Bab 5. Mahluk hitam

"Istrimu sama siapa di rumah, Sur?" Mak paraji memasukkan apa saja yang untuk menolong wanita melahirkan ke dalam tas.

"Sama Sari tadi, Mak! Ayo buruan nanti Manda keburu takut." Surya juga tidak sabar untuk menunggu Mak paraji.

"Sabar lah, kau ini juga bodoh orang punya ponsel kok malah tidak menghubungi saja lewat ponsel jadi biar aku datang sendiri ke sana!" Mak paraji malah memarahi Surya.

"Karena panik aku jadi lupa kalau mau punya ponsel dan langsung saja pergi tadi dari rumah." Surya memang baru sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan.

"Ayo kita berangkat sekarang untuk melihat keadaan Manda." Mak paraji segera mengunci pintu dan berangkat dengan Surya.

Dalam hati Surya sudah berdebar tidak karuan karena dia takut juga meninggalkan Manda sendirian seperti itu, kalau saat ini bersama dengan Sari tapi tetap saja terasa agak cemas karena mereka sama-sama wanita dan bila sesuatu terjadi tidak ada yang memiliki kekuatan besar untuk saling menolong.

Surya sangat menyesali di dalam hati karena tadi dia tidak menggunakan ponsel saja untuk menghubungi Mak paraji ini, mungkin karena panik jadi dia sama sekali tidak kepikiran untuk menggunakan ponsel dan itu tentu saja lebih aman daripada harus datang sendiri ke rumah seperti ini dan mereka harus berjalan lagi untuk menuju rumah Surya.

Mak paraji juga menggerutu sepanjang jalan karena Surya telah mengambil tindakan gegabah seperti ini, mereka juga masih percaya bahwa wanita yang akan melahirkan pasti mengundang sesuatu yang berbau hal gaib karena biasanya banyak para makhluk halus yang menyukai bau darah wanita yang akan segera melahirkan.

Kuntilanak adalah salah satu momok yang paling menakutkan ketika ada wanita mau melahirkan seperti ini, kuntilanak dipercaya mereka sangat menyukai wanita yang akan melahirkan karena mereka dulu adalah wanita yang mati melahirkan sehingga sekarang gentayangan untuk mencari teman juga dan membuat manusia mati dalam keadaan yang sama seperti dia.

Mau di mana saja daerah itu berada maka yang namanya setan kuntilanak pasti akan tetap ada dan itu bukan hanya satu atau dua keberadaan kuntilanak tersebut, memang dia selama ini selalu bergentayangan dan bukan hanya dari orang satu atau persatu saja yang percaya bahwa kuntilanak memang menyukai wanita yang akan segera melahirkan atau bahkan wanita yang sedang mengandung.

"Cepat, lama sekali jalan mu itu Surya!" Mak paraji membentak Surya yang ada di belakang.

"Bukan aku yang lambat tapi Emak yang berjalan terlalu cepat." Surya sendiri sampai heran karena Mak paraji bisa berjalan secepat itu.

"Dari mana datangnya cepat orang aku berjalan biasa saja tapi kau yang berjalan begitu lambat." Mak paraji masih saja tetap emosi.

"Masa sih, rasanya aku berjalan seperti biasa tapi kok di bilang lambat." Surya merasa heran dan kali ini dia memilih untuk berlari agar bisa mengejar Mak paraji yang sudah di depan.

"Lanang jalan seperti itu seperti keong saja." Mak paraji cepat mengangkat kain jarik yang dia pakai agar bisa berjalan lebih cepat.

Surya sudah berusaha untuk lari agar bisa mengejar Mak paraji yang sudah ada di depan, namun ternyata tetap saja dia tidak mampu mengejar Mak paraji sehingga walau telah berlari lumayan lama Surya justru terengah-engah akibat tidak sanggup untuk mengejar dukun beranak ini.

"Piye to koe Iki, Sur?!" Mak paraji membentak dan menatap Surya.

"Demi Allah aku sudah berlari agar bisa mengejar kamu, Mak." ucap Surya dengan nafas memburu.

"La Ilaha illallah iki Jane enek opo to?!" Mak paraji mundur ke belakang dan memegang tangan Surya.

"Ayo cepat!" dukun beranak ini tidak akan melepaskan tangan Surya karena dia mulai merasakan ada yang tidak beres.

