4# Srikandi 30

Matahari bahkan belum membumbung tinggi, namun kini Srikandi 30 sudah mulai sibuk.

Disaat semua kelompok KKN baru memulai pertemuan, mereka bahkan sudah memulai surveynya.

Mobil milik Maharani menampung Sesil, Salsa, dan Bianca sementara Jae membonceng Andara di motornya...awalnya mereka memutuskan untuk berada di satu mobil saja, namun mempersiapkan medan yang khawatir membutuhkan kendaraan lebih kecil, maka Jae memilih mengendarai motor.

Deru mesin motor sampai di depan kampus, tepatnya melipir sedikit dari gedung kampus kebangaan. Yap! Mereka menjadikan kampus UNJANA jadi titik kumpul hari ini.

Bianca, ia sudah mendekap bantal leher pink miliknya sepaket sweater rajut nude sambil berdiri bersandar di kap mobil Maharani.

Maharani yang tengah menyuapkan mie instan goreng dari kotak makan, bersama Sesil yang asik ngemil coklat mengernyitkan alisnya melihat siapa si pengendara motor yang tiba-tiba berhenti di depan mereka sepaket deru berat mesin ninja yang seolah sedang menggoda mereka.

Jae membuka sejenak helmnya, "tinggal Salsa sama Andara ya?" suara itu....Bianca mengerjap beberapa kali....

"Astaga si Jae...gue baru tau Jae, lo emangnya bisa pake motor begini? Ya ampun! Di balik diamnya Jae, ternyata yaa ada cewek gahar..." oceh Bianca, sambil memeluk bantal leher di dekapan menatap penuh kagum setengah tak percaya pada temannya itu.

Ingat obrolannya dengan ibu tadi pagi, kenapa ngga pakai mobil aja...kenapa harus pakai motor ini...namun ia hanya memberikan alasan tengilnya, biar keliatan keren.

Jaekawa hanya membenarkan, sepertinya ucapan Bianca itu baru saja menyadarkannya, dimana 2 tahun ini tak bisa menjadi diri sendiri selama jadi kekasih Sion.

Berselang 10 menit kemudian, Salsa disusul Andara yang menenteng helm juga datang bergabung turun dari jemputannya, "sorry telat. Kesiangan bangun..." Salsa bahkan masih menunjukan rambut basahnya sesaat setelah melepas helm dan memberikan itu pada abangnya, "hati-hati..." gadis itu salim takzim pada sang kakak.

Sementara Andara, ia tak berniat melepas helm dari kepalanya justru ikut mencomot cemilan milik Sesil, "lapar gue belum sempet sarapan."

"Sarapan dulu deh...." pinta Jae diangguki Andara yang mengeluarkan kotak makannya dari tas lalu melahap sarapan dengan masih memakai sarung tangan dan helm.

"Say cisss! Srikandi UNJANA! Pejuang nilai SKS...." pinta Bianca mengarahkan kamera ke arah personel KKN 30. Termasuk mereka yang sedang sarapan. Moment ini akan selalu mereka kenang bahkan sampai mereka tua nanti.

"Jahe say hallo buketu..." pintanya.

"Good bye!" Ucap Jae memancing tawa renyah Bianca, lantas ia kini mengedarkan kamera pada Andara yang masih lahap, "sarapan sama apa tuh, Ra?" tanya nya, Andara di tengah kunyahannya kembali bersuara, "sarapan nasi uduk plus omelan Jae yang pedes...jadi gue ngga perlu sambel kacang lagi."

Dan tawa kembali tercipta, bagaimana tidak....Jaekawa, pagi-pagi sekali sudah mengomel membangunkan anggotanya itu untuk bergegas siap-siap. Sementara siapapun tau bagaimana cara para wanita bersiap. Jadwal jam 6 bisa jadi jam 8.

"Kita lewat tol, Jae...ntar ketemu di exit. Berkabar aja..." ujar Maharani sudah menutup kotak bekal dan minum, Jae mengangguk membetulkan kembali sarung tangannya yang sempat dibuka dan membuat telapak tangannya merasakan dingin.

