2# Tak tau namanya

Keringat sudah menghasilkan butiran basah di permukaan kulit kedua insan yang sedang dimabuk gelora bira hi.

Menyatu menjadi thesahan dan erangan panjang yang menggema di setiap inci ruangan meski kemudian suara itu diserap oleh peredam sehingga tak sampai bocor keluar.

Dan saat gelombang itu datang....keduanya meledak bersama dalam hentakan yang semakin intens diberikan Arlan.

Jae sadar, begitupun Arlan. Namun keduanya ada dalam pengaruh zat adiktif, entah itu dalam bentuk minuman atau obat yang telah menyatu dengan aliran da rah. Begitu kan cara kerjanya, saat zat itu terserap, mengalir ke seluruh aliran da rah dan menyebar di dalam tubuh, memperlambat fungsi otak, mempengaruhi cara berfikir, penurunan koordinasi dan perubahan suasana hati, pengguna merasa seperti sedang berada di ambang batas mimpi, melupakan jika keduanya sedang berada di dunia nyata sekarang. Ada hormon, adrenalin dan libi do yang dibangkitkan bersamaan dengan itu.

Bahkan Jae tau, jika kini lelaki yang tak dikenalnya itu tengah kembali memompanya, tapi ia tidak berusaha untuk menghentikannya meskipun hati menjerit ingin, ia justru semakin menangis meminta untuk ditolong dari siksaan efek reaktif obat yang dipaksa masuk ke dalam tubuhnya itu, tubuhnya memberikan reaksi suka, candu dan ingin terus saat Arlan menekan lebih dalam.

Malu? Ia sudah tak punya tenaga lagi untuk merasa malu, toh tubuhnya telah diserahkan, seluruh incinya telah dija mah. Lemas sudah pasti, sebab kini ia hanya berselimutkan dress-nya sendiri tanpa memakainya, seperti tak memiliki daya lagi untuk sekedar bangkit.

Begitupun lelaki yang baru saja bergulat dengannya, kini ia duduk bersandar dan menengadah di kursi dengan mata terpejam setelah berhasil memakai kembali celananya.

Keduanya diam.

Ada buliran air bening yang menetes di ekor mata Jae. Ia masih berusaha untuk menguatkan diri untuk sekedar duduk, segera berpakaian kembali diantara rasa menyakitkan dan deritanya yang mulai mereda setelah sesuatu dituntaskan.

Cukup lama mereka berada di posisi itu sampai akhirnya ketukan di pintu memaksa keduanya untuk menajamkan pendengaran.

"Biar gue aja." Arlan mendadak membuka kelopak mata, mengusap wajahnya kasar dan menyambar kemeja yang teronggok di sofa lalu memakainya.

Jae menatap langit-langit ruangan yang gelap, satu-satunya cahaya disana adalah lampu berwarna-warni yang sudah di stel di ruangan dan layar televisi. Tak ada suara berisik penyanyi atau alunan musik yang diputar di layar sana seperti layaknya ruangan karaoke, sehingga kini otaknya begitu berisik merutuki diri sendiri, *ia sudah tak virgin lagi*.

Pandangan Jae semakin buram, selain karena rasa pening dan berputar di kepala yang masih tersisa, namun syarafff-syarafff matanya kian berkedut melelehkan air mata dimana itu telah memenuhi ruang hati yang sudah hancur.

Entah apa yang dikatakan Arlan, sebab kini ia telah kembali menutup pintu ruangan dan duduk di samping Jae lagi.

Gadis ini masih diam dalam tangisnya, sementara Arlan mengetuk-ngetuk jidatnya seperti tengah berusaha keras membawa kesadaran sepenuhnya sambil berpikir.

