04. Anggita

Besoknya, Dhita baru bangun pukul 08.30. Selain karena tidak sedang shalat, Dhita juga tidur terlalu larut, sehingga alarm yang biasanya bunyi sebelum Shubuh terlewatkan begitu saja. Untung weekend sehingga dia tidak perlu berangkat ke kantor.

Setelah mandi Dhita mengecek gawainya, ternyata ada beberapa panggilan yang datangnya dari Anggi, sahabatnya waktu kuliah. Dhita mengerutkan kening, tak biasanya Anggi menelepon di pagi buta. Karena penasaran, Dhita menelepon balik Anggi. Namun sayang, Anggi tidak mengangkat teleponnya. Dhita mencoba lagi meneleponnya, namun tetap tidak diangkat.

Dhita tengah menikmati sarapannya ketika tiba-tiba Anggi sudah berdiri di hadapannya. Mukanya kusut dan rambut sedikit berantakan. Dia juga masih mengenakan baju tidur setelan longgar. Dia hanya tersenyum melihat sahabatnya yang terkejut karena kedatangannya.

"Anggiiiiii, Ya Allah. Kamu datang tepat waktu.” Dhita berdiri dan memeluk sahabatnya.

"Aku lagi butuh teman untuk mendengarkan keluh kesahku.” Dhita melanjutkan. Air matanya langsung menganak sungai.

"Dari tadi aku menghubungimu Dhit.”

"Maafkan aku, tadi tidurku begitu pulas, hingga tak terdengar dering telepon. Sekarang kamu sarapan dulu aja. Aku yakin kamu belum sarapan kan?”

"Ya emang belum Dhit.”

"Ya sudah, sekarang sarapan dulu, lalu mandi, dan ganti pakaianmu. Itu kan baju tidur.”

"Baiklah.” Anggi tertawa sambil melihat penampilan dirinya yang acak-acakan.

Anggi dan Dhita sarapan bersama tanpa banyak kata. Pikiran mereka dipenuhi hal-hal yang ingin disampaikan satu sama lain.

"Aku mengambil baju dulu di mobil ya Dhit.” Anggi berkata setelah sarapan mereka selesai.

"Iya.” Dhita mengangguk, dia menatap sendu sahabatnya yang beranjak keluar.

***

"Dhit, pernikahanmu bermasalah ya?”

"Dari mana kamu tahu Nggi?”

"Sebenarnya hari ini aku lagi ada acara kantor di puncak, outbond gitu. Tapi tadi pagi aku melihat suamimu masuk ke dalam villa dengan seorang perempuan seksi. Mereka bergandengan tangan dengan mesra, sesekali berpelukan tanpa risi. Makanya aku berkali-kali menghubungi kamu.”

"Iya Nggi, pernikahanku akan segera berakhir, aku akan menggugat cerai.”

"Dari kapan Reza selingkuh begitu Dhit? Setahuku hubungan kalian selama ini baik-baik saja. Bahkan kan minggu lalu kita double date.”

"Itulah bodohnya aku Nggi. Aku terlalu percaya Mas Reza, sehingga aku sama sekali gak mengendus perselingkuhan itu. Padahal kata Bi Asih, itu sudah berlangsung lama.”

"Bi Asih tahu?”

"Ya, tapi dia tidak berani melaporkannya padaku, karena Mas Reza mengancamnya.”

"Bi Asih tahu dari mana?”

"Beberapa kali Mas Reza mengajak perempuan itu menginap di rumah ini, bahkan tidur di kamarku, Nggi.”

"What? Seriusan kamu, Dhit?”

"Ya, Bi Asih mengatakannya semalam, dan aku percaya dia.”

"O my God.” Anggi menepuk jidatnya.

"Tapi kenapa Mas Reza melakukan itu padamu Dhit? Kurang apa kamu? Cantik, pintar, punya jabatan tinggi di kantor? Affiliator andal. Mau nyari apa lagi?”

"Ya mungkin aku kalah seksi sama si Tari itu.”

"Namanya Tari?”

"Yup, dan dia adalah mantan terindah Mas Reza. Mereka teman SMA.”

"Pantesan gampang sekali Mas Reza jatuh ke dalam pelukan wanita model gitu, ternyata CLBK.”

