3# KKN TEMATIK

Jaekawa, jika tak ingat dengan rasa malu, keluarga, lalu KKN tematik yang siap ia lakukan beberapa minggu ke depan, mungkin sudah ia laporkan Sion pada pihak berwajib.

Dan kejadian menggemparkan kantin 2 minggu lalu masih hangat-hangatnya diperbincangkan oleh para mahasiswa di UNJANA yang kebetulan di saat bersamaan ada di kantin, lalu kabar ini menyebar luas bak virus.

Byurr!

Jae sudah menyiramkan jus ke kepala Sion, dimana lelaki itu tengah berada bersama teman-temannya. Awalnya Sion tersenyum melihat kedatangan Jae, merentangkan kedua tangannya menyambut gadis di dalam balutan jaket kulitnya kini, tidak seperti biasanya yang akan nampak feminim.

Namun....wajahnya tak bisa lebih murka lagi saat Jae melakukan hal mengejutkan itu.

"Kita putus, akhirnya gue tau Lo cowok breng sek yang pernah gue kenal."

"Shittt! Jae!!" teriaknya diantara rasa syok dan badan dilumuri jus alpukat miliknya. Bahkan teman-temannya turut terkejut dan langsung terjengkat bangkit.

"Jae! Apa-apaan kamu?!" ia beranjak mengejar Jae.

Mendadak kantin riuh, mereka hanya menonton, bahkan beberapanya memilih merekam itu. Jaman sekarang, orang-orang tuh kalo ada yang berantem justru direkam bukan dipisahin.

"Apa perlu gue buka aib Lo ini. Sion, Lo ngga tau seberapa kecewanya gue sama Lo..." tunjuk Jae jelas dengan wajah muak dan kecewanya menunjuk-nunjuk dada Sion.

"Ck. Elah...Jae, ngga usah muna ngga usah kampungan lah, jaman sekarang tuh..." ia berujar dengan enteng dan seperti itu bukan hal besar.

"Kampungan. Gue emang kampungan, Sion." Tukas Jae menatap nanar.

Sion menyeringai tersenyum miring, "terus Lo kemana waktu kemarin? Lampiasin itu sama siapa?" tanya nya begitu membuat hati Jae teriris, cowok sin ting.

"Breng sek. Lo emang an jing, Sion." Umpat Jae, tangannya sudah mengepal dengan mata yang mulai berkaca-kaca, ia baru akan melayangkan tamparannya namun Sion berhasil menahan itu.

"Jawab gue Jae," ia menarik tangan Jae hingga mereka tak memiliki jarak lagi. Mereka beradu tatap dengan sorot muak.

"Ngga ada. Gue balik." bohongnya membentak, segera menepis tangan Sion yang masih menatapnya tak percaya. Ia bergegas berbalik.

"Silahkan Lo pergi. Gue masih bisa cari yang lain yang ngga kampungan kaya Lo...Lo pikir dengan Lo yang balik begini lagi, bikin gue terpesona lagi? Ngga Jae..." ucapnya tak mengurungkan niat Jae untuk terus berjalan lurus.

"Gue ngga butuh cowok, apalagi cowok sampah kaya lo." Lirihnya bergumam.

Kini Jae menatap kertas yang tertempel di papan informasi. Mencari namanya diantara kelompok kerja nyata tematik yang akan digelar selama kurang lebih sebulan ke depan.

...***Kelompok 30 KKN Tematik***...

...***Kampus UNJANA***...

Salsabilla Eriawan, Fakultas Pendidikan~ Statistik MIPA

Sesilia Gunawan, Fakultas Psikologi ~ Psikologi klinis

Jaekawa Ayu, Fakultas Teknik~ Teknik Mesin

Andara Tatiana, Fakultas Seni Rupa ~ Desain Grafis

Bianca Yasmina, Fakultas Ekonomi Bisnis ~ Bisnis Digital

Maharani Savina, FISIP~ Ilmu Komunikasi

Ia mengenal seseorang di kelompoknya, Bianca yang kebetulan dulu pernah bertemu sebab Sion dan Fahrizal berteman, beberapa kali mereka bertemu di acara kumpul-kumpul circle Sion.