Surya sudah dalam gandengan dukun beranak itu dan mereka berjalan cepat untuk menuju rumah karena memang sekarang saat ini sudah terlalu malam, sebagai dukun beranak yang sudah lama menekuni profesi ini maka Mak paraji menyadari memang segala sesuatu yang terasa aneh dan gangguan dari makhluk halus.

Sama seperti sekarang karena tadi dia juga merasa bahwa Surya begitu jauh dari langkah dia, sekarang setelah dipegang seperti ini maka baru lah Mak paraji bisa berjalan dengan Surya dan mereka segera menuju rumah tempat Manda berada bersama dengan Sari.

"Heheeeeee....

"Jangan macam macam, Sur!" Mak paraji mendengar Surya yang tertawa aneh.

"MAK, OOOI MAK!" Surya berteriak keras karena dia tidak berani mendekati dukun beranak itu.

"OPO meneh to jane?" dukun beranak ini menoleh dan seketika Dia membeku di tempat setelah melihat siapa yang sedang di gandeng.

"Ya Allah itu mahluk apa?" Surya tidak berani bergerak ketika melihat sosok tinggi besar yang di tarik oleh Mak paraji.

"Jangan ganggu aku, aku tidak pernah membuat kesalahan pada dirimu jadi jangan pernah kau mengganggu aku." Mak paraji dengan berani berkata pada makhluk hitam besar itu.

Mahluk hitam besar itu tertawa menampakan gigi taring yang mencuat tajam sehingga bila terkena daging sudah pasti akan robek di buat dia, namun dukun ini tetap tenang karena bila dia terlihat ketakutan dan juga cemas maka makhluk tersebut akan semakin merasa bahwa dia akan segera menang melawan manusia yang ada di hadapannya ini.

"Pergi sebelum kau ku sakiti dengan garam osrok." ancam Mak paraji yang sudah menggenggam garam.

"Heheeeee.... anak yang kau tolong itu tidak akan pernah bisa selamat." sosok hitam tertawa menyeringai.

Byuuuur.

"Kau pikir dirimu itu siapa!" Mak paraji mengambil labu yang sudah di buat menjadi botol dan dia meminum air dari dalam labu kering itu.

Byuuuuur.

"Aaaaghhhh!"

"Pergi dari hadapan ku, bila kau terus keras kepala maka kau akan hangus!" geram Mak Paraji.

"Aku akan datang untuk menuntut balas." mahluk hitam juga memberikan ancaman.

"Aku punya Allah sehingga tidak akan pernah takut dengan ancaman mu." Mak paraji masih sempat menjawab ketika makhluk itu akan segera menghilang dari pandangan mata.

"Ah Ya Allah kenapa muncul gangguan seperti ini ketika Manda mau melahirkan?!" Surya begitu lemas setelah melihat makhluk hitam itu menghilang dari pandangan mata.

"Ayo cepat, kita tidak bisa menunda waktu lagi untuk kelahiran anak yang ada di dalam rahim Manda!" Mak paraji cepat menarik Surya.

Kali ini memang Surya asli yang sudah di tarik oleh Mak paraji sehingga mereka bisa berjalan berdua dengan langkah yang terburu buru, kalau sudah ada kejadian seperti ini maka sudah pasti nanti akan ada masalah susulan dan itu tentu saja membuat wanita yang akan melahirkan mengalami kesusahan luar biasa.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya.

Tidak meniru karya mana pun, kuntilanak atau hantu lain memang ada dari daerah mana saja dan cara pengusiran tentu saja sama.

Terpopuler

Comments

Betri Betmawati

Betri Betmawati

Surya jauh2 pergi biar tak ada ganggu an gaib mlh skrg dpat gangguan Istri mau lahiran ada ja setan yg datang

2025-12-01

1

Ela Jutek

Ela Jutek

haaa masih trauma ya mak

2025-12-01

1

putri wahyu

putri wahyu

MET siang jg Bess...
Krn cm novelmu yg ku baca JD ga tau klo novel lain pun ada cerita yg sama,,semangat trs othorkuuu..💪