"Orangtuamu sudah tahu Dhit?”

"Belum, aku belum berani mengatakannya. Paling lusa aku mau cuti dan pulang ke Bandung. Aku tidak mau bicara lewat telepon.”

"Ya sebaiknya segera kasih tahu mereka Dhit, jangan sampai Mas Reza yang ngasih tahu duluan, khawatirnya dia memutarbalikkan fakta. Dia yang bersalah, eeh malah menuduh kamu yang bermasalah, karena menggugat cerai duluan.”

"O iya ya, aku kok gak kepikiran sampai sana.”

"Kalau mertuamu gimana Dhit?”

"Sebenarnya ibu mertuaku itulah biang keroknya Nggi.”

"Maksudnya?”

"Aku kan dulu pernah cerita, bahwa ibu mertua sudah benar-benar ingin memiliki cucu dari anak sulungnya. Makanya dia selalu mendesak agar aku diperiksa ke dokter, khawatirnya rahimku ada masalah. Aku sih mau-mau saja memeriksakan diri ke dokter, tapi harus sama Mas Reza. Kan kalau dua-duanya adil, siapa sebenarnya yang bermasalah? Namun ternyata Mas Reza selalu menolak, dia tidak pernah merespon kalau aku ajak periksa. Dan ibu mertuaku pun mendukung keputusan Mas Reza, karena menurutnya mereka berasal dari keluarga yang subur. Tidak ada dalam keluarganya yang tidak memiliki anak, sementara di keluargaku kan ada, Tante Ira.”

"Terus?” Anggi bertanya tak sabar.

"Puncaknya, kantor Mas Reza dan Si Tari itu ternyata ada kerjasama, bertemulah mereka. Sudah bisa kamu tebak cerita selanjutnya kan?. Nah, kemarin tetiba ibu mengajak Tari ke sini dan mengenalkannya padaku sebagai mantan terindah Mas Reza. Dan dia tanpa sungkan mengatakan bahwa Tari akan menjadi istri kedua Mas Reza. Semuanya dia lakukan demi keturunan, yang katanya gak akan bisa didapatkan dari aku yang mandul. ”

"Kurang ajar sekali itu ibunya Si Reza. Seenaknya aja ngasih vonis mandul, padahal belum tentu juga kamu yang bermasalah, bisa jadi Si Reza sendiri. Atau diantara kalian gak ada masalah, hanya Allah saja yang belum ngasih kepercayaan pada kalian.”

"Nah itu dia Nggi, aku sudah menyampaikan hal tersebut, tapi tetap tidak masuk.”

"Ya sudah, sekarang kamu ikut aku!” Anggi berkata sambil berdiri.

"Ke mana?”

"Ke rumah sakit.”

"Untuk?”

"Periksa, kalau sebenarnya kamu tidak ada masalah.”

"Tapi untuk apa Nggi? Toh kalaupun aku gak ada masalah, perceraian akan tetap terjadi.”

"Tapi setidaknya dia tidak akan menghinamu kalau kamu mandul.”

"Gak apa-apa Nggi, biarkan saja semua berjalan seperti ini. Aku serahkan saja semuanya pada Allah, biarkan Dia yang membalasnya.”

"Kamu yakin Dhit?”

"Ya aku yakin.”

"Ya kalau keputusanmu seperti itu, aku bisa apa?”

"Makasih atas perhatiannya ya Nggi, kamu memang sahabatku yang selalu mengerti aku. Selalu ada saat kubutuhkan.”

"Ya sama-sama.”

"By the way, kamu bilang kan lagi outbond, terus kok bisa ke sini?”

"Ya bisa lah, aku bilang ada hal sangat urgent yang harus aku selesaikan, jadinya bos mengizinkan. Sekarang aku mau kembali ke sana, karena acaranya sampai besok pagi. Aku tenang kalau keadaanmu baik-baik saja”

"Jangan khawatir Nggi, aku gak apa-apa, walaupun kuakui hati ini sakit banget dikhianati Mas Reza.”

"Ya sudah, kalau gitu aku kembali ke puncak ya, kamu jaga diri baik-baik. Laki-laki seperti Si Reza memang tidak pantas dipertahankan.”

"Iya Nggi.”

