Roller Costlove

Roller Costlove

1# Setan bernama Sion

Jaekawa, ia menatap lorong bersiramkan cahaya lampu neon dengan hati dan otak berisik. Lebih berisik dari suara sayup yang sempat terdengar dari salah satu ruangan saat pintu itu terbuka oleh penghuni di dalamnya.

Feeling-nya mengatakan kali ini salah, namun....entahlah, rasa cintanya yang besar menggusur langkah Jae kesini, berangkat dengan perasaan terpaksa dan ragu, tak menyurutkan ayunan langkahnya hingga tiba di salah satu pintu hitam dimana di dalam sana Sion Dewangga sang kekasih yang telah dipacarinya selama 2 tahun mengajaknya sing a song bersama teman-temannya dalam rangka ulang tahun salah satu sahabat dekat Sion.

Jae menghela nafasnya yang tak pernah menyangka jika perasaan ragu hadir kali ini.

"Sayang..." senyum itu melebar saat melihat Jae sudah datang.

...----------------...

"Lan, sore ikut ke Adam Vista, si bar'uk udah sewa buat 3 jam. Cari hiburan lah, biar ngga stress. Kerja teroooos jadi raja engga." Azul menepuk pundaknya yang sepertinya memberikan efek pegal itu semakin terasa. Benar, ia butuh hiburan.

"Sewa LC (lady companion) kagak?" tanya nya melewati work station nya hingga beberapa rekan kerja lelaki melongok, hanya dua huruf namun mampu membuat riuh isi otak dan ruangan.

Azul tertawa, "nih orang sekalinya berkoar kaya petasan banting. LC...LC...gue sewa yang punya tempatnya sekalian, biar bisa ngebor di depan Lo." Ujarnya sambil tersenyum dan menoleh pada si senior software engineering ini.

KKN 21

(Lengkara Savio) Guys, ada yang mau lewat ke jalan Sudirman ngga? Kasian Nja, beliin rujak cingur yang disana dong...bumil itu kalo ngga diturut, bumi gonjang-ganjing.

(Sultan Tri Alby) gue ada rencana sih, tapi tau begitu...ngga jadi lewat sana lah.

(Raindra Jovian)😂 bang ke emang. Ngapain Lo jawab kalo gitu.

(Aluna Senja) tolongin dong, gue lagi ngandung calon presiden deh kayanya. Bapaknya lagi ke Batam 😭😭 nangis sejadi-jadinya nih.

(Nagara Kertamaru) biar nanti aku nyuruh orangku, sayang.

(Nararya Zaltan) bapak mana, bapak? @T. Zioma Arlan. Anak pungut Lo mau rujak cingur, Lan.

(Sultan Tri Alby) oh iya ya, anak Maru--Senja kan anak Arlan juga.

(Arshaka Mandala) temen ku nyuk gue kapan move on nya kalo gitu? 😭

(Purwangga Mahadri) Lan, @T. Zioma Arlan abis ini Lo minta upah. Kalo anak Senja--Maru cewek Lo udah pesenin buat jadi istri. Itung-itung buat pengorbanan Lo selama ini.

(Lengkara Savio) jahat. Kalo Mahad isian otaknya ya cuma rugi dan untung aja sih emang.

(T. Zioma Arlan) gue mau dangdutan dulu. Orang Maru banyak lah, Nja...yang bener aja, Lo tinggal tunjuk. Atau OB di kantor Mahad kan bejibun. Ngga usah repot. Lagian baru kemaren gue bawain soto bareng abang-abangnya sekalian.

(Raras Nalula) 😂😂😂 Saravv emang ni orang. Senja ngidam soto dibawain sama abangnya.

(Livia Syua Tan) 😂 Arlan si penyelamat bumil KKN 21. Emang enak banget cowok disini, giliran udah tekdung, Arlan yang mesti nolong Menuhin ngidamnya ibu-ibu disini.

(Raindra Jovian) Temen gue 🥺 semoga jalur Lo masuk surga dipercepat bro, lewat jalur bumil.

(Aksara Jingga)😆

(Arshaka Mandala)😆

(Sultan Tri Alby) Lo disumpahin mati cepet tuh, Lan.

(Meidina Sastro) thanks a lot Arlan. 🥰

(Raras Nalula) makasih banyak Arlan 🥰

(Aluna Senja) Arlan😭 gue udah ngga mau rujak, maunya calon Tante anak gue dari Lo sekarang.

(T. Zioma Arlan) ntar gue cari di kobokan.

