Bab 4. berjalan di atas genteng

Manda mengusap perut yang terasa begitu sesak karena dia memang sudah mau melahirkan di usia kandungan yang telah genap dan mungkin hanya tinggal menghitung hari saja untuk lahiran sang buah hati, tapi mendekati hari kelahiran ini Manda bukannya justru senang tapi dia semakin khawatir karena terus saja mendengar bahwa Rion yang kerasukan ingin darah bayi.

Dalam hati Manda sudah ada berbagai macam firasat yang membuat dia semakin cemas tidak karuan, rasa ingin pulang ke rumah orang tua yang ada di kota namun orang tua juga sangat sibuk sehingga pasti kurang bisa mengurus Manda yang sebentar lagi akan segera melahirkan anak tersebut.

Tapi bila terus saja ada di sini maka hati Manda tidak bisa tenang karena dia takut sesuatu yang buruk akan terjadi pada dia dan juga sang anak, mereka tinggal di pulau dan Manda yakin bahwa penghuni Pulau ini berbagai macam bentuk dan tentu saja salah satunya adalah iblis yang merasuki tubuh Rion.

Ada rasa takut mengingat bahwa dulu mungkin saja Bu Ratih ketika melahirkan Rion tentu dia tidak akan pernah kepikiran bahwa sang anak bisa menjadi seperti ini sekarang, Manda khawatir bila nanti sang anak juga mengalami nasib yang sama seperti Rion yaitu sering kerasukan oleh arwah yang tidak pernah dia ketahui.

Memang semakin mendekati hari kelahiran maka semakin banyak juga pikiran yang muncul di hati wanita muda ini karena membuat dia semakin tidak bisa mengendalikan diri dan tensi tentu saja akan naik terus bila Manda tidak pernah bisa menenangkan diri seperti ini, memang harus memiliki ketenangan bila sudah mendekati hari kelahiran.

Sudah berusaha juga agar tetap tenang karena biar bagaimana pun Manda tidak ingin bila dia terus saja berpikiran buruk dan nanti saat melahirkan justru nasib yang jauh lebih parah akan datang kepada dia, ini rasa mules sudah selalu saja timbul dan yang paling Manda takuti dia merasa ngeri bila nanti melahirkan di malam hari.

"Kenapa?" Surya mendekati Manda yang mulai terlihat gelisah.

"Perut ku rasanya sakit sekali sekarang." Manda meringis sambil mengusap perut yang buncit besar itu.

"Apa ku panggil saja sekarang ya Mak paraji biar membantu kamu?" tawar Surya kepada Manda.

"Boleh lah, aku juga sudah mulai mengeluarkan flek seperti ini jadi takut kalau mungkin saja malam ini akan segera melahirkan." Manda mengangguk setuju.

"Ya Allah kalau saja kita kembali tinggal di desa atau di kota maka tidak akan sulit seperti ini ya?" Surya mulai menyesali soal kepergian dia dari kampung.

"Sudah, aku tahu kamu masih trauma dengan kampung itu sehingga tidak mungkin bisa pulang." Manda memahami sifat sang suami.

Surya memang masih mengalami rasa trauma ketika dia mendapati kampung yang dulu dia tinggali bersama sang istri telah mengalami banyak hal mengerikan, jadi Surya dan Manda memutuskan untuk tinggal di pulau ini saja agar mendapat ketenangan dan juga tidak mendapat gangguan gaib.

Tapi ternyata di Pulau ini masih ada juga yang mengganggu dia dengan hal gaib seperti itu sehingga membuat Surya merasa bingung harus bagaimana, dulu teror yang paling membuat Surya merasa merinding adalah kuntilanak merah dan Dia memutuskan berhenti dari pekerjaan menjadi penjaga rel kereta api.

"Mas keluar dulu dan ini ada Sari yang akan menemani kamu ya." Surya memang harus segera keluar memanggil Mak paraji.

"Sari jangan jauh dari aku karena aku takut." Manda memang memiliki ketakutan yang sangat besar.

"Tenang aku akan menemani kamu di sini, kamu cepat pergi dan jangan pernah mau bila ketemu Mak paraji di tengah jalan." Sari memberi pesan kepada Surya.