"Jaheee!" pekik seseorang dari belakang, menggema dan cukup membuat kuping berdenging.

Gadis centil itu, sembari tersenyum lebar berlari kecil ke arah Jae, "kita sekelompok ya? Jahe...Jahe...by the way, gue mau tanya, kejadian kemaren. Sorry, Lo sama Sion?" wajahnya begitu penasaran, "kenapa? Sayang banget."

Namun kemudian sejurus kemudian Bianca berdecak paham, "tapi emang gue kalo jadi Lo juga bakalan begitu juga, sih...anak-anak emang bilang kalo Sion punya pacar selain Lo." Kini tanpa aba-aba, gadis FEB itu sudah melingkarkan tangannya di lengan Jae.

Sementara Jae, ia hanya bisa diam, selain dari ia yang tak seheboh dan seenergik Bianca, ia juga malas membahas Sion.

"Eh, udah tau sama anggota kelompok kita belum?" nah lihat kan?! Bedanya ia dan Bianca, yang mudah sekali membanting setir topik pembicaraan dari sana ke sono.

"Belum."

"Sini gue bisikin nomornya. Ketemuan yuk!" ajaknya dengan wajah merengek.

Dari kesemua 6 anggota kelompok KKN tematik 30, mereka ini adalah perempuan. Memang di tahun ini, tidak terlalu banyak mahasiswa yang mengikuti KKN Tematik, terkhusus tak banyak yang lolos persyaratan untuk melakukan KKN Tematik.

Dan disinilah mereka, berkat Bianca keenamnya ini bisa berkumpul.

"Girls! Thanks ya udah nyempetin waktu, atau emang wajib sih sebenernya..." oceh Bianca menatap satu persatu anggota kelompok 30 yang kini sudah berkumpul di kantin.

"Oke. So...kita cuma berenam kan?" tanya Andara, si mahasiswi yang penampilannya ini paling unik, ciri khas anak seni ya gitu sedikit urakan dan nyentrik dengan gelang handmade yang bejibun di pergelangan tangan, juga tabung kertas yang selalu di sampirkan di bahu. Wajahnya ramah, namun terkadang menatap misterius.

Dan kini mata Jae beralih pada gadis berkacamata bernama Salsabilla, ia sejak tadi menyedot jus strawberry miliknya tak begitu menanggapi ocehan berisik Bianca yang memang selalu meledak-ledak macam petasan banting.

"Oh ya, gue Salsa by the way, Statistik MIPA..." senyumnya lebar, namun sejurus kemudian kembali kaku.

Lalu beralih pada seorang gadis berambut blonde nan dikepang Elsa-nya yang terlihat nyaman dengan headset di sebelah telinganya seolah tak peduli dengan dunia dan lebih sibuk mengangguk-angguk menikmati lagu sambil sesekali menggumam bernyanyi, "gue Maharani, FISIP."

Dan wajah yang paling ramah di meja itu kini tersenyum tulus, "aku Sesil, anak psikologi..." wajah-wajah yang seperti siap menampung masalah orang se-Indonesia.

"Gue Jaekawa, Teknik mesin..." ia menyalami mereka satu persatu.

"Gue bikinin grup ya?" tanya Bianca yang sat set, beberapa detik kemudian.

Srikandi 30

Bianca invited Jae

Bianca invited Salsa

Bianca invited Sesil

Bianca invited Andara

Bianca invited Maharani

"Jadi, apa sudah ada yang tau dimana kita akan ditempatkan nantinya?" tanya Salsa mendorong letak kacamatanya dan membuat posisi tegak di kursi.

"Masih banyak pilihan tempat yang disiapkan pihak kampus. Kayanya belum ada kelompok yang menentukan juga..." ujar Jae diangguki Maharani.