Arlan berjalan bersama Azul, dimana katanya....rekan kantor mereka yang berjumlah 4 orang akan terlambat.

"Gue pingin ken cing lah, lo duluan....room nomor 2...." ujarnya pada Arlan menyerahkan kresek berisi Vod-ka pada Arlan yang kemudian duluan berjalan dan mengokei dan masuk membuka room nomor yang disebutkan itu dengan wajah suntuk.

"Belas..."

Benar, diantara ruang temaram, layar besar, beberapa microphone dan sofa nyaman yang disiapkan membentuk later L ini Arlan langsung menjatuhkan badan. Mengecek kembali sebentar ponselnya dimana grup wa memang tak pernah benar-benar sepi. KKN 21 memang sudah seperti keluarga, iya...keluarga memang seringnya menyusahkan dan merepotkan kan? Saat ini drama ngidam Senja, Nalula dan Mei yang belakangan begitu merepotkannya.

Belum lagi kehebohan Shaka dan Vio yang mengasuh putri kecil mereka, Yara alias chewy.

Cukup lama ia menunggu, "Si Azul ken cing apa buang batu empedu? Lama amat..." ia melirik arlojinya, tak sabar ia segera membuka segel di bibir botol kaca itu dan meneguknya langsung, Azul dan dirinya sengaja membeli ini di luar yang nantinya akan disediakan Bian sang rekan pemilik hajat. Katanya biar puas.

Jae, feeling-nya ternyata tak salah. Ia terseok-seok pergi dari room dimana nyatanya para penghuni ini benar-benar melakukan pesta, dan ia sangat-sangat kecewa pada Sion.

Dengan perut yang terasa mulai diaduk-aduk ia berusaha keras keluar dengan beralibi ke toilet sebentar.

Hingga akhirnya....

Huwekkk....Ia benar-benar memuntahkan isian makan siangnya tadi, belum lagi bau minuman, Yap...ia benar-benar merasa hancur, Sion dengan teganya memaksa dan mencekokinya.

Ia tau apa yang masuk ke dalam mulutnya itu. Itu bukan cinta melainkan bodoh, Jae!!!

Jae merosot di kamar mandi tempat karaoke. Belum selesai dengan rasa perut yang bak diaduk-aduk itu, kini rasa kleyengan dan panas di wajahnya menyerang.

Apakah rasanya minuman keras itu, memang sekeras ini? Sebab....kini jantung Jae sudah bergetar, badannya merasakan perasaan yang entahlah----seperti ia membayangkan fantasi paling liar. Bayangan wajah Sion tadi membuatnya kecewa berat, dimana ia mengatakan sesuatu yang membuatnya syok.

Kita udah 2 taun pacaran, masa cuma ciuman doang...itu pun kamu sering nolak.

Gue mau ma king love...

Jae ! Jae ! Sayang!

Jae keluar dari kamar mandi dan dengan tenaga yang harus bergelut bersama semua rasa tak enak itu, ia bergegas kabur...

"Jae ! Sayang!"

Jae berlari, dan entahlah, kini badannya justru bergetar, aliran da rah ke organ in timnya mendadak begitu deras sehingga terasa....gatal? Geli?

Shittt! Jae ingin sekali menangis.

Ceklek...blugh!

Jae bersembunyi entah di ruang siapa dan dimana, yang jelas ia hanya ingin mengamankan dirinya dari Sion.

"Lo lama banget bang ke." Umpat Arlan.

Jae terhenyak mendengar suara seseorang dari sana. Dan kini ia ambruk tepat di bawah pintu membuat Arlan segera melihatnya, "Lo, LC?" senyum Arlan lebar melihat sosok gadis manis nan cantik dengan dress selutut berwarna nude disana.

"Please tolong gue...bisa kasih gue minum?" pinta Jae. Namun yang diberikan justru-----

Ia sadar, meski dalam pengaruh obat dan minuman. Begitupun lelaki yang sekarang ada di sampingnya memintanya memandu memilihkan lagu.

Tapi bukan begitu cara kerja obat si alan yang diberikan Sion. Sebab...mulut dan organ gerak motoriknya melenceng, tidak seirama, dahsyat sekali efek apa yang diberikan setan bernama Sion.

"Bang, bisa tolongin gue..." diantara sadar dan tidaknya, ia justru meraih kerah kemeja Arlan dan menempelkan bibir keduanya dengan paksa. Jae menangis, menangis di dalam hati. Karena kedua tangannya sudah menggera yangi Arlan.