Jae tau, lelaki itu sangat berusaha keras untuk tersadar dari pengaruh alkohol sampai-sampai ia menjambak rambutnya sendiri lalu merogoh celana, terlebih mencapit lembaran uang biru dan merah, "tip, atau cost untuk mak ing love----"

"Gue bukan LC. Simpan itu..." Ia melirik Arlan dengan wajah kacau, tatapan getir dan kecewa, cukup menyedihkan. Jae menyimpan potret pahatan Tuhan yang sedetik lalu baru saja bergu mul dengannya dalam naf suu bira hi ini, siapa tau ia harus menghafal wajah lelaki ini jika seandainya keadaan ke depan memburuk atau tidak normal kembali.

Alis tebalnya mengernyit, wajahnya begitu clueless dengan ucapan Jae barusan, haruskah ia meminta maaf sekarang? Atau, Arlan *blank* harus mengatakan apa karena yang teringat olehnya adalah rintihan Jae saat sedang berburu nafas dan meraup kenikmatan dengannya tadi.

*Aw....gue masih virgin, pelan-pelan* !

*Tolongin gue....please*, *tuntaskan*.

Jae dengan wajah kakunya itu, jelas tak bisa menutupi rasa hancurnya....karena berkali-kali lelehan air matanya mengalir membasahi pipi.

"Gue ngga buang di dalam. Seharusnya....tapi," Arlan menyerahkan kartu namanya, "ini. Hubungi jika sesuatu terjadi. Mau gue antar pulang?"

Jae meraih lembaran tipis kecil itu dari tangan Arlan, "sorry. Dan ngga usah....semoga, urusan kita cukup sampai disini aja."

Dan Jae pun, masih bingung dengan kondisinya saat ini. Apa ia berhak marah? Apa ia berhak meminta pertanggung jawaban lelaki bernama Arlan ini? Entahlah, ia hanya ingin tidur, dan memikirkannya sendirian saja. Ia sudah kehilangan sesuatu yang paling dibanggakan oleh wanita....ia kotor, ia....bin4l...

Namun lelaki itu menahan Jae, hingga tak lama kemudian pintu diketuk kembali dan Arlan beranjak membawa beberapa botol air putih yang dibawa karyawan tempat karaoke.

"Minum yang banyak, Lo mau gue pesenin makan?" Arlan menyerahkan botol air mineral yang telah dibuka segel dan tutupnya.

Baik Arlan atau Jae, tak ada yang mau membahas lagi dengan apa yang sudah mereka lakukan saat ini. Mungkin menyesali apa yang diperbuat? Atau.....

Jae menggeleng, "gue ngga akan minta apapun jika tidak terjadi sesuatu, seperti...." ujar Jae pada Arlan, ia menggeleng kecewa sambil menghela nafasnya, "karena ini bukan hanya kesalahan lo tapi gue, gue yang masuk dan mengumpankan diri..." unjuknya di kartu nama Arlan, lalu memasukan itu ke dalam tas selempangnya.

Arlan masih diam, mencerna apa yang terjadi sambil terus meneguk air minum, ia juga sedikit menyiramkan pada wajahnya. Sebelum akhirnya Jae pamit undur diri, Arlan memaksa mengantar, tapi Jae menolak. Bahkan membentak lelaki itu.

"Santai neng...gue cuma mau menunjukan rasa tanggungjawab gue aja."

Jae memutuskan untuk ijin esoknya dari kampus, dengan alasan sakit.

Ia memang sakit, hatinya yang terlampau sakit saat ini. Membayangkan kejadian kemarin yang begitu membekas namun sangat ingin ia lupakan.

"Jae...makan dulu," ibu masuk ke dalam kamarnya, menemukan sang putri yang seharian ini tak bergairah sama sekali untuk beraktivitas bahkan sekedar keluar kamar.

Berkali-kali ibu menempelkan punggung tangannya di kening Jae, engga demam.

"Sakit apa sih, sebenernya. Mau ke dokter?" tanya ibu. Jae menggeleng, "cuma capek aja, bu. Pengen istirahat aja, badan rasanya lemes."

Lengkungan bibir ibu membuat Jae menatapnya meyakinkan.