"Kalo ngga salah nih," suara lembut dan ramah Sesil itu terasa empuk di telinga, "ada Widya Mukti, Cikalong. Ada Mandala Jaya, perbatasan Bandung Utara...Ada---"

"Op..op, tunggu deh. Widya Mukti itu yang tahun berapa pernah dijadiin tempat KKN kampus sini juga kan? Kabarnya jadi kelompok paling sukses?" tanya Andara si anak mading kampus, nama Andara juga ada di organisasi kampus, jadi wajar saja ia yang paling tau dengan informasi informasi begini.

"Oh ya?" tanya Jae, "sesukses apa?"

Kini Maharani sudah menarik headset miliknya, sepertinya pembahasan ini mulai menarik.

"Gue sih taunya dari Bang Dimas, kelompok berapa ya gue lupa, berhasil bikin program kerja yang sampe bawa perubahan signifikan buat desa Widya Mukti meskipun ngga sebentar, bahkan sampai saat ini loh..."

Alis Jae naik sebelah, "oh...siapa kordesnya dulu?"

Andara menggidikan bahunya, "lupa."

"Warganya tuh katanya bisa menciptakan lapangan kerja sendiri."

Jae kembali mengangguk-angguk, "oh ya? Pendidikan warganya?"

"Standar sih yang gue tau. Tapi buat apa sih, kan mereka juga udah maju, udah makmur..." gidik Andara lagi.

"Justru itu kelemahannya kali ya, proker mereka boleh berhasil tapi mereka melupakan kalo pendidikan, sumber daya manusia yang mumpuni itu penting." Maharani mengangguk seolah menemukan tema projek mereka.

Jae menarik senyumannya, "gue ambil Widya Mukti."

"Oke vote...vote..." Bianca menggoyangkan tangannya di depan.

"Bentar deh, Widya Mukti tuh dimana sih?"

Lantas Sesil membuka ponselnya, mencari google map dan mengklik google earth. Lalu menaruh ponselnya di tengah-tengah meja, "disini guys."

"Ya ampun!" Bianca menutup mulutnya syok matanya membeliak seperti baru saja menelan lalat, "yang bener aja Jae."

"Ini tuh masih Bandung, kan? Kok Bandung ada yang begininya sih? Sampai ke pojok-pojok begini?" tanya Salsa masih terheran-heran tak percaya.

"Tapi bisa lewat tol kan?" tanya Maharani.

Andara mengangguk sementara Sesil masih menggeser-geser layar ponsel miliknya itu, "udah deh Sesil...mau Lo geser-geser letak Widya Mukti ngga akan langsung pindah ke Jakarta." Oceh Bianca.

"Tapi setau gue jalannya udah bagus kok, gosipnya alamnya masih bagus loh, asli deh persis kita lagi vacation kali ya?" Andara dengan mata berbinar nya menatap kawannya satu persatu.

"Gue ikut deh." Maharani mengunjukan tangannya, untuk kemudian Salsa ikut mengangkat tangan juga, "gue juga."

Sisanya, setelah mereka semua mengangkat tangan, hanya tinggal Bianca saja yang belum ia justru menunjukan wajah menyedihkannya, "Bi?" tanya Jae.

"Apa suara gue masih dibutuhkan setelah 5 orang mengangkat tangan? Pengen gue colok aja rasanya kalian...."

Mereka tertawa renyah, dengan Sesil menepuk-nepuk punggung Bianca, "sabar...anggap aja kita liburan ke alam."

"Hubungan LDR itu sesekali diperlukan, Bi..." ujar Jae ia seolah paham apa yang menjadi beban Bianca.

"Kalo gitu gue hubungin pak Sulaeman ya...kalo kita mau coba ambil Widya Mukti...kapan mau survey?" tanya Jae yang mulai menscroll ponsel mencari nomor dosen pembimbing lapangan mereka.

...KKN 30...

...Jaekawa Ayu ~ Koordinator desa...

...Salsabilla Eriawan ~ Sekertaris...

...Bianca Yasmina ~ Bendahara...

...Sesilia Gunawan ~ Humas...

...Andara Tatiana ~ Publikasi & dokumentasi...

...Maharani Savina ~ Logistik & konsumsi...

Jingga baru saja bertelfon ria dengan pak Agus.

"Kenapa sayang?" tanya Mei.