"Gue minta air..." tangisnya pecah, "gue udah basah..." lirihnya, Arlan menyeringai memang minuman keras itu terlalu bang sat. Lampu temaram yang membuat suasana jadi syahdu, sofa nyaman, otak yang telah melanglang buana, dan gadis itu telah membebaskan dirinya dari kancing kemeja.

"Lo mau ngapain?" tanya Arlan, "Lo minta air tapi..."

*Si alan. LC begini bikin gue*....awalnya ia sempat menolak, jatuhnya seperti ia yang mau di perko s44 cewek.

Sebab, *an jingg* ! Perempuan ini sudah bergerak turun menye sap miliknya.

Otaknya yang sudah kepentok itu justru terbuai dan menghasilkan reaksi tubuh yang di luar kendali.

.

.

.

.

Note : Welcome di cerita sederhanaku. Setelah susah keluar dari feel dan dunia latar istana 80an, akhirnya aku terdampar disini.

***Attention please*** !!!

Warning, ceritaku ini untuk usia diatas 17 tahun yang sudah bisa membedakan mana yang salah dan betul, bukan cerita anak Soleh, jadi segera stop jika kamu merasa mereka ini terlalu *kotor* menurut versimu. **kisah ini tidak cocok untuk para soft spoken dan para ukhti atau akhi** !!!!

Diambil yang baiknya saja dan buang yang jeleknya. Dan oh ya, jangan membebaniku dengan '*kenapa ngga kocak, ngakak atau somplak*' please itu mengganggu kinerja otakku....biarkan aku dengan pikiranku. Dan aku bukan penulis yang setia di satu genre atau pola pikir yang sama.

Yang cuma mau baca beberapa bab aja atau nabung bab...please mundur teratur. Jika sudah buka bab 1 maka lanjutkan....ingat!! Aku ngga pernah rugiin orang, maka jangan rugikan aku 😈😈 dengan hanya singgah tanpa melanjutkan.

Welcome to Arlan story....🥰🥰🤗

Salam dari para ku nyuk dan bede bah KKN 21.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Salim S

Salim S

akhirnya setelah sekian purnama menunggu...welcome back teh..dari awalnya aja udah bikin greget dan gemes....dan terjadilah ons...arlan baru nongol aja udah di sumpahin sama anak anak monyet 21 😅😅😅😅sabar lan orang sabar di sayang tuhan 😅😅😅😅

2025-12-05

1

Cherry

Cherry

si kunyuk Arlaaaaanjiiiiiing,udah g perjaka lagi luuuuu

Masih setia dinovelmu kak Sin,apapun genremu pasti ceritanya keren 👍. Semangat

2025-12-06

1

Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o

Neaaaa(ʘᴗʘ✿)o(〃^▽^〃)o

radaaaa syoook di kisah arlan sama jae..., maaf baru baca lagi yaa teh..., terakhir setelah drama anak² KKN 21, drama Real ternyata menyita diriku😞.., dan ini sukaaaa..., 🥰🥰

