3. Pengakuan

Baru saja Dhita akan membantah perkataan Tari, terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah. Dhita bangkit, karena dia yakin itu mobil suaminya. Tujuannya mau menyambut dan bertanya banyak hal tentang Tari, yang menurut ibu mertuanya setuju untuk menikah kembali. Namun belum juga Dhita meraih gagang pintu keluar, Bu Lastri sudah mendahuluinya.

"Biar ibu aja yang menyambutnya.” Katanya sambil mengibaskan tangan Dhita yang hampir meraih gagang pintu. Dhita hanya bisa pasrah, walaupun dadanya terasa sesak.

Dhita mengikuti Bu Lastri berjalan ke halaman untuk menyambut Reza yang baru saja memarkirkan mobilnya. Terlihat Reza keluar dari mobil dengan senyum sumringah. Reza terlihat mencium punggung telapak tangan Bu Lastri dan memeluknya.

"Kok telat Za?”

"Biasalah Bu, di jalan banyak halangannya.” Reza berkata sambil melepaskan pelukannya.

"Sayang, kok jam segini sudah di rumah?” Reza sedikit terkejut melihat keberadaan Dhita.

"Iya tadi pulang ketemu klien gak ke kantor lagi.” Dhita berkata sambil meraih telapak tangan suaminya, dia menciumnya takzim.

"Gak apa-apa. Malah lebih baik ada Dhita di antara kita, biar gak usah ngumpet-ngumpet lagi.”

"Maksudnya apa Bu? Tolong jelaskan Mas, ada apa ini?”

"Kita bicara di dalam aja.” Reza berkata sambil menarik nafas panjang.

"Rezaaaa, kamu tambah ganteng aja.” Tari langsung bangkit dari duduknya saat mereka masuk ke ruang tamu. Tanpa ada rasa sungkan karena ada Dhita istrinya di situ, Tari memeluk erat Reza. Reza terlihat gelagapan mendapatkan perlakuan seperti itu. Dia berusaha mendorong tubuh Tari yang dibalut pakaian serba ketat dan minim.

"Tolong jaga sikap Mbak, aku istri sahnya.” Dhita berkata sambil menatap muka Tari yang masih tersenyum sumringah karena bertemu Reza.

"Sudah-sudah, kita bahas masalah pernikahan Reza dan Tari saja. Gak usah bahas yang lain-lain.” Bu Lastri menatap Dhita, Reza, dan Tari bergantian.

"Kok bahas masalah pernikahan Mas Reza dan Tari Bu? aku juga belum tentu mengizinkan Mas Reza nikah lagi.” Dhita berkata sambil menatap tajam mertuanya.

"Kalau gak mengizinkan, lebih baik kamu mundur saja!” Bu Lastri memberikan ultimatum.

"Mas katakan, apakah benar kamu setuju menikah lagi dengan mantan pacarmu itu?”

Terlihat Reza menarik nafas panjang, dia menatap Dhita, Bu Lastri, dan terakhir Tari. Lalu dia menunduk, dan terdengar suaranya lirih. "Maafkan aku, Sayang!”

Memang hanya itu kata yang keluar dari bibir Reza, namun akibatnya sangat dahsyat. Dhita berteriak kalap, dia melemparkan bantal kursi dari genggamannya.

"Kamu jahat Mas, apa salahku hah? Hingga kamu tega menduakanku dengan wanita ini?”

Dhita berlari ke kamar. Dia tidak menyangka suaminya tega menyakitinya. Padahal semua hal yang dituduhkan ibu mertuanya belum terbukti. Dan yang membuat dia kecewa juga, Reza sama sekali tidak membelanya saat ibunya menuduh bahwa dia mandul.

"Sayang, maafkan aku, aku terpaksa menyetujui permintaan ibu.” Reza menghampiri Dhita yang masih telungkup di atas tempat tidur.

"Seharusnya kamu bisa menjelaskan ke ibu, kalau kita belum sempat periksa. Lagian belum tentu juga aku yang bermasalah Mas, bisa jadi masalahnya ada di kamu.”

"Mana bisa ibu mengerti, Sayang. Kan kamu tahu sendiri gimana keras kepalanya ibu.”

"Tapi tetap kamu salah, Mas. Seharusnya kamu menolak menikahi wanita itu.”

"Gak bisa, Sayang.”