"Ya udah makan, turun kalo gitu secape itu ya kuliah kamu?"

Jae mengangguk, "iya sebentar lagi aku turun."

Sepeninggal ibu yang keluar kamar, Jae menatap diri di depan cermin. Wajah pucatnya yang....ia menggeleng, apakah ia memang terlalu gampang dibodohi lelaki breng sek macam Sion atas nama cinta? Beberapa kali Sion menelfonnya dan ia blokir seketika.

"Gue sebodoh itu. Gue, apa keliatan murahan?" tanya nya bermonolog, sampai-sampai Sion memiliki niatan memakainya? Bukankah seharusnya jika sayang itu melindungi, bukan merusak?

"Breng sek." Umpat Jae menggeleng menangis. Ia lantas berdiri dari duduknya, menatap penampilan yang tampak feminim itu, semenjak bersama Sion ia lebih....girly, atas permintaan kekasihnya itu.

Ia menghapus air mata dengan kasar. Ia benar-benar hanya akan menangis hari ini....lelaki macam Sion, tidak patut ia tangisi lagi.

Jae turun dari kamar, dimana ibu, ayah, dan mas Janitra sudah hampir selesai makan.

"Mas, motor merah aku yang pake besok buat ke kampus."

Ibu tersedak, mas Janitra bahkan sudah menumpahkan sedikit minum pada dagunya, sementara ayah....

"Yakin?" ujar Janitra.

"Loh...loh, tumben, ada apa?"

Seminggu, dua minggu..Arlan menatap layar ponselnya. Setelah sore itu, tak ada yang berubah di hidupnya. Bahkan tak ada nomor asing yang mampir selain dari orang yang memperkenalkan diri sebagai leasing motor dan admin judol.

**KKN 21**

(**Raras Nalula**) *Jangan ada yang absen di acara 4 bulanan gue. Cukup di nikahan gue sama Zal, Jovi sama Alby absen*.

(***Raindra Jovian***) *Habis kawin terbitlah acara 4 bulanan, 7 bulanan terus lahiran dan aqiqah. 🤕*

(***T. Zioma Arlan***) *terus Lo maunya apa, Jov? Sunatan*?

(***Sultan Tri Alby***) *habis batik terbitlah kemeja Koko*.

(***Arshaka Mandala***) *udah paling bener pake sarung*....

(***Lengkara Savio***) *curhatan para bujang. Aslinya deh, selain dari Mahad, Lo bertiga masih jomblo ya? Mau gue promoin ngga? Beli 2 gratis 1*?

(***Aluna Senja***) *Lan*, @***T. Zioma Arlan***, *tante mana tante? 😩*

(***T. Zioma Arlan***) *Apa sih ini ampun....tante...tante...Lo yang kira-kira dong, Nja kalo ngidam, dipikir tinggal nyomot di gerobak gorengan. suruh Maru punya lagi, jangan jadi ke gue*.

(***Sultan Tri Alby***) *Maru punya tante, Senja auto anter Maru ke klinik khitan lagi. Selametan deh kita..yeeee*!

(***Livia Syua Tan***) *Heran deh, padahal nih trio KKN 21 cowok-cowok tajir, apa karena kalian pelit ya jadi cewek pada melipir? 😂*

(***Purwangga Mahadri***) *kurang amal. Kurang ganteng, kurang se-ons*.

(**Sultan Tri Alby**) *sorry, bukan pelit ya...harap bedakan antara pelit sama investasi bodong*.

(***Meidina Sastro***) *investasi bodong? 😳*

(***Arshaka Mandala***) *si an jing 😂 pacaran disamain sama investasi bodong*.

(***Raindra Jovian***) *betul 🫠 sakitnya 7 jaitan kalo ngga jadi jodoh. Abis dibeliin barang, terus dianggap teman...katanya kamu terlalu baik*.

(***T. Zioma Arlan***) *lah, mestinya kalo begitu sebelum nembak Lo begal dulu tuh cewek, Lo lece hin....dikasih cowok baik malah ditolak*.