"Hati-hati, kalo ada apa-apa langsung berkabar." Ujar Jae memasukan helm ke kepalanya, helm full face yang menutupi hampir seluruh bagian kepala dan wajah.

"Hati-hati Jahee! Jangan ngebut-ngebut banget, ini jalanan ibukota bukan trek balap Mandalika!" pekik Bianca.

Andara tertawa, "berasa duduk di atas awan gue, deket banget kayanya kalo mau berdo'a sama Yang Maha Kuasa. Cepet diijabah engga, kira-kira?" tanyanya tertawa lagi dan mulai naik ke boncengan tinggi motor Jaekawa.

Jae menekan starter hingga bunyi deru mesinnya langsung mengaum dan menggerung berat membuat minder sekeliling.

Motor besar itu membelah kesibukan ibukota saat hari belum sepenuhnya terang.

Mobil dan motor melaju bersama dengan Andara yang kini sudah memegang tongsis membingkai setiap perjalanan mereka. Dimana kini mobil Maharani mengambil arah gerbang tol.

"Bye! See you di exit tol!" Bianca melambaikan tangannya, bersama Jae yang mengokei bersama Andara di belakang boncengan Jae, "wooahhh! Goes to Cikalong, guysss!" teriak Andara merentangkan kedua tangannya saat Jae menembus jalanan dengan menaikan kecepatan motor melihat celah jalanan yang belum ramai.

.

.

Entahlah, apa yang membuat Arlan tergerak untuk kembali mendatangi tempat karaoke tempatnya dan gadis itu melakukan hal yang menyenangkan itu. Hanya saja, ia resah, ia penasaran....padahal apa yang akan ia dapatkan selain dari hasil nihil?

Kutukan jadi orang baik ya begini, pikirnya! Ia melajukan motor yang telah senantiasa menemaninya sejak masa kuliah. Dan ia, membiarkan mobil yang telah ia beli dengan keringatnya di parkiran apartemen saja, sebab apa....sebab mengendarai mobil bukan pilihan tepat disaat macet selalu jadi kebiasaan pagi jalanan ibukota.

Sejenak ia berhenti tepat di depan gedung Adam Vista, sebelum benar-benar berangkat ke kantor. Menatapnya lama, seolah ia bisa mendapatkan jawaban tentang apa yang ada di benaknya sekarang, tentang siapa gadis itu.

Dalam jeda waktu beberapa minggu ini, gadis itu sungguh menyita pikirannya, tentang....kenapa ia tak mau menerima uang darinya? Lalu tentang kondisi gadis itu yang memintanya merenggut keperawanannya, sungguh aneh sekali. Gadis itu tidak gila, kan?

Mungkin akan berbeda jika seandainya, Jae menerima ongkos atas layanan kemarin, mungkin Arlan tak akan sepenasaran ini jika saja Jae mengaku LC dan Jae menghubunginya.

"Hah bodo amat lah! Gue sih ngga rugi..." Akhirnya ia menyerah dan memilih untuk tak peduli, sudah terlalu lama ia memikirkannya namun bukannya mereda justru semakin membuatnya pusing.

KKN 21

(Raras Nalula) jangan lupa sore ini.

~~

Arlan menthesah baru ingat jika sore ini Zaltan dan Lula mengadakan acara pengajian 4 bulanan di rumah mereka.

.

.

Formasi kali ini lengkap, meskipun Syua dan Mahad harus datang terlambat.

Bahkan Maru yang baru saja pulang dari Batam ikut menyempatkan diri untuk datang bersama Senja.

Bean bag, selalu menjadi barang paling wajib ada di manapun KKN 21 ini berada, emang spek kaum rebahan sudah jadi cap untuk mereka sepertinya.

Disaat Lula dan Zaltan masih sibuk dengan kerabat dan tamu di depan sana bersama keluarganya. KKN 21 sudah menjadi penghuni teras belakang bersama beberapa cemilan dan minuman.