"Gak bisa?” Dhita langsung bangkit dari tidurnya, dia menatap Reza dengan dada turun naik.

"Ya gak bisa, kalau ibu sudah menentukan A, aku bisa apa?”

"Walaupun itu menyakiti istrimu sendiri, Mas?”

"Maafkan aku, Sayang!”

"Atau jangan-jangan kamu malah senang ya, dapat menikahi wanita seksi itu?”

"Tidak begitu, Sayang.”

"Jujur sama aku Mas, sebelum dia ke sini, berapa kali kamu bertemu dengannya?” Terlihat Reza menunduk, dia tidak berani menatap Dhita yang saat itu sangat berapi-api.

"Jawab yang jujur, Mas!”

"Dalam 3 bulan ini hampir setiap hari, karena perusahaannya ada kerjasama dengan perusahaanku.”

"Oohhh pantas saja akhir-akhir ini kamu tugas luar terus, ternyata karena ada dia. Aku tahu sekarang, kamu mau menikahi dia bukan karena dipaksa ibu, tapi memang keinginan sendiri, ya kan?”

"Gak gitu, Sayang.”

"Aku yakin begitu. Baiklah, kalau kamu tetap mau menikahi wanita itu, lepaskan saja aku. Aku tidak sudi diduakan.”

"Sayang, kamu jangan gitu dong. Aku masih mencintai kamu.”

"Kalau itu pilihanmu, bagus. Toh keberadaan kamu juga sudah tidak ada gunanya di samping Reza.” Tetiba Bu Lastri masuk ke dalam kamar.

"Sudah lah Za, talak aja istrimu itu. Buat apa dipertahankan? Toh dia yang memilih mundur.”

"Tapi Bu … “ Reza menatap ibunya.

"Jangan mengemis cinta Za, masih banyak wanita yang mau padamu. Kamu kan tampan dan mapan, mudah sekali menjerat wanita cantik yang selevel denganmu. Liat tuh Tari, dia wanita berpendidikan yang pantas mendampingimu. Selain cantik, dia juga keturunan keluarga yang subur.” Bu Lastri menatap Reza yang tertunduk lesu.

"Sudahlah Za, lepaskan Dhita demi Tari!” Bu Lastri balik badan dan keluar dari kamar.

"Mas, aku memilih mundur. Aku gak mau dimadu. Aku akan memilih pengacara untuk mengurus perceraian kita.”

"Sayang, kamu sadar apa yang kamu katakan?”

"Sadar sesadar-sadarnya, Mas. Sekarang, silahkan Mas keluar dari rumah ini, karena selama ini aku yang membayar cicilannya. Uang yang Mas berikan untuk DP rumah ini, nanti akan aku kembalikan.”

"Sayang, kamu jangan terbawa emosi. Pikirkan perjuangan kita selama ini!”

"Mas jangan naif, Mas kan sudah tahu apa konsekuensinya apabila diantara kita ada yang selingkuh? Jadi biarkan aku mengalah. Aku akan pergi dari kehidupanmu.”

"Ok, kalau itu memang maumu. Moga kamu gak akan menyesal mengambil keputusan itu.”

"Aku akan lebih menyesal bertahan dengan laki-laki pengkhianat.” Dhita menatap laki-laki di depannya.

Setelah itu Reza terlihat membereskan baju-bajunya dan memasukkannya ke dalam koper. Dia keluar kamar tanpa menoleh lagi pada Dhita. Reza membanting pintu kamar dengan keras. Tidak lama kemudian terdengar suara mobil meninggalkan halaman.

Sepeninggal Reza, Dhita masih menelungkupkan wajahnya ke bantal. Dia menangis tanpa henti. Tak ada ada angin tak ada hujan, badai itu tiba-tiba datang memporakporandakan ikatan suci pernikahannya.

"Non, sudah hampir Isya, sudah shalat belum?” terdengar suara pintu diketuk.

"Masuk aja Bi!”

"Sudah hampir Isya Non.” Bi Asih melongokkan kepalanya.

"Saya lagi gak shalat Bi.”

"Ooh, kalau gitu makan malam dulu yuk!, ini bibi sudah bikin sup jagung kesukaan Non.”

"Saya belum lapar, Bi.”

"Ayolah Non, jangan biarkan perut Non kosong!”

"O ya Bi, tadi Bibi bilang kalau teman Mas Reza yang tadi itu, pernah ke rumah ini sebelumnya?”