2025-12-01

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Selalu kerasukan
2 Bab 2. Ingin darah bayi
3 Bab 3. Kumat lagi
4 Bab 4. berjalan di atas genteng
5 Bab 5. Mahluk hitam
6 Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7 Bab 7. Masih selamat
8 Bab 8. Di pasung
9 Bab 9. Segel terbuka
10 Bab 10. Mengenalkan dukun
11 Bab 11. kesedihan Purnama
12 Bab 12. Kumat lagi
13 Bab 13. Rundingan
14 Bab 14. Mencari di laut
15 Bab 15. Memberitahu Zidan
16 Bab 16. Kematian ustad Toni
17 Bab 17. Memang Arya
18 Bab 18. Kemalangan Dian
19 Bab 19. Mengejar Rion
20 Bab 20. Duyung hijau
21 Bab 21. Memakan semua duyung
22 Bab 22. Menemukan
23 Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24 Bab 24. Salah paham
25 Bab 25. Masih berdebat
26 Bab 26. Di minta Ritual
27 Bab 27. Menemukan botol
28 Bab 28. Rahasia terbuka
29 Bab 29. Mencari tulang Adi
30 Bab 30. Protes nya Darno
31 Bab 31. Memulai ritual
32 Bab 32. Gagal
33 Bab 33. Putus asa nya Rion
34 Bab 34. Bertarung dengan Adi
35 Bab 35. memberitahu Arka
36 Bab 36. Purnama pingsan
37 Bab 37. Takut operasi
38 Bab 38. Juragan Adi kalah
39 Bab 39. Bertemu Bu Laras
40 Bab 40. Mutiara hilang
41 Bab 41. Memberi laporan
42 Bab 42. iblis kecil
43 Bab 43. Memakan korban
44 Bab 44. Di pulangkan
45 Bab 45. Kehebohan
46 Bab 46. Prasangka warga
47 Bab 47. Semua bergerak
48 Bab 48. Mendadak banjir
49 Bab 49. Ular besar
50 Bab 50. Mengalahkan siluman
51 Bab 51. Banyak ular
52 Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53 Bab 53. Menghajar lagi
54 Bab 54. Masih banyak ular
55 Bab 55. Mendapatkan tulang
56 Bab 56. Bertempur lagi
57 Bab 57. Menghasut dewa iblis
58 Bab 58. Berhasil dapat tulang
59 Bab 59. Arka kembali
60 Bab 60. Korban lagi
61 Bab 61. Penderitaan Rion
62 Bab 62. Di belit ular
63 Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64 Bab 64. Arya vs Zahra
65 Bab 65. Masih bertarung
66 Bab 66. Tipuan lawan
67 Bab 67. Goa milik Zahra
68 Bab 68. Bunuh diri
69 Bab 69. Zahra vs Maharani
70 Bab 70. Pria tak terduga
71 Bab 71. Kiara vs Arsana
72 Bab 72. Kemusnahan Arsana
73 Bab 73. Melihat pertempuran
74 Bab 74. John tak terima
75 Bab 75. Rencana licik Zahra
76 Bab 76. Membawa John
77 Bab 77. Arya terluka parah
78 Bab 78. Amarah Zahra
79 Bab 79. Zahra tertipu
80 Bab 80. Jeno syok
81 Bab 81. Bertemu langsung
82 Bab 82. Arya pingsan
83 Bab 83. Kiara vs Zahra
84 Bab 84. Hampir celaka
85 Bab 85. Andini vs cobra
86 Bab 86. Menemukan penawar
87 Bab 87 Musuh setiap saat
88 Bab 88. Berhasil
89 Bab 89. Musnah
90 Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91 Bab 91.Mengobati
92 Bab 92. Di datangi Purnama
93 Bab 93. Nilam jadi kompor
94 Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95 Bab 95. Ingin pipis
96 Bab 96. Arya kena mental
97 Bab 97. Menemukan mayat Rion
98 Bab 98. Menemukan para ular
99 Bab 99. Nasib Nolan
100 Bab 100. Menghajar para ular
101 Bab 101. Curahan hati Kiara
102 Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103 Bab 103. Ingin imbalan
104 Bab 104. Menghajar Adi
105 Bab 105. Mau menawari Rokok
106 Bab 106. Berjualan rokok
107 Bab 107. Mengambil otak
108 Bab 108. Membawa juragan Adi