"Iya, aku akan mencari Mak paraji yang di rumah dan akan segera pulang." Surya bergegas mengambil senter karena dia harus mencari dukun bayi.

"Hati hati ya, Mas!" Manda takut juga bila nanti Surya akan mendapat masalah di tengah jalan.

Sari segera menutup pintu rumah karena dia juga mulai memiliki perasaan cemas saat menemani wanita yang akan melahirkan seperti ini, cepat Sari mengambil selimut untuk menutupi bagian bawah Manda yang mulai mengeluarkan air karena mungkin saja sekarang sudah mulai pembukaan dari jalan lahir agar sang bayi bisa segera keluar.

"Mau minum dulu atau tidak?" Sari yang berusia jauh lebih tua dari Manda jelas memiliki sifat yang lebih kalem dan perhatian.

"Enggak, aku mau buang air kecil rasanya." Manda berusaha untuk bangkit dan berjalan karena sesak ingin buang air kecil.

"Ayo cepat aku temani kalau mau buang air kecil." Sari memapah Manda yang memang agak sulit untuk bangkit karena perut yang dia miliki begitu besar.

Dak, Dak.

Manda menatap Sari ketika dari atas seng rumah dia terdengar suara seperti orang yang tengah berjalan cepat, namun Sari berusaha mengabaikan hal itu karena nanti bila semakin dipikirkan justru akan semakin membuat hati mereka terasa sangat takut, padahal memang barusan dia mendengar ada suara orang yang berjalan di atas genteng rumah.

"Jangan berisik dan sebaiknya diam saja karena nanti kita juga tidak tahu apa yang sudah datang itu." Sari memberi pesan kepada Manda.

"Aku takut, Mbak." Manda memegang erat tangan Sari karena dia mulai memiliki perasaan takut yang semakin besar.

"Berdoa pada Allah agar kita selalu di lindungi dan anak yang di dalam kandungan kamu lahir dengan selamat juga." ujar Sari begitu lembut.

"Ya Allah aku takut sekali sekarang." Manda mengusap wajah yang terlihat sangat pucat.

"Cepat aku tunggu depan sini ya kalau kamu pipis." Sari menunggu di depan pintu kamar mandi karena dia juga takut ada sesuatu terjadi pada Manda.

Manda segera berjongkok untuk buang air kecil karena memang terasa begitu sesak dan juga penuh pada kandung kemih, tapi ternyata itu semua hanya karena tekanan dari sang bayi dan seolah anak yang ada di dalam perut sedang mencari jalan keluar sehingga Manda terasa ingin kencing terus.

"Banyak sekali, tapi aku terasa tidak sedang pipis." Manda segera menyiram air yang dia keluarkan barusan.

"Aduh jangan-jangan malah kamu sudah pecah ketuban ini." Sari kembali memapah Manda agar kembali rebahan di bagian ruang tamu.

"Bisa jadi karena sekarang tambah sesak saja perutku bagian bawah." angguk Manda.

Sari walau seorang janda tapi dia tidak pernah mengalami melahirkan seperti ini sehingga pengalaman untuk melahirkan tentu saja tidak ada di dalam diri janda tersebut, mereka sama-sama belum pernah melahirkan sehingga rasa bingung dan cemas sangat besar di dalam hati.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komennya.

Terpopuler

Comments

Betri Betmawati

Betri Betmawati

apa nanti anak Manda selamat ya soal udh di incar tu
apa iya sari janda nya Arya itu

2025-12-01

0

Ela Jutek

Ela Jutek

wah bau bayi itu pasti bikin tu iblis beraksi

2025-12-01

0

Sinta Febrianti

Sinta Febrianti

kshn bngt surya dulu di desa di ganggu sma kuntilanak merah pas msih jaga di rel kereta skrng di gangguin juga sama iblis.semoga selamat surya dan istri.kenpa gak telp arya aja surya biar bisa selamatin istri dan anak kmu