2026-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 1# Setan bernama Sion
2 2# Tak tau namanya
3 3# KKN TEMATIK
4 4# Srikandi 30
5 5# Tak ingin ingat lagi
6 6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7 7# Kutukan rumpun bambu
8 8# Namanya lucu
9 9# Mengandalkan satu sama lain
10 10# Ternyata....
11 11# Bukan girl band
12 12# Akhirnya terbongkar
13 13# Tatapan matanya
14 14# Kalo gitu, kenalan...
15 15# Mencintai dengan sederhana
16 16# Sakit atau...?
17 17# Butuh susu beruang
18 18# Semakin mendekat
19 19# Pake air hangat
20 20# Ibu-ibuan
21 21# Mempush diri
22 22# Bicara serius
23 23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24 24# Sesilia Gunawan
25 25# Hamil?
26 26# Si positif vibes
27 27# Jokes receh Arlan
28 28# Jaekawa punya gue
29 29# Anjeli's day
30 30# Biduan
31 31# Puncak emosi Jae
32 32# Akankah berjalan baik?
33 33# Sampai jumpa kembali
34 34# Behind the scene
35 35# Zoom meeting
36 36# Sponsor
37 37# Saya anak sapi
38 38# Chat time
39 39# Saksi hidup
40 40# Ngidam?
41 41# Feeling so bad
42 42# Kita hadapi bersama
43 43# Saya Arlan...
44 44# Restu
45 45# Mamak
46 46# Mabuk
47 47# Kau semaikan cinta
48 48# Bahasa cinta
49 49# Do'a ayah
50 50# Rujak
51 51# Kadar pertemanan
52 52# WO dadakan
53 53# Kini Kumenemukanmu
54 54# Happy wedding
55 55# Pengantin baru
56 56# Kesempatan dalam kesempitan
57 57# Meleng dikit, pindah
58 58# Era Arlanfly
59 59# Family time
60 60# Nakal
61 61# Abang si alan
62 62# Hemat waktu
63 63# Chat time
64 64# G--string vs stocking
65 65# Sweetnya bapak--ibu
66 66# Pillow talk
67 67# Racun
68 68# Sexy dengan caranya
69 69# Independent women
70 70# Tentang masa lalu
71 71# Aku kalah
72 72# Naluri orangtua
73 73# Sekolah suami---istri
74 74# Ghibahin yang punya rumah
75 75# Ada uang Abang sayang
76 76# Tak ada akhir kisah
77 77# Murid Arlan--Jovi next generation
78 78# Club no buaya darat
79 79# Club no buaya darat 2
80 80# Happy holiyeeyyy!
81 81# Balikin Jae, Vi...
82 82# Malamnya kita
83 83# Mamak vs Bapak
84 84# Pawang
85 85# Double date
86 86# Terungkap
87 87# Kembali pada porsinya
88 88# 4 Bulanan
89 89# Rollercoaster kehidupan
90 Epilog 1
91 Epilog 2, say good bye
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1# Setan bernama Sion
2
2# Tak tau namanya
3
3# KKN TEMATIK
4
4# Srikandi 30
5
5# Tak ingin ingat lagi
6
6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7
7# Kutukan rumpun bambu
8
8# Namanya lucu
9
9# Mengandalkan satu sama lain
10
10# Ternyata....
11
11# Bukan girl band
12
12# Akhirnya terbongkar
13
13# Tatapan matanya
14
14# Kalo gitu, kenalan...
15
15# Mencintai dengan sederhana
16
16# Sakit atau...?
17
17# Butuh susu beruang
18
18# Semakin mendekat
19
19# Pake air hangat
20
20# Ibu-ibuan
21
21# Mempush diri
22
22# Bicara serius
23
23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24
24# Sesilia Gunawan
25
25# Hamil?
26
26# Si positif vibes
27
27# Jokes receh Arlan
28
28# Jaekawa punya gue
29
29# Anjeli's day
30
30# Biduan
31
31# Puncak emosi Jae
32
32# Akankah berjalan baik?
33
33# Sampai jumpa kembali
34
34# Behind the scene
35
35# Zoom meeting
36
36# Sponsor
37
37# Saya anak sapi
38
38# Chat time
39
39# Saksi hidup
40
40# Ngidam?
41
41# Feeling so bad
42
42# Kita hadapi bersama
43
43# Saya Arlan...
44
44# Restu
45
45# Mamak
46
46# Mabuk
47
47# Kau semaikan cinta
48
48# Bahasa cinta
49
49# Do'a ayah
50
50# Rujak
51
51# Kadar pertemanan
52
52# WO dadakan
53
53# Kini Kumenemukanmu
54
54# Happy wedding
55
55# Pengantin baru
56
56# Kesempatan dalam kesempitan
57
57# Meleng dikit, pindah
58
58# Era Arlanfly
59
59# Family time
60
60# Nakal
61
61# Abang si alan
62
62# Hemat waktu
63
63# Chat time
64
64# G--string vs stocking
65
65# Sweetnya bapak--ibu
66
66# Pillow talk
67
67# Racun
68
68# Sexy dengan caranya
69
69# Independent women
70
70# Tentang masa lalu
71
71# Aku kalah
72
72# Naluri orangtua
73
73# Sekolah suami---istri
74
74# Ghibahin yang punya rumah
75
75# Ada uang Abang sayang
76
76# Tak ada akhir kisah
77
77# Murid Arlan--Jovi next generation
78
78# Club no buaya darat
79
79# Club no buaya darat 2
80
80# Happy holiyeeyyy!
81
81# Balikin Jae, Vi...
82
82# Malamnya kita
83
83# Mamak vs Bapak
84
84# Pawang
85
85# Double date
86
86# Terungkap
87
87# Kembali pada porsinya
88
88# 4 Bulanan
89
89# Rollercoaster kehidupan
90
Epilog 1
91
Epilog 2, say good bye

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!