"Kamu harusnya bersyukur, kejadian ini menimpamu saat kamu masih belum dikasih momongan, coba kalau sudah, kamu pasti akan berat hati meninggalkan Si Reza itu. Pokoknya, sekarang kamu fokus dengan perceraian kamu. Nanti aku akan hubungkan kamu dengan pengacara temanku untuk mengurusnya. Kamu belum ada pengacara kan?”

"Belum.”

"Ya sudah, kalau belum dengan temanku aja. Nanti setelah aku menghubunginya dan dia siap jadi pengacaramu, aku kasihkan nomor kontak kamu, ok?.

"Ok, makasih ya Nggi. Makasih banget atas semua bantuanmu.”

"Iya sama-sama, Dhit.”

"Aku kembali lagi ke Puncak ya.”

"Ya Nggi, hati-hati ya!”

Episodes
1 1. Hari Bersejarah
2 2. Cinta Pertama Reza
3 3. Pengakuan
4 04. Anggita
5 5. Kedatangan Mama dan Papa
6 6. Rencana Lamaran
7 7. Tari Pamer Kehamilan
8 8. Permintaan Reza
9 9. Rencana Dhita
10 10. Melihat Ruko
11 11. Sepakat Berbohong
12 12. Gosip
13 13. Jebakan Keluarga Tari
14 14. Menyusun Rencana Hidup
15 15. Lamunan Tari
16 16. Lamaran
17 17. Jackson
18 18. Persekongkolan
19 19. Grand Opening
20 20. Menikah
21 21. Bulan Madu
22 22. Kegundahan Pak Kusuma
23 23. Prasangka Keji
24 24. Motivasi Teman
25 25. Menghubungi Direktur Keuangan
26 26. Interogasi Tari
27 27. Sekutu Tari
28 28. Fitnah
29 29. Event Pertama Dhita
30 30. Ibu Mertua
31 31. Tari Tidak Pulang
32 32. Kebohongan Yang Nyaris Sempurna
33 33. Ketahuan Rendy
34 34. Rencana Ke Bandung
35 35. Surprise
36 36. Bertemu Mantan Suami
37 37. Pelanggan Baru
38 38. Pencarian Rumah Baru
39 39. Lingkaran yang Berputar
40 40. Danendra
41 41. Firasat Buruk
42 42. Ambisi Tari
43 43. Katanya Gak Kenal Jackson?
44 44. Akhirnya Jackson Membuka Rahasia
45 45. Luka Itu Masih Ada
46 46. Ketemu Bu Aisyah
47 47. Ketakutan Tari
48 48. Menyusun Rencana
49 49. Rencana Eksekusi
50 50. Siasat Bu Aisyah
51 51. Ke Bandung
52 52. Telepon Di Pagi Hari
53 53. Ulang Tahun Alea
54 54. Sebelum Semuanya Terbongkar
55 55. Harapan Yang Masih Tersisa
56 56. Dibalik Goresan Pena
57 57. Nama yang Sama
58 58. Belum Saatnya Mengumumkan
59 59. Telepon yang Mengubah Suasana
60 60. Tetangga Seberang Rumah
61 61. Permainan Akhir Tari
62 62. Antara Dhita dan Rossa
63 63. Jawaban Untuk Alea
64 64. Michella Merajuk
65 65. Senyum yang Kembali Pulang
66 66. Restu dari Rossa
67 67. Peringatan yang Diabaikan
68 68. Saat Kepercayaan Dikhianati
69 69. Ketika Alea Memilih Dhita
70 70. Tak Harus Hari Ini
71 71. Surat Dari Pengadilan
72 72. Dilarang Masuk Ke Rumah Sendiri
73 73. Masih Mencari Jawaban
74 74. Dibalik Sebuah Tanda Tangan
75 75. Perjalanan yang Mengusik Kenangan
76 76. Luka yang Tak Pernah Diduga
77 77. Hakim di Mata Keluarga
78 78. Saat Hati Mulai Terusik
79 79. Gerak Cepat Sang CEO
80 80. Restu di Malam Itu
81 81. Harapan yang Kandas
82 82. Akhirnya Dilamar Hakim
83 83. Petunjuk dari Seorang Sahabat
84 84. Jejak yang Nyaris Hilang
85 85. Di Depan Pintu Ruang Rawat Inap
86 86. Terungkapnya Sebuah Kebenaran
87 87. Dendam yang Akhirnya Terungkap
88 88. Air Mata Penyesalan
89 89. Siapa yang Membawa Petaka?
90 90. Apakah Ini Hukuman Tuhan?
91 91. Menikah dengan CEO
92 92. E P I L O G
Episodes