"Oh sering Non, kalau Non dinas luar atau pas Non ke Bandung karena mama Non operasi usus buntu, pasti Pak Reza bawa wanita itu. Malah pernah dibawa nginep di rumah ini.”

"Apa? Nginep?”

"Iya Non. Maafkan bibi ya Non, bibi gak berani bilang ke Non, karena Pak Reza mengancam akan memecat saya, kalau saya melaporkan hal itu ke Non.”

"Waktu nginep suka tidur di mana Bi?”

"Ya di kamar ini Non, bahkan pernah pakai baju tidur Non Dhita.”

"Astaghfirullāhal Adzīm”

"Sebaiknya laki-laki macam Pak Reza itu tinggalkan saja Non. Gak usah dipertahankan!"

"Iya benar Bi, saya memang akan menggugat cerai. Apalagi tahu kelakuan Mas Reza di belakang saya seperti itu.”

"Ya sudah, sekarang Non makan dulu!”

"Baiklah Bi, tapi temenin ya?”

"Iya Non.”

Episodes
1 1. Hari Bersejarah
2 2. Cinta Pertama Reza
3 3. Pengakuan
4 04. Anggita
5 5. Kedatangan Mama dan Papa
6 6. Rencana Lamaran
7 7. Tari Pamer Kehamilan
8 8. Permintaan Reza
9 9. Rencana Dhita
10 10. Melihat Ruko
11 11. Sepakat Berbohong
12 12. Gosip
13 13. Jebakan Keluarga Tari
14 14. Menyusun Rencana Hidup
15 15. Lamunan Tari
16 16. Lamaran
17 17. Jackson
18 18. Persekongkolan
19 19. Grand Opening
20 20. Menikah
21 21. Bulan Madu
22 22. Kegundahan Pak Kusuma
23 23. Prasangka Keji
24 24. Motivasi Teman
25 25. Menghubungi Direktur Keuangan
26 26. Interogasi Tari
27 27. Sekutu Tari
28 28. Fitnah
29 29. Event Pertama Dhita
30 30. Ibu Mertua
31 31. Tari Tidak Pulang
32 32. Kebohongan Yang Nyaris Sempurna
33 33. Ketahuan Rendy
34 34. Rencana Ke Bandung
35 35. Surprise
36 36. Bertemu Mantan Suami
37 37. Pelanggan Baru
38 38. Pencarian Rumah Baru
39 39. Lingkaran yang Berputar
40 40. Danendra
41 41. Firasat Buruk
42 42. Ambisi Tari
43 43. Katanya Gak Kenal Jackson?
44 44. Akhirnya Jackson Membuka Rahasia
45 45. Luka Itu Masih Ada
46 46. Ketemu Bu Aisyah
47 47. Ketakutan Tari
48 48. Menyusun Rencana
49 49. Rencana Eksekusi
50 50. Siasat Bu Aisyah
51 51. Ke Bandung
52 52. Telepon Di Pagi Hari
53 53. Ulang Tahun Alea
54 54. Sebelum Semuanya Terbongkar
55 55. Harapan Yang Masih Tersisa
56 56. Dibalik Goresan Pena
57 57. Nama yang Sama
58 58. Belum Saatnya Mengumumkan
59 59. Telepon yang Mengubah Suasana
60 60. Tetangga Seberang Rumah
61 61. Permainan Akhir Tari
62 62. Antara Dhita dan Rossa
63 63. Jawaban Untuk Alea
64 64. Michella Merajuk
65 65. Senyum yang Kembali Pulang
66 66. Restu dari Rossa
67 67. Peringatan yang Diabaikan
68 68. Saat Kepercayaan Dikhianati
69 69. Ketika Alea Memilih Dhita
70 70. Tak Harus Hari Ini
71 71. Surat Dari Pengadilan
72 72. Dilarang Masuk Ke Rumah Sendiri
73 73. Masih Mencari Jawaban
74 74. Dibalik Sebuah Tanda Tangan
75 75. Perjalanan yang Mengusik Kenangan
76 76. Luka yang Tak Pernah Diduga
77 77. Hakim di Mata Keluarga
78 78. Saat Hati Mulai Terusik
79 79. Gerak Cepat Sang CEO
80 80. Restu di Malam Itu
81 81. Harapan yang Kandas
82 82. Akhirnya Dilamar Hakim