(***Aksara Jingga***) *saravvv😄*

(**Purwangga Mahadri**) 😂😂😂

(***T. Zioma Arlan***) *Sorry, kalo bilang pelit itu jelas bukan gue ya....gue anak ganteng, soleh, rajin menabung, rajin sedekah*...

(***Raindra Jovian***)*rajin ngintipin orang mandi*.

(***Nararya Zaltan***) *rajin nilep duit proyek*

(***Sultan Tri Alby***) *rajin nontonin video bo kepp*..

(***Raras Nalula***)*😆*

(***Meidina Sastro)😳***

(***Aluna Senja***) *Rajin pangkal pandai*. *Uhhh, kurang rajin apa om nya anak gue*.

Arlan menaruh ponselnya, pikirannya sudah dipenuhi oleh setiap potongan moment sore itu, moment yang tak akan bisa ia lupakan. Wajah cantik yang menthesah di bawah kungkungannya, di bawah kendali dan kuasanya.

Bahkan ia tak tau siapa nama gadis itu.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

.......

.......

untung ketauan belangnya Sion sebelum melangkah lebih jauh meskipun Jae kehilangan sesuatu yang sangat berharga didirinya.
jadi gk y benih x Arlan,, kalo tau anak " KKN 21 bakal diapain tuh

2025-12-06

1

Salim S

Salim S

kebiasaan teh sin up di jam rawan 😅😅untung masih melek jadi ngga ketinggalan...s arlan sekarang jadi pusat bullyan anak-anak monyet 😊😅😅kalau mereka tahu kelakuan mu lan habis di rujak sama mereka terutama senja...

2025-12-06

0

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

nyesel kan kalean berdua 😌
habis huhah hihi sama org yg gk dikenal, astaga ngidamnya senja yg minta calon Tante buat anak nya bakalan kesampaian nih....