2026-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Selalu kerasukan
2 Bab 2. Ingin darah bayi
3 Bab 3. Kumat lagi
4 Bab 4. berjalan di atas genteng
5 Bab 5. Mahluk hitam
6 Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7 Bab 7. Masih selamat
8 Bab 8. Di pasung
9 Bab 9. Segel terbuka
10 Bab 10. Mengenalkan dukun
11 Bab 11. kesedihan Purnama
12 Bab 12. Kumat lagi
13 Bab 13. Rundingan
14 Bab 14. Mencari di laut
15 Bab 15. Memberitahu Zidan
16 Bab 16. Kematian ustad Toni
17 Bab 17. Memang Arya
18 Bab 18. Kemalangan Dian
19 Bab 19. Mengejar Rion
20 Bab 20. Duyung hijau
21 Bab 21. Memakan semua duyung
22 Bab 22. Menemukan
23 Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24 Bab 24. Salah paham
25 Bab 25. Masih berdebat
26 Bab 26. Di minta Ritual
27 Bab 27. Menemukan botol
28 Bab 28. Rahasia terbuka
29 Bab 29. Mencari tulang Adi
30 Bab 30. Protes nya Darno
31 Bab 31. Memulai ritual
32 Bab 32. Gagal
33 Bab 33. Putus asa nya Rion
34 Bab 34. Bertarung dengan Adi
35 Bab 35. memberitahu Arka
36 Bab 36. Purnama pingsan
37 Bab 37. Takut operasi
38 Bab 38. Juragan Adi kalah
39 Bab 39. Bertemu Bu Laras
40 Bab 40. Mutiara hilang
41 Bab 41. Memberi laporan
42 Bab 42. iblis kecil
43 Bab 43. Memakan korban
44 Bab 44. Di pulangkan
45 Bab 45. Kehebohan
46 Bab 46. Prasangka warga
47 Bab 47. Semua bergerak
48 Bab 48. Mendadak banjir
49 Bab 49. Ular besar
50 Bab 50. Mengalahkan siluman
51 Bab 51. Banyak ular
52 Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53 Bab 53. Menghajar lagi
54 Bab 54. Masih banyak ular
55 Bab 55. Mendapatkan tulang
56 Bab 56. Bertempur lagi
57 Bab 57. Menghasut dewa iblis
58 Bab 58. Berhasil dapat tulang
59 Bab 59. Arka kembali
60 Bab 60. Korban lagi
61 Bab 61. Penderitaan Rion
62 Bab 62. Di belit ular
63 Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64 Bab 64. Arya vs Zahra
65 Bab 65. Masih bertarung
66 Bab 66. Tipuan lawan
67 Bab 67. Goa milik Zahra
68 Bab 68. Bunuh diri
69 Bab 69. Zahra vs Maharani
70 Bab 70. Pria tak terduga
71 Bab 71. Kiara vs Arsana
72 Bab 72. Kemusnahan Arsana
73 Bab 73. Melihat pertempuran
74 Bab 74. John tak terima
75 Bab 75. Rencana licik Zahra
76 Bab 76. Membawa John
77 Bab 77. Arya terluka parah
78 Bab 78. Amarah Zahra
79 Bab 79. Zahra tertipu
80 Bab 80. Jeno syok
81 Bab 81. Bertemu langsung
82 Bab 82. Arya pingsan
83 Bab 83. Kiara vs Zahra
84 Bab 84. Hampir celaka
85 Bab 85. Andini vs cobra
86 Bab 86. Menemukan penawar
87 Bab 87 Musuh setiap saat
88 Bab 88. Berhasil
89 Bab 89. Musnah
90 Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91 Bab 91.Mengobati
92 Bab 92. Di datangi Purnama
93 Bab 93. Nilam jadi kompor
94 Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95 Bab 95. Ingin pipis
96 Bab 96. Arya kena mental
97 Bab 97. Menemukan mayat Rion
98 Bab 98. Menemukan para ular
99 Bab 99. Nasib Nolan
100 Bab 100. Menghajar para ular
101 Bab 101. Curahan hati Kiara
102 Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103 Bab 103. Ingin imbalan
104 Bab 104. Menghajar Adi
105 Bab 105. Mau menawari Rokok
106 Bab 106. Berjualan rokok
107 Bab 107. Mengambil otak
108 Bab 108. Membawa juragan Adi
109 Bab 109. perubahan iblis Adi
