Episode 3 Tidak Di Terima

Zahra berada di kamarnya memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper, setelah menikah memang dia akan dibawa ke kediaman suaminya.

Tetapi Zahra tidak mempersiapkan apapun dan setelah acara pernikahan itu barulah dia menyiapkan pakaiannya setelah mendapat perintah.

"Ini hanya untuk sementara!" Zahra menoleh ke arah pintu ketika mendengar suara dan ternyata itu tak lain adalah Syakira yang berdiri di depan pintu dengan kedua tangannya dilipat di dada.

"Setelah Tasya pulang dia akan kembali bersama Dokter Naldy," ucap Syakira mengingatkan Zahra.

"Kenapa harus memaksa Zahra untuk menikah dengan Dokter Naldy, jika akhirnya juga ada perpisahan," sahut Zahra.

"Apa maksud kamu? Kamu pikir pernikahan tadi untuk selamanya. Keluarga Dokter Naldy tidak punya pilihan lain selain menggantikan pengantin wanitanya dan itu artinya ketika Tasya sudah kembali, maka Tasya akan kembali bersama dengan Naldy!" tegas Syakira.

"Jadi jangan terlalu berharap apapun Zahra, ingat kamu hanya sebagai pengganti dan jangan berani-beraninya kamu menyentuh Naldy," ucap Syakira menegaskan membuat Zahra hanya terdiam.

Seolah-olah dirinya benar-benar hanya dijadikan tumbal oleh keluarganya untuk menggantikan pengantin yang menganggap pernikahan tidak berarti apa-apa.

****

Kediaman Naldy.

Akhirnya Zahra dibawa oleh keluarga Naldy kediaman istana dua kali lipat lebih mewah daripada istana rumah Zahra. Di dalam mobil Zahra dan Naldy hanya diam saja tidak ada obrolan di antara mereka berdua.

Zahra bahkan saat ini sudah berada di dalam kamar suaminya yang sebelumnya diantarkan oleh asisten rumah tangga. Layaknya kamar pengantin pada umumnya, aromanya saja sudah berbeda dengan aroma sangat romantis, suasana lampu di kamar itu juga tampak redup dengan banyaknya kelopak mawar berada di atas tempat tidur.

Zahra kesulitan menelan ludah saat berdiri pada tempatnya dan melihat di sekitarnya, kamar itu layaknya kamar pria pada umumnya, tidak terlalu banyak perabotan di dalam kamar tersebut, hanya ada sofa di depan televisi dan juga di sudut jendela dan juga adanya teras yang sedikit cukup luas.

"Kemarin aku masih mendapat teguran dari Dokter Naldy dan sekarang aku sudah menjadi istrinya, ini benar-benar sangat aneh, tidak ada yang tahu kejadian beberapa jam ke depannya," gumam Zahra dengan menghela nafas.

Krekkk.

Zahra membalikkan tubuhnya ketika pintu kamar dibuka dan ternyata ibu mertuanya.

"Kamu akan tetap berpenampilan seperti ini di saat suami kamu datang?" tanya Mila membuat Zahra mengerutkan dahi.

"Maksud Tante?" tanya Zahra.

Mila melangkah mendekati Zahra dan langsung membuka cadar Zahra membuat Zahra kaget.

"Saya tidak pernah membayangkan di dalam hidup saya, bisa mempunyai besan dengan anak-anak yang sangat bodoh, yang satu meninggalkan acara pernikahannya dan satu lagi tidak tahu bagaimana menjalankan pernikahannya," ucap Mila.

Sejak awal Mila memang berbicara apa adanya, tidak ada manisnya sebagai ibu mertua dan jelas hal itu membuat Zahra takut dengan kesulitan menelan saliva.

"Putra saya mengeluarkan banyak waktu untuk mempersiapkan acara pernikahan itu, dan kamu harus menggantikannya, tetapi bukan berarti hanya menggantikan, kamu sudah menjadi istrinya dan tidak seharusnya membungkus tubuh kamu di depannya seperti ini," ucap Mila.

"Tante, saya tidak pernah melepas cadar di depan laki-laki," ucap Zahra dengan gugup.

"Laki-laki yang kamu katakan adalah suami kamu saat ini, jangan membuat saya semakin kesal dengan melihat kamu kampungan seperti ini, saya sudah cukup kesal diperlakukan oleh keluarga kamu!" tegas Mila.

Zahra hanya terdiam dengan menunduk.