Updated 92 Episodes

1
1. Hari Bersejarah
2
2. Cinta Pertama Reza
3
3. Pengakuan
4
04. Anggita
5
5. Kedatangan Mama dan Papa
6
6. Rencana Lamaran
7
7. Tari Pamer Kehamilan
8
8. Permintaan Reza
9
9. Rencana Dhita
10
10. Melihat Ruko
11
11. Sepakat Berbohong
12
12. Gosip
13
13. Jebakan Keluarga Tari
14
14. Menyusun Rencana Hidup
15
15. Lamunan Tari
16
16. Lamaran
17
17. Jackson
18
18. Persekongkolan
19
19. Grand Opening
20
20. Menikah
21
21. Bulan Madu
22
22. Kegundahan Pak Kusuma
23
23. Prasangka Keji
24
24. Motivasi Teman
25
25. Menghubungi Direktur Keuangan
26
26. Interogasi Tari
27
27. Sekutu Tari
28
28. Fitnah
29
29. Event Pertama Dhita
30
30. Ibu Mertua
31
31. Tari Tidak Pulang
32
32. Kebohongan Yang Nyaris Sempurna
33
33. Ketahuan Rendy
34
34. Rencana Ke Bandung
35
35. Surprise
36
36. Bertemu Mantan Suami
37
37. Pelanggan Baru
38
38. Pencarian Rumah Baru
39
39. Lingkaran yang Berputar
40
40. Danendra
41
41. Firasat Buruk
42
42. Ambisi Tari
43
43. Katanya Gak Kenal Jackson?
44
44. Akhirnya Jackson Membuka Rahasia
45
45. Luka Itu Masih Ada
46
46. Ketemu Bu Aisyah
47
47. Ketakutan Tari
48
48. Menyusun Rencana
49
49. Rencana Eksekusi
50
50. Siasat Bu Aisyah
51
51. Ke Bandung
52
52. Telepon Di Pagi Hari
53
53. Ulang Tahun Alea
54
54. Sebelum Semuanya Terbongkar
55
55. Harapan Yang Masih Tersisa
56
56. Dibalik Goresan Pena
57
57. Nama yang Sama
58
58. Belum Saatnya Mengumumkan
59
59. Telepon yang Mengubah Suasana
60
60. Tetangga Seberang Rumah
61
61. Permainan Akhir Tari
62
62. Antara Dhita dan Rossa
63
63. Jawaban Untuk Alea
64
64. Michella Merajuk
65
65. Senyum yang Kembali Pulang
66
66. Restu dari Rossa
67
67. Peringatan yang Diabaikan
68
68. Saat Kepercayaan Dikhianati
69
69. Ketika Alea Memilih Dhita
70
70. Tak Harus Hari Ini
71
71. Surat Dari Pengadilan
72
72. Dilarang Masuk Ke Rumah Sendiri
73
73. Masih Mencari Jawaban
74
74. Dibalik Sebuah Tanda Tangan
75
75. Perjalanan yang Mengusik Kenangan
76
76. Luka yang Tak Pernah Diduga
77
77. Hakim di Mata Keluarga
78
78. Saat Hati Mulai Terusik
79
79. Gerak Cepat Sang CEO
80
80. Restu di Malam Itu
81
81. Harapan yang Kandas
82
82. Akhirnya Dilamar Hakim
83
83. Petunjuk dari Seorang Sahabat
84
84. Jejak yang Nyaris Hilang
85
85. Di Depan Pintu Ruang Rawat Inap
86
86. Terungkapnya Sebuah Kebenaran
87
87. Dendam yang Akhirnya Terungkap
88
88. Air Mata Penyesalan
89
89. Siapa yang Membawa Petaka?
90
90. Apakah Ini Hukuman Tuhan?
91
91. Menikah dengan CEO
92
92. E P I L O G

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!