkan tulang
56 Bab 56. Bertempur lagi
57 Bab 57. Menghasut dewa iblis
58 Bab 58. Berhasil dapat tulang
59 Bab 59. Arka kembali
60 Bab 60. Korban lagi
61 Bab 61. Penderitaan Rion
62 Bab 62. Di belit ular
63 Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64 Bab 64. Arya vs Zahra
65 Bab 65. Masih bertarung
66 Bab 66. Tipuan lawan
67 Bab 67. Goa milik Zahra
68 Bab 68. Bunuh diri
69 Bab 69. Zahra vs Maharani
70 Bab 70. Pria tak terduga
71 Bab 71. Kiara vs Arsana
72 Bab 72. Kemusnahan Arsana
73 Bab 73. Melihat pertempuran
74 Bab 74. John tak terima
75 Bab 75. Rencana licik Zahra
76 Bab 76. Membawa John
77 Bab 77. Arya terluka parah
78 Bab 78. Amarah Zahra
79 Bab 79. Zahra tertipu
80 Bab 80. Jeno syok
81 Bab 81. Bertemu langsung
82 Bab 82. Arya pingsan
83 Bab 83. Kiara vs Zahra
84 Bab 84. Hampir celaka
85 Bab 85. Andini vs cobra
86 Bab 86. Menemukan penawar
87 Bab 87 Musuh setiap saat
88 Bab 88. Berhasil
89 Bab 89. Musnah
90 Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91 Bab 91.Mengobati
92 Bab 92. Di datangi Purnama
93 Bab 93. Nilam jadi kompor
94 Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95 Bab 95. Ingin pipis
96 Bab 96. Arya kena mental
97 Bab 97. Menemukan mayat Rion
98 Bab 98. Menemukan para ular
99 Bab 99. Nasib Nolan
100 Bab 100. Menghajar para ular
101 Bab 101. Curahan hati Kiara
102 Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103 Bab 103. Ingin imbalan
104 Bab 104. Menghajar Adi
105 Bab 105. Mau menawari Rokok
106 Bab 106. Berjualan rokok
107 Bab 107. Mengambil otak
108 Bab 108. Membawa juragan Adi
109 Bab 109. perubahan iblis Adi
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Selalu kerasukan
2
Bab 2. Ingin darah bayi
3
Bab 3. Kumat lagi
4
Bab 4. berjalan di atas genteng
5
Bab 5. Mahluk hitam
6
Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7
Bab 7. Masih selamat
8
Bab 8. Di pasung
9
Bab 9. Segel terbuka
10
Bab 10. Mengenalkan dukun
11
Bab 11. kesedihan Purnama
12
Bab 12. Kumat lagi
13
Bab 13. Rundingan
14
Bab 14. Mencari di laut
15
Bab 15. Memberitahu Zidan
16
Bab 16. Kematian ustad Toni
17
Bab 17. Memang Arya
18
Bab 18. Kemalangan Dian
19
Bab 19. Mengejar Rion
20
Bab 20. Duyung hijau
21
Bab 21. Memakan semua duyung
22
Bab 22. Menemukan
23
Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24
Bab 24. Salah paham
25
Bab 25. Masih berdebat
26
Bab 26. Di minta Ritual
27
Bab 27. Menemukan botol
28
Bab 28. Rahasia terbuka
29
Bab 29. Mencari tulang Adi
30
Bab 30. Protes nya Darno
31
Bab 31. Memulai ritual
32
Bab 32. Gagal
33
Bab 33. Putus asa nya Rion
34
Bab 34. Bertarung dengan Adi
35
Bab 35. memberitahu Arka
36
Bab 36. Purnama pingsan
37
Bab 37. Takut operasi
38
Bab 38. Juragan Adi kalah
39
Bab 39. Bertemu Bu Laras
40
Bab 40. Mutiara hilang
41
Bab 41. Memberi laporan
42
Bab 42. iblis kecil
43
Bab 43. Memakan korban
44
Bab 44. Di pulangkan
45
Bab 45. Kehebohan
46
Bab 46. Prasangka warga
47
Bab 47. Semua bergerak
48
Bab 48. Mendadak banjir
49
Bab 49. Ular besar
50
Bab 50. Mengalahkan siluman
51
Bab 51. Banyak ular
52
Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53
Bab 53. Menghajar lagi
54
Bab 54. Masih banyak ular
55
Bab 55. Mendapatkan tulang
56
Bab 56. Bertempur lagi
57
Bab 57. Menghasut dewa iblis
58
Bab 58. Berhasil dapat tulang
59
Bab 59. Arka kembali
60
Bab 60. Korban lagi
61
Bab 61. Penderitaan Rion
62
Bab 62. Di belit ular
63
Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64
Bab 64. Arya vs Zahra
65
Bab 65. Masih bertarung
66
Bab 66. Tipuan lawan
67
Bab 67. Goa milik Zahra
68
Bab 68. Bunuh diri
69
Bab 69. Zahra vs Maharani
70
Bab 70. Pria tak terduga
71
Bab 71. Kiara vs Arsana
72
Bab 72. Kemusnahan Arsana
73
Bab 73. Melihat pertempuran
74
Bab 74. John tak terima
75
Bab 75. Rencana licik Zahra
76
Bab 76. Membawa John
77
Bab 77. Arya terluka parah
78
Bab 78. Amarah Zahra
79
Bab 79. Zahra tertipu
80
Bab 80. Jeno syok
81
Bab 81. Bertemu langsung
82
Bab 82. Arya pingsan
83
Bab 83. Kiara vs Zahra
84
Bab 84. Hampir celaka
85
Bab 85. Andini vs cobra
86
Bab 86. Menemukan penawar
87
Bab 87 Musuh setiap saat
88
Bab 88. Berhasil
89
Bab 89. Musnah
90
Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91
Bab 91.Mengobati
92
Bab 92. Di datangi Purnama
93
Bab 93. Nilam jadi kompor
94
Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95
Bab 95. Ingin pipis
96
Bab 96. Arya kena mental
97
Bab 97. Menemukan mayat Rion
98
Bab 98. Menemukan para ular
99
Bab 99. Nasib Nolan
100
Bab 100. Menghajar para ular
101
Bab 101. Curahan hati Kiara
102
Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103
Bab 103. Ingin imbalan
104
Bab 104. Menghajar Adi
105
Bab 105. Mau menawari Rokok
106
Bab 106. Berjualan rokok
107
Bab 107. Mengambil otak
108
Bab 108. Membawa juragan Adi
109
Bab 109. perubahan iblis Adi
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!