"Masuklah!" Mila mengarahkan kepalanya ke arah pintu dan ternyata ada pelayan wanita yang datang dengan membawa lipatan pakaian.

"Ganti pakaian kamu dan lakukan tugas kamu sebagai istri! saya tidak harus mengajari kamu bagaimana caranya," ucap Mila.

Mata Zahra melotot, bagaimana mungkin dia bisa melakukan hal itu dan sementara dia tidak dekat dengan Naldy dan terlebih lagi dia sudah mendapat peringatan dari ibu tirinya untuk tidak melakukan hubungan bersama dengan Naldy. Karena posisinya saat ini hanyalah sebagai pengganti.

"Tante Maaf, saya tidak siap melakukan hal itu," ucapnya dengan jujur.

"Kamu wanita yang dibekali dengan ilmu agama yang tinggi dan seharusnya kamu tahu apa tugas istri, Zahra saya sudah mengatakan jangan membuat saya kesal!" tegas Mila.

"Bantu dia untuk bersiap-siap!" titah Mila pada pelayan tersebut membuat pelayan itu mengganggukan kepala dan kemudian membawa Zahra untuk menuju kamar mandi dan terlihat Zahra sangat panik.

Setelah berganti pakaian yang baru saja diberikan Ibu mertuanya, Zahra cukup gugup duduk di pinggir ranjang dengan jari-jarinya saling memencet sejak tadi.

Zahra menggunakan piyama berwarna hitam dengan rambutnya yang digerai panjang, piyama tersebut cukup mencolok dan sangat tipis memperlihatkan bagian tubuhnya. Zahra benar-benar sangat gugup dengan kesulitan menelan ludahnya.

Jantungnya semakin berdebar dengan kencang ketika pintu kamar itu dibuka dan sesuai dugaan jika akhirnya Naldy memasuki kamar tersebut.

Zahra langsung menunduk.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Naldy dengan nada suara dingin membuat Zahra mengangkat kepalanya.

"Sa- sa...."

"Jangan berharap apapun dalam pernikahan ini, kamu hanya pengganti dan percuma kamu berpenampilan seperti ini di hadapan saya, Saya tidak akan menyentuh kamu, mau kamu telanjang sekali," belum sempat berbicara dan Zahra sudah mendapat kata-kata pedas dari pria yang baru saja menikah dengannya itu.

"Saya tidak tahu apa yang ada di pikiran kamu sampai kamu menerima tawaran untuk menggantikan Tasya di hari pernikahan saya. Apa kamu tidak bisa protes, apa kamu terlalu murahan sampai harus menikah begitu saja?" Naldy ternyata menyalahkan keputusannya.

Mungkin karena saat Zahra diminta untuk menggantikan Tasya tidak ada protes dari Zahra, bukan karena tidak ingin protes tetapi tidak ada kesempatan untuk membuatnya berbicara.

Padahal di saat dia diperintahkan untuk berganti pakaian gaun pengantin, dia juga sudah mencoba untuk berbicara dengan ayahnya dan tetap saja pernikahan itu tidak bisa dihentikan.

"Tetapi sudahlah, semua sudah terlanjur dan jangan kamu pikir karena kamu menyelamatkan keluarga saya dari rasa malu akibat perbuatan dari saudara kamu dan saya harus berterima kasih kepada kamu. Bukan menikah dengan kamu yang saya inginkan, jadi jangan pernah berharap apapun kepada saya!" tegas Naldy benar-benar tidak memberi kesempatan kepada Zahra untuk mengungkapkan isi hatinya saat ini yang juga memiliki protes yang sangat banyak.

"Di rumah sakit atau di manapun ketika bertemu dengan saya, bersikap biasa saja dan anggap tidak mengenal saya! jangan pernah mencampuri urusan saya,"

"Saya sebenarnya sangat muak berada di kamar ini dengan orang baru yang harus ada di sini, tetapi apa boleh buat. Kamu bisa tidur di kamar ini tetapi bukan berarti satu ranjang dengan saya!" tegas Naldy.

"Saya tegaskan untuk pertama dan terakhir kalinya, jangan berharap dalam pernikahan dan saya tidak akan menyentuh kamu!" tegas Naldy.

Air mata Zahra jatuh ketika mendapat kata-kata pedas dari suaminya, seolah-olah semua kejadian ini adalah salahnya, padahal dia juga hanya korban yang ingin membantu keluarganya.

Naldy tidak mengatakan apa-apa lagi dan kemudian langsung pergi. Zahra menyeka air matanya.