"Bumil-bumil ngga bisa minggir dulu, ke dalem deh ke dalem....cowok mau rokok-an nih..." pinta Jovi.

"Ck. Baru mau menghirup udara segar...udah diusir. Sumpek tau, mual gue kalo di dalem...." keluh Senja yang berat badannya cukup turun di usia kandungan yang masih sangat muda itu, sebab ia yang mengalami morning sickness yang cukup mengganggu. Bahkan di awal-awal ia sempat masuk rumah sakit dan rawat inap.

"Bisa ngga sih, cowok-cowok ngemutt permen dulu deh pas ketemu gini, ngga usah ngebul dulu...." pinta Vio yang kemudian menitipkan bayi gemoy yang sudah risih kala ibunya memakaikan bandana itu.

Arlan tertawa, "betapa tersiksanya ponakan gue ini punya emak kaya Vio...liat mukanya! Cari om om yuk nak!" dan Yara, ia justru tertawa geli tanpa gigi diajak bicara begitu oleh Arlan.

Alby tertawa, "si an jing, mana ketawa lagi..." umpatnya.

"Emang, bedebah banget nih om Yara satu ini."

Senja tertawa, "chewy jangan dengerin om-om gila ya..." ia bahkan menangkup wajah Yara yang bermata bening persis Vio namun memiliki alis seperti Shaka itu, atau bisa dikatakan mungkin...hanya matanya saja yang mirip Vio sang ibu, karena wajah Yara plek ketiplek wajah Shaka.

"Ini si Shaka versi cewek bener-bener ada di Yara." Ujar Jovi. Setelah di gendong sana sini layaknya piala bergilir Yara akhirnya terlelap, bayi gemoy yang antengnya ngalahin anteng ibunya, bahkan....Shaka lebih heboh ngurusin ketantruman Vio ketimbang Yara.

"Lucu banget Vi, Vi..." Alby dijambak Vio, "jangan diganggu be go. Lecet susu gue kalo dia bangun." Omelnya sebab Alby sejak tadi terus saja mengecupi pipi wangi khas bayi Yara.

Maru membawa jus jeruk memberikannya untuk Senja, "masih mual?" tanya nya digelengi Senja, "disini engga. Kalo di dalem bau masakan..." keluhnya.

"Ah, ribet banget ternyata hamil. Segala dibilang bau, ketek laki Lo yang lebih bau, Nja..." tuduh Arlan. Jingga justru menggeleng, "justru itu. Mei malah seneng nyium ketek gue..."

Mahadri bergidik, "ya kali, bang ke..."

"Lah, ngga percaya...cepet kawin, bikin cici hamil Had. Gue mau liat waktu Lo kerepotan ngurus bumil, seribet apa?" decih Shaka.

Namun bukan Mahad yang menggeleng, melainkan Arlan, "apa sih yang bakal bikin Mahadri ribet. Bawahan, karyawan banyak, dia yang bikin...ntar orang yang heboh layanin bininya ngidam."

Mahadri mengangguk terkekeh menunjuk Arlan sembari matanya melirik Syua yang sedang berada di dalam bersama Lula dan Zaltan, juga Mei.

"Terus Lo kapan, Lan? Kan gue udah bilang...sekarang gue ngidam Lo punya bini, atau minimal cewek? Ntar anak gue keburu lahiran, ngencesan gimana?" tanya Senja membuat Arlan sewot, "lah, yang bener aja, Ru...kelakuan bini Lo tuh!" tuduhnya mengadu pada Maru.

"Eh, iya. Ga...beneran anak UNJANA ada yang KKN lagi di Widya Mukti?" tanya Vio memastikan diangguki Jingga. Dan Arlan hanya merebahkan badannya di bean bag, "minimalnya Widya Mukti udah enak sekarang. Udah aman...mau apalagi coba yang diulik, semuanya udah ada...kenapa ngga milih desa lain coba?"