Jingga menggeleng, "engga, pak Agus bilang Widya Mukti mau kedatangan mahasiswa KKN lagi, katanya sih dari UNJANA juga..."

Mei menarik alisnya, "oh ya? Wahh...berasa jadi nostalgia dong. Jadi pengen balik lagi..." kekehnya. Jingga mengusap perut Mei yang telah membesar itu, "Widya Mukti udah jadi rumah kedua KKN 21. Bukan sekedar yg tempat KKN 21 doang...kapanpun kamu mau balik, tinggal balik aja."

"Beda vibesnya," colek Mei di hidung Jingga.

KKN 21

(Medina Sastro) Guys Widya Mukti mau kedatangan mahasiswa KKN lagi loh, dari UNJANA

(Lengkara Savio) mauuu🥹

(Raras Nalula) wah aslinya? Pengen juga balik lagi...🤗

(Aluna Senja) asliii?!!! Oh my God, ikutan ahhh!

(Raindra Jovian) jangan!!! Nanti kelompoknya Lo kasih empedu ikan. Auto balik kampus tinggal nama.

(Purwangga Mahadri)😂 si Alby trauma seumur hidup.

(Livia Syua Tan) Mendaftarkan diri ☝️

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

mama_im

mama_im

si arlan dari widyamukti kembali ke sana lagi, mungkin nanti ketemu pas arlan kunjungan kali ya. cieee... gak sabar ngulang cinta masa KKN 🤣🤣

2025-12-06

3

sweet escape

sweet escape

Waaah kayanya ntar bakal ad peran maru ini bantuin arlan buat kasih pelajaran ke sion, dih aku tuh berasa pasti ntar nja bakal seneng banget temenan sama jae. Dia kan selalu doain arlan buat ketemu cewek, pst akrab lah ini

2025-12-07

0

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

yaampun jae... kamu ambil jurusan tehnik mesin... ini kuliah nya belajar apaan ya😄apa tentang bongkar pasang mesin? hebat kamu jae, keluar dari zona nyaman sebagai kaum hawa

2025-12-06

1

lihat semua
Episodes
1 1# Setan bernama Sion
2 2# Tak tau namanya
3 3# KKN TEMATIK
4 4# Srikandi 30
5 5# Tak ingin ingat lagi
6 6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7 7# Kutukan rumpun bambu
8 8# Namanya lucu
9 9# Mengandalkan satu sama lain
10 10# Ternyata....
11 11# Bukan girl band
12 12# Akhirnya terbongkar
13 13# Tatapan matanya
14 14# Kalo gitu, kenalan...
15 15# Mencintai dengan sederhana
16 16# Sakit atau...?
17 17# Butuh susu beruang
18 18# Semakin mendekat
19 19# Pake air hangat
20 20# Ibu-ibuan
21 21# Mempush diri
22 22# Bicara serius
23 23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24 24# Sesilia Gunawan
25 25# Hamil?
26 26# Si positif vibes
27 27# Jokes receh Arlan
28 28# Jaekawa punya gue
29 29# Anjeli's day
30 30# Biduan
31 31# Puncak emosi Jae
32 32# Akankah berjalan baik?
33 33# Sampai jumpa kembali
34 34# Behind the scene
35 35# Zoom meeting
36 36# Sponsor
37 37# Saya anak sapi
38 38# Chat time
39 39# Saksi hidup
40 40# Ngidam?
41 41# Feeling so bad
42 42# Kita hadapi bersama
43 43# Saya Arlan...
44 44# Restu
45 45# Mamak
46 46# Mabuk
47 47# Kau semaikan cinta
48 48# Bahasa cinta
49 49# Do'a ayah
50 50# Rujak
51 51# Kadar pertemanan
52 52# WO dadakan
53 53# Kini Kumenemukanmu
54 54# Happy wedding
55 55# Pengantin baru
56 56# Kesempatan dalam kesempitan
57 57# Meleng dikit, pindah
58 58# Era Arlanfly
59 59# Family time
60 60# Nakal
61 61# Abang si alan
62 62# Hemat waktu
63 63# Chat time
64 64# G--string vs stocking
65 65# Sweetnya bapak--ibu
66 66# Pillow talk
67 67# Racun
68 68# Sexy dengan caranya
69 69# Independent women
70 70# Tentang masa lalu
71 71# Aku kalah
72 72# Naluri orangtua
73 73# Sekolah suami---istri
74 74# Ghibahin yang punya rumah
75 75# Ada uang Abang sayang
76 76# Tak ada akhir kisah
77 77# Murid Arlan--Jovi next generation
78 78# Club no buaya darat
79 79# Club no buaya darat 2
80 80# Happy holiyeeyyy!
81 81# Balikin Jae, Vi...
82 82# Malamnya kita
83 83# Mamak vs Bapak
84 84# Pawang
85 85# Double date
86 86# Terungkap
87 87# Kembali pada porsinya
88 88# 4 Bulanan
89 89# Rollercoaster kehidupan
90 Epilog 1
91 Epilog 2, say good bye
Episodes