"Mengapa semua harus seperti ini? mengapa aku yang di pojokan dan diserang habis-habisan?"

"Ada apa ini ya Allah?"

"Mengapa seperti ini?"

"Mengapa ya Allah?" Zahra benar-benar tidak menyangka jika hidupnya akan berakhir seperti ini.

Bersambung.....

Terpopuler

Comments

Sapna Anah

Sapna Anah

y salah sendirilah bukanya protes d depan tamu2 Mala diem Bae giliran d hina dan d rendahkan nangis🤦🤦

2026-08-01

0

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

ayo jg lemah zahra..

2026-03-05

0

Uthie

Uthie

kuat Zahra 👍😡

2026-01-31

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 Kekacauan
2 Episode 2 Harus Menjadi Korban
3 Episode 3 Tidak Di Terima
4 Episode 4 Benar-benar Asing.
5 Episode 5 Protes
6 Episode 6 Dia Kembali
7 Episode 7 Tetap Di Salahkan
8 Episode 8 Rencana Poligami
9 Episode 9 Melepas Cadar
10 Episode 10 Memang Harus Melawan.
11 Episode 11 Melawan Zahra
12 Episode 12 Sama-sama Keras
13 Episode 13 Cara Menghadapi Suami
14 Episode 14 Gebrakan Zahra
15 Episode 15 Naldy Merajalela
16 Episode 16 Malam Menyedihkan
17 Episode 17 Sudah Menjadi Takdir
18 Episode 18 Mulai Merasa
19 Episode 19
20 Episode 20 Keputusan
21 Episode 21 Gebrakan Mengejutkan
22 Episode 22 Penegasan
23 Episode 23 Ceramah
24 Episode 24 Apa Ini Cemburu.
25 Episode 25 Sindiran Keras
26 Episode 26 Saling Bertengkar
27 Episode 27 Pembelaan
28 Episode 28 Protes
29 Episode 29 Jawaban Yang Pas.
30 Episode 30 Kekecewaan Seorang Anak
31 Episode 31 Kepanasan.
32 Episode 32 Hati Luluh
33 Episode 33 Banyak Moment
34 Episode 34 Kesepakatan Bersama
35 Episode 35 Pagi Kejutan
36 Episode 36 Merasa Tidak Nyaman.
37 Episode 37 Kebaikan
38 Episode 38 Ranjang Bersama
39 Episode 39 Benar-benar peduli.
40 Episode 40 Canggung.
41 Episode 41 Penegasan Naldy.
42 Episode 42 Memberi Perhatian
43 Episode 43 Pembelaan
44 Episode 44 Candaan
45 Episode 45 Tingkah Suami.
46 Episode Mulai Melawan.
47 Episode 46 Semakin Dekat.
48 Episode 48 Harus Tegas
49 Episode 49 Panik
50 Episode 50 Insiden.
51 Episode 51 Perlakuan Jahat.
52 Episode 52 Penyesalan.
53 Episode 53 Selalu Ada
54 Episode 54 Dia Memberi Pernyataan.
55 Episode 55 Pilihan.
56 Episode 56 Makin Gemes.
57 Episode 57 Suami Panik
58 Episode 58 Apa Memang Mengalah.
59 Episode 59 Pengakuan.
60 Episode 60 Kebahagiaan Pasangan Suami Istri.
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63 Penegasan.
64 Episode 64 Obrolan
65 Episode 65 Rasa Khawatir
66 Episode 66 Romantis
67 Episode 67 Perjuangan Seorang Ibu
68 Episode 68 Cucu Pemberi Kebahagiaan.
69 Episode 69 Menjadi Ibu.
70 Episode 70 Suami Yang Selalu Ada
71 Episode 71 Waktu Bersama.
72 Episode 72 Deg
73 Episode 73 Ini Sulit
74 Episode 74 Rasa Sakit.
75 Episode 75 Keputusan Berat
76 Episode 76 Ancaman
77 Episode 77 Pilihan
78 Episode 78 Penyesalan
79 Episode 78
80 Episode 80 Memulai
81 Episode 81 Setelah
82 Episode 82 Hampir Saja
83 Episode 83 Tidak Mendapatkan Apa-apa
84 Episode 84 Peringatan
85 Episode 85 Bertemu
86 Episode 85 Tidak Bisa Mengelak.
87 Episode 87 Pembicaraan
88 Episode 88 Mengetahui
89 Episode 89 Penegasan