109 Bab 109. perubahan iblis Adi
110 Bab 110. Selesai
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Bab 1. Selalu kerasukan
2
Bab 2. Ingin darah bayi
3
Bab 3. Kumat lagi
4
Bab 4. berjalan di atas genteng
5
Bab 5. Mahluk hitam
6
Bab 6. Mendatangi wanita hamil
7
Bab 7. Masih selamat
8
Bab 8. Di pasung
9
Bab 9. Segel terbuka
10
Bab 10. Mengenalkan dukun
11
Bab 11. kesedihan Purnama
12
Bab 12. Kumat lagi
13
Bab 13. Rundingan
14
Bab 14. Mencari di laut
15
Bab 15. Memberitahu Zidan
16
Bab 16. Kematian ustad Toni
17
Bab 17. Memang Arya
18
Bab 18. Kemalangan Dian
19
Bab 19. Mengejar Rion
20
Bab 20. Duyung hijau
21
Bab 21. Memakan semua duyung
22
Bab 22. Menemukan
23
Bab 23. Menemukan Rion dan Haikal
24
Bab 24. Salah paham
25
Bab 25. Masih berdebat
26
Bab 26. Di minta Ritual
27
Bab 27. Menemukan botol
28
Bab 28. Rahasia terbuka
29
Bab 29. Mencari tulang Adi
30
Bab 30. Protes nya Darno
31
Bab 31. Memulai ritual
32
Bab 32. Gagal
33
Bab 33. Putus asa nya Rion
34
Bab 34. Bertarung dengan Adi
35
Bab 35. memberitahu Arka
36
Bab 36. Purnama pingsan
37
Bab 37. Takut operasi
38
Bab 38. Juragan Adi kalah
39
Bab 39. Bertemu Bu Laras
40
Bab 40. Mutiara hilang
41
Bab 41. Memberi laporan
42
Bab 42. iblis kecil
43
Bab 43. Memakan korban
44
Bab 44. Di pulangkan
45
Bab 45. Kehebohan
46
Bab 46. Prasangka warga
47
Bab 47. Semua bergerak
48
Bab 48. Mendadak banjir
49
Bab 49. Ular besar
50
Bab 50. Mengalahkan siluman
51
Bab 51. Banyak ular
52
Bab 52. Memberikan kepada Nolan
53
Bab 53. Menghajar lagi
54
Bab 54. Masih banyak ular
55
Bab 55. Mendapatkan tulang
56
Bab 56. Bertempur lagi
57
Bab 57. Menghasut dewa iblis
58
Bab 58. Berhasil dapat tulang
59
Bab 59. Arka kembali
60
Bab 60. Korban lagi
61
Bab 61. Penderitaan Rion
62
Bab 62. Di belit ular
63
Bab 63. Kesetiaan dewa iblis
64
Bab 64. Arya vs Zahra
65
Bab 65. Masih bertarung
66
Bab 66. Tipuan lawan
67
Bab 67. Goa milik Zahra
68
Bab 68. Bunuh diri
69
Bab 69. Zahra vs Maharani
70
Bab 70. Pria tak terduga
71
Bab 71. Kiara vs Arsana
72
Bab 72. Kemusnahan Arsana
73
Bab 73. Melihat pertempuran
74
Bab 74. John tak terima
75
Bab 75. Rencana licik Zahra
76
Bab 76. Membawa John
77
Bab 77. Arya terluka parah
78
Bab 78. Amarah Zahra
79
Bab 79. Zahra tertipu
80
Bab 80. Jeno syok
81
Bab 81. Bertemu langsung
82
Bab 82. Arya pingsan
83
Bab 83. Kiara vs Zahra
84
Bab 84. Hampir celaka
85
Bab 85. Andini vs cobra
86
Bab 86. Menemukan penawar
87
Bab 87 Musuh setiap saat
88
Bab 88. Berhasil
89
Bab 89. Musnah
90
Bab 90. Sedih nya seorang Ibu
91
Bab 91.Mengobati
92
Bab 92. Di datangi Purnama
93
Bab 93. Nilam jadi kompor
94
Bab 94. Memastikan Juragan Adi
95
Bab 95. Ingin pipis
96
Bab 96. Arya kena mental
97
Bab 97. Menemukan mayat Rion
98
Bab 98. Menemukan para ular
99
Bab 99. Nasib Nolan
100
Bab 100. Menghajar para ular
101
Bab 101. Curahan hati Kiara
102
Bab 102. Mencari jodoh Nolan
103
Bab 103. Ingin imbalan
104
Bab 104. Menghajar Adi
105
Bab 105. Mau menawari Rokok
106
Bab 106. Berjualan rokok
107
Bab 107. Mengambil otak
108
Bab 108. Membawa juragan Adi
109
Bab 109. perubahan iblis Adi
110
Bab 110. Selesai

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!