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Selalu kerasukan
2
Bab 2. Ingin darah bayi
3
Bab 3. Kumat lagi
4
Bab 4. berjalan di atas genteng
5
Bab 5. Mahluk hitam
6
Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7
Bab 7. Masih selamat
8
Bab 8. Di pasung
9
Bab 9. Segel terbuka
10
Bab 10. Mengenalkan dukun
11
Bab 11. kesedihan Purnama
12
Bab 12. Kumat lagi
13
Bab 13. Rundingan
14
Bab 14. Mencari di laut
15
Bab 15. Memberitahu Zidan
16
Bab 16. Kematian ustad Toni
17
Bab 17. Memang Arya
18
Bab 18. Kemalangan Dian
19
Bab 19. Mengejar Rion
20
Bab 20. Duyung hijau
21
Bab 21. Memakan semua duyung
22
Bab 22. Menemukan
23
Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24
Bab 24. Salah paham
25
Bab 25. Masih berdebat
26
Bab 26. Di minta Ritual
27
Bab 27. Menemukan botol
28
Bab 28. Rahasia terbuka
29
Bab 29. Mencari tulang Adi
30
Bab 30. Protes nya Darno
31
Bab 31. Memulai ritual
32
Bab 32. Gagal
33
Bab 33. Putus asa nya Rion
34
Bab 34. Bertarung dengan Adi
35
Bab 35. memberitahu Arka
36
Bab 36. Purnama pingsan
37
Bab 37. Takut operasi
38
Bab 38. Juragan Adi kalah
39
Bab 39. Bertemu Bu Laras
40
Bab 40. Mutiara hilang
41
Bab 41. Memberi laporan
42
Bab 42. iblis kecil
43
Bab 43. Memakan korban
44
Bab 44. Di pulangkan
45
Bab 45. Kehebohan
46
Bab 46. Prasangka warga
47
Bab 47. Semua bergerak
48
Bab 48. Mendadak banjir
49
Bab 49. Ular besar
50
Bab 50. Mengalahkan siluman
51
Bab 51. Banyak ular
52
Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53
Bab 53. Menghajar lagi
54
Bab 54. Masih banyak ular
55
Bab 55. Mendapatkan tulang
56
Bab 56. Bertempur lagi
57
Bab 57. Menghasut dewa iblis
58
Bab 58. Berhasil dapat tulang
59
Bab 59. Arka kembali
60
Bab 60. Korban lagi
61
Bab 61. Penderitaan Rion
62
Bab 62. Di belit ular
63
Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64
Bab 64. Arya vs Zahra
65
Bab 65. Masih bertarung
66
Bab 66. Tipuan lawan
67
Bab 67. Goa milik Zahra
68
Bab 68. Bunuh diri
69
Bab 69. Zahra vs Maharani
70
Bab 70. Pria tak terduga
71
Bab 71. Kiara vs Arsana
72
Bab 72. Kemusnahan Arsana
73
Bab 73. Melihat pertempuran
74
Bab 74. John tak terima
75
Bab 75. Rencana licik Zahra
76
Bab 76. Membawa John
77
Bab 77. Arya terluka parah
78
Bab 78. Amarah Zahra
79
Bab 79. Zahra tertipu
80
Bab 80. Jeno syok
81
Bab 81. Bertemu langsung
82
Bab 82. Arya pingsan
83
Bab 83. Kiara vs Zahra
84
Bab 84. Hampir celaka
85
Bab 85. Andini vs cobra
86
Bab 86. Menemukan penawar
87
Bab 87 Musuh setiap saat
88
Bab 88. Berhasil
89
Bab 89. Musnah
90
Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91
Bab 91.Mengobati
92
Bab 92. Di datangi Purnama
93
Bab 93. Nilam jadi kompor
94
Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95
Bab 95. Ingin pipis
96
Bab 96. Arya kena mental
97
Bab 97. Menemukan mayat Rion
98
Bab 98. Menemukan para ular
99
Bab 99. Nasib Nolan
100
Bab 100. Menghajar para ular
101
Bab 101. Curahan hati Kiara
102
Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103
Bab 103. Ingin imbalan
104
Bab 104. Menghajar Adi
105
Bab 105. Mau menawari Rokok
106
Bab 106. Berjualan rokok
107
Bab 107. Mengambil otak
108
Bab 108. Membawa juragan Adi
109
Bab 109. perubahan iblis Adi
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!