90 Episode 90 Penegasan.
91 Episode 91 Istri Galak.
92 Episode 92 Keputusan.
93 Episode 93 Tidak Menangani
94 Episode 94 Panik.
95 Episode 95 Menolak
96 Episode 96
97 Episode 97 Ternyata.
98 Episode 98
99 Episode 90
100 Episode 100
101 Episode 101 Tammat
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1 Kekacauan
2
Episode 2 Harus Menjadi Korban
3
Episode 3 Tidak Di Terima
4
Episode 4 Benar-benar Asing.
5
Episode 5 Protes
6
Episode 6 Dia Kembali
7
Episode 7 Tetap Di Salahkan
8
Episode 8 Rencana Poligami
9
Episode 9 Melepas Cadar
10
Episode 10 Memang Harus Melawan.
11
Episode 11 Melawan Zahra
12
Episode 12 Sama-sama Keras
13
Episode 13 Cara Menghadapi Suami
14
Episode 14 Gebrakan Zahra
15
Episode 15 Naldy Merajalela
16
Episode 16 Malam Menyedihkan
17
Episode 17 Sudah Menjadi Takdir
18
Episode 18 Mulai Merasa
19
Episode 19
20
Episode 20 Keputusan
21
Episode 21 Gebrakan Mengejutkan
22
Episode 22 Penegasan
23
Episode 23 Ceramah
24
Episode 24 Apa Ini Cemburu.
25
Episode 25 Sindiran Keras
26
Episode 26 Saling Bertengkar
27
Episode 27 Pembelaan
28
Episode 28 Protes
29
Episode 29 Jawaban Yang Pas.
30
Episode 30 Kekecewaan Seorang Anak
31
Episode 31 Kepanasan.
32
Episode 32 Hati Luluh
33
Episode 33 Banyak Moment
34
Episode 34 Kesepakatan Bersama
35
Episode 35 Pagi Kejutan
36
Episode 36 Merasa Tidak Nyaman.
37
Episode 37 Kebaikan
38
Episode 38 Ranjang Bersama
39
Episode 39 Benar-benar peduli.
40
Episode 40 Canggung.
41
Episode 41 Penegasan Naldy.
42
Episode 42 Memberi Perhatian
43
Episode 43 Pembelaan
44
Episode 44 Candaan
45
Episode 45 Tingkah Suami.
46
Episode Mulai Melawan.
47
Episode 46 Semakin Dekat.
48
Episode 48 Harus Tegas
49
Episode 49 Panik
50
Episode 50 Insiden.
51
Episode 51 Perlakuan Jahat.
52
Episode 52 Penyesalan.
53
Episode 53 Selalu Ada
54
Episode 54 Dia Memberi Pernyataan.
55
Episode 55 Pilihan.
56
Episode 56 Makin Gemes.
57
Episode 57 Suami Panik
58
Episode 58 Apa Memang Mengalah.
59
Episode 59 Pengakuan.
60
Episode 60 Kebahagiaan Pasangan Suami Istri.
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63 Penegasan.
64
Episode 64 Obrolan
65
Episode 65 Rasa Khawatir
66
Episode 66 Romantis
67
Episode 67 Perjuangan Seorang Ibu
68
Episode 68 Cucu Pemberi Kebahagiaan.
69
Episode 69 Menjadi Ibu.
70
Episode 70 Suami Yang Selalu Ada
71
Episode 71 Waktu Bersama.
72
Episode 72 Deg
73
Episode 73 Ini Sulit
74
Episode 74 Rasa Sakit.
75
Episode 75 Keputusan Berat
76
Episode 76 Ancaman
77
Episode 77 Pilihan
78
Episode 78 Penyesalan
79
Episode 78
80
Episode 80 Memulai
81
Episode 81 Setelah
82
Episode 82 Hampir Saja
83
Episode 83 Tidak Mendapatkan Apa-apa
84
Episode 84 Peringatan
85
Episode 85 Bertemu
86
Episode 85 Tidak Bisa Mengelak.
87
Episode 87 Pembicaraan
88
Episode 88 Mengetahui
89
Episode 89 Penegasan
90
Episode 90 Penegasan.
91
Episode 91 Istri Galak.
92
Episode 92 Keputusan.
93
Episode 93 Tidak Menangani
94
Episode 94 Panik.
95
Episode 95 Menolak
96
Episode 96
97
Episode 97 Ternyata.
98
Episode 98
99
Episode 90
100
Episode 100
101
Episode 101 Tammat

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!