"Kata pak Agus, KKN tematik. Bukan reguler, awalnya pak Kadus sempet nolak, tapi ternyata udah keburu deal sama pihak kampus."

"Terus, kunjungan yang di planing kapan?" tanya Maru.

"Rencana apa?" tanya Senja menatap suaminya itu.

"Cek coop 21, Nja. Sekalian Alby, Jovi sama Arlan juga liat Wana tani. Katanya beberapa mesin fertilizer ada yang rusak."

"Ikut, sayang..." rengeknya pada Maru.

"Gue ikut!" angguk Vio, "Yara udah gede ya, bisa ngikut."

"Lah...lah, ikut aja semuanya." Ujar Alby.

"Gue ngga ikut kayanya, By...Jov, kerjaan numpuk." Ujar Arlan.

"Anjeli mau merit loh," ujar Senja.

"Hah? Kapan?!!" tanya Arlan, Alby dan Jovi.

Vio tertawa, "harga diri ngerasa di cincang ya bang? Heboh banget nanya nya..."

"Bukan sih Vi kalo menurut gue mah, tapi....hari patah hati sedunia ngga sih?" cibir Senja. Mahadri tertawa tergelak bersama Shaka.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Khoirun Ni'mah

Khoirun Ni'mah

aq suka banget obrolan KKN 21 berasa nyata aja ceritanya bukan seperti novel... obrolannya asyik banget..the best teh Sin...love you sekebon

2025-12-06

1

mama_im

mama_im

tuh, neng anjeli aja udah mau nikah, mahad sama shua kapan?? pasti status nih yg jadi halangan. hadeeeuuuhhh

2025-12-06

2

Iccha Risa

Iccha Risa

Arlan harus ngerasain langsung drama bumil nihh bukan kenapa ciptratan ya aja,
nih cowo2 jomblo akut ga mau apa jemput jodoh, Anjeli aja dah mw meritt...