2025-12-06

1

lihat semua
Episodes
1 1# Setan bernama Sion
2 2# Tak tau namanya
3 3# KKN TEMATIK
4 4# Srikandi 30
5 5# Tak ingin ingat lagi
6 6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7 7# Kutukan rumpun bambu
8 8# Namanya lucu
9 9# Mengandalkan satu sama lain
10 10# Ternyata....
11 11# Bukan girl band
12 12# Akhirnya terbongkar
13 13# Tatapan matanya
14 14# Kalo gitu, kenalan...
15 15# Mencintai dengan sederhana
16 16# Sakit atau...?
17 17# Butuh susu beruang
18 18# Semakin mendekat
19 19# Pake air hangat
20 20# Ibu-ibuan
21 21# Mempush diri
22 22# Bicara serius
23 23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24 24# Sesilia Gunawan
25 25# Hamil?
26 26# Si positif vibes
27 27# Jokes receh Arlan
28 28# Jaekawa punya gue
29 29# Anjeli's day
30 30# Biduan
31 31# Puncak emosi Jae
32 32# Akankah berjalan baik?
33 33# Sampai jumpa kembali
34 34# Behind the scene
35 35# Zoom meeting
36 36# Sponsor
37 37# Saya anak sapi
38 38# Chat time
39 39# Saksi hidup
40 40# Ngidam?
41 41# Feeling so bad
42 42# Kita hadapi bersama
43 43# Saya Arlan...
44 44# Restu
45 45# Mamak
46 46# Mabuk
47 47# Kau semaikan cinta
48 48# Bahasa cinta
49 49# Do'a ayah
50 50# Rujak
51 51# Kadar pertemanan
52 52# WO dadakan
53 53# Kini Kumenemukanmu
54 54# Happy wedding
55 55# Pengantin baru
56 56# Kesempatan dalam kesempitan
57 57# Meleng dikit, pindah
58 58# Era Arlanfly
59 59# Family time
60 60# Nakal
61 61# Abang si alan
62 62# Hemat waktu
63 63# Chat time
64 64# G--string vs stocking
65 65# Sweetnya bapak--ibu
66 66# Pillow talk
67 67# Racun
68 68# Sexy dengan caranya
69 69# Independent women
70 70# Tentang masa lalu
71 71# Aku kalah
72 72# Naluri orangtua
73 73# Sekolah suami---istri
74 74# Ghibahin yang punya rumah
75 75# Ada uang Abang sayang
76 76# Tak ada akhir kisah
77 77# Murid Arlan--Jovi next generation
78 78# Club no buaya darat
79 79# Club no buaya darat 2
80 80# Happy holiyeeyyy!
81 81# Balikin Jae, Vi...
82 82# Malamnya kita
83 83# Mamak vs Bapak
84 84# Pawang
85 85# Double date
86 86# Terungkap
87 87# Kembali pada porsinya
88 88# 4 Bulanan
89 89# Rollercoaster kehidupan
90 Epilog 1
91 Epilog 2, say good bye
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1# Setan bernama Sion
2
2# Tak tau namanya
3
3# KKN TEMATIK
4
4# Srikandi 30
5
5# Tak ingin ingat lagi
6
6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7
7# Kutukan rumpun bambu
8
8# Namanya lucu
9
9# Mengandalkan satu sama lain
10
10# Ternyata....
11
11# Bukan girl band
12
12# Akhirnya terbongkar
13
13# Tatapan matanya
14
14# Kalo gitu, kenalan...
15
15# Mencintai dengan sederhana
16
16# Sakit atau...?
17
17# Butuh susu beruang
18
18# Semakin mendekat
19
19# Pake air hangat
20
20# Ibu-ibuan
21
21# Mempush diri
22
22# Bicara serius
23
23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24
24# Sesilia Gunawan
25
25# Hamil?
26
26# Si positif vibes
27
27# Jokes receh Arlan
28
28# Jaekawa punya gue
29
29# Anjeli's day
30
30# Biduan
31
31# Puncak emosi Jae
32
32# Akankah berjalan baik?
33
33# Sampai jumpa kembali
34
34# Behind the scene
35
35# Zoom meeting
36
36# Sponsor
37
37# Saya anak sapi
38
38# Chat time
39
39# Saksi hidup
40
40# Ngidam?
41
41# Feeling so bad
42
42# Kita hadapi bersama
43
43# Saya Arlan...
44
44# Restu
45
45# Mamak
46
46# Mabuk
47
47# Kau semaikan cinta
48
48# Bahasa cinta
49
49# Do'a ayah
50
50# Rujak
51
51# Kadar pertemanan
52
52# WO dadakan
53
53# Kini Kumenemukanmu
54
54# Happy wedding
55
55# Pengantin baru
56
56# Kesempatan dalam kesempitan
57
57# Meleng dikit, pindah
58
58# Era Arlanfly
59
59# Family time
60
60# Nakal
61
61# Abang si alan
62
62# Hemat waktu
63
63# Chat time
64
64# G--string vs stocking
65
65# Sweetnya bapak--ibu
66
66# Pillow talk
67
67# Racun
68
68# Sexy dengan caranya
69
69# Independent women
70
70# Tentang masa lalu
71
71# Aku kalah
72
72# Naluri orangtua
73
73# Sekolah suami---istri
74
74# Ghibahin yang punya rumah
75
75# Ada uang Abang sayang
76
76# Tak ada akhir kisah
77
77# Murid Arlan--Jovi next generation
78
78# Club no buaya darat
79
79# Club no buaya darat 2
80
80# Happy holiyeeyyy!
81
81# Balikin Jae, Vi...
82
82# Malamnya kita
83
83# Mamak vs Bapak
84
84# Pawang
85
85# Double date
86
86# Terungkap
87
87# Kembali pada porsinya
88
88# 4 Bulanan
89
89# Rollercoaster kehidupan
90
Epilog 1
91
Epilog 2, say good bye

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!