Pagi itu Tari sedang berada di gerbang depan. Dia sedang mewanti-wanti security yang baru direkrutnya.
"Kalau ada laki-laki yang mengaku bernama Reza dan juga mengaku suami saya, jangan pernah dibuka. Biarkan aja!"
"Baik Bu."
"Atau ada nenek-nenek memakai kursi roda bernama Lastri, kamu juga abaikan, jangan biarkan dia masuk!"
"Baik Bu."
"Atau kalau kamu ragu, kamu bisa kontak saya."
"Iya Bu, siap."
"Ya sudah, nanti sarapan, snack, dan makan siang dianterin ke sini."
"Iya Bu, terima kasih."
Tari mengangguk pelan lalu masuk kembali ke dalam rumah. Hari itu masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.
Di tempat lain, Reza sudah siap berangkat pagi itu.
Namun sejak semalam dia merasa heran karena tidak bisa menghubungi Tari. Beberapa kali dia mencoba menelepon, tetapi selalu gagal tersambung.
"Kok aku nggak bisa menghubungi Tari ya, Bu? Nggak biasanya."
"Sama. Yang ibu juga nggak bisa. Malah yang bibi juga sama lho, Za."
"O ya? Jadi nggak enak gini."
Reza mengerutkan kening. Entah kenapa perasaannya mulai tidak tenang.
Di tengah obrolan mereka, Mbak Mira datang membawa sebuah amplop cokelat.
"Pak Reza, ini ada surat dari Pengadilan Agama untuk Bapak."
"Untuk saya?"
"Iya, baru nyampai semalam."
Reza menerima amplop itu dengan heran. Tanpa menunggu lama, dia langsung merobek bagian atasnya dan mengeluarkan isi surat tersebut.
Awalnya dia membaca dengan santai.
Namun perlahan wajahnya berubah.
Keningnya berkerut.
Matanya bergerak cepat menelusuri setiap baris tulisan yang tertera.
Tangannya mendadak terasa dingin.
"Apa?"
Suara Reza terdengar pelan.
Dia membaca lagi surat itu untuk memastikan dirinya tidak salah paham.
Tetapi hasilnya tetap sama.
Itu adalah salinan putusan cerai yang menyatakan bahwa pernikahannya dengan Tari telah resmi berakhir.
"Za, kenapa?" tanya Bu Lastri.
Reza tidak langsung menjawab.
Dia hanya menatap surat di tangannya dengan wajah tidak percaya.
"Bu..." suaranya terdengar berat. "Aku... sama Tari udah cerai."
Bu Lastri langsung berdiri dari d…
BENANG PUTUS KARENA CINTA PERTAMA
71. Surat Dari Pengadilan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 92 Episodes
Comments
Arieee
mampus harta semua melayang 🤧🤧🤧🤧
2026-06-11
0