83 83. Petunjuk dari Seorang Sahabat
84 84. Jejak yang Nyaris Hilang
85 85. Di Depan Pintu Ruang Rawat Inap
86 86. Terungkapnya Sebuah Kebenaran
87 87. Dendam yang Akhirnya Terungkap
88 88. Air Mata Penyesalan
89 89. Siapa yang Membawa Petaka?
90 90. Apakah Ini Hukuman Tuhan?
91 91. Menikah dengan CEO
92 92. E P I L O G
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1. Hari Bersejarah
2
2. Cinta Pertama Reza
3
3. Pengakuan
4
04. Anggita
5
5. Kedatangan Mama dan Papa
6
6. Rencana Lamaran
7
7. Tari Pamer Kehamilan
8
8. Permintaan Reza
9
9. Rencana Dhita
10
10. Melihat Ruko
11
11. Sepakat Berbohong
12
12. Gosip
13
13. Jebakan Keluarga Tari
14
14. Menyusun Rencana Hidup
15
15. Lamunan Tari
16
16. Lamaran
17
17. Jackson
18
18. Persekongkolan
19
19. Grand Opening
20
20. Menikah
21
21. Bulan Madu
22
22. Kegundahan Pak Kusuma
23
23. Prasangka Keji
24
24. Motivasi Teman
25
25. Menghubungi Direktur Keuangan
26
26. Interogasi Tari
27
27. Sekutu Tari
28
28. Fitnah
29
29. Event Pertama Dhita
30
30. Ibu Mertua
31
31. Tari Tidak Pulang
32
32. Kebohongan Yang Nyaris Sempurna
33
33. Ketahuan Rendy
34
34. Rencana Ke Bandung
35
35. Surprise
36
36. Bertemu Mantan Suami
37
37. Pelanggan Baru
38
38. Pencarian Rumah Baru
39
39. Lingkaran yang Berputar
40
40. Danendra
41
41. Firasat Buruk
42
42. Ambisi Tari
43
43. Katanya Gak Kenal Jackson?
44
44. Akhirnya Jackson Membuka Rahasia
45
45. Luka Itu Masih Ada
46
46. Ketemu Bu Aisyah
47
47. Ketakutan Tari
48
48. Menyusun Rencana
49
49. Rencana Eksekusi
50
50. Siasat Bu Aisyah
51
51. Ke Bandung
52
52. Telepon Di Pagi Hari
53
53. Ulang Tahun Alea
54
54. Sebelum Semuanya Terbongkar
55
55. Harapan Yang Masih Tersisa
56
56. Dibalik Goresan Pena
57
57. Nama yang Sama
58
58. Belum Saatnya Mengumumkan
59
59. Telepon yang Mengubah Suasana
60
60. Tetangga Seberang Rumah
61
61. Permainan Akhir Tari
62
62. Antara Dhita dan Rossa
63
63. Jawaban Untuk Alea
64
64. Michella Merajuk
65
65. Senyum yang Kembali Pulang
66
66. Restu dari Rossa
67
67. Peringatan yang Diabaikan
68
68. Saat Kepercayaan Dikhianati
69
69. Ketika Alea Memilih Dhita
70
70. Tak Harus Hari Ini
71
71. Surat Dari Pengadilan
72
72. Dilarang Masuk Ke Rumah Sendiri
73
73. Masih Mencari Jawaban
74
74. Dibalik Sebuah Tanda Tangan
75
75. Perjalanan yang Mengusik Kenangan
76
76. Luka yang Tak Pernah Diduga
77
77. Hakim di Mata Keluarga
78
78. Saat Hati Mulai Terusik
79
79. Gerak Cepat Sang CEO
80
80. Restu di Malam Itu
81
81. Harapan yang Kandas
82
82. Akhirnya Dilamar Hakim
83
83. Petunjuk dari Seorang Sahabat
84
84. Jejak yang Nyaris Hilang
85
85. Di Depan Pintu Ruang Rawat Inap
86
86. Terungkapnya Sebuah Kebenaran
87
87. Dendam yang Akhirnya Terungkap
88
88. Air Mata Penyesalan
89
89. Siapa yang Membawa Petaka?
90
90. Apakah Ini Hukuman Tuhan?
91
91. Menikah dengan CEO
92
92. E P I L O G

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!