2025-12-06

0

lihat semua
Episodes
1 1# Setan bernama Sion
2 2# Tak tau namanya
3 3# KKN TEMATIK
4 4# Srikandi 30
5 5# Tak ingin ingat lagi
6 6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7 7# Kutukan rumpun bambu
8 8# Namanya lucu
9 9# Mengandalkan satu sama lain
10 10# Ternyata....
11 11# Bukan girl band
12 12# Akhirnya terbongkar
13 13# Tatapan matanya
14 14# Kalo gitu, kenalan...
15 15# Mencintai dengan sederhana
16 16# Sakit atau...?
17 17# Butuh susu beruang
18 18# Semakin mendekat
19 19# Pake air hangat
20 20# Ibu-ibuan
21 21# Mempush diri
22 22# Bicara serius
23 23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24 24# Sesilia Gunawan
25 25# Hamil?
26 26# Si positif vibes
27 27# Jokes receh Arlan
28 28# Jaekawa punya gue
29 29# Anjeli's day
30 30# Biduan
31 31# Puncak emosi Jae
32 32# Akankah berjalan baik?
33 33# Sampai jumpa kembali
34 34# Behind the scene
35 35# Zoom meeting
36 36# Sponsor
37 37# Saya anak sapi
38 38# Chat time
39 39# Saksi hidup
40 40# Ngidam?
41 41# Feeling so bad
42 42# Kita hadapi bersama
43 43# Saya Arlan...
44 44# Restu
45 45# Mamak
46 46# Mabuk
47 47# Kau semaikan cinta
48 48# Bahasa cinta
49 49# Do'a ayah
50 50# Rujak
51 51# Kadar pertemanan
52 52# WO dadakan
53 53# Kini Kumenemukanmu
54 54# Happy wedding
55 55# Pengantin baru
56 56# Kesempatan dalam kesempitan
57 57# Meleng dikit, pindah
58 58# Era Arlanfly
59 59# Family time
60 60# Nakal
61 61# Abang si alan
62 62# Hemat waktu
63 63# Chat time
64 64# G--string vs stocking
65 65# Sweetnya bapak--ibu
66 66# Pillow talk
67 67# Racun
68 68# Sexy dengan caranya
69 69# Independent women
70 70# Tentang masa lalu
71 71# Aku kalah
72 72# Naluri orangtua
73 73# Sekolah suami---istri
74 74# Ghibahin yang punya rumah
75 75# Ada uang Abang sayang
76 76# Tak ada akhir kisah
77 77# Murid Arlan--Jovi next generation
78 78# Club no buaya darat
79 79# Club no buaya darat 2
80 80# Happy holiyeeyyy!
81 81# Balikin Jae, Vi...
82 82# Malamnya kita
83 83# Mamak vs Bapak
84 84# Pawang
85 85# Double date
86 86# Terungkap
87 87# Kembali pada porsinya
88 88# 4 Bulanan
89 89# Rollercoaster kehidupan
90 Epilog 1
91 Epilog 2, say good bye
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1# Setan bernama Sion
2
2# Tak tau namanya
3
3# KKN TEMATIK
4
4# Srikandi 30
5
5# Tak ingin ingat lagi
6
6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7
7# Kutukan rumpun bambu
8
8# Namanya lucu
9
9# Mengandalkan satu sama lain
10
10# Ternyata....
11
11# Bukan girl band
12
12# Akhirnya terbongkar
13
13# Tatapan matanya
14
14# Kalo gitu, kenalan...
15
15# Mencintai dengan sederhana
16
16# Sakit atau...?
17
17# Butuh susu beruang
18
18# Semakin mendekat
19
19# Pake air hangat
20
20# Ibu-ibuan
21
21# Mempush diri
22
22# Bicara serius
23
23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24
24# Sesilia Gunawan
25
25# Hamil?
26
26# Si positif vibes
27
27# Jokes receh Arlan
28
28# Jaekawa punya gue
29
29# Anjeli's day
30
30# Biduan
31
31# Puncak emosi Jae
32
32# Akankah berjalan baik?
33
33# Sampai jumpa kembali
34
34# Behind the scene
35
35# Zoom meeting
36
36# Sponsor
37
37# Saya anak sapi
38
38# Chat time
39
39# Saksi hidup
40
40# Ngidam?
41
41# Feeling so bad
42
42# Kita hadapi bersama
43
43# Saya Arlan...
44
44# Restu
45
45# Mamak
46
46# Mabuk
47
47# Kau semaikan cinta
48
48# Bahasa cinta
49
49# Do'a ayah
50
50# Rujak
51
51# Kadar pertemanan
52
52# WO dadakan
53
53# Kini Kumenemukanmu
54
54# Happy wedding
55
55# Pengantin baru
56
56# Kesempatan dalam kesempitan
57
57# Meleng dikit, pindah
58
58# Era Arlanfly
59
59# Family time
60
60# Nakal
61
61# Abang si alan
62
62# Hemat waktu
63
63# Chat time
64
64# G--string vs stocking
65
65# Sweetnya bapak--ibu
66
66# Pillow talk
67
67# Racun
68
68# Sexy dengan caranya
69
69# Independent women
70
70# Tentang masa lalu
71
71# Aku kalah
72
72# Naluri orangtua
73
73# Sekolah suami---istri
74
74# Ghibahin yang punya rumah
75
75# Ada uang Abang sayang
76
76# Tak ada akhir kisah
77
77# Murid Arlan--Jovi next generation
78
78# Club no buaya darat
79
79# Club no buaya darat 2
80
80# Happy holiyeeyyy!
81
81# Balikin Jae, Vi...
82
82# Malamnya kita
83
83# Mamak vs Bapak
84
84# Pawang
85
85# Double date
86
86# Terungkap
87
87# Kembali pada porsinya
88
88# 4 Bulanan
89
89# Rollercoaster kehidupan
90
Epilog 1
91
Epilog 2, say good bye

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!