Updated 91 Episodes

1
1# Setan bernama Sion
2
2# Tak tau namanya
3
3# KKN TEMATIK
4
4# Srikandi 30
5
5# Tak ingin ingat lagi
6
6# Sosok ramai, namun ia kesepian
7
7# Kutukan rumpun bambu
8
8# Namanya lucu
9
9# Mengandalkan satu sama lain
10
10# Ternyata....
11
11# Bukan girl band
12
12# Akhirnya terbongkar
13
13# Tatapan matanya
14
14# Kalo gitu, kenalan...
15
15# Mencintai dengan sederhana
16
16# Sakit atau...?
17
17# Butuh susu beruang
18
18# Semakin mendekat
19
19# Pake air hangat
20
20# Ibu-ibuan
21
21# Mempush diri
22
22# Bicara serius
23
23# Jaekawa Ayu si kordes dingin
24
24# Sesilia Gunawan
25
25# Hamil?
26
26# Si positif vibes
27
27# Jokes receh Arlan
28
28# Jaekawa punya gue
29
29# Anjeli's day
30
30# Biduan
31
31# Puncak emosi Jae
32
32# Akankah berjalan baik?
33
33# Sampai jumpa kembali
34
34# Behind the scene
35
35# Zoom meeting
36
36# Sponsor
37
37# Saya anak sapi
38
38# Chat time
39
39# Saksi hidup
40
40# Ngidam?
41
41# Feeling so bad
42
42# Kita hadapi bersama
43
43# Saya Arlan...
44
44# Restu
45
45# Mamak
46
46# Mabuk
47
47# Kau semaikan cinta
48
48# Bahasa cinta
49
49# Do'a ayah
50
50# Rujak
51
51# Kadar pertemanan
52
52# WO dadakan
53
53# Kini Kumenemukanmu
54
54# Happy wedding
55
55# Pengantin baru
56
56# Kesempatan dalam kesempitan
57
57# Meleng dikit, pindah
58
58# Era Arlanfly
59
59# Family time
60
60# Nakal
61
61# Abang si alan
62
62# Hemat waktu
63
63# Chat time
64
64# G--string vs stocking
65
65# Sweetnya bapak--ibu
66
66# Pillow talk
67
67# Racun
68
68# Sexy dengan caranya
69
69# Independent women
70
70# Tentang masa lalu
71
71# Aku kalah
72
72# Naluri orangtua
73
73# Sekolah suami---istri
74
74# Ghibahin yang punya rumah
75
75# Ada uang Abang sayang
76
76# Tak ada akhir kisah
77
77# Murid Arlan--Jovi next generation
78
78# Club no buaya darat
79
79# Club no buaya darat 2
80
80# Happy holiyeeyyy!
81
81# Balikin Jae, Vi...
82
82# Malamnya kita
83
83# Mamak vs Bapak
84
84# Pawang
85
85# Double date
86
86# Terungkap
87
87# Kembali pada porsinya
88
88# 4 Bulanan
89
89# Rollercoaster kehidupan
90
Epilog 1
91
Epilog 2, say good bye

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!